Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan

Bagi seorang pelayan seharusnya bukan tanggung jawabnya atas apa yang di lakukan majikannya di luar jam kerja. Tapi sepertinya tidak berlaku bagi Alena yang notabene nya harus mencakup seluruh keseharian Aslan, Tuan Muda yang beberapa hari ini mengusik pikiran Alena karena benar benar terkesan menghindar darinya. Sehingga ia memberanikan diri untuk menemui kepala pelayan demi menanyakan apakah ada yang salah atau kah penyakit Tuan Muda semakin melebar kemana mana?

Baiklah aku harus menemui kepala pelayan sekarang juga,ini tidak bisa di biarkan semakin lama aku yang akan stres dengan tingkah ikan paus ini Batin Alena

Alena pergi ke arah ruangan serbaguna mencari kepala pelayan. Namun seperti nya kepala pelayan sedang berada di tempat lain. Oh iya Laura pikir nya

Dan gadis yang di cari Alena timbul dari arah ruangan bawah yang Alena tak tahu ruangan apa. Mungkin kamar tamu

"Oh hai Laura, maaf mengganggu sebentar. Apakah kau melihat Kepala Pelayan?" Alena menghampiri Laura. Gadis ceria itu tentu sangat senang, secara kan Alena gadis yang payah bicara. Dengan senyum manis Laura menjawab " hai Alena. Kepala pelayan biasa berada di ruangan sekitar dapur ,rumah utama atau jika tidak ada kau bisa ke ruangan bawah tepat di ruang kerja nya. Jika tidak ada juga kau bisa cari di halaman depan. Atau jika tidak ada "

"oh Oke. Terimakasih,sampai jumpa. Aku pergi ya Daa" potong Alena dengan cepat ia berlalu. Pengang telinga mendengar suara cempreng dan kata kata panjang lebar Laura, gadis yang di tanya hanya tersenyum membalas lambaian tangan Alena

Seperti jawaban Laura,lelaki berusia 40an itu berada di ruang kerja nya. Alena mengetuk pintu dan mengatakan namanya setelah mendapat izin ia masuk dan melihat kepala pelayan seperti menghitung sesuatu. Terlihat dari lembar lembar kertas dan komputer yang menyala dan ketika lelaki itu melihat Alena ia membereskan sebentar pekerjaannya

"Masuk Alena, ada apa?" tanya kepala pelayan

"Maaf mengganggu Tuan. Saya ingin menyampaikan beberapa hal tentang Tuan Muda dan saya sendiri" ucapan Alena sedikit Ambigu di telinga lelaki itu

Deg

apa maksud gadis ini. Jangan jangan? Berbagai praduga sudah di pikirkan lelaki itu

"Duduklah Alena. Jelaskan saja apa pun itu tanpa ada yang ditutupi" ujar kepala pelayan. Jujur saja jantungnya berdegup kencang, tangannya reflek menyentuh alat perekam yang merekat di bawah mejanya untuk menjadi bukti jika sewaktu waktu di masa depan membutuhkan nya

"Mmmm begini Tuan." Alena hening ia juga malu sebenarnya ingin menanyakan sikap Aslan belakangan ini. Tapi sudah maju tidak mungkin mundur. Kepala pelayan masih menanti kata selanjutnya dari Alena. Semakin tak tentu batinnya melihat kegugupan Alena

"Sebenarnya Tuan , sebenarnya itu." Alena menggaruk pelipisnya ,sungguh lelaki di depan Alena sudah harap harap cemas

"Ada apa Alena, katakan saja. Kau ingin bercanda denganku ya?" kata kepala pelayan terdengar tegas mata nya memicing memandang Alena

"Tidak Tuan. Saya ingin bertanya kenapa sikap Tuan Muda seminggu ini berbeda,terkesan menjauhi saya? Apa saya melakukan suatu hal yang tidak di sukai Tuan Muda atau Saya melanggar peraturan rumah?" Deretan pertanyaan Alena nyaris membuat kepala pelayan tergelak. Sungguh gemas rasanya, kemudian jari nya mematikan Alat perekam

ku pikir apa ,ternyata. Astaga

batin kepala pelayan

"Tidak Alena ,itu tidak benar. Tuan Muda mungkin saja sedang tidak sehat,juga sudah lama sejak terakhir kali Tuan Muda pergi ke dokter periksa kesehatan" jawab kepala pelayan

"Begitu ya? Saya kira ada yang salah dengan saya Tuan!" ujar Alena bernafas lega

Bagaimana mungkin kepala pelayan mengatakan alasan sebenarnya ,jika Aslan saja menolak. Hanya Tuan Besar yang punya kuasa untuk menyampaikan semua nya pada Alena secara langsung.

