Tantrum Akibat Tingkah Sendiri

Sudah lima hari berlalu Aslan masih betah dengan sikap nya yang menjauhi sang pengasuh. Bahkan suara suara yang berbau kejahilan yang biasa dia lakukan tak lagi terjadi. Hubungan Alena dan Aslan tampak dingin, memang Aslan tetap membiarkan Alena mengerjakan tugasnya dari bangun tidur hingga tidur lagi

Makan saja masih di suapi Alena jika Aslan tidak melirik makanan nya. Dengan telaten gadis cantik berambut ikal itu mengurus ikan paus nya yang bertingkah sesuka hati walau sikap nya dingin,tapi kenakalan nya hanya berkurang beberapa persen saja.

Dan sikap dingin Aslan ternyata di sadari oleh kepala pelayan rumah ,dan memberitahukan kepada Tuan besar. Sontak saja Oslan merasa bersalah ia khawatir anaknya akan kembali sering mengamuk seperti dulu. Semaksimal mungkin Tuan besar Benedict bertindak menjaga kestabilan putra semata wayangnya. Ia sebenarnya berniat untuk berbicara kepada Alena masalah perjodohan mereka,namun melihat perubahan sikap anaknya ,membuat nyali Oslan menciut. Dari pada anaknya kembali sering mengamuk lebih baik diam. Dan cara termudah adalah menyampaikan kepada kepala pelayan agar selalu mengawasi Alena ,takut takut di lukai secara fisik oleh Tuan Muda Aslan

Dan sekarang pun Alena sedang kena imbasnya, sikap dingin Aslan membuat Alena merasa kehilangan yang mana biasa akan mendengar kata kata pedas dan cerewet Aslan kini tampak kosong. Alena bukan wanita yang ceria dan gampang tertawa ,dia wanita dingin jadi ia juga sama tak tahu harus bagaimana. Hanya bisa bertanya dalam hati tanpa berani mengungkapnya

Di sisi Aslan sendiri ,lelaki tampan itu sebenarnya tengah menahan emosi. Mengapa? Ia fikir dengan dia diam dan bersikap dingin kepada Alena, maka wanita itu akan berusaha mendekati nya atau paling tidak mencoba menghibur contoh kecil bertanya. Tapi apa, semua nya Nol besar, Alena tetap seperti boneka bernyawa yang hanya mengerjakan tugas lalu setelah selesai berdiam diri atau duduk di pojokan kamar bagai penghuni tak kasat mata. Aslan benar benar gemas sekarang ,sudah lima hari berlalu ia sengaja bersikap cuek namun malah di cuek kan.

Dasar ,si*l sekali sepertinya nasib pemuda tampan itu . Katakan lah ia cari perhatian.

Of course!

 Tapi tidak dengan menerima pernikahan.

Aslan kesal ia fikir Alena yang sudah membujuk Papa nya untuk menikahkan mereka ,ternyata bukan. Aslan sendiri sudah memastikan bahkan mengintrogasi kepala pelayan jika memang murni semua keinginan Papa nya saja

Lihat wajahnya itu, bagaimana bisa ada wanita sedatar itu? Batin Aslan

 ia masih saja memperhatikan Alena yang sedang menyedot debu kamarnya dari kursi balkon. Ia sengaja agar tak ada pekerja bagian kebersihan yang masuk ke kamarnya. tiga hari lalu ia berkata

"Alena,aku perintahkan mulai besok hingga dua pekan ke depan bagian membersihkan kamarku adalah kau bukan pelayan yang lain"

"Baik Tuan Muda. Saya akan sampaikan kepada kepala pelayan agar tak ada yang membersihkan kamar anda selain saya" kemudian Alena pamit undur diri

 Sekarang bertambah tugas Alena. Belum lagi tingkah aneh anak asuh nya

Selalu saja setiap pagi Aslan berkata

 " tanganku kram Alena. Suapi aku" Alena hanya memandang Tuan mudanya

Apalagi sekarang. Mode baru

Dengan perasaan dongkol Alena menuruti permintaan Aslan. Mana ada tangan kram bisa bermain game di smartphone dengan lincah. Bilang saja jika ingin di suapi Tuan Muda Arogan bin aneh

misuh misuh sudah batin Alena melihat segala tingkah Aslan

"Alena. Sudah selesai belum?" tanya Aslan ,sudah jelas jelas dia melihat Alena masih menyedot sisi bagian kanan kamarnya. Alena mematikan vacum cleaner nya dan menundukkan pandangan

