Kemarin malam empat hari setelah keputusan Alena Menerima lamaran atas dirinya. Alena menghubungi Ibu Panti memberitahu bahwa ia di pinang majikannya sendiri lalu meminta restu dan doa agar di beri kelancaran dalam pernikahannya beberapa minggu lagi. Ibu panti sangat senang mendengar nya ia bahkan menangis dan meminta maaf karena nanti ketiadaan dirinya di hari bahagia Alena. Gadis itu tentu saja sangat senang saat mendapat restu dan doa dari Ibu panti dan berjanji akan melakukan panggilan video saat acara pernikahannya. Bukan masalah jika Ibu panti tidak datang mereka sangat jauh Bukan. Alena juga berpesan bahwa setelah menikah ia akan membawa Aslan mengunjungi Negara kelahirannya. Ibu panti berpesan banyak hal pada Alena terutama ketika menjadi istri ,hak suami yang harus di dululan. Merawat dan menghormati serta memperlakukan Mertua dengan baik. Tentu saja Alena mendengar kan dengan baik. Ia sangat terharu, kasih sayang wanita yang merawat dari bayi begitu tulus , bagi diri nya yang besar tanpa orang tua tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang dan perhatian walau hanya dari Ibu Panti seorang
Esok hari setelah obrolan dengan Ibu Panti Alena kembali bertugas seperti pengasuh. Aslan yang misuh misuh karena tak suka dengan sikap Alena ,ia kan juga mau di sayang sayang seperti kekasih sungguhan bukan malah seperti pengasuh dan majikan saja
"Alena , Ayolah. Hilangkan sikap datarmu itu. Kau harus belajar untuk tersenyum" ujar Aslan. Wajahnya cemberut melihat Alena yang hanya tersenyum tipis menanggapi ke inginannya
"Saya harus bagaimana lagi Tuan Muda?"
"Apa nya yang harus bagaimana Alena ? Ah sudahlah terserah saja. Aku lelah"
Alena menghampiri Aslan yang sudah berjalan keluar dari rumah baca yang terletak di lantai bawah tanah hunian mewah Benedict
"Tuan,tunggu dulu! Kenapa jalannya cepat sekali?" Aslan berhenti mendadak dan
Bugh... "Aduh" ia menatap nyalang dengan tangan bersedekap di dada pada Alena yang mengaduh kesakitan dengan memegang keningnya
"Hemmm" ujar Aslan membuang muka kesamping
"Alena ,kenapa kau menyebalkan sekali sih"
"Apa nya Tuan?" kata Alena.
"ck. Dasar wanita es" alena menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan Aslan
"Tuan katakan saja terus terang,saya tidak pandai dalam menebak" ujarnya
Aslan tidak bergeming sedikit pun. Kesal ya sangat kesal. Biasanya kan wanita itu peka
Lelaki itu menggelengkan kepala nya lalu menatap Alena dalam waktu yang lama, tentu saja gadis itu salah tingkah
"Wanita itu makhluk sensitif, tapi ku rasa kau bukan salah satunya Alena. Jangan jangan kau golongan makhluk halus dan tak kasat mata" ucap Aslan
Alena terkejut mendengar apa tadi aku makhluk halus?
Baik lah demi kesejahteraan Putra Benedict Alena berusaha mengalihkan pembicaraan. Bisa sampai besok ia akan menghadapi sikap tantrum Aslan. Gadis itu berdehem pelan
"Tuan ,bagaimana jika kita bahas saja masalah pernikahan?"
ctakkk
Betulkan? Lelaki itu langsung tersenyum senang "Kau sungguh tidak sabar menjadi Nyonya Benedict nona Prameswari?" tanya Aslan
Cih. Dasar buaya Eropa... Batin Alena
"Anggap saja begitu Tuan Muda"
"Ayo"
lelaki itu bahkan menarik lengan Alena menuju kamarnya, dia ingin berbincang hanya berdua dengan Alena.
Dua buku tebal terpampang di atas meja ,di saksikan sepasang anak manusia yang menatap lekat berbagi jenis gaun ,jas,serta dekorasi ruangan. Ketika Aslan berkata jika ingin berdua saja dengan Alena. Gadis itu malah mengucapakan kalimat yang membuat Aslan semakin berbunga
"Tuan Muda, sekalian saja undang WO dan designer baju pengantin" sebenarnya itu sarkas. Namun Aslan tetap Aslan, dengan segera menyuruh kepala pelayan memanggil design terkenal yang biasa menjahit baju keluarga mereka. Dan juga meminta agar di datang kan langsung WO terbaik dari Eropa
Yah money can change everything
Alena hanya memandang saja lembaran dengan banyak gambar pilihan di hadapannya. Beberapa kali hatinya ragu, rasanya masih tidak percaya sebentar lagi ia menjadi Nyonya kaya dan tentunya bisa membalas dendam pada sang mantan.
"Bagaimana dengan ini Alena. Kau suka?" suara Aslan menatap Alena ,ia menyodorkan Gaun pengantin berwarna putih dengan model flash over-the-top yang sedikit terbuka bagian lengan dan pinggang yang sedikit ketat namun masih membuat nyaman
Alena terlihat serius memperhatikannya
"mmm" ia tampak bergumam sebentar
"ini terlalu terbuka Tuan Muda. Jika untuk untuk acara non formal tidak masalah" ujarnya.
Aslan mengangguk,beralih pada lembar berikutnya kemudian menyodorkan lagi model lain kali ini gaun bernuansa klasik nan berkelas. Putih polos tanpa bordir di padukan dengan veil memanjang dan french lace gloves
"yang ini bagaimana. Tubuh mu seperti nya cocok dengan Gaun ini?" kata Aslan. Dengan sengaja ia meletakkan lengan Alena di atas gambar dan mencocok warna kulit terang Alena dengan kain gambarnya
Alena terkekeh kecil "Lumayan. Anda sangat handal dalam menyeleksi Tuan" jawab Alena
Aslan tersenyum " Ok, kita pilih yang lain lagi. Nanti setelah nya kita tentukan mana yang terbaik?" aslan begitu semangat. Hingga lupa untuk memikirkan dirinya akan memakai jas apa. Ada empat gaun yang menurut Double A itu cantik dan berkelas jika di kenakan di acara pernikahannya mereka kelak
Organdi ball gown dengan potongan square neck dengan lengan 3/4
juga off shoulder ball gown dilengkapi detail sequin
Alena bingung harus menentukan yang mana. Sedangkan Aslan sudah beralih pada buku yang lain untuk melihat dekorasi kartu undangan dan juga dekorasi ruangan
yang terakhir Gaun berkerah tinggi with dramatic puffed shoulder
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Ruk Mini
visual y yg mn thorrrr🙄🙄🙄
2024-07-17
0