Lucy atau yang mulai sekarang bisa dipanggil sebagai Zhea langsung membuka dokumen berlogo rumah sakit itu. Zhea tidak bodoh, dia tahu saat ini dirinya didaftarkan sebagai pasien dengan nama Sheana Zaen Xavier.
Air mata Zhea semain deras mengalir membasahi wajahnya ketika tulisan yang menyatakan bahwa dia sebenarnya adalah putri dari orang yang sejak dia membuka mata menyebutnya Daddy dan Mommy.
“Shea… Jadi, aku benar-benar saudari kandungmu. Dan mereka memang Daddy dan Mommyku? Lalu kenapa kau harus mengungkap semua ini sendirian? Tidak bisakah kau melibatkan aku juga?” Zhea meremas kuat surat dari Shea dan surat keterangan hasil tes DNA.
Sebab seharusnya Zhea yang mengungkap semua kebenarannya, mengingat dia ‘lah korban utama dari semua ini. Karena orang-orang itu Zhea harus terpisah dari keluarga dan saudari kembarnya selama belasan tahun lamanya. Diperlakukan dengan sangat buruk, bahkan dipaksa untuk melakukan kejahatan Cyber dengan mencuri data-data penting lain untuk kepentingan mereka sendiri.
“Maaf, Shea tapi aku tidak bisa tinggal diam melihatmu berjuang sendirian seperti ini. Aku akan tetap menjadi dirimu sekaligus membantumu mengungkap semua rahasia ini, alasan dibalik mereka memisahkan kita seperti ini.” Zhea juga bertekad akan mengungkap semuanya.
“Aku lebih tahu siapa orang-orang yang terlibat dibalik semua ini. Namun, karena kau merasa percaya diri maka aku tidak ada pilihan lain selain mengikuti rencanamu dan diam-diam membantumu melalui Noah,” ujar Zhea yang akan segera menghubungi Noah begitu dia telah mendapat ponsel ataupun bisa mengakses internet.
...****************...
Sementara disisi lain, Levi dan Lucia tengah membahas tentang perihal kepindahan Shea yang akan dirawat di rumah sakit tempat Lucia bekerja selama ini, meski rumah sakit itu sebenarnya milik keluarga Zaender. Alasannya, karena Lucia tidak tenang meninggalkan Noland dan Julia terlalu. Apalagi dia baru saja menerima pesan dari salah satu dokter yang ikut menangani kondisi Noland dan Julia bahwa keadaan keduanya semakin menurun.
“Halo, Dr. Lucia!” Sapaan khas dari Dr. Olivia langsung terdengar begitu panggilan teleponnya saling terhubung.
Dr. Olivia merupakan dokter yang Lucia percaya untuk memantau keadaan Noland dan Julia selama dia melakukan liburan memenuhi keinginan putrinya.
“Iya, Dr. Olivia! Apakah terjadi sesuatu pada mereka?” tanya Lucia terdengar sangat panik saat mengatakannya.
“Benar, Dr. Lucia! Entah mengapa tiba-tiba detak jantung keduanya melemah secara bersamaan. Saya dan Dokter lain telah melakukan tindakan sesuai prosedur tapi belum menemukan penyebab kondisi keduanya tiba-tiba menurun,” terang Dr. Olivia.
“Bagaimana bisa detak jantung mereka berdua tiba-tiba melemah? Kalian menyuntikan obatnya sesuai resep yang aku berikan, bukan?” Lucia mencecar Dr. Olivia dengan berbagai pertanyaan.
“Kami melakukan semuanya sesuai arahan anda. Sebaiknya anda memeriksa sendiri, mungkin anda bisa menemukan penyebabnya,” ujar Dr. Olivia yang merasa mendapat tuduhan dari Lucia.
Meski dia sudah sering mendapat tuduhan seperti itu, mengingat bahwa dua pasien itu sangat penting bagi Lucia. Dr. Olivia masih saja belum terbiasa menghadapai Lucia yang terkesan selalu menuduh Dokter yang ikut menangani Noland dan Julia setiap dua pasien itu mengalami kondisi menurun.
“Baiklah, aku akan segera kembali ke sana secepatnya,” balas Lucia yang kemudian langsung menutup sambungan teleponnya secara sepihak.
“Ada apa, Sayang?” tanya Levi yang menyadari wajah istrinya yang semakin terlihat sedih dan kebingungan.
“Detak jantung Grandpa dan Grandma tiba-tiba saja menurun. Kondisinya juga mulai memburuk, aku harus segera kembali tapi bagaimana dengan putri kita, Bee?”