"Anda bisa melihatnya langsung Tuan Muda" sarkas Alena

"mataku silau terkena cahaya matahari Alena" jawab Aslan. Ingin rasanya Alena mendorong saja aslan agar mengguling dari balkon dan mencebur ke kolam renang yang letaknya pas di bawah Balkon kamar Aslan

"oh maaf Tuan Muda , saya tidak tahu" ucap Alena

Aslan dengan sengaja memasuki kamarnya dan mendekati alena. Gadis yang sedang berkeringat itu hanya mendongak menatap Aslan yang sudah berdiri menjulang tepat di hadapannya

apa mau nya ini? Batin Alena

"Alena. Kau lelah ya?" perkataan Aslan bersamaan dengan tangannya yang sudah menyeka keringat di dahi Alena.

Alena sedikit mundur "Tidak Tuan. Sebentar lagi selesai,anda bisa menunggu di luar dulu. Banyak debu tidak baik bagi pernapasan anda Tuan" pinta alena dengan sopan

" hmm" Aslan bergumam dan berlalu meninggalkan Alena

Huff.. Helaan napas lega keluar dari mulut sang pengasuh

"Jika begini terus bisa gila aku menghadapi kelakuan tidak jelas Tuan Muda" Alena bergumam sambil menyelesaikan pekerjaannya

Setelah hampir 3 jam berjibaku dengan segala rutinitas kebersihan. Alena memasuki ruangan kamar kecil yang berada di sebelah dinding kiri kamar Aslan. Kamar kecil yang di modifikasi oleh kepala pelayan,jadi jika sewaktu waktu Aslan membutuhkannya Alena bisa langsung datang melalui pintu kaca yang di buram kan sebagai pembatas nya. Gadis cantik itu mandi ia merasa gerah dengan keringat yang menempel, waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Setelah selesai membersihkan tubuhnya Alena membuka pintu kaca keluar dari kamarnya. Ia tak melihat Aslan, Alena turun ke lantai dasar mencari Tuan mudanya. Ketika di saat yang sama kepala pelayan melihat Alena yang kebingungan lalu menghampiri Alena" Ada apa Alena,kenapa bingung seperti itu?"tanya kepala pelayan

"itu ,Saya mencari Tuan muda kepala pelayan apakah Anda melihat nya?" jawab Alena

kepala pelayan berkata bahwa Aslan ada di ruangan gym yang ada di sisi utara lantai ruangan bawah tanah. Ia mengantar Alena hingga sampai pintu masuk didepannya. Dengan sistem keamanan touch ID kepala pelayan membuka kemudian menyuruh Alena masuk

Setelah memastikan Alena di dalam lelaki itu berputar arah berjalan kembali ke lantai atas mengawasi para pekerja lainnya,ia yakin Alena pasti bisa mengurus Tuan Muda sendirian.

Sementara itu didalam ruangan yang di penuhi alat alat olahraga terlihat lelaki tampan yang sudah bermandikan keringat sedang melakukan full up. Sejenak Alena memperhatikan Aslan ,setelah di rasa Aslan selesai barulah Alena menghampiri

"Tuan Muda" panggil Alena.

 Aslan mendongak melihat Alena berdiri di hadapannya

"Ada apa, kau merindukanku?"

 ck luar biasa sekali percaya diri lelaki ini. Alena tersenyum

"Tuan,sudah waktunya makan siang. Anda juga sudah lama berolahraga" ujar Alena

 Aslan menyodorkan tangannya bermaksud agar Alena menariknya berdiri. Namun Alena hanya mengernyitkan dahinya heran,setelah nya baru ia faham. Alena menyodorkan tangannya namun seperti nya Aslan sudah kesal duluan karena terlalu lama

"Sudah ayo,dasar lamban" ucap Aslan kesal

Kemudian Alena mengikuti Aslan, dengan kepala menunduk ia berjalan. Alena lupa jika pintu di depannya harus menggunakan touch ID dan ketika Aslan berhenti Alena menabrak punggungnya tanpa sengaja

brukkk

"astaga Alena Alena. Jika kau mengantuk pergilah tidur bukan malah menabrak ku" semakin kesal Aslan di buatnya

"tidak Tuan maafkan saya tidak melihatnya"

ujar Alena,ia sungguh sungguh tidak sengaja

Aslan mendengus "sudah lamban rabun pula" ucapan Aslan membuat Alena mendongak namun Aslan sudah berjalan meninggalkan Alena

Apa katanya aku rabun, heh yang benar saja

Salah nya kenapa berhenti mendadak

Dengan hati yang mencerca banyak kata Alena tetap mengikuti Aslan menuju kamarnya berganti baju setelah selesai barulah kedua nya menuju ruang makan. Seperti biasa Alena akan mengurus lelaki itu dengan telaten.

