Istana Brussels Belgia
Raihanun berjalan-jalan ke taman belakang istana yang luas dan gadis itu tampak excited saat melihat adanya tanah kosong yang dipakai untuk para kuda milik keluarga istana berlatih. Raihanun menengok ke kiri dan ke kanan untuk melihat pengawal atau penjaga disana tapi ternyata kosong.
Mungkin sedang acara minum teh.
Raihanun pun duduk di tengah - tengah tanah lapang itu lalu membuka tas penelitiannya. Biarpun gadis cantik itu bilang tas penelitian, tapi hanyalah tas cooler buat menyimpan makanan dingin. Raihanun pun meletakkan semua peralatan penelitiannya. Udara musim semi yang sejuk dengan banyak bunga-bunga bermekaran, membuat Raihanun semakin semangat membuat berbagai macam formula untuk penelitiannya. Raihanun tidak mau istana milik Oomnya berantakan jika penelitiannya gagal.
Bisa semakin di blacklist sama mas Arsya dan Oom Sean nanti. Kok ya bisa kejadian yang sama dengan appa sih ...
Tiga orang pengawal yang sedang berpatroli, melihat keponakan raja mereka tampak asyik dengan berbagai alat penelitian, hanya menggelengkan kepalanya karena tahu, gadis cantik itu memang eksentrik. Ketiga orang itu pun meninggalkan Raihanun yang masih asyik membuat berbagai macam hal sembari membuat rumusnya.
***
"Kemana Nyunyun?" tanya Arsyanendra dan Sean yang keluar dari ruang kerja raja Belgia itu ke Aspen, Avaro dan Alaska yang sedang bermain bersama Akira, putra Arsyanendra.
"Tadi katanya mau jalan-jalan ke taman belakang..." jawab Avaro.
"Ngapain ?" tanya Sean bingung.
"Mau menikmati bunga-bunga musim semi katanya, Oom" jawab Aspen.
"Nyunyun? Suka bunga? Sejak kapan?" gumam Arsya. "Dia saja benci bercocok tanam..."
"Mas Arsya, benci bukan berarti tidak bisa menikmati bunga-bunga indah ..." senyum Alaska.
"Wajah kamu tidak apa-apa Ska?" tanya Sean.
"Hanya memar kok Oom. Kata dokter Imelda, seminggu lagi sembuh..." jawab Alaska.
"Memang harus dikasih pelajaran orang macam Dessy ! Biar tidak seenaknya..." ucap Sean tegas.
"Iya Oom..."
Tiba-tiba...
BOOOMMM !
Semua orang saling berpandangan. "Apa itu?" teriak Zinnia yang sedang berada di kamar bersama Violet untuk memeriksa kamar anak-anak Swiss.
"Kita diserang ter*ris?" tanya Avaro.
"Ambil senjata masing-masing !" perintah Sean yang langsung membuka lemari rahasia di balik lukisan dirinya dan Zinnia. Arsyanendra dan Avaro segera mengambil Glock masing-masing dan bersama Sean, mereka menuju halaman belakang.
"Zee, kamu jaga disitu! Vio jaga Akira ! Spen, Ska, jangan kemana-mana !" perintah Sean.
Keriuhan terjadi di istana dan tiga anggota kerajaan itu pun berlari menuju tempat terjadinya ledakan. Namun bukan Ter*ris atau penjahat yang mereka temui melainkan wajah berantakan Raihanun dengan berbagai warna termasuk tanah lapang itu menjadi warna warni.
"Astaghfirullah ! NYUNYUUUUUNNN !" teriak Sean, Arsyanendra dan Avaro kesal yang langsung menyimpan senjata masing-masing. Sementara para pengawal pun melakukan hal yang sama saat tahu suara ledakan itu adalah hasil karya keponakan raja yang membuat eksperimen.
"Hai Oom Sean... Mas Arsya ... Mas Varo... Maaf ... Salah kalkulasi. Tapi bagus kan tanahnya jadi warna warni?" cengir Raihanun yang memasang wajah polos.
"Bagus gundulmu !" bentak Sean.
Arsyanendra dan Avaro hanya bisa memegang pelipisnya. Tingkat stress ketiga anggota kerajaan Belgia itu meningkat drastis akibat ulah seorang gadis cantik yang hobinya membuat sesuatu yang diluar Nurlela.
"Tidak ada makan malam untuk Raihanun Sky Kojima Park !" putus Sean.
"Lhoooo Oom ! Kok Nyunyun nggak dapat makan malam gimana? Nanti kalau Nyunyun kena maag? Nyunyun mati ? Appa bakalan nangis geru-geru, guling-guling... Gimana ?" protes Raihanun sambil berdiri dan Avaro nyaris terbahak melihat bagaimana adiknya macam pelangi warnanya.
"Bodo amat !" ucap Sean kesal lalu berbalik kembali ke dalam istana.