"Alena,jangan terlalu di ambil hati sikap Tuan Muda Aslan. Dia lelaki yang baik, dan juga beberapa minggu lagi akan ada dokter yang datang memeriksa Tuan Muda kau dampingi selalu Tian Muda" ucap lelaki itu memberitahu Alena

"Baik ,Terimakasih kepala pelayan. Saya permisi" Alena berdiri membungkukkan badan dan keluar dari ruangan bernuansa kayu itu. Kepala pelayan yang memastikan Alena sudah menutup kembali pintu ruang kerjanya, segera menghubungi Tuan besar. Memberitahu jika perubahan sikap Aslan di sadari oleh pengasuhnya. Tuan Besar hanya berkata untuk tetap seperti biasa sampai Aslan bersedia menerima perjodohannya dan Dia sendiri yang akan memberitahu Alena

Alena kembali ke kamar Tuan Muda nya ,karena hari sudah sore ia akan mengurus ikan paus nya terlebih dahulu barulah dirinya yang akan bergantian mandi. Setelah sampai di kamar Alena melihat Aslan sudah rapi dengan baju santainya. Rambut nya yang masih tampak basah menandakan ia baru selesai mandi

Tanpa Alena ,Lagi!

"Tuan Muda, anda sudah selesai mandi ya?" sapa Alena Aslan hanya menjawab "hmm" kemudian Alena pamit membersihkan diri,menghabiskan waktu 30 menit Alena kembali dengan baju biasa bukan seragam kerjanya dengan kaos dan celana panjang. Pukul enam lewat lima belas Alena mengajak Aslan makan malam. Jika makan malam Alena tak perlu harus menunggu Aslan selesai, setelah memastikan Tuan Muda aman. Ia meninggalkan nya dan memasuki ruangan serba guna, dimana terlihat beberapa pelayan sedang makan malam. Mereka tersenyum melihat gadis berambut ikal di kucir satu itu "Halo Alena" sapa Laura antusias "Sini duduk di sebelahku sini sini cepat" dia bahkan menghentikan makannya demi menarik Alena duduk dekat dengannya

" terimakasih Laura" balas Alena tersenyum manis. Bahkan beberapa pelayan takjub melihat senyuman manis gadis yang jarang senyum tersebut. Mereka mulai makan bersama dalam keheningan. Setelah selesai masing masing bergerak membereskan semua nya termasuk Alena. Namun baru saja tangannya ingin menyalakan keran westafel Bibi Koki menghampiri Alena

"Alena ,Tuan Muda mencari mu. Tinggalkan saja biarkan Cindy dan yang lain mencucinya " Bibi koki segera menarik Alena keluar dari dapur kotor. Alena tersenyum kepada teman temannya "Aku pamit ya. Terima Kasih. Bibi masakanmu selalu enak" astaga tersanjung sekali rasanya Bibi Koki mendengarnya , masakan sederhana bagi mereka karena terbiasa tapi tidak bagi Alena yang biasa hidup kesusahan.

Alena melihat Aslan yang masih duduk di meja makan memandanginya berjalan, Alena yang masih tidak sadar dirinya tersenyum efek dari berkumpul dengan teman temannya membuat Aslan terpaku. Aslan merasa Alena yang melangkah seperti peri dengan senyum lembut hingga matanya yang berbentuk bulan sabit menyipit di sertai rambut bergelombang kuncir kuda nya yang melayang ke kanan dan ke kiri

"Tuan" sapaan Alena membuyarkan Aslan

"Dari mana saja,lamban sekali" jawaban Aslan membuat senyuman indah itu lenyap seketik

eh kemana senyum manis tadi?

apa aku terlalu kasar

batin Aslan

"Maaf Tuan Muda,saya tadi baru selesai makan malam" Alena menundukkan wajahnya, membuat anak anak rambutnya menutupi wajah nya yang cemberut. Gemas sekali rasanya Aslan tapi dia kan gengsi

"Ya sudah" jawab Aslan . Mereka pun berjalan menaiki lantai atas ,di karenakan baru selesai makan perut masih terasa begah Aslan memutuskan duduk di kursi yang berada di balkon kamar nya memandangi bulan nan indah bersinar terang di atas sana. Dengan Alena yang berdiri satu meter di belakang Aslan. Sekilas ia melihat ke belakang nampak Alena juga memandang bulan yang penuh di atas sana. Mata nya nampak berbinar bahagia

"Alena" panggil Aslan.

"Saya Tuan Muda" Alena kembali melihat ke bawah tepat ke wajah Aslan "Ada yang Anda inginkan?" tanya Alena lagi, Aslan menggelengkan kepala nya. Alena menatap heran lalu apa seperti itulah arti tatapan Alena. Aslan mengulurkan tangan kirinya meminta Alena mendekat,Alena mendekat setelahnya Aslan menarik Alena dan memeluk nya dari belakang, hal itu sontak saja membuat Alena menegang seketika

"Maaf Tuan Muda,bisa lepaskan saya?"

