Anda Salah Memilih Lawan,Tuan

Hari ke 15 pukul 6 sore waktu setempat Alena yang tengah menyiapkan air mandi Aslan. Di buat mengernyit saat tak sengaja melihat benda kecil yang terselip di celah sempit dinding dekat lemari handuk Aslan. Ia mengambil benda kecil seperti tablet obat tersebut,memutar benda kecil itu kemudian membuangnya ke tong sampah.Alena hanya beranggapan bahwa itu sampah kecil tak berguna tapi berbeda dengan yang berada di seberang nun jauh disana

Sialan ,berani sekali dia membuang kamera itu. Setelah bersusah payah aku berusaha memakai tangan tangan yang aku bayar mahal untuk meletakkan benda itu . Gadis Pengasuh sialan itu membuang nya.. Bedebah.. Brakk

Manusia itu membanting komputer nya merasa geram karena baru saja gagal memantau Aslan

"Tuan, air nya sudah selesai. Mari saya bantu mencuci rambut Tuan Muda" ucap Alena yang baru saja keluar dari kamar mandi kemudian menghampiri Aslan yang duduk di sofa kamar nya sembari melihat layar besar yang menempel di dinding.

 Aslan bangkit,mengikuti Alena setalah berada tepat di depan wastafel ia berhenti kemudian membuka satu persatu kain yang menempel di badan nya tepat di hadapan Alena tanpa rasa canggung dan Aslan mulai terbiasa melakukannya di hadapan Alena apalagi posisi pengasuhnya itu hanya berjarak satu jengkal darinya

Alena hanya bisa menahan nafas, emosi sungguh emosi melihat kelakuan ikan paus di depannya. Ingin rasanya ia menjambak lelaki itu, karena sudah bertindak kurang ajar selama beberapa waktu ini, sedikitpun ia tak merasa risih ketika Alena Harus melihat tubuh telanjang sang Tuan muda tersebut

Suatu kebahagiaan bagi Aslan menjahili Alena. Anggap saja ia mempunyai mainan baru yang unik, bagai boneka, karena Alena tak pernah menampilkan ekspresi, yang tak lain tak bukan selain datar, senyum segaris, mengangguk, menunduk, persis seperti boneka, bukan? itulah tanggapan Aslan pada Alena.

Setelah selesai Aslan masuk ke dalam bak mandi besarnya ia mendudukkan dirinya kemudian Alena menyusul mendudukkan bokongnya di pinggiran Bathtub, ia mulai membasuh kepala Aslan menggunakan shower kecil yang terselip di samping badan nya kemudian secara perlahan ia memberikan sampo, mengurut, kemudian membilas. Ia juga menggosok punggung Aslan. sepertinya Aslan begitu menikmati perawatan yang dilakukan pengasuhnya, Aslan terlihat memejamkan mata, menikmati sentuhan lembut tangan dan jemari lentik Alena.

Setelah 15 menit, Alena pun menyudahi acara sabun menyabun di punggung Aslan, kemudian ia bangkit hendak membilas tangannya, namun Aslan berkata dengan dingin

"Tetap di tempat, selesaikan pekerjaanmu! kau bahkan belum memberikan sabun bagian depan ,masuk dan bersihkan bagian depan tubuhku" ujarnya menggoyangkan jari telunjuk ke arah Alena.

"Baik Tuan muda,bisakah saya hanya duduk di luar. Seragam saya akan basah jika ikut duduk di hadapan Anda?" Tanya Alena sopan

"Aku tidak terbiasa dengan penolakan Alena,kerjakan semua perintahku tanpa membantah apapun. Kedepannya berhenti membantah! Kau hanya boneka pengasuh dan tak berhak mengutamakan pendapat ,kau paham?"

Alena hanya mengangguk kemudian melepaskan flat shoes nya

Alena melangkah dengan masih mengenakan seragam dan rok selutut serta kaki yang di balut stoking berwarna hitam,ia memasuki bak mandi kemudian mendudukkan diri di hadapan Alsan. Aslan hanya diem melihat semua gerak gerik Alena. Sesaat setelah Alena memberikan sabun di dada Aslan,dalam hitungan detik Aslan menarik leher Alena dan melumat bibir nya kasar

Shock,terkejut

Bahkan Alena mencerna apa yang terjadi kemudian di detik ke sepuluh barulah Alena kembali sadar. Emosinya sudah sampai ubun, dengan gerakan spontan ia membalas lumatan Aslan dengan gerakan liar dan menjatuhkan gosokan mandi yang tengah ia pegang. Aslan tersenyum di sela sela lumatan nya

Gadis binal, kita lihat siapa pemenangnya ,kau berani bermain denganku Alena? Batin Aslan

Bedebah sialan ini ingin mempermainkan ku,kita lihat Tuan Muda Aslan. Siapa lawanmu kali ini, seperti nya kau salah memilih lawan

Batin Alena bermonolog

Alena yang notabene nya benci kekalahan,ia tak mau kalah dalam hal apapun semakin membalas lumatan dan memberikan pintu bagi Aslan mengobrak abrik isi mulutnya. Lidah saling membelit suara decapan menggema di dalam kamar mandi ukuran 5x4 meter ini.

