Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris

Alena kebawah mengambil makanan pagi Aslan. Setelah selesai kemudian ia mendorong Troli menuju lift ke lantai atas. Begitu tiba di depan kamar Aslan ia membuka kunci dan Alena memasukkan Troli yang di bawa ke dalam kamar Aslan.

"Tuan Muda" sapa Alena membawa makanan dan meletakkannya pada Nakas sebelah ranjang Aslan

"Selamat makan Tuan Muda"

Aslan melihat makanan kemudian beralih menatap Alena

"Ambil kursi mu dan suapi aku" ucap Aslan

Alena tak menolak, karna ia tau Tuan Muda Angkuh nya ini tak bisa di bantah. Secara perlahan Alena mulai menyuapkan bubur ke mulut Aslan.

"Tuan Muda, saya ingin berbicara" ujar Alena hati hati, Aslan menaikkan sebelah alisnya

"katakan!" perintah Alsan

"Tuan besar berkata jika saya mulai malam ini akan tidur sekamar dengan Anda. Apa anda keberatan,saya tidur dengan kasur terpisah Tuan. Hanya saja kita berada dalam ruangan yang sama?" jelas Alena

Dalam beberapa menit Aslan masih fokus menghabis bubur di mulutnya ia menelannya kemudian mengatakan

"kenapa, aku bukan bayi?" tanya Aslan

"Demi memastikan Tuan Muda baik baik saja. Jika Tuan keberatan saya akan berkata kepada paman kepala pelayan" kata Alena lagi

"Haruskah? Bagaimana jika aku tiba tiba memperk*sa mu?" Pertanyaan Aslan membuat Alena menghentikan suapan tangan nya. Ia mengangkat pandangannya ke wajah Aslan

"Apa anda berniat melakukan itu,Tuan Muda?"

Alena bertanya di sertai senyum sarkas yang sengaja ia tujukan pada Aslan.

Tuan Muda itu tertawa melihat wajah lucu Alena,membuat mata pengasuhnya itu memicing menatapnya

"Tuan Muda,apa pernyataan saya benar?" tanya Alena lagi. Aslan menghentikan tawa nya dan kembali serius menatap Alena

"Apa kau berniat memberikan tubuhmu secara cuma cuma padaku. Aku bahkan tidak tertarik pada tubuhmu Alena" jawab Aslan

Alena hanya diam tak menanggapi lagi

Bullsh*t batin Alena.

Lalu yang sengaja menempelkan hidung nya saat Alena mengganti baju Tuan Muda nya beberapa saat lalu siapa? Hantu begitu

Bubur susah habis,Alena menyodorkan air putih dan obat penambah darah ke hadapan Aslan. Kan kan Lihat lihat

kelakuan ikan paus di depannya

Dengan sengaja ia mendekat kan jari Alena yang menggenggam obat ke bibirnya dan menjilat sesaat kemudian mengambil gelas dari tangan kiri Alena dan meminumnya.

Alena hanya bisa manarik nafas melihat tingkah ikan paus di depannya. Setelah selesai Alena bangkit dan ingin membersihkan mangkok bubur dan mengembalikan ke atas Troli kemudian membawa ke bawah. Namun semua itu hanya tinggal angan saja. Karena yang terjadi malah sebaliknya

Setelah Alena mengembalikan gelas nya pada nakas, tanpa sengaja sendok bubur terjatuh tepat di sela sela antara dipan ranjang dan nakas. Membuat Alena sedikit menungging ke depan dan memasukkan lengan dan jemari nya demi meraih sendok yang ada di bawah. Ketika dalam posisi tersebut Aslan dengan sengaja membisikkan kalimat vulgar yang membuat sekujur tubuh Alena meremang

"Posisi yang pas Alena"

"Kau bisa mengulum Milikku dengan posisi seperti ini" lanjutnya dengan senyum mesum

Dengan cepat Alena menarik tangannya keluar setelah ia berhasil berdiri Aslan Menarik lengan kiri Alena yang membuat Alena jatuh ke dada Aslan

