Aku, Alena Prameswari

Sementara di lantai bawah seluruh pelayan menahan napas dengan jantung memompa cepat,seakan siaga karena khawatir Tuan Muda akan mengamuk seperti sebelum sebelumnya karena tak sudi di sentuh pengasuhnya. Bahkan kali ini kepala Pelayan juga turun langsung menanti di ujung bagian bawah tangga menanti Tuan Muda nya untuk turun sarapan .

Semoga saja,aku yakin gadis ini bisa melewatinya

batin kepala pelayan

Kepala pelayan percaya,ketika melihat gadis itu kemarin. Ia yakin gadis ini akan melewati masa ujian dengan lancar karena ia bisa melihat sendiri bagaimana ekspresi datar gadis itu ketika mereka berbicara di ruangan bawah tanah tempat ia mengintrogasi seluruh pelayan baru yang akan menjadi pengasuh Tuan Muda. Tanpa bertanya dengan semua aturan yang ia katakan dan hanya menanggapi singkat lalu menganggukkan kepala. Alena bahkan berkata panjang saat akan pamit keluar ruangan ketika pembicaraan mereka selesai

Sudah pukul 06:15 pagi sang Tuan Muda belum juga terlihat tanda tanda akan keluar dari kamar, hanya saja tak ada keributan pagi ini hingga beberapa pelayan sedikit bersyukur karena tak lagi harus membersihkan pecahan kaca dan mengemasi barang barang milik Tuan Muda berserakan

15 menit .. 30 menit...40 menit...

Teng .. Tepat pukul 7 pagi Aslan terlihat berjalan keluar dari kamar kemudian menuruni anak tangga dengan Alena yang berjarak 2 meter di belakang ny. Kepala pelayan bernapas lega hari ini terlewati tanpa drama. Ia tersenyum menatap Alena seakan mengucapkan terimakasih. Alena yang menyadari nya hanya menganggukkan kepala nya sopan.Terlihat Tuan Muda sudah rapi dengan kemeja lengan pendek berwarna burgundy dipadukan dengan celana jeans sobek panjang dengan rambut acak acak kan khas sekali dengan seorang Aslan Putra Benedict.

Tuan besar sudah duduk di ujung meja panjang ,Alena menundukkan badannya menyapa Tuan Benedict setelahnya menarik kursi untuk Aslan duduki lalu kemudian Alena membalikkan piring di meja depan Aslan serta menyiapkan sarapan Tuan Mudanya dengan telaten dan gerakan anggun

Tuan Benedict sedikit kaget melihat Putra Tunggalnya tidak bertingkah hari ini. Ia bersyukur ,kemungkinan besar anaknya sedang dalam mood yang bagus

" Pagi son, kau terlihat segar sekali hari ini. Apa kau ada acara?" Tanya Tuan Benedict

"Tidak ada, aku hari ini ingin bermain dengan nya" Aslan berkata sambil melirik Alena yang berada si sisi kiri pria itu. Alena yang menundukkan pandangannya mendengar ucapan Aslan hanya mengernyitkan dahi bingung.

"Baiklah ,nikmati waktumu. Daddy akan selalu mendukungmu" Ungkap Benedictus, itu memang benar.

Bahkan ketika sang anak harus berbuat onar secara terus menerus selama 3 tahun belakangan ini. Ia hanya akan menjadi tameng sang Anak. Segala cara ia lakukan untuk menutupi perilaku Aslan, bahkan harus membungkam media. Atau jika mereka membantah ia akan menarik saham nya dan langsung membumi hanguskan stasiun berita tersebut. Bukan hal sulit bagi pemilik Benedict junction itu melakukannya

"Memangnya aku bocah, ck dasar Ikan paus"

Alena bermonolog di hatinya,dengan sedikit kesal ia melirik Aslan kemudian kembali menundukkan kepala menunggu Tuannya selesai sarapan

Setelah usai, Alena mengantar kan Tuan Mudanya ke Ruang Kerjanya. Inilah saat Alena menikmati waktu sarapan paginya. Setelah memastikan Aslan aman, Alena pamit undur diri menuju dapur. Begitu sampai di ruangan serba guna khusus karyawan, beberapa pelayan mengerubungi Alena. Bahkan bibi koki harus mengomel karna merasa mereka membelot ,bukannya melakukan pekerjaan malah menggosip.