Alena tau resiko yang akan ia terima. Bahkan Alena pernah mendengar dari temannya bahwa pelayan tidur dengan majikannya. Ck Alena tidak segila itu. Ia hanya akan memikat pria pria kaya seperti tujuan pekerja lainnya,kemudian menikah menjadi Nyonya besar lalu menghancurkan Rangga Dewanta tanpa sisa. Lelaki bajingan yang sudah memporak porandakan hidupnya

Setelah hampir kehabisan napas Alena mendorong pelan dada Aslan. Matanya tampak sayu,jujur saja Alena sedikit terbawa suasana. Ia semakin sengaja memperlihatkan ekspresi yang tak pernah Aslan lihat sebelumnya. Bibir basah dengan mata sayu dan napas terengah ,melihat itu Aslan sungguh ingin rasanya membawa Alena ke ranjang lalu membuatnya menjerit di bawah tubuhnya semalaman sambil mendesahkan namanya

Oh shit

 Aslan yang awalnya berniat mengerjai Alena malah terkena getahnya sendiri. Adik nya tegang dan Aslan benar benar bergairah sekarang, ia menghapus benang saliva di bibir Alena.

"Kerja bagus, bibirmu yang terbaik. Aku suka,mulai besok kau harus melakukannya saat aku ingin. Mengerti?" ucap Aslan mengecup bibir Alena kembali. Alena mengangkat alisnya sebelah dan menjawab

" Baik Tuan Muda, perintah anda akan terkabul"

Kemudian Alena keluar dari bathtub dengan kondisi seragam basah dari dada hingga kaki,dan hasilnya wah sungguh ingin rasanya Aslan bangkit sekarang juga. Bongkahan dada yang pas tidak terlalu besar dan bokong bulat yang menukik indah di belakang benar benar membuat Aslan menahan napas melihatnya

Sungguh sialan kau Alena batin Asalan

Rasakan kau Tuan Muda, akan ku buat kau membayar perilaku semena mena mu terhadapku Alena berjalan mengambil handuk sambil tersenyum licik tanpa Aslan ketahui. Kau salah bermain main dengan Alena Tuan Muda Aslan

Aslan bangkit membilas badannya kemudian keluar dari ruangan kaca dalam keadaan telanjang. Alena hanya bisa menghela napas kemudian menghampiri Aslan melilitkan handuk di pinggangnya dan memberikan 1 handuk lagi pada Tuan Muda gila itu

"Keluarlah! Gunakan handuk yang disana. Ganti pakaianmu. Tidak lebih dari 30 menit" ujar Aslan berlalu meninggalkan Alena. Alena langsung sigap memakai handuk menutupi seragam basahnya. Kemudian memakai flat shoes nya. Ia menundukkan kan kepala ke hadapan Aslan dan berjalan keluar menuju rumah pelayan dan membersihkan diri secepat kilat di kamarnya

Beberapa pelayan yang berselisih dengan Alena ,mereka melihat keadaan Alena yang kacau hanya bisa saling berpandangan. apalagi kali ini? batin mereka, hanya isyarat mata tanda pertanyaan yang bersarang di kepala mereka. Kemudian melanjutkan aktifitas kembali. Memangnya siapa yang berani mengomentari Tuan Muda Aslan

Sesuai kata Aslan,30 menit kemudian alena sudah kembali dengan seragam baru berwarna pink fanta dengan rambut tergerai yang hanya di beri pita rambut untuk mengikat rambut menjadi satu di bagian leher belakangnya karena ujung rambut yang basah saat mereka beradu saliva beberapa saat lalu. Aslan melihat rambut ikal bergelombang milik Alena, ia menyuruh Alena mendekat dan berkata

" rambutmu bersihkan?" tanya Aslan, Alena bingung

Apa maksudnya. Batin Alena

"kau tidak kutuan kan? Dari beberapa hal yang pernah aku dengar mereka yang memiliki rambut bergelombang dominan memiliki kutu "jelas Aslan lagi

Oh sial ,bagaimana mungkin

"tidak Tuan, saya selalu merawat rambut saya dengan baik. Saya berani bertanggung jawab atas perkataan Tuan barusan. Saya sudah di pastikan steril saat sebelum bekerja dengan Anda Tuan Muda" jawab Alena ia menundukkan pandangan saat selesai mengatakan jawabannya pada Aslan dalam hati ia mengutuk Tuan Muda nya

Aslan tersenyum miring, seraya mengangkat sebelah alis. Jujur saja Aslan merasa sedikit geli saat melihat raut perubahan wajah Alena ketika Aslan membahas masalah rambut

"Baiklah, kemari kau! Akan ku pastikan sendiri" perintah Aslan

Ingin rasanya Alena mencakar wajah Tuan Muda nya ini seraya bergumam dalam hati

" Apalagi kali ini ?" geram alena.

