Hari demi hari Alena lewati di tempat pelatihan khusus pekerja Imigran dimana ia akan berangkat ke negara yang ia tuju. Hanya tersisa 1 bulan lagi, maka ujian terakhir akan Alena lewati. Siang malam Alena tak kenal lelah ,ia benar benar berusaha untuk mewujudkan keinginan nya agar sukses
Tujuan nya kali adalah menjadi pengasuh di keluarga Kaya Raya. Sistem pelatihan ketat dan persaingan harus Alena lewati,banyak hal baru yang di dapatkan gadis cantik korban pengkhianatan teman dan kekasihnya itu
Alena tak memungkiri terkadang ia juga menangisi dirinya, ia menangis diam diam ketika mengingat segala kekecewaan dan masa masa yang pernah ia lalui bersama sahabat yang sudah resmi menjadi istri Rangga Dewanta ,mantan Alena. Namun waktu tetap berlalu dan ia juga harus bisa berdiri di kaki sendiri
Langit siang akan tetap berganti malam ,bulan akan meninggalkan peraduan kala pagi tiba. Kesedihan tak akan membuat semesta berhenti demi melihat mu terpuruk. Hanya diri sendirilah yang tau akan jadi apa hari esok ,apa yang di lakukan hari ini yang akan menunjukkan hasilnya
Begitupun Alena,sekalipun ia menangis darah tak akan mengubah apa yang sudah terjadi padanya. Alena yang memiliki kepintaran di atas rata rata, maka tak sulit baginya untuk menjalani pelatihan baik pelatihan etika, cara kerja, tata cara ucapan dan bahasa tubuh.
Di dalam gedung pelatihan terdapat ada banyak ratusan peserta dan bukan hanya dari kalangan menengah ke bawah namun anak anak orang kaya yang memang sengaja ingin memikat pria pria kaya . Bukan tak mungkin jika sudah memasuki wilayah Konglomerat kelas atas. Maka akan banyak pertemuan dengan putra putra kaya dan akan semakin memudah kan mereka untuk menambah pundi pundi kekayaan orang tua melalui pernikahan sekalipun harus di jalani dengan ikatan politik
Berbeda dengan Alena, yang awalnya menerima tawaran melalui seseorang lewat email perusahaan tempat Alena pernah bekerja,karna sewaktu melaksanakan kegiatan magang. Alena membuat takjub seorang manager perusahaan tekstil ketika melihat Alena yang saat itu tengah magang di perusahaannya
Manager tersebut menyukai sikap tenang, anggun dan kepintaran Alena dalam menghadapi situasi. Sekalipun ia kala itu harus mendapat tekanan dari para atasan kerja gadis cantik itu tak pernah menunjukkan emosi apapun. Wajah tenang dan datar nya mampu menjadi daya pikat tersendiri
Setelah selesai megang di perusahaan tersebut. Sang Manager memintanya datang ke ruangannya dan mereka berbincang banyak hal hingga Manager itu kemudian berkata
" Nona Alena apa kau tertarik bekerja di rumah para konglomerat, menjadi pengasuh misalnya atau bagian dapur dan bersih bersih. Gajinya tak akan sama dengan pengasuh biasa ,hanya saja kau harus melewati masa pelatihan selama 3 bulan sebelum di turunkan bekerja ke lapangan langsung dan juga ada kontrak kerja yang harus kau setujui. Bisa jadi 2 tahun selama itu seluruh keperluanmu akan menjadi tanggung jawab majikan. Sisanya kau bisa menabung juga bisa kau gunakan untuk hal lain" ucapnya langsung
" Terimakasih sebelumnya pak tapi itu pasti mahal biayanya bukan ,aku tidak mampu jika membayar bulanan harga tinggi pak untuk mengikuti test di yayasan itu" jawab alena
"tenang saja, aku bisa bernegosiasi pada pemilik nya. Kebetulan Ayahku juga berpartisipasi di dalam nya jadi aku bisa mengusulkan mu dengan pembayaran pelatihan setengah harga,bagaimana nona? Tidak sekarang. Kau juga harus menyelesaikan kuliahmu. Kau bisa datang saat sudah siap saja" ujar manager itu kembali
Alena hanya diam ,dan mengambil kartu nama tersebut hingga kejadian naas itu terjadi beruntungnya Alena masih menyimpan kartu nama nya
Hingga memudahkan Alena untuk menyambangi yayasan yang sekarang di tempati nya dengan model predikat cumlaude dan wajah cantik yang mendukung. Alena dengan mudah di terima di tempat ini
"hei kau nona muda kelas bawah. Kemari lah ,sudah waktunya makan malam" ucap salah seorang teman seangkatan Alena
Wajar saja ini bukan pertama kali Alena di perlakukan seenaknya hanya karena ia berasal dari kelas bawah sedangkan mereka yang sudah memegang sendok emas sejak kecil. Alena tak mempermasalahkannya ,yang ada semakin menambah rasa ingin maju dan membangkitkan semangat alena.
"Baik ,aku akan datang. Terimakasih sudah memanggil ku " balas Alena
Dengan wajah jengah wanita sepantaran alena itu berbalik memasuki ruang makan. Mereka makan bersama dengan keheningan dan terlihat sekali cara makan mereka elegan dan table manner yang memang sudah melekat dalam diri putri putri kaya itu
Setelah usai makan Mereka akan melanjutkan acara pelatihan yang di khusus kan setelah makan malam . Semua berbaris rapi dan duduk tegak mendengar arahan yang ada di layar besar depan. seorang guru wanita menjelaskan dengan perlahan dan terkesan anggun semakin menambah wibawa bagi mata yang memandanginya.
Alena yang berada di baris depan sesekali tampak mencatat poin poin penting, ia juga akan bertanya beberapa hal agar memudahkan Alena mengingat nya. Guru tersebut menjelaskan arahan secara perlahan. Wajahnya juga selalu tersenyum lembut setiap kali para murid bertanya
Alena hanya ingin segera menamatkan pendidikan dan pelatihannya agar segera berangkat ke negara tujuan. Jika semakin lama berada di negara kelahirannya. Alena tak yakin kedepannya tidak bertemu manusia manusia munafik . Ia benci itu,jika mengingat nya ingin rasanya alena menembak kepala mereka
Setelah selesai latihan mereka memasuki kamar yang susah tersedia ranjang yang akan di tiduri perorangan ,ketua kamar mematikan lampu dan mereka beristirahat
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Ruk Mini
semangat nenk..💪💪💪
2024-07-17
0