"Kenapa Alena, kau sengaja melakukannya? Apa kau benar benar ingin mencicipi tetesan mozarella milikku?" ucap Aslan tepat di depan bibir Alena. Aslan dengan sengaja menjulurkan lidahnya hingga mengenai belahan bibir sang pengasuhnya. Alena hanya mampu menutup rapat matanya sedangkan tangan Alena meremas kain yang melekat di dada Aslan

"Tuuu ..an hentikan" kata Alena. Namun bukannya menurut Aslan malah semakin menjilat bibir,dagu dan selanjutnya menarik tengkuk Alena Membenamkan bibir tipisnya pada bibir seksi Alena. Lumatan yang saling membalas penuh tuntutan itu semakin menambah gairah dua insan pengasuh dan Tuan Muda di atas ranjang besar tersebut

Ketika sendok yang di pegang Alena berdenting mengenai tiang ranjang barulah alena sadar,dengan gerakan cepat dia langsung menghentikan paksa ciuman mereka. Aslan tampak protes seakan ingin mengamuk dengan wajah merah padam

"Kau menantang ku Nona Prameswari?"

Mendengar Suara berbalut gairah milik Aslan. Demi apapun, rasa dingin menjalari seluruh tulang yang ada di tubuh Alena. Ia terpaku, Alena memberanikan diri menyentuh lembut pipi Aslan dengan tangan kanan nya membuat Aslan memejamkan mata meresapi rasa aneh yang mengalir pada hatinya

"Tuan Muda, bisakah saya membersihkan bekas makan Tuan Muda terlebih dahulu. Saya akan segera kembali dan juga Tuan Muda belum mandikan.Hmm?"

 Alena bertanya dengan nada sehalus mungkin agar tak menyinggung emosi Tuan Muda di hadapannya.

Aslan berdecak

 "ckk..Cepatlah kembali" ucapnya

  Kemudian Alena bangkit ,menyusun bekas makan dan keluar kamar Aslan.

Setelah pintu tertutup Alena bernapas lega.

"Baiklah Alena,kau harus bisa menghadapi Tuan Muda. Pastikan dia menjadi pelicin jalanmu dan juga penopang untuk membalas dendam pada manusia manusia durj*na itu" Alena bergumam menyemangati dirinya. Kemudian turun ke bawah menuju dapur kotor

...****************...

Di sore hari yang cerah Alena menemani Aslan berkuda di lapangan yang berjarak 1 km dari hunian utama keluarga Benedict. Lapangan yang cukup luas yang menjadi istal kuda milik Benedict tampak terawat dengan beberapa pelayan yang mengurus halaman belakang ini. Alena duduk melihat Aslan yang sedang serius menaiki kuda secara berputar mengelilingi lapangan. Setelah selesai Aslan turun dari kudanya, ia melihat Alena yang menuju ke arah nya dengan tersenyum dan tangan memegang handuk kecil dan sebotol air,keringat yang bercucuran di dahi Aslan tak menghalangi pesona Putra Tunggal Benedict tersebut dengan Perawakan tinggi tegap dan wajah tampan Aslan memukau siapapun yang melihat nya termasuk Alena

"Tuan, kau lelah. Kemari lah duduk saya akan membersihkan keringat di dahi Tuan dan ini minum lah dulu" ucap Alena menuntun Aslan menduduki kursi khusus yang di sediakan para pekerja. Aslan duduk dan meminum air dari Alena,setelah selesai Alena menghapus butiran keringat di dahi Aslan. Sang Tuan Muda memiliki kebiasaan baru ketika Alena berada di dekatnya, selain mencium aroma Alena,Aslan juga senang melihat wajah Alena dari dekat. Mata indah yang selalu membuat Tuan Muda Alena itu tenang menatap nya,hidung tegak dan garis bibirnya begitu memikat untuk berlama lama di pandang

"Sudah Tuan,selesai ini anda mau kemana. Ingin langsung kembali kerumah utama?" tanya Alena. Lamunan Aslan buyar mendengarnya, kemudian ia menjawab

"Mau berkuda?" ucap Aslan. Alena menggeleng

"Maaf Tuan Muda, saya tidak pernah berkuda sebelumnya. Saya khawatir terjatuh" jawab Alena menunduk . Aslan terkekeh kecil

"Aku tidak menyuruhmu berkuda sendirian. Aku bertanya,jika kau mau aku akan mengajarimu,bagaimana?" ujar Aslan kembali. Tanpa di sadari dirinya sendiri tiba tiba tangan Aslan mengelus surai bergelombang milik pengasuh cantik nya. Alena hanya diam tak menjawab, Aslan menganggap diam pengasuh nya itu pertanda setuju.