"Tidak,diam dan nikmati saja. Bukan kah bulannya sangat indah malam ini?" kata Aslan. Alena hanya diam,Lelaki itu meletakkan dagunya di kepala Alena mata nya memejam dengan tangan melilit sampai ke perut Alena. Ia menikmati harum wanita yang ada di dekapannya.

Hening....

Setelah nya tiba tiba Aslan berkata

 "Bagaimana pendapatmu tentang pernikahan?" pertanyaan yang membuat alena terpaku tanpa jawaban

Terpopuler

Comments

Ruk Mini

Ruk Mini

mulai bank...cie..cie

2024-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Luka Di Atas Gaun Pengantin
2 Masa Pelatihan Alena
3 Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4 Gadis Ini Luar Biasa
5 Aku, Alena Prameswari
6 Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7 Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8 Butuh Pengawasan Penuh
9 Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10 Rencana Pernikahan Duoble A
11 Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12 Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13 Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14 Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15 Ketika Niskala Terbaring Lemah
16 Dia Adalah Korban Pengkhianat
17 Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18 Kebelet Nikah
19 Pernikahan Sang Pewaris
20 MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21 Lebih Baik Jangan Kembali
22 Kilatan Masa Lalu
23 Berita Mengejutkan
24 Kehamilan Merubah Keegoisan
25 Gejolak Rindu Tidak Salah
26 Lihat Sampai Akhir
27 Sederhana Penuh Makna
28 Karmaphala Itu Nyata
29 Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30 Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31 Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32 Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33 Istri Cantikku Menggemaskan
34 Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35 Kehidupan Baru
36 Bagai Perputaran Roda
37 Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38 Pertolongan Seorang Ibu
39 Selalu Ada Kumbang Di Taman
40 Kehidupan Para Penggores Luka
41 Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42 Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43 Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44 Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45 Hari Pertandingan
46 Perbincangan Dua Remaja
47 HIDUP HARUS BERUBAH
48 Segerombolan Geng Motor
49 Masih Membahas Masalah Yang Sama
50 Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51 Mama Dan Papa Dari Tuhan
52 Gunjingan Panas
53 Alena Ku, Kenapa?
54 Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55 Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56 Aslan VS Kembar Identik
57 Nathalya Kusuma Astyaningsih
58 DIA Alena nya Aslan
59 Study Tour
60 Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61 Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62 RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63 ALANA VANITA BENEDICT
64 Keluarga Awalan A
65 Kerinduan Tanpa Pertemuan
66 ALYA Pulang
67 PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68 Last but not the end
69 Four Years Later
70 Sepenggal Kisah Mahasiswa
71 Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72 KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Luka Di Atas Gaun Pengantin
2
Masa Pelatihan Alena
3
Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4
Gadis Ini Luar Biasa
5
Aku, Alena Prameswari
6
Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7
Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8
Butuh Pengawasan Penuh
9
Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10
Rencana Pernikahan Duoble A
11
Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12
Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13
Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14
Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15
Ketika Niskala Terbaring Lemah
16
Dia Adalah Korban Pengkhianat
17
Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18
Kebelet Nikah
19
Pernikahan Sang Pewaris
20
MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21
Lebih Baik Jangan Kembali
22
Kilatan Masa Lalu
23
Berita Mengejutkan
24
Kehamilan Merubah Keegoisan
25
Gejolak Rindu Tidak Salah
26
Lihat Sampai Akhir
27
Sederhana Penuh Makna
28
Karmaphala Itu Nyata
29
Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30
Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31
Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32
Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33
Istri Cantikku Menggemaskan
34
Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35
Kehidupan Baru
36
Bagai Perputaran Roda
37
Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38
Pertolongan Seorang Ibu
39
Selalu Ada Kumbang Di Taman
40
Kehidupan Para Penggores Luka
41
Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42
Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43
Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44
Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45
Hari Pertandingan
46
Perbincangan Dua Remaja
47
HIDUP HARUS BERUBAH
48
Segerombolan Geng Motor
49
Masih Membahas Masalah Yang Sama
50
Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51
Mama Dan Papa Dari Tuhan
52
Gunjingan Panas
53
Alena Ku, Kenapa?
54
Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55
Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56
Aslan VS Kembar Identik
57
Nathalya Kusuma Astyaningsih
58
DIA Alena nya Aslan
59
Study Tour
60
Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61
Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62
RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63
ALANA VANITA BENEDICT
64
Keluarga Awalan A
65
Kerinduan Tanpa Pertemuan
66
ALYA Pulang
67
PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68
Last but not the end
69
Four Years Later
70
Sepenggal Kisah Mahasiswa
71
Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72
KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!