Tanpa buang waktu Rayden, Zhia dan Triple R yang kebetulan saat itu masih menginap di kediaman Zaen Der akhirnya langsung menuju ke rumah sakit. Tidak peduli betapa derasnya hujan badai, Ryuga terus mengemudikan mobil yang mereka naiki menuju rumah sakit.
Sementara, Levi dan Lucia sudah tiba di rumah sakit beberapa waktu yang lalu. Kini Lucia bahkan sudah mendapat penangan dari Dr. Chloe di ruangan bersalin. Sementara Levi masih menunggu di depan ruangan itu dnegan perasaan cemas, takut dan khawatir yang sudah bercampur menjadi satu.
Tak lama kemudian Rayden, Zhia dan Triple R akhirnya tiba juga di rumah sakit, berkat ketrampilan Ryuga dalam mengemudi bahkan hujan badai bukan masalah besar untuknya. Yang terpenting saat itu adalah keadaan Lucia dan anak-anaknya, mereka tidak ingin melewati momen indah itu.
“Bagaimana keadaan Lucia dan bayinya?” tanya Rayden yang langsung menghampiri Levi bersama Zhia dan Triple R.
“Mereka masih di dalam, Dr. Chloe sudah tengah memberikan penangan pada mereka,” jawab Levi yang juga masih menunggu sejak tadi.
“Hai, kenapa anda malah di sini?” tanya Dr. Chloe yang melihat Levi malah masih menunggu di depan ruang persalinan, bukannya menemani istrinya melahirkan di dalam
“Lalu aku harus menunggu dimana kalau bukan di sini?” tanya Levi seperti orang bodoh.
“Masuklah ke dalam dan temani istri anda berjuang melahirkan anak kalian,” ujar Zhia pada menantunya itu, dia mengerti sikap Levi yang baru pertama kali akan menjadi seorang ayah.
“Cepat ganti pakaian anda,” perintah Dr. Chloe pada Levi.
Levi hanya menuruti perintah Dr. Chloe mengganti pakaiannya dengan pakaian yang disediakan; kemudian langsung masuk ke ruang bersalin dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan sebuah kata-kata. Begitu masuk, Levi langsung dihadapkan dengan pemandangan dimana sang istri tercinta yang tengah menahan sakitnya melahirkan.
“Bee, ini sakit sekali.” Lucia merintih kesakitan dan mengadu pada suaminya begitu melihat Levi berjalan mendekatinya.
“Bertahanlah, sayang! Demi anak kita dan ingatlah bahwa kau tidak sendirian, ada akau di sini, hmm!”
Levi hanya bisa memberikan kata-kata penguat, kalau bisa dia tidak ingin melihat wanita yang sangat dia cintai kesakitan seperti ini. Levi langsung menggenggam erat tangan Lucia dan berulang kali memberikan kecupan di keningnya.
Mengucapkan kata-kata penyemangat kepada istrinya yang tengah berjuang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan sang buah hati yang sudah mereka tunggu selama ini.
Kontraksi terus berlangsung sekitar 60–90 detik dan mereda tiap 2–5 menit. Setiap kali kontraksi muncul, Lucia akan merasakan desakan kuat untuk mengejan. Tetapi Chloe selalu mengingatkan agar Lucia tidak dulu mengejan sampai dia yang menyuruhnya.
“Nyonya, tolong tahan untuk tidak mengejan sampai saya yang memintanya. Mengerti?” ujar Dr. Chloe mengingatkan Lucia untuk mengikuti perkataannya dan Lucia pun hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan lemah.
“Kau pasti bisa, Sayang!” Levi menyakinkan pada istrinya. Karena kontraksi yang dialami Lucia kurang kuat, Dr. Chloe pun terpaksa memberikan obat untuk menguatkan kontraksi. Selama proses kontraksi dan mengejan, kepala bayi akan mulai terlihat bersamaan dengan timbulnya rasa nyeri seperti terbakar.
“Oke! Sekarang mengejan, Nyonya Lucia!” perintah Dr. Chloe.
“Nggghhh, … Aahha, … Aahhaaa, ….”
Sesuai perintah Lucia langsung mengejan sekuat tenaganya, setelah itu mencoba untuk mengatur napasnya yang sudah tersengal-sengal. Setiap kali Lucia mengejan dengan kuat, tangan Levi langsung diremasnya dengan kuat. Bahkan Levi seakan ikut menahan napas dan mengejan mengikuti intruksi Dr. Chloe.