Aslan kemudian berdiri lalu melangkah dan menarik tangan Alena menuju kuda putih miliknya. Alena takjub melihat kuda besar di hadapannya ,ia mengelus bulu lembut kuda putih milih Tuan Muda. Alena tersenyum lembut membuat Aslan terpesona. Hampir satu bulan Alena menjadi pengasuhnya ini pertama kali Aslan melihat senyuman indah Alena

"Tuan Muda, boleh saya tau siapa namanya?" Alena berkata dengan senyum yang tak lepas dan juga tangan masih mengelus bulu halus kuda putih di hadapannya

"Fania ,namanya Fania" jawab Aslan

"Nama yang indah" ucap Alena melihat kuda putih Aslan

"Ayo kita naik"

"Saya tidak tahu caranya Tuan" jawab Alena ia menunduk malu dan meremas tangannya

Secara spontan Aslan memegang pinggang Alena dan menaikkannya ke atas kuda

Wanita itu gelagapan dan tidak bereaksi apapun saat Aslan melakukannya. Alena terkejut, selanjutnya Aslan menginjak pijakan kaki di dekat perut kuda miliknya dan duduk di belakang Alena. Jarak mereka yang begitu dekat, wangi Tuan Mudanya begitu menghantam indra penciuman Alena. Posisi yang begitu intim membuat Alena mendongak menatap Aslan

"berhenti menatap wajahku seperti itu Alena. Kau ingin aku mengisap bibir mu disini?"

Sial sial sial batin Alena menggila

Ucapan Aslan barusan membuat pikiran Alena kacau, wajahnya memerah bahkan ia menyembunyikan wajahnya di antara leher dan bahu Aslan. Posisi Alena yang menyamping membuatnya bisa melihat dengan jelas jakun Sang Tuan Muda yang naik turun.

Aslan mulai menjalankan kudanya perlahan mengelilingi lapangan. Mereka tampak bercanda dan sesekali tertawa di sela sela obrolan hangat sore hari ini hingga mereka selesai saat cuaca hampir malam dan kembali ke hunian utama membersihkan diri

