“Apa maksud dari anak berharga yang bagaikan bom waktu untuk seseorang?” gumam Shea.
Di dalam kepalanya saat ini muncul berbagai pertanyaan akan perkataan Frank tentang Lucy. Kini Shea semakin yakin bahwa ada kemungkinan sangat besar bahwa Lucy adalah saudari kembarnya. Ya, saudari kembarnya masih hidup.
Lalu bayi siapa yang berada dalam makam itu, jika memang saudarinya masih hidup. Muncul lagi sebuah misteri yang harus Shea pecahkan.
“Lucy, aku sudah berhasil melacak keberadaannya!” Seruan dari Noah dan Niel berhasil menyadarkan Shea dari lamunannya.
“Dimana orang itu berada sekarang?” tanya Shea tidak sabaran.
“Negara A, lebih tepatnya di DXII Group,” jawab Niel penuh semangat.
“Negara A, tempat Uncle Triple R, Grandpa dan Grandma tinggal. Sepertinya aku pernah mendengar nama klan Black Moon dari Uncle. Aku harus mencari tahu lebih jauh tentang klan itu nanti. Sebelum itu, aku harus memastikan siapa Lucy sebenarnya,” batin Shea yang sepertinya sudah tahu harus melakukan langkah seperti apa selanjutnya.
“Lucy!” Panggilan dan sentuhan dari Noah kembali menyadarkan Shea dari lamunannya.
“Hmm …” Shea hanya menanggapinya dengan dehaman.
“Kenapa kau jadi sering melamun, Lucy! Semenjak kau kembali, kau menjadi Lucy yang tidak aku kenal lagi,” ucap Noah mengungkap kecurigaannya selama ini.
“Mungkin hanya perasaanmu saja! Lagi pula bukankah Lucy yang sekarang jauh lebih baik ddari Lucy yang dulu.” Shea mencoba berdalih.
“Sudahlah, aku harus pergi sekarang!” Shea langsung menaiki mobil yang sejak tadi sudah menunggu. Jery dan sebagian anak buahnya sudah pasti akan mengikuti kemanapun Shea pergi dan sebagian lagi akan tetap di markas untuk melindungi anak-anak yang lainnya.
...****************...
Beralih sebentar pada Levi dan Lucia yang tengah berbicara di ruangan Dokter yang menangani Shea. Levi dan Lucia tengah mendengarkan penjelasan Dokter mengenai kondisi Shea. Meski Lucia juga seorang dokter, tapi dia Dokter khusus bedah jantung bukan ahli saraf, seperti keadaan yang dialami Shea saat itu atau lebih tepatnya Lucy.
“Dok, apa yang terjadi dengan putri kami? Mengapa dia sama sekali tidak mengingat kami sebagai orang tuanya dan bahkan tidak mengingat dirinya sendiri?” tanya Levi membuka pembicaraannya.
“Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, Tuan dan Nyonya! Sepertinya putri anda mengalami Amnesia atau kehilangan ingatannya,” jawab sang Dokter.
“Untuk sekarang saya mengasumsikan bahwa Nona Shea mengalami Amnesia Traumatis (Post Traumatik), dimana biasa terjadi karena cedera pada kepala yang diakibatkan oleh kecelakaan, benturan, pukulan atau jatuh dari ketinggian. Ingatan yang hilang akan bergantung pada bagaimana trauma atau kerusakan pada area otak yang dialami. Amnesia jenis ini dapat membuat seseorang kehilangan ingatan secara sementara atau permanen.” Sambung sang Dokter yang membuat Levi dan Lucia semakin shock mendengar keadaan putri semata wayangnya.
“Apakah ada cara untuk menyembuhkannya? Pasti ada obat yang bisa mengembalikan ingatannya, bukan!” Lucia langsung mencecar sang Dokter dengan berbagai pertanyaan.
“Jujur saja, baik obat maupun Dokter terbaik pun tidak dapat menyembuhkannya dengan mudah. Beberapa tipe obat digunakan untuk memperbaiki kondisi amnesia, namun hasil dari pengobatan ini bervariasi sehingga tidak banyak digunakan. Durasi terjadinya amnesia pasca trauma tidak dapat diprediksi,” terang sang Dokter.
“Pengobatan amnesia berfokus untuk membantu penyandang mengingat memori dan mempelajari hal baru. Hal ini dapat sangat sulit dilakukan sehingga membutuhkan bantuan dari banyak pihak, seperti terapi okupasional. Hidup dengan penyandang amnesia pasca trauma merupakan tantangan baru. Penyandang amnesia pasca trauma dapat melukai keluarga terdekatnya, baik secara fisik maupun emosional.” Lanjut sang Dokter memberikan beberapa saran seperti biasanya.
“Lalu apa yang harus kami lakukan untuk membuatnya mengingat kami lagi, Dok?” Kali ini Levi yang bertanya.