"Mas Arsya... Mas Varo ..." rengek Raihanun dengan wajah memelas.
"Sorry Nyun, perintah raja..." senyum Avaro sambil mengedikkan bahunya.
Arsyanendra menghampiri adiknya dan langsung menoyor dahi Raihanun. "Iseng banget sih kamu dik ! Daddy ngamuk tuh !"
"Lho mas Arsya, mending sini yang kena cat warna-warni daripada istana. Bisa encok Nyunyun nanti disuruh bersihin..." eyel gadis cantik yang sudah tidak berbentuk warnanya.
Arsyanendra menggelengkan kepalanya lalu pergi meninggalkan Raihanun.
"Mas .. Nyunyun kalau lapar gimana?" rengek Raihanun.
"Minum air satu galon ! Kenyang lu !" balas Arsyanendra cuek.
"Mas ! Itu mah nggak kenyang ! kembung, iya !" teriak Raihanun masih dengan gaya protesnya.
"Bodo amat !" balas Arsyanendra.
***
Raihanun benar-benar digrounded alias dihukum oleh Sean tidak boleh keluar kamar dan tidak mendapatkan makan malam. Sean super jengkel dengan keponakannya yang notabene adalah putri iparnya yang paling menyebalkan di dunia. Bahkan Shinichi Park beberapa kali kena blacklist tidak boleh masuk Belgia karena membuat kacau Arsyanendra waktu kecil hingga remaja dengan ajaran unfaedahnya. ( Baca The Prince and I dan The Story of Three Brothers ).
Zinnia tersenyum melihat wajah judes suaminya yang tampak kesal luar biasa. Sementara Aspen dan Alaska memilih untuk tidak berkomentar di meja makan karena Oom Seannya lagi mode senggol santlap.
"Dad, Minggu depan aku ada acara kerajaan ke Madinah... " lapor Avaro guna mencairkan ketegangan malam ini.
"Kamu acara apa Varo?" tanya Sean sampai lupa pekerjaannya.
"Kerjasama di bidang seni dan budaya. Kan Oom Greg sudah mengatur aku yang pergi, bukan mas Arsya..." jawab Avaro.
"Bilang saja kamu mau bertemu dengan Sabira ..." goda Zinnia. Avaro memang sedang dekat dengan salah satu putri kerajaan Arab Saudi bernama Sabira setelah sebelumnya putus dengan kekasihnya. Sean dan Zinnia tidak sreg dengan kekasih Avaro sebelumnya karena terlalu pansos dan dikit-dikit pamer di sosial media sementara keluarga mereka jarang pamer kecuali yang berhubungan dengan kegiatan kerajaan.
Bahkan Violet yang notabene putri raja Belanda pun tidak suka bermain sosial media.
"Mommy nih..." senyum Avaro dengan wajah malu.
"Mas Arsya suka Bira, mbak Vio juga..." celetuk Violet sambil menyuapi Akira. "Kan kita sudah bertemu dengan dia."
Avaro hanya tersenyum mendengar bahwa kakak dan iparnya juga suka dengan gadis lembut itu.
***
Sementara itu di kamar Raihanun
Shinichi dan Kedasih hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat wajah manyun putrinya yang rambutnya berwarna amburadul. Keduanya sudah merasa percuma memarahi putri mereka yang bandel jadi memilih menertawakan keadaan Raihanun. Mereka sedang melakukan panggilan video di kamar Raihanun.
"Tapi lucu lho Nyun..." goda Kedasih.
"Nggak lucu eomma. Nyunyun digrounded, harus di kamar, nggak dapat makan malam, ini sudah lapar, cacingku sudah demo ... Naseeebbb" keluh Raihanun.
"Memang di kamar kamu tidak ada makanan?" tanya Shinichi.
"Cuma ada biskuit ... Mana kenyang..." adu Raihanun. "Setidaknya masih ada susu dan coklat sih..."
"Tenang saja. Kamu tidak bakalan kena maag atau mati Nyun..." ucap Shinichi cuek.
"Mas Shin !" tegur Kedasih.
"Lho menurut penelitian, orang baru mulai bisa mati maksimal seminggu tidak kemasukan apapun. Lha Nyunyun belum ada 24 jam tapi sudah kemasukan biskuit dan coklat. Mau mati dari mana?" jawab Shinichi.
Raihanun hanya menggelengkan kepalanya. Ya benar tapi mbok ya jangan bilang di depan anak yang lagi dihukum dong...
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Ngakak🤣🤣🤣. Auto sawan tuh kuda-kuda yg lg latihan.
2025-02-25
1
Chintya
hahaha dri awal baca samp Sini ngakak terus hahaha
2024-10-26
1
Ninik Rochaini
Bpk ambek anak podo ae...kacau/Joyful//Joyful//Joyful/
2024-10-10
1