Usai acara di Brussels Belgia, Raihanun, Alaska dan Aspen terbang ke Tokyo untuk berlibur di rumah keluarganya. Tentu saja Keluarga Bianchi dan Park merasa senang mereka semua kembali ke Tokyo. Alaska yang terkadang masih merasa insecure, memutuskan untuk berbicara serius dengan Kedasih dan Rin, yang sudah dianggapnya seperti ibunya sendiri.
***
Rin dan Kedasih mendengarkan semua curhatan Alaska tanpa ada interupsi. Bagi kedua wanita yang sudah paham kondisi persona introvert Alaska, untuk bisa bercerita kepada mereka berdua itu tidaklah mudah. Butuh suatu kepercayaan bagi seorang introvert bisa bercerita kepada orang lain yang dianggapnya mampu menerimanya.
"Sayang, terimakasih kamu sudah percaya pada kami berdua.." senyum Rin. "Tante senang kamu menganggap kami seperti ibu mu sendiri."
"Maafkan Ska Tante, Ska tidak tahu harus bercerita pada siapa lagi..." ucap Alaska.
Kedasih langsung memeluk Alaska. "Semua rahasia kamu, aman di kami ..."
"Ska, Tante tahu kamu masih berusaha berbaur dengan sepupu kalian tapi percayalah, kami semua menerima kalian tanpa tapi..." ucap Rin.
"Nyunyun juga bilang begitu tapi entah kenapa, hati Ska masih belum bisa bersama para sepupu..." isak Alaska.
"Karena kamu yang tidak mau membuka hatimu, Ska. Coba untuk open dan sedikiittt ekstrovert. Jika kamu membuka diri, yakin akan membuat kamu nyaman. Dengar Ska, accept who yourself first and after that you can accept everyone surround you ( pertama terima diri kamu sendiri dan baru setelah itu kamu bisa menerima semua orang di sekeliling kamu )" ucap Kedasih. "Dengar sayang, tidak ada anak yang lahir di dunia tidak spesial... Semua spesial dan precious."
"Sayang, mungkin ini klise tapi buang masa lalu kamu yang membuat kamu sakit hati. Buat rasa itu menjadi breaking point kamu untuk membuktikan apa anggapan orang-orang itu salah. Buktikan bahwa mereka yang rugi kehilangan anak sebaik dan secerdas kamu! Mereka yang loser, bukan kamu !" kompor Rin Bianchi.
Alaska menatap kedua Tantenya yang tampak serius dan memberikan kepercayaan penuh pada dirinya.
"Tante yakin aku bisa ?" tanya Alaska.
"Tante, Oom dan semua sepupu kamu sangat mendukung kamu dan Spen. Pertanyaannya bisakah kamu membuktikan dukungan, kepercayaan dan rasa sayang kami padamu? Buktikan bahwa kami benar-benar seorang Al Jordan dan Pratomo sejati yang tidak bisa dijatuhkan dengan mudah !" senyum Kedasih.
Alaska mengangguk. Diam-diam dia akan membuktikan bahwa dia memang berhak menyandang nama belakang Pratomo dan Al Jordan. Mungkin masa lalu opa buyut hingga mom dan dad amburadul tapi aku akan buktikan bahwa aku bukan mereka. Aku adalah Alaska Pratomo Al Jordan, buyut Hiroshi Al Jordan dan Shanum Pratomo.
***
Raihanun berkutat di ruang serbaguna yang disebutnya sebagai ruang inspirasi tanpa batas dan unfaedah. Kali ini Raihanun ingin membuat penemuan b*m cat terbaru yang bisa menjadi tujuh warna gradasi. Entah kenapa, satu warna itu membosankan di mata Raihanun.
"Nyunyuuunn ! Anak appa paling cantik sedunia Dragon Ball dan tidak kalah dari Chichi dan Bulma, dimana kamu nak ?" teriak Shinichi saat tidak melihat putri sulungnya.
"Sedang kencan dengan Trunk !" balas Raihanun sambil berteriak juga dari laboratorium miliknya.
"Appa tidak mengijinkan kamu pacaran dengan anak rambut ungu !" balas Shinichi dengan berteriak.
"Rambut ungu itu seksih Appa ! Apalagi dia keturunan orang Namec !"
Kedasih yang baru datang dari rumah Rin dan Luke Bianchi, hanya menggelengkan kepalanya mendengar percakapan ala Tarzan di rumahnya.
Untung Appa dan Mommy sedang pergi ke Sapporo. Bisa jantungan kedua mertua aku mendengar Mas Shin dan Nyunyun seperti ini.
"Ini apaan sih? Kalian macam di hutan saja !" protes Kedasih sambil melepaskan sepatu dan berganti dengan sandal rumah.
"Tuh burung kenari, anakmu itu sudah kencan dengan bocah berambut ungu bernama Trunk ! Tega dia membuat Appanya harus berbesan dengan Bezita !" ucap Shinichi membuat Kedasih melongo.