“Tidak perlu memaksakan penyandang untuk segera mempelajari informasi baru atau mengoreksi memori yang ia percaya. Ajak penyandang amnesia pasca trauma untuk membicarakan soal apa yang ia ingat (kejadian di masa lalu sebelum terjadinya cedera kepala). Lakukan kegiatan yang dapat mendistraksi, seperti berjalan-jalan, bermain game untuk mengurangi stress. Tetap tenang dalam menghadapi perubahan emosi dari penyandang amnesia.” Dokter mulai memberikan beberapa saran yang bisa membantu memulihkan ingatan Shea.
“Buat lingkungan dengan stimulasi rendah untuk memacu kesembuhan. Hindari hal-hal dengan stimulasi tinggi seperti TV, ponsel, tablet. Kurangi suara dan redupkan cahaya. Tidak memasukkan kata-kata yang diucapkan penyandang amnesia pasca trauma ke dalam hati. Terkadang, ucapan penyandang dapat menyakiti hati karena tidak dapat mengontrol emosinya. Bergabung dengan kelompok dukungan keluarga dengan amnesia pasca trauma.”
Levi dan Lucia pun mendengarkan dengan seksama. Kemudian keduanya berkonsultasi dengan beberapa Dokter yang mungkin bisa menjadi dokter pribadi Shea kedepannya.
Kita kembali pada Shea yang sebenarnya, setibanya di rumah sakit dia langsung saja menemui dokter sebelumnya. Dan pastinya dengan membawa sekoper uang yang telah dia janjikan.
Awalnya Shea memang ingin membayarnya dengan Cek atau transfer, tapi siapa sangka dokter itu malah meminta uang cash padanya. Seperti biasa Shea mengenakan topi, masker dan memakai syal untuk penyamarannya agar tidak dikenali siapapun.
“Ini hasil tes DNA yang kau minta,” ujar Dokter itu menyerahkan sebuah dokumen berlogo rumah sakit yang masih tersegel.
“Lalu ini bayaran untukmu.” Shea pun memberikan isyarat kepada Jery untuk menyerahkan satu koper berisi uang tunai.
Begitu hasil tes DNA sudah berada di tangannya, Shea langsung saja membuka dan membaca hasilnya sat itu juga. Kedua bola mata Shea membulat sempurna, tangannya gemetar dan air matanya menetes begitu saja saat dia membaca tulisan yang mengatakan bahwa 99,9% hasilnya sangat cocok sebagai ayah dan anak.
“Jadi, benar bahwa Lucy adalah saudari kembarku?” gumam Shea yang masih tidak percaya dengan hasilnya.
“Nona Boss!” Panggilan dari Jery membuat Shea tersadar bahwa hasil dari tes itu tidak boleh diketahui oleh siapapun kecuali dirinya sendiri. Shea segera menyembunyikan hasil tes DNA itu dan menunjukan tatapan tajamnya pada Jery.
“Ada apa?” tanya Shea dengan nada dinginnya.
“Tuan Frank sudah mengirimkan jadwal keberangkatan kita ke Negara,” jawab Jery memberitahukan apapun kepada Shea.
“Lakukan saja seperti yang dia perintahkan,” ujar Shea yang telah memiliki rencananya sendiri.
“Tapi Nona Boss, bagaimana dengan kami? Tuan Frank pasti akan menghukum kami, karena telah berkhianat dengannya.” Jery mengungkapkan kekhawatirannya pada Shea.
“Kalian tenang saja! Aku sudah memiliki rencana sesampainya di sana,” ujar Shea yang masih bisa bersikap tenang.
“Baik, Nona Boss! Kami percayakan hidup kami semua di tangan Nona Boss mulai detik ini!” seru Jery bersama dengan anak buahnya yang lain sambil membungkuk dihadapan Shea.
“Tenang saja, kalian tidak akan salah memilih aku sebagai pemimpin kalian sekarang,” ucap Shea penuh percaya diri.
^^^Bersambung, ....^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
ᎪᎡᏦᎪΝᎪ
busyeeeettt menyelesaikan misteri sebesar ini shea hadapi sendirian, tidak diragukan lagi ini kukuatan Levi Lucia menjadi shea😁
2024-11-10
1
Firanty Ranty
hanya Shea yg bisa menyelesaikan rahasia besar ini
2024-06-14
0
Nor Azlin
kemana juga kalau udah darah mafia yang mengalir dengan deras ditubuh nya pasti lah shea mengunakan dengan sebaik mungkin lah ...begitu juga dengan lucy kembaran nya kerana darah mafia memang kental mereka sandangkan sehingga kecerdasan mereka gunakan dengan mudah deh ....shea cocok jadi ketua mafia & lucy cocok di bahagian IT itu lah kepakaran mereka yang berbeda ...namun darah yang mengalir tetap sama ...terpisah sejak lahir kerana ulah manusia yang iri & dengki dengan keluarga xender ...semoga mereka cepat bertemu agar bisa ngumpul bareng2 deh kasihan shea mau pun lucy kerana mereka terpisah sejak dilahirkan....lanjutkan thor
2024-05-17
1