Tokyo Jepang
Jonathan Chen menatap wajah cantik Raihanun yang tetap memasang wajah sok imutnya, dengan perasaan dongkol. Iya benar Hongkong sekarang bagian China, tapi kenapa kalau cewek ini yang bilang kok macam ngeledek ya?
"Udin deh, ngaku aja kamu anak tembok China. Eniwaii, kalau kita jalan dari ujung ke ujung tembok besar China, butuh waktu berapa hari ya? Terus kita kemping gitu disana, baru lanjut lagi?" gumam Raihanun.
"Dengar cewek cerewet, berdiri sepanjang 21.196 kilometer, Tembok Besar China resmi menjadi yang terpanjang di dunia. Faktanya, jika kamu mencoba berjalan sejauh itu, kamu memerlukan waktu setidaknya satu setengah tahun. Dan dengan ketinggian antara 4,5 dan 9,1 meter, itu juga sangat tinggi. Lu mau menghabiskan waktu hanya buat jalan dari ujung ke ujung tembok China? Buang waktu saja !" omel Jonathan.
Raihanun menatap kagum ke Jonathan yang masih dengan wajah juteknya. "Wah Chen-ge, kamu itu Wikipedia berjalan ya?" puji Raihanun.
Jonathan mendelik. "Apa?"
"Kamu itu, macam Wikipedia berjalan. Atau jangan-jangan, Chen-ge mantan guide disana?" Raihanun semakin mendekatkan wajahnya untuk meneliti wajah dingin Jonathan.
Jonathan lalu pergi meninggalkan Raihanun yang terbengong bengong. "Lho kok aku ditinggal begitu saja? Apa aku benar ya dia mantan guide ?" gumam gadis bergaun pink itu.
***
Pria berdarah Chinese itu pun keluar dari ballroom hotel tempat pernikahan ganda dihelat karena merasa sebal dengan ucapan adik sahabatnya. Cewek kok mulutnya ceriwis! Masa iya tampang begini dikira guide tembok China ? Jonathan pun menuju balkon guna mencari udara segar.
"Kamu baik-baik saja?"
Jonathan menoleh dan melihat seorang gadis cantik dengan rambut coklat sedikit ikal bermata hazel dan wajahnya sepintas mirip Raihanun. Gadis itu mengenakan gaun sederhana bewarna biru tapi Jonathan tahu itu dari brand mana. Nona itu menghampiri Jonathan sambil tersenyum manis.
Brinda Dewanata
"Kamu dari keluarga mana?" tanya Jonathan Chen.
"Sebentar kalau diurut ke belakang, aku keturunan Blair dan Giandra tapi nama belakang aku Dewanata, Brinda Dewanata, putri Radeeva Dewanata. Kamu dari keluarga mana?" Brinda mengulurkan tangannya.
"Chen. Jonathan Chen..." jawab Jonathan sambil bersalaman dengan Brinda.
"Ah, papamu yang membantu keluarga kami di Hongkong..." senyum Brinda.
"Yup. Keluarga kita kan memang bersahabat sejak beberapa generasi kan?" jawab Jonathan.
"Yup. Kok kamu tidak masuk ?" tanya Brinda.
"Lagi sebal !"
"Kenapa?"
Jonathan bercerita pada Brinda soal Raihanun membuat gadis itu tertawa terbahak-bahak. Jonathan pun semakin cemberut mendengar tawa yang terdengar mengejek.
"Maaf, Jonathan tapi begitulah Nyunyun..." gelak Brinda sambil mengusap air matanya karena kebanyakan tertawa.
"Nyunyun?" beo Jonathan.
"Iya, Raihanun Park itu panggilannya Nyunyun dan dia bangga akan hal itu..." jawab Brinda.
"Tapi kan tidak perlu bilang aku guide kan?"
Brinda tersenyum. "Maafkan saudaraku yang sering keluar kata-kata random dan kami sendiri juga sering takjub dengan Nyunyun. So, kamu kuliah di ETZ? Nyunyun juga kuliah disana lho..."
"Iya aku di ETZ. Kamu sendiri? Kuliah di...?"
"NYU, jurusan Forensik. Aku ingin menjadi ahli forensik buat NYPD ..." jawab Brinda.
"Padahal kamu anak orang kaya... Tapi kenapa memilih ingin jadi forensik?" Jonathan tampak respek dengan para anggota keluarga Pratomo yang tetap mengejar passionnya.
"Seru lho mencari jejak dan misteri ... Oom aku kan dokter forensik di FBI dan aku selalu memintanya untuk bercerita berbagai kasusnya. Sejak itu aku ingin menjadi ahli forensik karena aku tidak mau masuk kedokteran. Apalagi kedua orang tua aku sangat mendukung keputusanku jadi aku semangat dalam kuliah ... Kami anak orang kaya, bahkan mungkin dibilang nepo baby karena kami mengambil alih perusahaan keluarga... Tapi percayalah, kami bukan nepo baby karena semuanya dari otak dan kemampuan kami sendiri..." jawab Brinda lugas. "Tidak semua mau mengambil bisnis keluarga... Buktinya banyak yang kuliah dan bekerja di tempat diluar perusahaan keluarga."
