Pagi pertama dan hari pertama Alena bekerja ia sudah bangun pukul 04:45 kemudian bersiap merapikan diri lalu memakai seragam setelah dia rasa cukup rapi dengan rambutnya yang di kepang dari atas sampai ujung rambut sebatas perut itu ia naik ke kamar sang Tuan Muda. Ia tau dan tak terkejut akan lelaki dewasa yang akan di asuhnya karena dari awal sudah jelas di beritahukan pada gadis cantik itu
Alena prameswari S.psi
wanita cerdas lulusan psikologi jalur beasiswa yang sudah berusia 26 tahun dengan Tubuh 162 cm rambut ikal bergelombang dengan berat badan 52 kg. Porsi yang pas dengan kulit tubuh putih beningnya yang terang namun tak terlalu mencolok. Alis yang tebal dan bulu mata lentik ,hidung tegak lurus dilengkapi ukiran bibir bawah tebal dan bagian atas sedikit tipis. Look so Gorgeous!
Setelah sampai di lantai atas dimana kamar Tuan Muda berada,Alena berdiri di depan double door berwarna abu abu yang sudah di lengkapi Smart lock. Kemarin ketika kepala pelayan selesai berbicara dengan Alena ia memberikan kartu berwarna gold untuk akses menuju kamar Tuan Muda Aslan. Alena mengetuk pintu tiga kali,lalu menempatkan card nya pada mesin pengunci .
Bipp.... setelah berbunyi pintu besar itu terbuka, Alena sejenak memasukkan sedikit kepalanya. Terlihat ruangan gelap hanya berhiaskan cahaya yang tampak berasal dari ujung ruangan. Menandakan Sang Tuan Muda masih terlelap. Perlahan ia membuka pintu lalu menutup kembali sampai pintu kembali berbunyi. Alena memasukkan kembali card kedalam kantong kecil waterproof yang terletak di saku sebelah kanan baju seragam yang ia gunakan.
Alena memandang sekeliling ruangan bernuansa gelap itu. Dengan dinding kaca yang tampak dari gorden yang hanya tertutup ⅓ di sebelah kiri Alena berdiri. Lalu memutar kepalanya hingga berhenti tepat di tempat tidur.
Deg
Nyaris saja Alena meninggal di tempat karena kaget, sang pemilik ruangan sudah duduk tegak bersandar di head board king size miliknya dengan mata terbuka lebar melihat Alena . Sepersekian detik kemudian Alena kembali menetralkan wajah pucat karna terkejut kemudian menunduk
" Selamat pagi Tuan Muda, saya adalah pelayan baru anda. Mohon maaf jika di hari pertama saya bersikap tidak sopan" ucap Alena dengan tangan bertumpu yang ia letakkan di antara perutnya .
Hening.....
" siapkan air mandi " Ucap Aslan setelah diam beberapa menit.
"baik Tuan Muda,mohon menunggu sebentar"
Alena langsung bergerak mengerjakan perintah pertama majikannya. Setelah menyiapkan air panas pada bak mandi. Alena juga menyediakan 3 handuk yang akan di gunakan oleh aslan, sesuai dengan peraturan yang tertera pada job desk Alena
Sediakan 3 handuk di dekat Tuan Muda ketika menyiapkan air mandi nya. Pastikan suhu nya pas dan tidak melukai kulit Tuan Muda
Sediakan baju ganti satu set lengkap beserta dalamannya. Tuan muda tidak akan menolak baju apapun yang di sediakan pengasuh. Terkecuali ketika Tuan muda ingin pergi keluar atau dalam kondisi mental tidak stabil
Pastikan lagi untuk tidak menukar atau menyalahgunakan parfum ,sabun mandi serta bubble bath Tuan muda kecuali Tuan Muda sendiri yang melakukannya
WAJIB! Menunggu serta mengawasi Tuan Muda mandi dari jarak 2 meter. Pengasuh tidak boleh membalikkan badannya demi keselamatan Tuan Muda. Jika Tuan Muda tergelincir maka pengasuh harus membayar denda satu juta euro atau denda pidana penjara 3 tahun lamanya
Point ke sekian yang tertulis dalam Map coklat yang kemarin Alena baca. Jadi mau tak mau Alena harus menunggu ikan paus besar itu sampai selesai mandi
"Tuan Muda, air sudah siap. Mari mandi " ujar Alena tersenyum lembut
Aslan mengikut saja, seperti nya mood Tuan Muda sedang baik baik saja pagi ini. Karena biasanya ia akan mendorong pengasuhnya keluar kamar secara paksa hingga kepala nya benjol. Ia jijik ketika di pandangi oleh mata mata tak beretika para pengasuhnya,berbeda dengan Alena sedikit pun Aslan tak melihat tatapan takjub akan dirinya di mata pengasuh barunya
Perfecto batin Aslan memandangi Alena yang sedang berdiri kaku bak patung melihat tubuh telanjangnya
Sedikitpun Alena tak berekspresi selain datar bahkan ketika Aslan dengan sengaja melambatkan gerakannya menuju bath tube dengan tubuh telanjangnya
Kita lihat Nona ,sampai kapan ekspresimu akan bertahan ujar Aslan dalam hati sambil tersenyum miring memandangi Alena.
