Kedekatan Alena dan Aslan sebagai pengasuh dan majikan semakin hari semakin intens dan itu semua tak luput dari pandangan sang Ayah Oslan Benedict. Beberapa kali lelaki tua itu tersenyum senang saat menyaksikan langsung tawa bahagia sang anak saat bersama dengan pengasuhnya. Walaupun wanita itu tetap seperti boneka tapi bagi Aslan menjahili dan membuat Alena menampilkan ekspresi selain datar dan senyum segaris sudah menjadi keahlian Tuan muda Benedict itu
Walau dari kejauhan namun sekecil apapun perkembangan anaknya ia akan tahu. Sudah jarang sekali Mansion besar Benedict terdengar pecahan kaca dan suara amukan nan menggelegar milik Aslan. Para pekerja juga bersyukur tak lagi menghadapi kegilaan Tuan mereka selama hampir empat bulan ini. Apalagi selama Alena tidur sekamar dengan Aslan. Setiap pagi Tuan Muda mereka akan turun dengan wajah berseri seri seperti mendapat asupan vitamin
bagaimana tidak jika tiap malam Alena lah yang menjadi korban kejahilan Aslan,sejauh ini Aslan memang tidak melewati batas hanya sekedar mencium memeluk dan menyuruh Alena tidur seranjang dengannya. Tapi tidak bagi Alena, ia merasakan sesak dan tidak nyaman. Bahkan matanya mempunyai lingkaran hitam di minggu pertama ia tidur sekamar dengan Aslan. Setiap malam ia harus mengelus kepala Aslan yang menempel di dadanya. Persis seorang ibu yang menidurkan anaknya
Bukan Aslan namanya jika bertingkah lurus. Ada saja ulahnya terkadang tangannya jahil meremas b*kong Alena,mengigit dada Alena dari luar piyama nya dan terkadang sengaja menjilati leher Alena.
Hufff terserah terserah Tuan muda ,aku lelah
Alena jangan tidur dulu,elus kepalaku
Hei enak saja kau tidur nyenyak sementara aku tidak bisa tidur
Dug dug . Alena keluar
Bangun Alena ,bangun Alena. Keluarlah
Tidur di ranjangku,aku susah tidur
Alena Alena Alena
sini Alena kenapa jauh sekali tidurmu
Hingga pernah suatu ketika Alena merasa jengah ia benar benar berang. Pada saat sudah dua malam berturut turut Alena tak bisa tidur karena terus di ganggu Aslan kemudian Alena menatap tajam Aslan dan berkata pada jam 1 dini hari
"Baik jika Tuan Muda masih saja bertingkah dan tak ingin tidur. Maka saya akan keluar ,persetan dengan denda pinalti melanggar peraturan. Saya juga akan mengundurkan diri " Puncak emosi Alena sudah membumbung tinggi
"Kau mengancam ku Nona Prameswari" jawab Aslan.
Sebenarnya ia juga sedikit ngeri melihat wajah Alena yang selama ini lembut terkesan datar namun malam ini mata Alena melotot dan merah padam seperti kerasukan roh jahat. Tapi Aslan tetap Aslan Tuan Muda Arogan nan Angkuh mana mungkin menunjukkannya. Ia harus tetap cool dan stay calm di depan pengasuh cantiknya
"Anda menantang saya Tuan Muda Benedict?"
ucap Alena lagi
"Tidak" dengan cepat Aslan menjawab
"Jika iya saya dengan senang hati akan mengundurkan diri dan membayar denda nya. Saya bisa keluar dari sini dan bekerja menjadi pengasuh pemuda kaya lainnya" jawab Alena
Aslan maju mendekat kearah Alena,mendengar perkataan Alena seketika darahnya mendidih
apa katanya, dia akan menyentuh lelaki selain aku,tidak Alena itu tidak akan pernah terjadi
batin Aslan
"jangan coba coba menjadi pengasuh lelaki lain selain aku. Dan jangan pernah membiarkan tanganmu menyentuh tubuh pria lain selain aku Aslan Putra Benedict. Pahami itu atau kau akan kehilangan jari jari lentik mu Nona Prameswari" Aslan berkata dengan memeluk pinggang Alena dengan dua lengan kekarnya. Ia bisa gila,membayangkan nya saja sudah membuat kepalanya ingin meledak
Alena memejamkan mata merasakan hembusan napas hangat Aslan
"Tuan Muda" suara alena melemah, ia memang sudah lelah dan juga kurang tidur
"Ya Nona Prameswari" jawab Aslan dengan sengaja semakin menempelkan hidung mancungnya di pipi kiri Alena. Aslan bisa mendengar degup jantung Alena yang berdetak kuat
"Sudah malam,Ayo istirahat" Alena melepaskan rangkulan tangan Aslan dan membawa Tuan Muda ke ranjang.