" hei nona siapa namamu? Kenalkan aku Laura. Kau tau kau hebat;" oceh Laura menyodorkan tangannya

Alena hanya tersenyum sambil membalas jabatan tangan Laura

" Alena,namaku Alena. Terimakasih Laura " ujar Alena

" kau tau tidak, kau pengasuh pertama yang selamat di hari pertamamu bekerja" sambut pelayan yang lainnya. Alena hanya menatap bingung mereka semua

"iya itu benar, ya kan cindy? Kau tau tidak ada yang bertahan ' ujarnya dengan wajah ngeri sekaligus melotot ' mereka hanya bertahan 2 jam menghadapi Tuan Muda dan berakhir terluka fisik. Lalu kepala pelayan akan meminta ganti kepada pihak penyalur sambil memberikan kompensasi kepada keluarga pengasuh" Ucap Laura menyambut omongan Cindy

Cindy dan Laura memang akrab, mereka berasal dari satu penyalur yg sama. Tak heran mereka berdua selalu terlihat dekat dan berbagi gosip terbaru setiap harinya di sela sela sarapan pagi mereka

"Benarkah,tapi Tuan Muda tidak banyak bertingkah. Bahkan melakukan semua kegiatan dengan baik" jawab Alena. Ia heran bagaimana mungkin pengasuh hanya bisa bertahan 2 jam

Ck Alena Alena kau tidak tau saja bagaimana nasib pengasuh Tuan muda sebelum dirimu

Batin mereka bersama menatap Alena

" aku juga tidak tahu, tapi setiap pagi pasti ada saja barang yang pecah dan berakhir dengan ruangan seperti terkena bom. Kami harus berbondong bondong membersihkan kamar Tuan Muda Aslan" ujar cindy . Karna ia beberapa kali ikut membersihkan kekacauan yang di perbuat Alsan

"oh iya Alena. Jika kau selesai bekerja,bergabunglah dengan kami. Kami ada di rumah pelayan gedung sebelah timur Laut" ujar Laura ,ia si paling friendly selalu saja akrab dengan mudah pada siapapun . Bahkan dulu ketika pengasuh pengasuhnya Tuan Muda terdahulu yang sering terluka itu akan menceritakan semua padanya melalu obrolan sosial media mereka.

Sama seperti Alena 1 malam sebelum memulai hari bekerja mereka akan berada di rumah pelayan belakang dan berkenalan satu dan yang lainnya. Itulah mengapa Laura masih saja update tentang apa yang terjadi pada Tuan muda Tampan Arogan dan Tempramental tersebut

Alena hanya sesekali menanggapi obrolan mereka sambil tersenyum singkat. Setelah kejadian ia dikecewakan oleh sahabatnya Jujur saja Alena tak mudah mempercayai siapapun seperti saat ini ia menganggap obrolan ringan ini hanya angin lalu bahkan malam tadi ketika ia sudah menempati rumah pelayan belakang sedikitpun ia tak keluar dari kamar ketika selesai membersihkan diri ia memilih untuk membaca ulang job desk yang tertera di map berwarna coklat yang ia bawa dari ruangan kepala pelayan tersebut. Setelah selesai ia mengistirahatkan dirinya lalu bangun pagi dan bekerja tak sedikitpun ia berniat untuk berkenalan dengan para pelayan di Rumah Belakang

Setelah selesai sarapan mereka membubarkan diri Alena kembali ke ruang kerja sang Tuan mudanya untuk memastikan Apakah Tuan mereka telah selesai . Alena mengetuk pintu sebanyak tiga kali kemudian ia berkata "Tuan saya masuk"

Aslan hanya menjawab satu kata "iya"

Kemudian Alena masuk ke ruang kerja ia berdiri sejenak di depan pintu kemudian melangkah tiga kali ke depan ia berdiri tegak menunggu sang tuan muda selesai bekerja. Alena melihat sekeliling ruang kerja tersebut desain yang sama dengan Kamar tidurnya berwarna gelap, kursi kebesaran sang tuan muda yang diisi oleh Aslan yang sedang melakukan zoom meeting. Aslan tampak serius dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya. Jika diperhatikan sekilas Aslan tak tampak seperti seorang yang mempunyai kepribadian mental berbeda atau yang kurang sehat

Aslan melihat Alena berdiri menundukkan pandangan, dengan tangan terlipat di atas perut, ia Pandangi Alena berulang kali dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu kembali dari ujung kaki hingga ke ujung kepala. Ia berpikir, 'Apakah gadis ini normal? Kenapa tak ada ekspresi lain di wajahnya, selain datar, dan hanya senyum segaris'. Kemudian Ia bertanya

"Siapa namamu, katakan dengan jelas! Angkat kepalamu dan jangan menunduk.Ketika aku bertanya jangan biasakan untuk melihat selain daripada wajahku. Apa kau mengerti?"

