Rasa Penyesalan

“Baiklah, apapun yang My Princess inginkan pasti akan kami lakukan. Benarkan My Queen?”

Setelah sekian lama, akhirnya Lucia bisa mendengar Levi memanggilnya dengan nama khusus lagi. Dan pada saat yang bersamaan Lucia perlahan menyadari bahwa semenjak saat itu dia selalu mengabaikan suami dan putrinya. Dia hanya fokus merawat Noland dan Julia yang masih terbaring tak berdaya di rumah sakit.

“Emm, … Iya, Bee!” sahut Lucia lirih dengan air mata yang mengalir semakin deras membasahi wajahnya.

Rayden dan Zhia hanya bisa tersenyum lega disertai air mata yang mengungkapkan segala perasaan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.

Sesungguhnya Rayden dan Zhia saat ini sangat ingin memarahi Levi dan Lucia yang ternyata selama ini selalu mengabaikan kehadiran Shea sampai gadis itu kini telah tumbuh menjadi gadis remaja yang kuat tapi kesepian.

Namun, melihat raut wajah bahagia Shea, Rayden dan Zhia pun mengurungkan niat mereka untuk memarahi Levi dan Lucia. Sebab kebahagian Shea saat ini lebih penting dari apapun, apalagi hari ini adalah hari ulang tahunnya yang sekaligus hari yang bisa mengingatkan semua orang tentang kejadian yang menyedihkan 13 tahun yang lalu.

“Biarkan saja mereka untuk sementara ini, Ray! Shea pasti sudah lama menginginkan situasi ini terjadi,” ujar Zhia pada suaminya.

“Iya, sayang! Kita bisa memarahi kedua anak itu nanti, setelah mereka pulang dari liburan. Sekarang kita juga harus menyapa cucu kita yang satunya dan Tuan Roman.”

Rayden mengajak Zhia untuk mendekat ke makam Kakek Roman dan kembaran Shea, yaitu Zhea. Levi dan Lucia pun tidak lupa menyapa putrinya yang satunya, putri yang telah meninggalkan mereka sejak kelahirannya ke dunia ini serta Kakek Roman yang seolah pergi untuk menjaga cicitnya di alam yang telah berbeda.

Terlihat Levi dan Lucia sama-sama menyesal, karena telah mengabaikan putri mereka selama ini baik Shea maupun Zhea. Keduanya menyesal dengan menjadikan pekerjaan mereka sebagai alasan agar bisa melupakan kejadian yang sangat menyakitkan bagi mereka semua orang.

Setelah cukup lama mengunjungi makam Kakek Roman dan Zhea, mereka pun kembali ke Mansion kediaman Keluarga Zaender untuk mempersiapkan liburan yang Shea inginkan di hari ulang tahunnya.

“Bersenang-senanglah dengan liburanmu, Shea! Jangan lupa bawakan oleh-oleh untuk Grandpa dan Grandma ‘yah?” ujar Zhia ketika Shea berpamitan kepadanya.

“Siap, Grandma! Sebenarnya Shea berharap Daddy dan Mommy memberikan Shea seorang adik yang bisa menemani Shea nantinya,” bisik Shea pada Zhia agar tidak di dengar oleh kedua orang tuanya.

“Astaga, kau ini sudah besar! Yakin tetap ingin memiliki seorang adik?” goda Zhia pada cucunya itu.

“Hehehee, … Tidak apa-apa, Shea malah seneng kalau ada yang menemani Shea saat Daddy dan Mommy sibuk bekerja.”

Shea merasa tidak masalah, kalau dia harus mendapat seorang adik di usianya yang sudah terbilang memasuki dewasa muda.

“Kalau begitu katakan saja pada Daddy dan Mommy-mu sana!” ujar Zhia seraya membawa Shea dalam pelukannya.

...****************...

Dengan menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Zaender. Levi akhirnya membawa istri dan putrinya ke Washington, D.C. Amerika Serikat sesuai keinginan Shea yang ingin mengunjungi Negeri Paman Sam. Setelah melalui penerbangan yang hampir memakan waktu 8 jam dengan beberapa kali transit, akhirnya mereka tiba juga di Negeri Paman Sam itu.

Begitu tiba mereka langsung di sambut orang suruhan Rayden yang akan menjadi tour guide mereka selama di Amerika Serikat. Paul Smith merupakan nama tour guide tersebut, langsung membawa ketiga menuju hotel termewah di kota tersebut. Paul menyarankan agar mereka istirahat saja dan akan melanjutkan tour mereka besok saja.

...****************...