Lucia memberitahu semuanya kepada sang suami. Dia bahkan menghamburkan tubuhnya dalam pelukan Levi untuk mencari kekuatan menghadapi situasi yang dihadapinya sekarang.
“Kalau begitu kita pindahkan saja putri kita ke rumah sakit yang sama dengan Grandpa dan Grandma. Kondisi Shea memungkinkan untuk dipindahkan, bukan?”
Levi memberikan sebuah saran yang bagi Lucia cukup baik. Jika mereka dirawat di rumah sakit yang sama, maka Lucia lebih mudah untuk mengawasi kondisi anak dan Kakek, Neneknya.
“Kau benar, Bee! Ayo, kita bicara pada Dokter yang menangani kondisi putri kita tentang ini,” ajak Lucia pada Levi.
Levi dan Lucia akhirnya kembali ke ruangan Dokter itu berada. Tanpa membuang waktu Lucia langsung menjelaskan tentang situasinya. Sedangkan Levi hanya diam, karena Lucia yang lebih tahu pembicaraan itu.
“Bagaimana? Apakah keadaan Shea saat ini bisa kami pindahkan ke rumah sakit lain, di tempatku bekerja. Sebab di sana juga ada pasien penting yang harus selalu aku pantau secara langsung,” ujar Lucia yang dilanda kebingungan antara putrinya atau Grandpa dan Grandma nya.
“Tentu saja, Nyonya Lucia! Namun, sebelum itu kami harus melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Nona Shea sekali lagi untuk memastikan keadaannya memang memungkinkan untuk di pindahkan,” terang sang Dokter yang saat itu menangani Shea.
“Baik, lakukan saja pemeriksaannya. Selagi hasilnya menunggu kami juga akan menyiapkan semua yang dibutuhkan selama perjalanan kami kembali,” ujar Levi yang sangat memahami perasaan istrinya saat ini.
“Ya, Tuan! Kami akan segera melakukan pemeriksaannya sekarang juga.” Dokter itu pun bergegas menghubungi beberapa orang yang akan membantunya memeriksa keadaan Shea secara menyeluruh.
“Sekali lagi terima kasih, Dok!” Tidak lupa Levi dan Lucia mengucapkan rasa terima kasihnya terhadap dokter itu sebelum meninggalkan ruangan.
...****************...
Levi dan Lucia kemudian langsung menuju ke ruangan dimana putri mereka tengah dirawat. Namun, ketika mereka melewati salah satu lorong rumah sakit. Levi dan Lucia tidak sengaja berpapasan dengan seorang gadis remaja yang memakai topi, masker dan syal yang sengaja menutupi wajahnya.
Awalnya mereka saling melewati begitu saja tapi seketika langkah Levi dan Lucia langsung terhenti ketika merasa bahwa gadis yang baru saja melewatinya adalah putri mereka sendiri.
“Shea,” gumam Lucia yang segera berbalik menatap seorang gadis yang baru saja melewati mereka.
“Bee, tadi yang melewati kita Shea, bukan?” tanya Lucia yang memastikan pada suaminya.
“Aku juga merasa seperti itu, Sayang! Tapi kenapa Shea melewati kita begitu saja? dan mengapa dia harus menutupi wajahnya sampai seperti itu?” Levi pun merasa yakin bahwa gadis yang baru saja melewati mereka putrinya, tapi dia merasa bahwa Shea sengaja tidak mengenal mereka atau mungkin putrinya berusaha melarikan diri karena sedang tidak mengingat apapun.
“Bee, ayo kita cepat kejar Shea sebelum dia pergi terlalu jauh,” pinta Lucia dengan wajah yang terlihat mulai panik.
“Daddy! Mommy!”
Namun, belum sempat Levi dan Lucia mengejar gadis yang menurut mereka adalah Shea. Ternyata Shea, putri mereka sudah berdiri tepat di belakang mereka masih mengenakan pakaian rumah sakit dan jarum infus yang masih terpasang disalah satu tangannya.
“Shea, bukankah tadi kau…” Levi dan Lucia serentak menggantung ucapannya.
^^^Bersambung, ....^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
🇱🇪🇴
wah kayaknya musuhnya itu orang yang sangat licik,, itu noland dan julia drip lagi pasti ulah orang yang sudah menculik zhea
2024-11-10
1
Licy
wah mantap Ara GK diam aja nyerahin semuanya ke Shea, biasanya cerita modelan begini cuma diselesaikan SM salah satu dari saudara kembar aja
2024-10-18
0
Firanty Ranty
sabarlah kalian berempat blm waktunya berjumpa
2024-06-14
0