“Baiklah, pastikan bayarannya sesuai dengan yang anda janjikan,” sahut sang Dokter yang menerima perintah Shea karena tergiur dengan uang yang di janjikan.
Jangan tanyakan dari mana Shea mendapatkan uang untuk membayarnya, tentu saja anak buah barunya yang akan membayarnya.
...****************...
Tanpa buang waktu, Dokter itu langsung menjalankan aksinya dengan pergi ke ruangan Lucy tengah di rawat. Dengan alasan untuk pemeriksaan lebih lanjut dan berjaga-jaga bila ada keadaan genting, Dokter itu akhirnya mendapatkan sampel darah Levi dan Lucy yang masih belum sadar pasca operasi. Dokter itu beraksi ketika Lucia tengah berada di dalam kamar mandi, sebab jika Lucia mengetahuinya maka sebagai seorang Dokter juga dia akan menaruh curiga.
“Aku sudah mendapatkan sampel darahnya! Dan besok anda sudah bisa mengetahui hasilnya,” terang sang Dokter ketika berpapasan dengan Shea.
“Em, … Aku akan datang kembali besok!” balas Shea pada Dokter itu.
Sebelum pergi, Shea kembali menatap ke ruangan dimana Lucy masih terbaring. Tanpa terasa air matanya menetes begitu saja saat melihat Daddy dan Mommynya menjaga Luci dengan sangat baik. Shea lalu berkata, “Dad! Mom, tolong jaga Lucy dengan baik! Untuk sementara waktu Lucy yang akan berperan sebagai Shea kalian, sedangkan aku akan menjadi Lucy.”
“Shea harus mengungkap semua rahasia yang telah Shea temukan sejauh ini! Shea tidak akan membiarkan musuh menghancurkan keluarga kita lagi,” sambungnya.
“Jaga diri kalian baik-baik, Dad dan Mommy! Shea sangat menyayangi dan mencintai Daddy dan Mommy sampai kapanpun.”
Setelah mengatakan itu, Shea akhirnya memutuskan untuk kembali ke markas. Dia harus menyingkirkan semua data yang bisa menghancurkan keluarganya. Dan semua akan semakin jelas begitu hasil tes DNA nya telah keluar.
Jika terbukti bahwa Lucy memang benar saudari kembarnya, maka Shea tidak akan pernah melepaskan orang yang telah membawa Lucy pergi sejak lahir. Bahkan menggantinya dengan mayat bayi lain. Hingga membuat keluarganya sangat bersedih sampai sekarang.
“Kau sudah kembali, Lucy!” Sapa Noah ketika melihat Shea kembali bersama dengan orang-orang yang dulu memperkerjakan mereka tanpa belas kasihan.
“Seperti yang kau lihat!” balas Shea sekenanya, kejadian di rumah sakit masih membuat Shea kepikiran.
“Kami sudah menemukan semua data yang kau minta, _....”
“Dimana semua data itu?” potong Shea dengan cepat.
“Ada di sana!”
Noah menunjuk setumpuk dokumen di atas meja. Tanpa buang waktu Shea langsung memeriksa semua data itu dengan seksama. Bahkan ada banyak flashdisk yang berisi data perusahaan keluarga Xavier. Tatapan Shea menatap tajam pada sekelompok pria dewasa di depannya, dia tidak menyangka banyak sekali data penting yang telah berhasil di curi.
“Singkirkan semua data ini di hadapanku sekarang juga!” titah Shea yang tak ingin ada kata penolakan maupun bantahan akan perintahnya itu.
“Ba-baiklah!”
Tidak ingin bernasib sama dengan temannya yang terkena luka tembakan dari Shea, mereka pun lebih memilih untuk menuruti saja perintah gadis cilik yang sangat berbahaya itu. Mereka langsung memindahkan semua data dan flashdisk ke luar gedung untuk di musnahkan dengan cara di bakar.
“Lucy, tentang Tuan Frank kami tidak menemukan informasi apapun selain nama klan mafia yang di ikutinya dengan setia,” jelas Noah.
“Apa nama klannya?” tanya Shea, karena bisa jadi nama klannya sudah cukup penting untuk dia ketahui saat ini.
“Black Moon, itulah nama klan mafianya! Dan satu hal lagi, setiap anggota resmi klan itu katanya memiliki tato berbentuk bulan sabit dan pedang di bagian anggota tubuh tertentu,” jawab Noah yang tidak yakin dengan informasi terakhir yang dia katakan.
