Setelah memberikan penjelasan terkait kondisi pasiennya, Sang Dokter pun segera pamit pergi meninggalkan pasangan yang tengah di landa kesedihan itu. Levi pun membawa Lucia duduk di salah satu kursi tunggu yang tidak jauh dari ruang operasi. Levi harus lebih dulu menenangkan istrinya yang sudah pasti sangat terpukul harus mengoperasi putrinya sendiri.
“Sayang, berhentilah menangis!” Levi mulai membujuk istrinya dengan penuh kelembutan dan ketulusan.
“Kau telah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan putri kita. Disaat seperti ini, seharusnya kita menjadi orang tua yang kuat agar putri kita juga kuat dan tetap bertahan bersama kita di sini,” lanjut Levi sera menepuk punggung bergetar Lucia dnegan penuh cinta dan kelembutan.
Sesekali Levi mengecup puncak kepala Lucia dan terus mengatakan kata-kata yang bisa membuat istrinya jauh lebih tenang.
“Mengapa? Mengapa aku harus menjadi seorang Dokter, Hiks …”
“Jika aku harus merawat dan mengoperasi orang-orang yang aku cintai! Orang-orang yang sangat penting dalam hidupku, …”
“Mengapa? Mengapa aku dulu memilih profesi ini, Kak Levi!”
Lucia meluapkan semua kesedihannya yang selama ini berusaha dia tahan seorang diri. Harus merawat Grandpa dan Grandma nya selama belasan tahun, tanpa peduli entah kapan keduanya akan membuka mata lagi. Dan sekarang dengan tangan Lucia sendiri, dia harus mengoperasi putrinya yang bahkan selama ini dia abaikan.
“Hust, … Kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri lagi, sayang! Cukup sekali kita berdua larut dalam rasa bersalah, saat ini tolong tidak lagi! Shea sangat membutuhkan kita berdua, Lucia!” ujar Levi penuh penekanan.
“Fokuslah untuk kesembuhan putri kita! Mari berusaha menjadi orang tua yang baik untuk putri kita satu-satunya. Hmm?” Levi berusaha menyakinkan istrinya.
“Meski terlambat, tapi kita berdua masih bisa memperbaikinya! Menjadi orang tua yang selalu ada untuknya dan memberikan Shea banyak cinta. Kau mau melakukannya bersama denganku, bukan?” tanya Levi, dimana Lucia segera menganggukkan kepalanya dengan ribut.
“Emm, …Tentu aku sangat mau, Bee! Mari kita menjadi orang tua yang baik untuk Shea. Untuk putri kita!” balas Lucia meski air mata terus membasahi wajah cantiknya yang kini terlihat semakin tirus.
“Iya, sayang! Mari berjuang untuk putri kita,” ulang Levi sembari memeluk tubuh Lucia semakin erat.
“Sekarang, ayo temani putri kita! Dia pasti akan merasa kesepian, karena Mommy nya yang sekarang begitu cengeng seperti ini. Jujur saja, aku lebih menyukai Lucia yang dulu yang selalu kuat dan pemberani,”
“Meski aku tidak keberatan dengan Lucia yang cengeng dan sangat manja ini,” goda Levi yang ingin sedikit menghibur istrinya agar berhenti menangis.
“Ih, … Apaan ‘sih!” Lucia memukul pelan dada sang suami untuk menyembunyikan perasaan malunya.
Kemudian, Levi dan Lucia langsung menuju ke ruangan dimana Shea akan di wata di rumah sakit. Baik Levi maupun Lucia kini sudah berganti pakaian baru, karena pakaian sebelumnya yang berlumuran darah Shea atau lebih tepatnya Lucy saat membawanya menuju ke rumah sakit. Levi dan Lucia terus menunggu di samping putri mereka sampai putrinya itu akan kembali membuka mata.
...****************...
Beralih kembali dan Shea yang sesungguhnya. Shea asli yang saat ini tengah kembali menghajar orang-orang yang dianggap hanya sebagai preman, ternyata merupakan kaki tangan dari sebuah klan mafia.
Sudah pasti Shea kembali mengamuk, ketika melihat banyak anak jalan yang di sekap di sebuah ruangan dan bahkan ada beberapa yang telah mengalami siksaan keji.
“Noah, aku ingin semua data yang kalian dapatkan selama ini dari meretas!” perintah Shea tanpa sedikitpun mengalihkan sedikitpun tatapan tajamnya pada para preman yang sudah tidak berdaya lagi.