"Dragon Ball? Astaghfirullah kalian berdua itu ..." kekeh Kedasih. "Dimana Denden?"
"Ke sekolah ada ekstrakurikuler sepak bola."
***
Liburan di Tokyo, membuat Alaska merefleksikan diri dan atas saran Yukihiro Bianchi, Alaska mengikuti kelas meditasi. Meskipun skeptis tapi Alaska pun menurut saran adik Hyde Bianchi itu. Bahkan Alaska mengikuti kelas yoga bersama dengan Rin dan Kedasih.
Alaska merasa liburan kali ini jauh lebih berharga untuk emosinya dan perasaannya. Dukungan penuh Rin dan Kedasih, sangat membantu Alaska bisa menerima dirinya sendiri. Memang semua itu membutuhkan proses tapi Alaska yakin, semua keluarga besarnya dari klan Pratomo, akan selalu mendukung semua hal positif darinya dan Alaska bertekad membuktikan pada mereka semua jika dia memang pantas menyandang nama Pratomo dan Al Jordan.
***
Waktu pun berjalan dan sekarang Alaska mendapatkan pengawal baru, Shohei Kawaguchi, mantan pengawal Hyde Bianchi. Bukan tanpa alasan Shohei harus mengawal gadis cantik itu karena semua bermula dari Alaska yang ribut di sekolah.
Sebulan usai pernikahan Rania dan Chris Armstrong, menjelang ujian akhir, Alaska dituduh oleh temannya yang iri dengan kreativitas gadis itu sebagai seorang plagiat dalam tugas akhirnya. Tentu saja Alaska tidak terima dengan tuduhan itu sebab karyanya berbeda jauh dengan milik temannya itu.
Keduanya beradu mulut hingga Alaska mengeluarkan kata-kata kasar yang membuat temannya itu marah lalu meninju wajah Alaska. Tentu saja Alaska tidak terima dan membalasnya jauh lebih brutal hingga hidung temannya itu patah. Lagi-lagi, Alano datang ke ruang kepala sekolah guna mendampingi adiknya yang tampak berantakan.
"Saya lihat disini, bukan Alaska yang memulai... Dan dari sisi mana karya Alaska dibilang sebagai plagiat dari temannya?" ucap Alano yang melihat dua lukisan dengan tema berbeda jauh.
"Dessy merasa Alaska menjiplak karyanya..."
"Merasa? Merasa? Itu kan hanya perasaan dia ! Tapi dari sisi prespektif dan mata awam, ini berbeda sama sekali ! Wajar jika Ska tidak terima !" hardik Alano kesal.
Kepala sekolah itu pun hanya diam. Tak lama terdengar suara heboh dan semua orang di ruang kepala sekolah itu terkejut melihat siapa yang datang.
"Dimana Alaska?" tanya pria itu dengan gaya anggun dan elegan.
"Your Highness Prince Arsyanendra?" seru semua orang sedangkan Alano hanya bisa menghela nafas panjang.
Repot kalau begini !
***
Arsyanendra melihat dua lukisan itu dan entah bagaimana, dia bisa melihat emosi dari lukisan Alaska yang tercurah disana.
Dari kemarahan menjadi kelembutan.
"Saya tidak melihat ada unsur plagiarisme disini..." ucap Arsyanendra sambil bersedekap menatap dua lukisan itu. "Dari sisi mana plagiarismenya?"
"Dessy merasa Alaska menjiplak..."
Arsyanendra berbalik dan menatap Kepala Sekolah itu. "Merasa? Bagaimana jika saya merasa anda bodoh? Toh itu perasaan saya. Yang namanya perasaan itu hanya ada di diri anda dan otak anda sendiri. Seperti yang Alano bilang, secara kasat mata, tidak ada unsur plagiarisme."
"Tapi your highness..."
"Karena Dessy anak pengusaha dan Alaska anak yatim piatu tidak jelas asal usulnya? Alaska dan Aspen bukan anak tidak jelas asal usulnya ? Apa perlu saya jelaskan lagi?" hardik Arsyanendra. "Kalian butuh sumbangan berapa untuk membeli kalian?"
Alano hanya memegang pelipisnya.
Mulai deh !
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Ninik Rochaini
waduh...nek pangeran sing omong...alamat deh....
2024-10-10
1
Elsa Fanie
hajar prince Arsya hadeuh bisa bisa si kepsek
2024-01-10
1
Noey Aprilia
Mas arsya emng the best lh....
mskpn dia bkln puyeng,tp mna rela dia kluarganya d rndahkn ky gt....
kl dlu kn sllu blng,pikil2 dlu...
Nahhh....kl skrng mh ga,hjr dlu mkir blkangn...ska jg ky gt,tnjok dlu ga pa2 lh...tar jg bres....🤣🤣🤣
2024-01-09
1