Tok, …Tok, … Tok, …

Keesokan paginya, Shea mengetuk kamar hotel tempat kedua orang tuanya dengan tidak sabar. Dia sudah menunggu waktu ini sangat lama untuk menghabiskan harinya bersama dengan Daddy dan Mommy-nya. Tak lama kemudian, pintu terbuka memperlihatkan Daddy Levi yang sepertinya baru saja bangun tidur.

“Daddy ‘kok belum siap-siap?” tanya Shea dengan raut wajah cemberutnya.

“Maaf, sayang! Mommy kamu semalaman menangsi terus, Daddy bahkan kewalahan menenangkannya. Mommy baru bisa tidur beberapa jam yang lalu, kita tunda sebentar ‘yah jalan-jalannya sampai Mommy bangun,” jelas Levi yang berharap putrinya akan mengerti.

Ya, benar semalaman Lucia menangis menyesali sikapnya selama ini yang mengabaikan suami dan putrinya sendiri dengan hanya fokus menyembuhkan Noland dan Julia saja di rumah sakit.

Hingga tanpa Lucia sadari dia telah melewatkan masa pertumbuhan putrinya yang kini sudah menjadi gadis remaja yang begitu kuat dan mandiri.

“Tidak apa-apa, Daddy!”

Terlihat sedikit kekecewaan di raut wajah Shea, tapi gadis itu sepertinya berusaha keras untuk tetap tersenyum.

“Apakah Mommy baik-baik saja?” tanya Shea yang juga khawatir dengan keadaan Mommy nya, meski dia merasa sedikit kecewa karena harus menunda jalan-jalannya.

“Mommy baik-baik saja! Masuklah, Mommy pasti akan senang ketika bangun melihat putrinya yang cantik ini sudah berada di depan matanya,” ujar Levi mempersilahkan putri semata wayangnya untuk masuk kedalam kamar hotel mereka.

“Apa boleh, Dad?” tanya Shea merasa ragu untuk masuk ke kamar kedua orang tuanya sendiri.

“Tentu saja, sayang! Bukankah Daddy yang tadi menawarkannya,” jawab Levi menyakinkan putrinya.

Setelah di yakinkan, Shea pun masuk ke dalam kamar orang tuanya dan menghampiri sang Mommy yang masih terlelap dalam tidurnya dengan mata bengkak karena terlalu lama menangis.

Shea memberanikan diri untuk tidur memeluk Mommy nya, entah mengapa dia ingin sekali memeluk Mommy yang selama ini sangat di rindukannya.

“Shea,” panggil Lucia dengan suara seraknya, dia akhirnya terbangun ketika merasakan ada tangan kecil yang memeluknya.

“Maafkan Mommy, sayang!” ucap Lucia penuh penyesalan, dia langsung meraih tubuh Shea dalam pelukan hangatnya.

“Mommy jangan menangis lagi! Shea mengajak Daddy dan Mommy liburan untuk bersenang-senang bersama, bukan untuk membuat Mommy sedih seperti ini?” ucap Shea sembari mengusap sisa air mata di pipi Mommy Nya.

“Benar apa yang di katakan My Princess Shea, My Queen! Kita pergi liburan untuk membuat Shea bahagia di hari ulang tahunnya. Jadi, sebaiknya kau bangun dan kita bersiap pergi jalan-jalan sekarang.”

Levi pun ikut memeluk istri dan putrinya itu. Dan meski sudah mengatakan seperti itu sepertinya, Levi sendiri yang enggan melepas pelukan dari istri dan putrinya. Jujur saja, dia sudah lama merindukan istri dan anaknya.

Jika saja kejadian tragis itu tidak pernah terjadi, mungkin saat ini keluarganya sudah hidup harmonis dan bahagia. Bukannya Levi dan Lucia yang saling menghindar, hingga mengabaikan putri kecil mereka yang kini telah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik. Bila waktu bisa di ulang, Levi pasti akan mencegah kejadian tragis itu agar tidak pernah bisa menyentuh keluarganya.

Bersambung, .....