"Seperti kamu?"
"Seperti aku. Percayalah, Nyunyun tidak ada maksud apa-apa, memang otak dia itu sangat random..." senyum Brinda.
Jonathan Chen memperhatikan wajah cantik Brinda yang menunjukkan bahwa dia itu cerdas. Jonathan jadi teringat bahwa Duncan O'Grady nyaris dikeluarkan Harvard karena berbuat ulah meskipun itu pun demi kebaikan orang lain.
Banyak yang bilang anak-anak keluarga Pratomo adalah nepo baby tapi sepanjang Jonathan mengenal keluarga ini dari ayahnya, mereka tidak senepo itu. Mereka masuk kampus-kampus ivy league dengan otak mereka sendiri bahkan soal bisnis, mereka memiliki manner dan kode etik ke semua keluarga lainnya. Tak heran jika banyak keluarga yang awet berteman dengan keluarga Pratomo, seperti keluarganya dari jaman Edward Blair dan Yuna Pratomo.
"Jonathan Chen ! Surprise melihat kamu disini !"
Jonathan dan Brinda menoleh dan melihat seorang pria berdarah Korea Selatan berdiri di pintu balkon ballroom.
"Lee Yoo Joon... Apa kabar ?" sapa Jonathan Chen sambil memeluk pria tampan khas Korea itu. "Sudah bertemu dengan Opa Hideo?"
"Sudah, sudah laporan juga soal perusahaan beliau biarpun hanya sebagai komisaris. Siapa ini Jon?" Lee Yoo Joon menatap ke arah Brinda.
"Brinda Dewanata, perkenalkan ini Lee Yoo Joon, cucu dari Lee Chan, komisaris Silver Shinning. Sekarang dia yang memegang perusahaan dulunya milik Opa Hideo ..." Jonathan Chen memperkenalkan keduanya.
"Aku pernah mendengar nama Opa Lee Chan dari cerita Oma Fayza tapi karena aku tinggal di New York, jadi tidak terlalu hapal... Maaf" senyum Brinda.
"It's okay..." balas Lee Yoo Joon.
"Oppa YooYoo Kangkang !"
Jonathan Chen memejamkan matanya saat tahu siapa yang memanggil sahabatnya. Cewek Absurd lagi!
Raihanun langsung merangkul lengan Lee Yoo Joon. "Hai kepiting..." sapa gadis itu.
"Hai otak aneh..." balas Lee Yoo Joon yang mencium pipi Raihanun.
"Sudah ketemu Opa dan Oma?" tanya Raihanun.
"Sudah dong. Kamu sudah ketemu Jonathan Chen kan?" Lee Yoo Joon mengedikkan dagunya ke pria berwajah dingin itu.
"Oh udah dong. Ternyata dia juga seorang guide ..." jawab Raihanun jumawa membuat Brinda tertawa kecil.
"Nyunyun, dia itu anaknya Oom Sky Chen, bukan guide tembok China..." jelas Brinda yang gemas dengan sepupunya sedangkan Jonathan makin manyun dengan Raihanun.
"Kok bisa kamu bilang dia guide, Nyun?" tanya Lee Yoo Joon.
"Dia tahu soal tembok China macam Wikipedia... Jadi cuma ada dua kemungkinan. Satu, dia memang hapal Wikipedia atau yang kedua, dia memang guide disana ... Tapi apa benar kamu anaknya Oom Sky? Kok kamu lebih kaku dari batu ubin? Oom Sky orangnya ramah lho..." Raihanun menatap penuh selidik ke Jonathan Chen.
"Dengar cewek Absurd ! Aku memang begini. Paham?" balas Jonathan Chen judes.
"Whoah ! Dengar Kepiting, panggilan aku tambah lagi..." cengir Raihanun sumringah.
Brinda tidak sanggup menahan tawanya, langsung tertawa terbahak-bahak. "Sabar ya Jon..." ucapnya di sela-sela tawanya.
Jonathan hanya mendengus kesal.
Lee Yoo Joon melihat Brinda yang tampak cantik saat tertawa, jadi penasaran dengan gadis yang masih bersaudara dengan Raihanun. Cantik!
Introducing Lee Yoo Joon
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Cocok panggilannya 🤣🤣🤣
2025-02-25
1
Ninik Rochaini
weehh...artis drakor mbk.../Chuckle/
2024-10-10
1
The Way
dia bahagia dengan panggilan baru
2024-02-14
1