Alena mengangkat pandangannya dan berkata dengan mantap seraya menatap tegas wajah Aslan,membuat Aslan terpaku sepersekian detik sebelum menormalkan ekspresi nya kembali

"izin menjawab Tuan saya Alena prameswari lulusan psikologi ,berusia 26 tahun. Saya yang akan mengurus segala kebutuhan Tuan Muda selama masa kontrak kerja saya berlaku hingga masa nya berakhir. Mohon Tuan Muda Bermurah hati untuk ketersediaannya menerima saya. Terimakasih!" Jawab Alena lantang kemudian menundukkan kepala

Aslan tersenyum simpul dan berkata " buktikan kinerja mu, pastikan kau selalu membuatku puas. Biodata mu menarik"

Alena hanya mampu menundukkan pandangan nya kembali ketika Aslan kembali menatap layar komputer di depannya

Terpopuler

Comments

Ruk Mini

Ruk Mini

jgn kendor nenk org gila bukan ancaman..buat sbg tantangan 😋

2024-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Luka Di Atas Gaun Pengantin
2 Masa Pelatihan Alena
3 Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4 Gadis Ini Luar Biasa
5 Aku, Alena Prameswari
6 Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7 Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8 Butuh Pengawasan Penuh
9 Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10 Rencana Pernikahan Duoble A
11 Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12 Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13 Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14 Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15 Ketika Niskala Terbaring Lemah
16 Dia Adalah Korban Pengkhianat
17 Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18 Kebelet Nikah
19 Pernikahan Sang Pewaris
20 MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21 Lebih Baik Jangan Kembali
22 Kilatan Masa Lalu
23 Berita Mengejutkan
24 Kehamilan Merubah Keegoisan
25 Gejolak Rindu Tidak Salah
26 Lihat Sampai Akhir
27 Sederhana Penuh Makna
28 Karmaphala Itu Nyata
29 Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30 Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31 Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32 Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33 Istri Cantikku Menggemaskan
34 Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35 Kehidupan Baru
36 Bagai Perputaran Roda
37 Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38 Pertolongan Seorang Ibu
39 Selalu Ada Kumbang Di Taman
40 Kehidupan Para Penggores Luka
41 Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42 Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43 Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44 Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45 Hari Pertandingan
46 Perbincangan Dua Remaja
47 HIDUP HARUS BERUBAH
48 Segerombolan Geng Motor
49 Masih Membahas Masalah Yang Sama
50 Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51 Mama Dan Papa Dari Tuhan
52 Gunjingan Panas
53 Alena Ku, Kenapa?
54 Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55 Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56 Aslan VS Kembar Identik
57 Nathalya Kusuma Astyaningsih
58 DIA Alena nya Aslan
59 Study Tour
60 Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61 Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62 RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63 ALANA VANITA BENEDICT
64 Keluarga Awalan A
65 Kerinduan Tanpa Pertemuan
66 ALYA Pulang
67 PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68 Last but not the end
69 Four Years Later
70 Sepenggal Kisah Mahasiswa
71 Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72 KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Luka Di Atas Gaun Pengantin
2
Masa Pelatihan Alena
3
Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4
Gadis Ini Luar Biasa
5
Aku, Alena Prameswari
6
Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7
Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8
Butuh Pengawasan Penuh
9
Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10
Rencana Pernikahan Duoble A
11
Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12
Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13
Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14
Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15
Ketika Niskala Terbaring Lemah
16
Dia Adalah Korban Pengkhianat
17
Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18
Kebelet Nikah
19
Pernikahan Sang Pewaris
20
MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21
Lebih Baik Jangan Kembali
22
Kilatan Masa Lalu
23
Berita Mengejutkan
24
Kehamilan Merubah Keegoisan
25
Gejolak Rindu Tidak Salah
26
Lihat Sampai Akhir
27
Sederhana Penuh Makna
28
Karmaphala Itu Nyata
29
Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30
Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31
Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32
Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33
Istri Cantikku Menggemaskan
34
Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35
Kehidupan Baru
36
Bagai Perputaran Roda
37
Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38
Pertolongan Seorang Ibu
39
Selalu Ada Kumbang Di Taman
40
Kehidupan Para Penggores Luka
41
Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42
Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43
Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44
Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45
Hari Pertandingan
46
Perbincangan Dua Remaja
47
HIDUP HARUS BERUBAH
48
Segerombolan Geng Motor
49
Masih Membahas Masalah Yang Sama
50
Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51
Mama Dan Papa Dari Tuhan
52
Gunjingan Panas
53
Alena Ku, Kenapa?
54
Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55
Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56
Aslan VS Kembar Identik
57
Nathalya Kusuma Astyaningsih
58
DIA Alena nya Aslan
59
Study Tour
60
Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61
Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62
RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63
ALANA VANITA BENEDICT
64
Keluarga Awalan A
65
Kerinduan Tanpa Pertemuan
66
ALYA Pulang
67
PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68
Last but not the end
69
Four Years Later
70
Sepenggal Kisah Mahasiswa
71
Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72
KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!