Deg... Pernikahan
Alena terkejut mendengar pertanyaan Tuan Muda di belakangnya. Dengan segera ia langsung melepaskan tangan lelaki yang masih melekat di pinggang nya kemudian menjauh, Aslan yang heran memandang ke arah Alena"kenapa?"
"Tidak ada Tuan Muda. Apakah Tuan Muda ingin menikah?" tanya Alena balik
"kenapa bertanya balik?" ujar Aslan
Alena melirik Aslan yang berada berdiri di sebelahnya
"Lalu, kenapa tiba tiba membahas pernikahan?" ujar Alena heran
"memang nya ada yang salah?" pertanyaan saling terlontar dari mulut sepasang manusia yang berdiri di bawah sinar terang sang rembulan malam. Alena diam tak berani berkata lagi
Hening.... setelah lelah berdiri mereka berniat istirahat dan mulai melangkah masuk ke dalam ruangan masing masing. Saat Alena menyelimuti Aslan, lelaki itu menahan lengan Alena membuat Alena mengehentikan langkah dan memutar badannya "Alena ,Papa meminta ku untuk menikah. Bagaimana tanggapanmu?" ujar Aslan. Alena tersenyum
"Apa Tuan mencintai wanita itu?" ucap Alena
Aslan menggelengkan kepalanya " tidak tahu" ujarnya acuh, Alena terkekeh melihat tingkah menggemaskan Tuan Muda nya "Lalu kenapa menikah jika tanpa cinta. Tuan hanya akan menyakiti pasangan Tuan kelak,tapi jika Tuan Muda berusaha untuk mencintainya saya rasa itu bukan masalah" jawab Alena "Dan lagi jangan permainkan pernikahan Tuan,hubungan sakral di saksikan langsung oleh sang pencipta" sambung Alena kemudian melepas pelan tangan Aslan di lengannya. Aslan terlihat diam mendengarkan dengan jelas semua perkataan Alena ,saat berkata demikian hati Alena sedikit perih mengingat bagaimana hancur dirinya ketika akan melaksanakan hubungan sakral itu,tak ingin jauh terbawa suasana Alena memutuskan menyudahinya "Sudah malam.Tidur lah Tuan Muda! Sleep tight" ujar nya kemudian meninggalkan Aslan yang masih betah akan kebisuan di dalam kamar.
Pagi di hari ini cuaca begitu cerah Alena menemani Aslan yang sedang berenang di temani jus serta roti yang di sediakan Alena di karenakan Aslan belum sarapan. Tampak lelaki tampan itu bolak balik menjelajahi kolam setinggi 2 meter ,Alena yang melihat merasa takjub dengan kekuatan otot Aslan. Hampir setengah jam akhirnya Aslan menyudahi berenang, ia naik ke pinggiran dengan boxer ketat yang menempel di pinggul serta swim cap lengkap dengan kacamata renang ia berjalan menuju Alena yang sudah berdiri mengulur kan handuk kepadanya, kemudian ia melepas swim cap serta kacamata memberikan pada Alena. Ia mengelap badannya, Alena kembali menghampiri Aslan setelah meletakkan perlengkapannya di meja sebelah kursi santai kolam renang. Menyodorkan jus kepada Aslan. Mereka duduk menikmati pagi hari yang cerah, dua lembar roti isi daging serta jus sudah habis. Barulah Aslan memasuki rumahnya diikuti Alena mereka bersama memasuki kamar Aslan dengan Alena yang menyiapkan baju setelan harian untuk Aslan.
Siang harinya Aslan mengajak Alena pergi bersama menghabiskan weekend day, Alena yang terlihat memakai seragam kerja mendapat teguran dari Aslan "Aku bukan balita yang berjalan bersama Baby sister. Ganti sana bajumu" dengan kesal Aslan meninggalkan Alena di ruang tengah. Dengan tergesa gesa Alena berlari ke belakang hunian khusus pelayan ia segera mengganti seragam nya dengan Loose pants putih dan atasan menggunakan blouse lengan panjang sepinggul berwarna biru awan dengan sneaker putih. Rambut ikalnya sengaja di cepol dengan lip balm warna Warm Nude menambah aksen segar di wajahnya yang manis . Aslan yang melihat pengasuh nya tampil modis tersenyum puas "Lumayan" ucapnya. Mereka pergi berdua tanpa sopir, Aslan mengendarai Tesla hitam miliknya memecah kesunyian jalanan pagi di hari libur kerja. Alena memandangi jalanan dari kaca sebelah kirinya
"Kau ingin kita kemana dulu?" tanya Aslan
"Saya tidak tahu Tuan Muda,ini pertma kali saya berada di negara ini,saya ikut Tuan Muda saja" jawab nya. Yah kan memang betul ,selama ini Alena hanya menaiki pesawat keluar kota atau Pulau dalam satu negara kelahirannya. Aslan berfikir sejenak
"keluarkan handphone ,carilah tempat wisata yang menurutmu ingin kau kunjungi" perkataan Aslan membuat Alena terpaku,wanita belum bergerak mengambil handphone. Aslan berdehem mengejutkan Alena,ia menatap lekat Tuan Muda di sebelahnya "Tuan?" panggilnya
"kenapa?" oh sial mata Alena yang memandang penuh tanya pada Aslan tampak menggemaskan "Anda bercanda ya pada saya?" tanya alena lagi
ha? "maksudmu?" ujar Aslan,kernyitan di dahi nya semakin jelas mendengar pertanyaan Alena. Memang nya ada yang salah jika bertanya keinginan nya astagaa Alenaa Alenaa
"Cepatlah! Atau kau mau aku membawa mu ke Ner4ka?" kesal sekali rasanya Aslan, niat hati ingin membawa ke arah kencan pertama namun seperti nya gagal. Alena menggeleng,dengan segera melaksanakan perintah Aslan. Tingkahnya membuat Aslan menggigit bibir bawah nya gemas menahan gelak tawa di karenakan kelucuan Alena
......................