“Tapi kami membutuhkan waktu untuk mengumpulkannya. Sebab banyak sekali data yang telah kita retas selama ini,” ujar Noah memberitahu kebenarannya.
“Tidak masalah! Sekalian cari tahu data mengenai boss para cecunguk ini! Siapa namanya? Aku bahkan sampai melupakan nama itu, karena begitu menjijikan untuk terus mengingatnya.”
“Baiklah,” sahut Noah yang segera menjalankan perintah Shea, sedangkan sebagian anak-anak lain tengah merawat anak-anak yang terluka.
Yaa, … Shea sama sekali tidak masalah dengan waktunya. Sebab firasatnya mengatakan bahwa klan mafia itu pasti salah satu musuh dari keluarganya. Entah itu musuh dari kalan mafia Rayden, Luca ataupun Daddy nya sendiri yaitu Levi.
Kini Shea tidak boleh mengabaikannya lagi dan harus mulai menyelidikinya. Terlebih ketika Shea mengingat Lucy yang sangat mirip dengannya, dia semakin yakin bahwa Lucy merupakan saudari kembarnya yang ternyata masih hidup.
“Gadis yang begitu mirip denganku, ternyata telah terjebak di dalam sebuah klan mafia sejak kecil. Bahkan kemampuannya dalam dunia IT juga di manfaatkan oleh klan mafia ini. Aku yakin pasti tersembunyi sebuah rahasia besar dari semua teka-teki ini,”
“Kini aku semakin yakin bahwa Lucy adalah saudari kembarku! Aku harus memikirkan cara untuk membuktikan dugaanku ini,” batin Shea yang terus memikirkan setiap rencananya satu persatu.
“Aish, …” Shea mendesis cukup keras ketika dia tidak bisa memikirkan rencana apapun di dalam otak geniusnya.
“Ma-maafkan kami.” Namun, siapa sangka hanya karena desisnya. Shea sudah berhasil menakuti anak buah anak buah mafia yang sudah tertunduk di depannya itu.
“Ck, … Begitu saja, kalian sudah sangat ketakutan. Bagaimana bisa orang-orang lemah seperti kalian bisa di terima dalam sebuah klan mafia,” ujar Shea meremehkan.
“Kau tunggu saja sampai bos kami datang! Kau pasti akan mati di tangannya dengan sangat menyakitkan bocah,” ujar salah satu pria yang sebenarnya sejak awal hanya diam saja.
“Hahaha, … Kalian pikir bisa dengan mudah membunuhku? Bahkan kalian tidak akan bisa menyentuhku! Cicit, Cucu, Keponakan dan Putri dari klan mafia terhebat di dunia ini!” bisik Shea seraya menyeringai penuh kemenangan.
“Cih, … Kau tunggu saja, _....”
Dor, …
Perkataan pria itu terpotong ketika sebuah tembakan menembus tembok tepat di belakangnya. Semua orang itu pun semakin ketakutan, berbeda dengan anak-anak lainnya yang langsung menghampiri Shea untuk memastikan apa yang telah terjadi.
“Lucy, apa yang terjadi?” tanya Noah dengan tatapan penuh khawatir.
“Tidak terjadi apapun! Kalian lanjutkan saja tugas yang aku berikan,” jawab Shea sekenanya.
Melihat memang tidak terjadi apapun pada tubuh Shea yang di anggap sebagai Lucy itu, akhirnya Noah dan yang lainnya kembali menjalankan tugas yang Shea berikan sebelumnya. Sementara, Shea sendiri kembali mendekatkan senjatanya pada para anak buah mafia yang sudah dia borgol satu sama lain itu.
“Uncle Jack pernah berkata, ‘Kau boleh menggunakan senjata apapun untuk membunuh orang jahat. Orang yang menyakiti orang lain hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.’ Contohnya seperti kalian ini,” ujar Shea sambil mengeluarkan seringainya. Kini sangat jelas bahwa gen milik Levi menurun pada Shea, Gadis psikopat.
^^^Bersambung, ....^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Eka Chandra
baru baca langsung jatuh cinta/Heart//Heart//Heart/
2025-01-24
0
Firanty Ranty
aaaaah...aku JD bangga sendiri klu baca novel mafia keluarga xavier.apalg Levi aaah..JD ingat pas dia memendam rasa cinta pada nona kecilnya yaitu istrinya sendiri..
2024-06-14
0
meyandriani94💕💕💕
udh gak sabar liat aksi ya Shea, pasti lebih mengeruhkan dri levi kayaknya 🤭🤭
2024-06-10
0