Sialan sekali lelaki ini, tidak bisakah di percepat mandi nya. Aku jijik melihat tubuh nya, dia pikir aku tergoda. Yang ada kaki ku sudah keram 40 menit hanya berdiri
Batin alena bergejolak ,amarahnya meletup ingin rasanya Alena mencekik Ikan Paus tak berotak di depannya ini.
Jangan jangan dia beneran Autis ,coba lihat ! Apa yang di lakukan bajingan ini,kenapa terus saja mengelus miliknya. Jika ini tidak berakhir cepat rasanya Ingin muntah saja aku
Lagi dan lagi Aslan dengan kejahilannya, melakukan berbagai cara,hanya untuk melihat ekspresi wajah Alena
"Ck.. Tahan sekali wanita ini . Apa dia tidak mempunyai nafsu. Atau jangan jangan. Oh sial jangan bilang dia penyuka sesama jenis. Bedebah ,jika memang betul akan ku hancurkan siapapun yang sudah memilihkan gadis ini untuk jadi pengasuhku"
batin Aslan terus bertanya. Gila bagaimana mungkin setelah ia melakukan pelepasan dengan jelas tanpa penghalang di depan mata pengasuhnya. Bisa bisa nya tak ada perubahan apapun di wajah gadis ini?!
Setelah drama yang memakan waktu lama Alena masih terus memandangi Aslan yang sudah segar dan selesai membasuh kepalanya di bawah guyuran shower . Aslan keluar mendatangi Alena. Alena yang paham mengambil handuk untuk ia lilitkan di pinggang Aslan. Sedikit menunduk belahan dada Alena terekspos di depan Aslan. Tuan Muda itu sedikit melirik lalu membuka muka ke arah depan. Setelah selesai Alena mundur selangkah,ia sedikit basah karena cipratan air dari kepala Aslan. Kemudian ia mengambil 1 handuk kecil di serahkan pada Aslan, yang digunakan untuk mengeringkan wajah nya sisa Handuk satunya lagi ia gunakan untuk mengeringkan kepala sang Tuan muda
" Maaf Tuan Muda ,Ayo duduk lah. Saya akan mengeringkan rambut Anda!" ucap Alena
Aslan patuh ia mengikuti Alena yang membawanya ke arah kursi di dalam walk in closet pribadinya. Setelah Sang Tuan Muda duduk ,ia mulai memijat kepala Aslan dari belakang dengan handuk kecil di tangannya
"keringkan bagian depan, berputar lah!"
perintah aslan.
Alena mengikuti mau sang Tuan Muda,setelah berada di depan Sang Tuan Muda Alena harus mendekatkan diri melangkah sedikit merapat pada Aslan otomatis perut dan dadanya tepat di depan wajah Aslan. Hidung mancung Aslan langsung bertemu Areola sang gadis. Bisa ia cium wangi lembut dari badan alena. Bukan karena parfum tapi bau bayi dan minyak angin yang di gunakan Alena,Aslan menyukai itu. Sesungguhnya Aslan tak begitu menyukai parfum yang pada umumnya di pakai orang dewasa .
Setelah selesai Alena mundur dua langkah ,menatap Aslan seraya berkata
" Tuan ,sudah selesai! Ayo pakai baju nya. Apakah Tuan menyukai baju nya, atau mau pakai yang lain" tanya alena
"Tidak,pakai kan saja itu" balas Aslan,ia berdiri melepas handuknya. Lagi dan lagi ia bertelanjang bulat di depan pengasuhnya. Oh my God napas Alya terhenti beberapa detik kemudian dengan lembut berkata
" Tuan badan anda basah. Izin saya lap sebentar ya! " ujar Alena sambil melap pelan bagian tubuh Aslan secara keseluruhan hingga ia harus memutar 360° . Tubuh tinggi tegap Aslan membuat Alena harus sedikit menaikkan tumit kakinya ketika mengeringkan bahu Aslan flat shoes yang ia gunakan hanya memiliki tinggi 2 cm, jadi ketika ia mengeringkan bahu Aslan . Maka secara tak sadar pipi,hidung serta bibir nya berada menyamping didekat bibir tipis milik aslan.
Gadis ini Luar biasa! Ekspresinya tak berubah
Aslan kembali takjub, ia bahkan sedikit memiringkan kepalanya demi melihat ekspresi gadis di depannya ini. Hanya Alis tebal Alena saja yang sedikit menukik karna harus menaikkan kakinya sebanyak 2 kali.
Setelah selesai semua Alena membawa turun Aslan ,meninggalkan kamar yang akan di bersihkan oleh pelayan bagian kebersihan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Rafanda 2018
ga punya malu kaya kambing,,skip
2024-01-27
1