“Black Moon? Mengapa aku seperti pernah mendengar tentang nama klan ini, tapi dari siapa aku mendengarnya?” gumam Shea yang merasa tidak asing dengan nama klan itu.
“Sudahlah, kalian boleh istirahat dengan nyaman sekarang!” ujar Shea yang tida ingin terlalu memikirkannya untuk sekarang.
...****************...
Malam itu, Shea sama sekali tidak tidur. Dia duduk termenung di depan api yang tengah membakar semua data penting yang telah di curi dari perusahaan dan klan keluarga Xavier. Sebenarnya Shea tidak sabar untuk menunggu hari esok, dimana hasil tes DNA yang dia inginkan aku membuktikan segalanya.
Hal yang sama pun di lakukan oleh Levi dan Lucia, keduanya sama-sama tidak bisa tidur karena takut Lucy yang mereka kira sebagai Shea akan bangun. Namun, kenyataannya hingga hari berganti dan fajar menyingsing, putri mereka masih terlelap dalam tidurnya.
Keesokan paginya, perlahan Lucy mulai membuka matanya yang terasa begitu berat. Di tambah kepalanya yang terasa pusing dan sakit. Lucy mulai mengingat kejadian terakhir yang dia lihat, dia berhasil melarikan diri dari orang-orang yang mengejarnya tapi dia malah berakhir dengan tertabrak sebuah mobil.
“Ugh, … Kepalaku terasa sakit sekali,” lirih Lucy sembari berusaha memegang kepalanya.
“SHEA!”
“Kau sudah bangun, sayang? Apakah sangat sakit?” cecar Lucia yang baru saja keluar dari kamar mandi, sedangkan Levi sedang pergi untuk mencari makanan.
“Maafkan Mommy dan Daddy yang tidak bisa melindungimu dengan baik, hingga membuatmu sampai terluka seperti ini. Maafkan Mommy, …” ucap Lucia penuh penyesalan.
Lucy yang kenyataannya tidak mengenal wanita yang menyebut dirinya sendiri sebagai ‘Mommy’ tentu saja merasa sangat kebingungan saat ini. Bahkan sakit kepala yang tadi sempat dia rasakan kini sudah tidak dia rasakan lagi saking terkejutnya dengan kehadiran wanita cantik yang mengaku sebagai ibunya.
“Maaf, anda siapa?” Pertanyaan itu keluar dari mulut Lucy, karena penasaran dengan wanita yang kini menggenggam tangannya dengan hangat.
“Shea, kau …” Lucia tidak melanjutkan ucapannya, ketika menyadari cara menatap putrinya yang kini tampak berbeda dari sebelumnya. Tatapannya terasa begitu asing seolah mereka tidak mengenal satu sama lain.
“Siapa Shea yang anda maksud?”
Benar saja, pertanyaan Lucy langsung mengingatkan Lucia tentang perkataan Dokter semalam dengan adanya kemungkinan besar Shea-Nya akan hilang ingatan. Tanpa berpikir lagi, Lucia langsung menekan tombol darurat untuk memanggil para dokter saraf untuk memeriksa keadaan putrinya.
...****************...
Tak lama kemudian, Dokter saraf yang sebelumnya ikut mengoperasi Lucy datang bersamaan dengan Levi yang baru kembali dari membeli makanan. Levi langsung menghampiri Lucia dan membiarkan Dokter ahli saraf itu untuk memeriksa keadaan Lucy yang di kira sebagai Shea.
“Nona Shea, apakah anda mengenal siapa kedua orang ini?” tanya sang Dokter sambil menunjuk Levi dan Lucia yang berdiri tepat di sampingnya.
Lucy yang memang tidak mengenal keduanya, sontak langsung menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak, Dok! Memang mereka siapa?”
“Dan siapa Shea yang Dokter maksud barusan?” tanya Lucy lagi yang merasa aneh dirinya terus di panggil sebagai Shea oleh semua orang.
“Jadi, anda tidak bisa mengingat nama anda sendiri?” Sang Dokter memastikan lagi.
“Maksud Dokter nama saya Shea?” ulang Lucy yang tampak sangat terkejut, sejak kapan namanya berubah menjadi Shea.
^^^Bersambung, .....^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
ᎪᎡᏦᎪΝᎪ
makin menarik ceritanya
2024-11-10
1
Susi Bule
lucy bantu lah shea sebentar saja lucy
2024-03-18
3
Asih Ningsih
iya sejak berada di rumah sakit lucy.ken kmu kembarannya shea.
2024-03-12
0