Setelah menyelimuti badan Aslan ia berniat kembali ke ruangan sebelah kamar Aslan. Tapi suara Aslan menghentikannya
"kau benar benar akan pergi Alena?"
dengan menghela nafas pelan Alena berbalik dan sedikit membungkuk kan badannya. Piyama tidur longgar yang Alena pakai menampakkan buah dada indah nya
"Saya izin kembali ke ruangan saya untuk istirahat Tuan Muda" Aslan sengaja menatap Alena,sepertinya gadis itu tidak sadar kemana arah mata Tuan Muda nya, kemudian setelah 2 menit Aslan baru menjawab
"Hmm pergilah " Alena berdiri tegak dan memutar arah meninggalkan lelaki jahil yang sudah menggedor kamarnya tengah malam buta. Setelah sampai Alena menghempaskan badannya pada kasur tanpa menunggu lama gadis cantik itu terlelap memasuki dunia mimpi
......................
"Tuan besar ,sepertinya Tuan Muda sudah nyaman dengan pengasuh yang sekarang"
"Bagaimana jika mereka aku nikahkan saja sekalian, selama ini Aslan juga tidak pernah dekat dengan wanita"
"semua keputusan ada di tangan Tuan besar"
"Aku sudah menyelidiki gadis itu, beberapa waktu lalu orang orangku yang ada di negaranya juga menceritakan semua detail tentang gadis itu"
"oh ya siapa namanya. Astaga usia membuatku mudah melupakan banyak hal"
Kepala pelayan rumah tersenyum menanggapi perkataan Tuan besarnya
"Alena Tuan. Alena Prameswari"
"Alena. Nama yang indah seperti pribadinya yang bisa membuat nyaman Aslan"
Ucap Oslan Benedict
Pembicaraan mereka tentang keputusan akan menikahkan anaknya dengan pengasuh terus berlanjut hingga makan siang tiba
Keluarga Benedict adalah keluarga konglomerat terkaya dengan perusahaan serta kekayaan bersih yang tak akan habis selama kehidupan cucu mereka selanjutnya ,bukan masalah jika lelaki keluarga Benedict memiliki pasangan dari kalangan biasa. Jika wanita itu baik dan tidak gila harta maka keputusan ada di tangan pihak lelaki.
Keluarga Benedict juga bukan keluarga serakah mereka hanya mempertahankan kekayaan keluarga dari generasi ke generasi. Apalagi Aslan yang merupakan pewaris tunggal, jika memang Alena mampu melengkapi kriteria menjadi menantu idaman Oslan bukan hal sulit menerima latar belakang Alena
Aslan juga tipe lelaki yang tak memandang wanita dari bentuk keseksian semata. Ia juga bisa membuat wanita nya cantik dengan kekuatan uang yang di milikinya. Banyak wanita yang mendekati Aslan. Tapi yang tulus nol besar belum ada yang benar benar tulus mendekati Aslan selain demi menaikkan pamor dan derajat sebagai Nyonya Benedict selanjutnya.
Alena yang menemani Aslan di balkon kamar di temani jus buah segar dan cemilan roti kering tampak diam dan memperhatikan Aslan yang masih saja memangku laptopnya, entah apa yang di ketik nya Alena tak perduli. Sesekali ia akan menyuapkan roti kering ke mulut Aslan, tentu saja Tuan Muda jahil dan manja itu menerima dengan senang hati
"Sudah Alena, aku kenyang" Tolak Aslan ketika Alena akan memberikan potongan kue kering yang kelima
"Baik Tuan,minumannya " jawab Alena ia meletakkan roti dan menyodorkan jus longan jagung kepada Aslan. Kebersamaan mereka juga tak lepas dari pantauan kamera cctv yang menyorot langsung dari arah samping mereka dan di saksikan oleh Oslan sendirj
"Pilihanku tidak salah. Aku akan membicarakan nya kepada Aslan pekan depan setelah perjalanan bisnisku ke Skotlandia"
setelah puas memperhatikan anaknya ,Oslan segera meninggalkan ruang kerjanya kemudian turun ke garasi mobil. Pengawal yang melihat Tuan besar turun langsung bersiaga di depan pintu
"Anda mau kemana Tuan?" tanya pengawal
"Aku ingin sendiri, siapkan saja mobilku" jawab Oslan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Ruk Mini
cakeppppp nasib mu nenk..
2024-07-17
0