Alena berjalan mendekati Aslan dan...

Terpopuler

Comments

Ruk Mini

Ruk Mini

modus..kau bank .bank.

2024-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Luka Di Atas Gaun Pengantin
2 Masa Pelatihan Alena
3 Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4 Gadis Ini Luar Biasa
5 Aku, Alena Prameswari
6 Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7 Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8 Butuh Pengawasan Penuh
9 Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10 Rencana Pernikahan Duoble A
11 Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12 Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13 Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14 Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15 Ketika Niskala Terbaring Lemah
16 Dia Adalah Korban Pengkhianat
17 Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18 Kebelet Nikah
19 Pernikahan Sang Pewaris
20 MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21 Lebih Baik Jangan Kembali
22 Kilatan Masa Lalu
23 Berita Mengejutkan
24 Kehamilan Merubah Keegoisan
25 Gejolak Rindu Tidak Salah
26 Lihat Sampai Akhir
27 Sederhana Penuh Makna
28 Karmaphala Itu Nyata
29 Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30 Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31 Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32 Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33 Istri Cantikku Menggemaskan
34 Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35 Kehidupan Baru
36 Bagai Perputaran Roda
37 Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38 Pertolongan Seorang Ibu
39 Selalu Ada Kumbang Di Taman
40 Kehidupan Para Penggores Luka
41 Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42 Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43 Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44 Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45 Hari Pertandingan
46 Perbincangan Dua Remaja
47 HIDUP HARUS BERUBAH
48 Segerombolan Geng Motor
49 Masih Membahas Masalah Yang Sama
50 Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51 Mama Dan Papa Dari Tuhan
52 Gunjingan Panas
53 Alena Ku, Kenapa?
54 Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55 Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56 Aslan VS Kembar Identik
57 Nathalya Kusuma Astyaningsih
58 DIA Alena nya Aslan
59 Study Tour
60 Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61 Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62 RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63 ALANA VANITA BENEDICT
64 Keluarga Awalan A
65 Kerinduan Tanpa Pertemuan
66 ALYA Pulang
67 PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68 Last but not the end
69 Four Years Later
70 Sepenggal Kisah Mahasiswa
71 Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72 KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Luka Di Atas Gaun Pengantin
2
Masa Pelatihan Alena
3
Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4
Gadis Ini Luar Biasa
5
Aku, Alena Prameswari
6
Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7
Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8
Butuh Pengawasan Penuh
9
Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10
Rencana Pernikahan Duoble A
11
Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12
Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13
Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14
Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15
Ketika Niskala Terbaring Lemah
16
Dia Adalah Korban Pengkhianat
17
Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18
Kebelet Nikah
19
Pernikahan Sang Pewaris
20
MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21
Lebih Baik Jangan Kembali
22
Kilatan Masa Lalu
23
Berita Mengejutkan
24
Kehamilan Merubah Keegoisan
25
Gejolak Rindu Tidak Salah
26
Lihat Sampai Akhir
27
Sederhana Penuh Makna
28
Karmaphala Itu Nyata
29
Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30
Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31
Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32
Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33
Istri Cantikku Menggemaskan
34
Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35
Kehidupan Baru
36
Bagai Perputaran Roda
37
Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38
Pertolongan Seorang Ibu
39
Selalu Ada Kumbang Di Taman
40
Kehidupan Para Penggores Luka
41
Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42
Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43
Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44
Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45
Hari Pertandingan
46
Perbincangan Dua Remaja
47
HIDUP HARUS BERUBAH
48
Segerombolan Geng Motor
49
Masih Membahas Masalah Yang Sama
50
Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51
Mama Dan Papa Dari Tuhan
52
Gunjingan Panas
53
Alena Ku, Kenapa?
54
Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55
Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56
Aslan VS Kembar Identik
57
Nathalya Kusuma Astyaningsih
58
DIA Alena nya Aslan
59
Study Tour
60
Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61
Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62
RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63
ALANA VANITA BENEDICT
64
Keluarga Awalan A
65
Kerinduan Tanpa Pertemuan
66
ALYA Pulang
67
PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68
Last but not the end
69
Four Years Later
70
Sepenggal Kisah Mahasiswa
71
Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72
KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!