Terpopuler

Comments

Halimah lim

Halimah lim

noland siapa gak ngerti deh ni cerita

2024-11-19

1

neng ade

neng ade

flash back dong thor biar ga penasaran tentang kejadian itu

2024-10-28

0

Susi Bule

Susi Bule

levi dan luci kok bosa bisa nya melupakan anak nya padahal mereka susah payah memperjuangkan anaknya😭

2024-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 Hari Ulang Tahun Yang Terlupakan
2 Hadiah Sederhana Tapi Sangat Berharga
3 Rasa Penyesalan
4 Saling Tertukar
5 Terbangun Di Tempat Asing
6 Shea Dan Lucy
7 Kemungkinan Hilang Ingatan
8 Cicit, Cucu, Keponakan Dan Putri Mafia
9 Diam-Diam Melakukan Tes DNA
10 Bukan Hilang Ingatan
11 Anak Berharga Bagaikan Bom Waktu
12 Hasilnya Sangat Cocok
13 Tetap Bertukar Peran
14 Ada Dua Shea
15 Akhirnya Kembali
16 Rencana Shea
17 Keluarga Impian
18 Kejadian 13 Tahun Lalu (Part.1)
19 Kejadian 13 Tahun Lalu (Part. 2)
20 Kejadian 13 Tahun Lalu (Part. 3)
21 Kemarahan Zhia & Rayden
22 Kedatangan Para Uncle
23 Apakah Akan Gagal?
24 Tidak Mungkin Ada Dua Shea!
25 Bertemu Dengan Para Musuh
26 Keyakinan Shea
27 Datang Tepat Waktu
28 Musuh Berhasil Kabur
29 Berhasil Walau Tidak Sesuai Rencana
30 Akankah Semua Terbongkar?
31 Batas Waktu Satu Minggu
32 Hampir Saja
33 Ditemukan Alat Penyadap
34 Lucia Mengetahui Kebenarannya
35 Pengawal & Dokter Pribadi Zhea
36 Musuh Mulai Beraksi
37 Kegelisahan Semua Orang
38 Rencana Penculikan
39 Menggilanya Mommy Lucia
40 Perburuan Dimulai
41 Duplikat Daddy Levi
42 Situasi Menegangkan
43 Terungkapnya Kebenaran Part. 1
44 Terungkapnya Kebenaran Part. 2
45 Gadis Kecil Yang Berbahaya
46 Berhasil Lolos lagi
47 Akhirnya Si Kembar Dipertemukan
48 Sidang Keluarga Part. 1
49 Sidang Keluarga Part. 2
50 Teka-Teki Yang Saling Terhubung
51 Makan Malam Penuh Kebahagiaan
52 Kekuatan Pasukan IT (Xavier Family)
53 Berhasil Mendapatkan Banyak Informasi
54 Amukan Klan Musuh
55 Saling Menyusun Rencana
56 Rencana Untuk Menggila
57 Firasat Buruk! Akankah....
58 Menggila Part. 1
59 Menggila Part. 2
60 Menggila Part. 3
61 Menggila Part. 4
62 Menggila Part. 5
63 Menggila Part. 6
64 Menggila Part. 7
65 Menggila Part. 8
66 Menggila Part. 9
67 Menggila Part. 10
68 Belum Mati, Belum Selesai Part. 1
69 Belum Mati, Belum Selesai Part. 2
70 Mengikuti Permainan Musuh
71 Rencana Dibalik Rencana
72 Pembagian Tugas
73 Proses Interogasi
74 Interogasi Ala Shea & Zhea
75 Kabar Bahagia Yang Selalu Ditunggu
76 Bergegas Ke Negara K
77 Akhirnya Terbangun Dari Koma
78 Akhirnya Formasi Kembali Lengkap
79 Kondisi Yang Buruk & Ancaman Musuh
80 Kebahagiaan Berselimut Kesedihan
81 Seolah Pesan Terakhir
82 Rencana Dan Kerjasama (Luca & Levi)
83 Adanya Rekaman CCTV
84 Gerak Cepat
85 Serangan Yang Sempurna
86 Saling Menyusun Rencana Besar
87 Dibalik Meriahnya Pesta
88 Pernyataan Untuk Berperang
89 Hadiah Yang Tak Pernah Diinginkan
90 Awan Mendung Penuh Duka
91 Keterangan Saksi
92 Terkuaknya Identitas Jery
93 Pemakaman Penuh Duka
94 Penyebab Kematian
95 Informasi Yang Asli
96 Waktunya Pembalasan
97 Waktunya Raja Iblis dan Pasukannya Menggila
98 Masih Lanjut Menggila
99 Akibat Mengusik Xavier Family
100 Menggilanya Trio Somplak
101 Musuh Semakin Terdesak
102 Pilihan Yang Berat
103 Penyelamat Shea & Zhea