Terpopuler

Comments

Ruk Mini

Ruk Mini

bikin naik darah y nenk . sabar.. sabar..org sabar Rezeki Lebarrrrrr

2024-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Luka Di Atas Gaun Pengantin
2 Masa Pelatihan Alena
3 Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4 Gadis Ini Luar Biasa
5 Aku, Alena Prameswari
6 Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7 Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8 Butuh Pengawasan Penuh
9 Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10 Rencana Pernikahan Duoble A
11 Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12 Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13 Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14 Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15 Ketika Niskala Terbaring Lemah
16 Dia Adalah Korban Pengkhianat
17 Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18 Kebelet Nikah
19 Pernikahan Sang Pewaris
20 MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21 Lebih Baik Jangan Kembali
22 Kilatan Masa Lalu
23 Berita Mengejutkan
24 Kehamilan Merubah Keegoisan
25 Gejolak Rindu Tidak Salah
26 Lihat Sampai Akhir
27 Sederhana Penuh Makna
28 Karmaphala Itu Nyata
29 Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30 Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31 Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32 Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33 Istri Cantikku Menggemaskan
34 Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35 Kehidupan Baru
36 Bagai Perputaran Roda
37 Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38 Pertolongan Seorang Ibu
39 Selalu Ada Kumbang Di Taman
40 Kehidupan Para Penggores Luka
41 Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42 Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43 Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44 Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45 Hari Pertandingan
46 Perbincangan Dua Remaja
47 HIDUP HARUS BERUBAH
48 Segerombolan Geng Motor
49 Masih Membahas Masalah Yang Sama
50 Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51 Mama Dan Papa Dari Tuhan
52 Gunjingan Panas
53 Alena Ku, Kenapa?
54 Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55 Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56 Aslan VS Kembar Identik
57 Nathalya Kusuma Astyaningsih
58 DIA Alena nya Aslan
59 Study Tour
60 Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61 Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62 RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63 ALANA VANITA BENEDICT
64 Keluarga Awalan A
65 Kerinduan Tanpa Pertemuan
66 ALYA Pulang
67 PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68 Last but not the end
69 Four Years Later
70 Sepenggal Kisah Mahasiswa
71 Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72 KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Luka Di Atas Gaun Pengantin
2
Masa Pelatihan Alena
3
Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4
Gadis Ini Luar Biasa
5
Aku, Alena Prameswari
6
Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7
Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8
Butuh Pengawasan Penuh
9
Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10
Rencana Pernikahan Duoble A
11
Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12
Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13
Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14
Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15
Ketika Niskala Terbaring Lemah
16
Dia Adalah Korban Pengkhianat
17
Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18
Kebelet Nikah
19
Pernikahan Sang Pewaris
20
MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21
Lebih Baik Jangan Kembali
22
Kilatan Masa Lalu
23
Berita Mengejutkan
24
Kehamilan Merubah Keegoisan
25
Gejolak Rindu Tidak Salah
26
Lihat Sampai Akhir
27
Sederhana Penuh Makna
28
Karmaphala Itu Nyata
29
Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30
Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31
Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32
Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33
Istri Cantikku Menggemaskan
34
Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35
Kehidupan Baru
36
Bagai Perputaran Roda
37
Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38
Pertolongan Seorang Ibu
39
Selalu Ada Kumbang Di Taman
40
Kehidupan Para Penggores Luka
41
Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42
Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43
Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44
Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45
Hari Pertandingan
46
Perbincangan Dua Remaja
47
HIDUP HARUS BERUBAH
48
Segerombolan Geng Motor
49
Masih Membahas Masalah Yang Sama
50
Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51
Mama Dan Papa Dari Tuhan
52
Gunjingan Panas
53
Alena Ku, Kenapa?
54
Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55
Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56
Aslan VS Kembar Identik
57
Nathalya Kusuma Astyaningsih
58
DIA Alena nya Aslan
59
Study Tour
60
Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61
Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62
RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63
ALANA VANITA BENEDICT
64
Keluarga Awalan A
65
Kerinduan Tanpa Pertemuan
66
ALYA Pulang
67
PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68
Last but not the end
69
Four Years Later
70
Sepenggal Kisah Mahasiswa
71
Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72
KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!