Terpopuler

Comments

Rafanda 2018

Rafanda 2018

nasib pembantu direndahkan di lecehkan,,,sudah tua di asuh kaya bayi ..goblok

2024-01-28

0

lihat semua
Episodes
1 Luka Di Atas Gaun Pengantin
2 Masa Pelatihan Alena
3 Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4 Gadis Ini Luar Biasa
5 Aku, Alena Prameswari
6 Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7 Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8 Butuh Pengawasan Penuh
9 Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10 Rencana Pernikahan Duoble A
11 Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12 Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13 Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14 Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15 Ketika Niskala Terbaring Lemah
16 Dia Adalah Korban Pengkhianat
17 Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18 Kebelet Nikah
19 Pernikahan Sang Pewaris
20 MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21 Lebih Baik Jangan Kembali
22 Kilatan Masa Lalu
23 Berita Mengejutkan
24 Kehamilan Merubah Keegoisan
25 Gejolak Rindu Tidak Salah
26 Lihat Sampai Akhir
27 Sederhana Penuh Makna
28 Karmaphala Itu Nyata
29 Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30 Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31 Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32 Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33 Istri Cantikku Menggemaskan
34 Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35 Kehidupan Baru
36 Bagai Perputaran Roda
37 Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38 Pertolongan Seorang Ibu
39 Selalu Ada Kumbang Di Taman
40 Kehidupan Para Penggores Luka
41 Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42 Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43 Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44 Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45 Hari Pertandingan
46 Perbincangan Dua Remaja
47 HIDUP HARUS BERUBAH
48 Segerombolan Geng Motor
49 Masih Membahas Masalah Yang Sama
50 Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51 Mama Dan Papa Dari Tuhan
52 Gunjingan Panas
53 Alena Ku, Kenapa?
54 Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55 Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56 Aslan VS Kembar Identik
57 Nathalya Kusuma Astyaningsih
58 DIA Alena nya Aslan
59 Study Tour
60 Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61 Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62 RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63 ALANA VANITA BENEDICT
64 Keluarga Awalan A
65 Kerinduan Tanpa Pertemuan
66 ALYA Pulang
67 PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68 Last but not the end
69 Four Years Later
70 Sepenggal Kisah Mahasiswa
71 Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72 KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Luka Di Atas Gaun Pengantin
2
Masa Pelatihan Alena
3
Bagaimana Jika Bukan Takdir Baik
4
Gadis Ini Luar Biasa
5
Aku, Alena Prameswari
6
Anda Salah Memilih Lawan,Tuan
7
Mengejutkan Seisi Mansion Benedict
8
Butuh Pengawasan Penuh
9
Kebersamaan Pengasuh Dan Pewaris
10
Rencana Pernikahan Duoble A
11
Tidak Ada Pernikahan Dalam Wish List Ku
12
Tantrum Akibat Tingkah Sendiri
13
Bagaimana Pendapatmu Tentang Pernikahan
14
Ungkapan Di Hadapan Sinar Swastamita
15
Ketika Niskala Terbaring Lemah
16
Dia Adalah Korban Pengkhianat
17
Kesepakatan Alena Dibelakang Aslan
18
Kebelet Nikah
19
Pernikahan Sang Pewaris
20
MasaLalu Alena Memicu Amarah Aslan
21
Lebih Baik Jangan Kembali
22
Kilatan Masa Lalu
23
Berita Mengejutkan
24
Kehamilan Merubah Keegoisan
25
Gejolak Rindu Tidak Salah
26
Lihat Sampai Akhir
27
Sederhana Penuh Makna
28
Karmaphala Itu Nyata
29
Penyesalannya Hanya Akan Berakhir Kehancuran
30
Dua Air Mata Berbeda Pada Satu Tempat
31
Sang Pewaris Bergerak, Ny.Benedict
32
Ketika Sumpah Menjadi Nyata ( Kembalinya akan Menjadi Luka Bagi Kalian)
33
Istri Cantikku Menggemaskan
34
Sekali Dayung DUA Keluarga Kena
35
Kehidupan Baru
36
Bagai Perputaran Roda
37
Arnawama Lev Benedict Aryasatya Blade Benedict
38
Pertolongan Seorang Ibu
39
Selalu Ada Kumbang Di Taman
40
Kehidupan Para Penggores Luka
41
Buah Kesabaran Pasti Menakjubkan
42
Mengintip Keluarga Kecil AAAA
43
Perjalanan Waktu Mengubah Segalanya
44
Perasaan Yang Hadir Tanpa Di Minta
45
Hari Pertandingan
46
Perbincangan Dua Remaja
47
HIDUP HARUS BERUBAH
48
Segerombolan Geng Motor
49
Masih Membahas Masalah Yang Sama
50
Surat Lama Penuh Lara (Jessica Bagai Di Telan Bumi)
51
Mama Dan Papa Dari Tuhan
52
Gunjingan Panas
53
Alena Ku, Kenapa?
54
Hadiah Lanjutan Untuk Benedict
55
Nostalgia Kembali Dengan Si Kembar
56
Aslan VS Kembar Identik
57
Nathalya Kusuma Astyaningsih
58
DIA Alena nya Aslan
59
Study Tour
60
Lagi,Ketika Sang Pewaris Bergerak
61
Tidak Selamanya,Hanya Ujian Sementara
62
RAJA Hutan Mencicipi Buruan
63
ALANA VANITA BENEDICT
64
Keluarga Awalan A
65
Kerinduan Tanpa Pertemuan
66
ALYA Pulang
67
PERPISAHAN KITA TELAH TIBA
68
Last but not the end
69
Four Years Later
70
Sepenggal Kisah Mahasiswa
71
Hancurnya Hati Sang ANAK ASUH (Ketika Ibu Pergi)
72
KISAH CINTA SI KEMBAR (PROMO KARYA BARU)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!