Untuk mempercepat proses persalinan dan mencegah perineum robek, Dr. Chloe pun terpaksa melakukan episiotomi, yaitu dengan memotong sebagian kecil perineum. Prosedur ini didahului dengan pemberian bius lokal. Dan Dr. Chloe akan menjahit kembali perinuem setelah persalinan selesai.
“Mengejan lagi, Nyonya! Kepala bayinya sudah mau keluar!” Dr. Chloe kembali memberikan perintah untuk Lucia mengejan.
“Nggghhh, … Aahha, … Aahhaaa, ….” Lucia kembali mengejan dengan sisa kekuatannya.
Setelah kepala bayi keluar dengan sempurna, Dr. Chloe akan mengisap darah, lendir, serta cairan ketuban dari mulut dan hidung bayi dengan alat khusus. Sambil menyarankan Lucia untuk tetap mengejan agar bisa mengeluarkan seluruh badan bayi. Begitu seluruh tubuh bayi keluar, Dr. Chloe langsung menyerahkan bayi ke salah satu perawat. Sebab masih ada satu bayi lagi yang harus mereka keluarkan.
“Oek, … Oekk, …Oeekk, ….”
Suara tangis bayi seketika langsung terdengar di setiap sudut ruangan bersalin itu. Di tambah dengan suara tangisan Levi yang sangat bahagia menyambut ke datangan putri kecilnya. Semua orang di dalam ruangan persalinan itu menangis haru dan turut merasakan kebahagiaan yang Levi dan Lucia rasakan dengan kehadiran putri kecil mereka.
“Tolong bersihkan dan periksa keadaannya secara menyeluruh,” pinta Dr. Chloe yang menyerahkan anak kembar pertama Levi dan Lucia pada salah satu perawat yang membantu persalinan itu.
Levi dan Lucia menatap bayi pertama mereka dengan tatapan penuh haru dan perasaan bahagia yang tidak bisa mereka utarakan dengan sebuah kata-kata. Mereka ingin sekali memeluk bayi itu, tapi masih ada sang adik yang masih perlu dikeluarkan lebih dulu dari dalam peut Lucia.
“Nyonya, masih ada satu bayi lagi. Apakah anda masih bisa mengejan lagi untuk mengeluarkan bayi keduanya?” tanya Dr. Chloe yang hanya dijawab anggukan lemah oleh Lucia.
“Baiklah, kita lakukan seperti tadi. Jika kontraksinya tidak tertahankan lagi, maka saat itu juga anda harus mengejan sekuatnya. Mengerti?” Dr. Chloe memberikan arahan yang hanya dibalas anggukan lemah oleh Lucia, sedangkan Levi terus menggenggam erat tangan Lucia untuk menguatkan istrinya itu.
Hanya berselang 15 menit, Lucia kembali merasakan kontraksi yang begitu kuat. Dia mulai mengejan sesuai yang Dr. Chloe arahkan. Dan tak memerlukan waktu lama, bayi kedua akhirnya terlahir ke dunia. Kali ini Dr. Chloe langsung memberikan bayi itu kepada ibunya agar terjalin ikatan yang kuat antara ibu dan bayinya, hal itu juga agar dilakukan inisiasi menyusui dini.
“Oek, … Oekk, …Oeekk, ….”
“Selamat, Tuan Levi dan Nyonya Lucia! Atas kelahiran putri kembar kalian,” ucap Dr. Chloe.
“Emm, … Terima kasih banyak, Dok! Dan kalian semua yang sudah membantu sepanjang persalinan,” balas Levi yang masih menangis haru menatap putri kecilnya dan mengingat perjuangan besar Lucia tadi.
“Tunggu sebentar, saya akan membawakan bayi pertama kalian lebih dulu,” ujar Dr. Chloe yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Levi dan Lucia.
Ketika Dr. Chloe akan mengambil bayi pertama, tiba-tiba perawat yang sejak tadi menangani bayi pertama dengan panik berkata, “Dokter, detak jantung bayi pertama tiba-tiba berhenti berdetak!”
“Apa?” Sontak Dr. Chloe sangat terkejut dan segera bergegas memeriksa bayi itu. Levi dan Lucia yang mendengar bahwa detak jantung bayi pertama mereka terhenti, seketika keduanya sama-sama mematung tak percaya.
^^^Bersambung, ....^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
🇱🇪🇴
sudah pasti isi susternya sekongkol dengan orang misterius itu yang sudah menukarnya dengan bayi mati
2024-11-10
0
LENY
PASTI SUSTER INI KERJASAMA SAMA PENJAHAT MAFIA
2024-10-10
0
Abinaya Albab
duhhhh jadi curiga ma susternya ini
2024-06-01
1