Setelah Drama yang terjadi di antara Aslan dan Alena akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke wahana bermain. Dan di sinilah dua orang itu Tengah berdiri menatap berbagai wahana yang ada di hadapan mereka,keduanya sama-sama bingung harus memulai dari yang mana. Alena dengan takut takut melirik Aslan dengan ekor matanya yang berdiri di sebelahnya
"ada apa?" tanya Aslan"Kenapa melihatku begitu? Pilihlah permainan mana yang ingin kau mainkan terlebih dahulu. Anggap saja ini bonusmu selama setengah tahun ini menjaga diriku. Hari ini, aku akan mentraktir dan memenuhi semua keinginan mu" Alena tersenyum mendengarnya.
"Benarkah tuan muda?" jawab Alena. Aslan mengangguk kemudian mereka menuju ke loket untuk membeli tiket permainan
Pertama-tama Alina ingin mencoba wahana yang dia rasa cukup ekstrim yang di namai Congo River Rapids ,sebelum melanjutkan permainan selanjutnya Aslan membeli baju ganti di karenakan baju mereka basah saat bermain wahana di awal kemudian mereka melanjutkan dengan mencoba wahana lainnya seperti Sheikra,Falcon Fury mereka juga melihat satwa satwa yang ada di kebun binatang sekitar lokasi bermain tersebut. Aslan cukup puas menghabiskan waktu bersama Alena hari ini, hingga waktu yang terang berganti sinar ke orenan mereka baru keluar dari wahana bermain,setelah makan di restoran favorit Aslan mereka menuju Pantai sore untuk menyaksikan Sunset.
Alena dan Aslan duduk berdua di atas kap mobil depan Aslan,menyaksikan indahnya matahari yang akan hilang "Indah sekali" ujar Alena . Aslan Hanya diam, kemudian ia memandang Alena dengan rambut yang berterbangan terkena angin Pantai "Alena,aku ingin berbicara padamu!" kata Aslan
"hmm, ya Tuan Muda saya akan mendengar kan dengan baik" jawab wanita berambut ikal tersebut. Ia menghadap Aslan menunggu perkataan sang Tuan Muda setelah beberapa saat Aslan berkata dengan wajah serius dan berakhir sendu
"Aku tidak pernah berpikir untuk menikah dan berumah tangga. Mama pergi saat usia ku tepat 2 tahun. Lalu papa seperti telah menghabiskan seluruh cinta nya pada Mama. Papa begitu mencintai mama ,hingga di awal kepergian Mama lelaki itu terpuruk. Papa memang selalu memperlakukan ku dengan baik dan tidak pernah kasar kepadaku. Di usiaku ke empat tahun Setiap malam sebelum tidur aku selalu mengintip Papa di ruang kerja ,Papa hanya menghabiskan waktu untuk bekerja dan bekerja namun ketika malam tiba beberapa kali aku mendapati Papa menangis diam diam sambil memeluk poto Mama. Aku tidak mengerti kenapa papa terus saja menangis, semenjak itu aku memutuskan untuk tidak mengenal yang namanya wanita. Bukan tidak tertarik hanya saja aku merasa akan seperti Papa nantinya" ungkapan Aslan serentak dengan tenggelamnya sang Surya . Alena yang mendengar nya berkaca kaca hingga bungkam seribu bahasa. Ia fikir selama ini lelaki tangguh dan berlidah tajam yang terlihat baik baik saja dan kuat seperti Aslan tidak menanggung beban pikiran seberat ini Nyata nya ia salah
Tuan ingin rasanya Alena memeluk Aslan namun keberaniannya tak sebesar keinginan nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
tu es belle
Baik,terimakasih sudah membaca. semoga suka🙏
2024-01-08
1
rudi iskandar
lanjut thour
2024-01-08
0