104 Kemenangan Yang Menegangkan
105 Kemenangan Yang Menegangkan Part. 2
106 Rencana Perjodohan
107 Ending
108 Promo Novel Baru (Xavier Family Season 6)
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Hari Ulang Tahun Yang Terlupakan
2
Hadiah Sederhana Tapi Sangat Berharga
3
Rasa Penyesalan
4
Saling Tertukar
5
Terbangun Di Tempat Asing
6
Shea Dan Lucy
7
Kemungkinan Hilang Ingatan
8
Cicit, Cucu, Keponakan Dan Putri Mafia
9
Diam-Diam Melakukan Tes DNA
10
Bukan Hilang Ingatan
11
Anak Berharga Bagaikan Bom Waktu
12
Hasilnya Sangat Cocok
13
Tetap Bertukar Peran
14
Ada Dua Shea
15
Akhirnya Kembali
16
Rencana Shea
17
Keluarga Impian
18
Kejadian 13 Tahun Lalu (Part.1)
19
Kejadian 13 Tahun Lalu (Part. 2)
20
Kejadian 13 Tahun Lalu (Part. 3)
21
Kemarahan Zhia & Rayden
22
Kedatangan Para Uncle
23
Apakah Akan Gagal?
24
Tidak Mungkin Ada Dua Shea!
25
Bertemu Dengan Para Musuh
26
Keyakinan Shea
27
Datang Tepat Waktu
28
Musuh Berhasil Kabur
29
Berhasil Walau Tidak Sesuai Rencana
30
Akankah Semua Terbongkar?
31
Batas Waktu Satu Minggu
32
Hampir Saja
33
Ditemukan Alat Penyadap
34
Lucia Mengetahui Kebenarannya
35
Pengawal & Dokter Pribadi Zhea
36
Musuh Mulai Beraksi
37
Kegelisahan Semua Orang
38
Rencana Penculikan
39
Menggilanya Mommy Lucia
40
Perburuan Dimulai
41
Duplikat Daddy Levi
42
Situasi Menegangkan
43
Terungkapnya Kebenaran Part. 1
44
Terungkapnya Kebenaran Part. 2
45
Gadis Kecil Yang Berbahaya
46
Berhasil Lolos lagi
47
Akhirnya Si Kembar Dipertemukan
48
Sidang Keluarga Part. 1
49
Sidang Keluarga Part. 2
50
Teka-Teki Yang Saling Terhubung
51
Makan Malam Penuh Kebahagiaan
52
Kekuatan Pasukan IT (Xavier Family)
53
Berhasil Mendapatkan Banyak Informasi
54
Amukan Klan Musuh
55
Saling Menyusun Rencana
56
Rencana Untuk Menggila
57
Firasat Buruk! Akankah....
58
Menggila Part. 1
59
Menggila Part. 2
60
Menggila Part. 3
61
Menggila Part. 4
62
Menggila Part. 5
63
Menggila Part. 6
64
Menggila Part. 7
65
Menggila Part. 8
66
Menggila Part. 9
67
Menggila Part. 10
68
Belum Mati, Belum Selesai Part. 1
69
Belum Mati, Belum Selesai Part. 2
70
Mengikuti Permainan Musuh
71
Rencana Dibalik Rencana
72
Pembagian Tugas
73
Proses Interogasi
74
Interogasi Ala Shea & Zhea
75
Kabar Bahagia Yang Selalu Ditunggu
76
Bergegas Ke Negara K
77
Akhirnya Terbangun Dari Koma
78
Akhirnya Formasi Kembali Lengkap
79
Kondisi Yang Buruk & Ancaman Musuh
80
Kebahagiaan Berselimut Kesedihan
81
Seolah Pesan Terakhir
82
Rencana Dan Kerjasama (Luca & Levi)
83
Adanya Rekaman CCTV
84
Gerak Cepat
85
Serangan Yang Sempurna
86
Saling Menyusun Rencana Besar
87
Dibalik Meriahnya Pesta
88
Pernyataan Untuk Berperang
89
Hadiah Yang Tak Pernah Diinginkan
90
Awan Mendung Penuh Duka
91
Keterangan Saksi
92
Terkuaknya Identitas Jery
93
Pemakaman Penuh Duka
94
Penyebab Kematian
95
Informasi Yang Asli
96
Waktunya Pembalasan
97
Waktunya Raja Iblis dan Pasukannya Menggila
98
Masih Lanjut Menggila
99
Akibat Mengusik Xavier Family
100
Menggilanya Trio Somplak
101
Musuh Semakin Terdesak
102
Pilihan Yang Berat
103
Penyelamat Shea & Zhea
104
Kemenangan Yang Menegangkan
105
Kemenangan Yang Menegangkan Part. 2
106
Rencana Perjodohan
107
Ending
108
Promo Novel Baru (Xavier Family Season 6)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!