Venter menatap kertas di tangannya lalu menaruhnya kembali di atas meja. Nick hanya membaca sekilas.
"Untuk apa bukti DNA itu? bukan kah Alano dan Alvaro memang anakmu," tanya Nick heran.
"Memang," Venter menyandarkan tubuhnya di kursi. "Itu bukti untuk keluargaku, agar mereka tau bahwa mereka benar benar anakku. benar benar memiliki gen Venson," ucap nya.
Nick mengangguk paham. "Jadi dimana Vee? Aku tidak melihatnya," ucapnya.
Venter menatap bingung. "Vee ada di kamarku," ucapnya.
Nick tersenyum penuh makna. "Ekhem, apa kalian melakukan itu," ucapnya sambil menggerakkan dua jarinya.
Venter menatap datar. "Hentikan pikiran kotor mu itu! Dia sedang tidur bersama kedua putraku," ucapnya.
Nick menghela nafas kecewa. "Sayang sekali. Aku kira saat kalian bertemu kau akan melepas kerinduan adikmu," ucapnya sambil tertawa kecil melihat Venter yang bersiap melempar pot bunga kearahnya.
"Sekali lagi kau bicara, percaya atau tidak kepalamu bisa pecah karena pot ini!" ancam Venter membuat Nick tertawa lepas.
"Oh ayolah, kau pasti merindukan malam yang--- oke aku diam!" Nick terdiam seketika saat melihat Venter menodongkan senjata kearahnya.
Venter berdecih, ia pun kembali duduk. "Aku akan menemui keluarga ku besok," ucapnya.
Nick menatap Venter dengan serius. "Kau serius dengan hal itu?" ucapnya.
Venter mengangguk. "Di hindari juga tidak bisa. Lagi pula sudah terjadi. Aku tidak akan menghindar,"
...∆∆∆...
Vee yang mendengar penjelasan Venter dan Nick terdiam. Ia hanya diam sambil mengusap rambut kedua anaknya yang tertidur pulas.
"Jadi besok aku dan anakku bertemu keluargamu?" tanya Vee dengan ragu. Venter mengangguk.
"Kenapa harus?" tanya Vee. "Aku hanya wanita asing yang beruntung melahirkan anakmu," sambungnya.
"Sejak malam itu kau bukan wanita asing untukku!" Venter menatap datar dengan nada bicara yang begitu dalam.
Vee membuang muka, tapi jujur rasanya gelisah. Apalagi yang akan ia temui adalah keluarga dari Venter yang tidak ia ketahui bagaimana mereka.
"Jangan khawatir," ucap Nick pada Vee. "Tidak akan ada yang berani menyentuhmu disana," sambungnya.
"Aku bukan khawatir tentang itu," ucap Vee.
Nick menatap bingung. "Oke, lalu? Apa yang kau khawatirkan?" tanyanya.
"Bagaimana keluarganya lalu seperti apa orang yang akan aku temui," ucap Vee sambil menatap Venter.
Pria itu hanya diam, dan berdeham. "Yah kau memang harus tau semuanya," ucapnya lalu duduk di depan Vee.
"Namaku Al Deventer Stevenson, anak tunggal dari keluarga Venson pemilik Venson grub. Ibuku Melyana Agra Venson dan ayahku Alfred Russel Venson," ucap Venter, ia menatap wajah Vee begitu dalam.
"Kau akan tau mereka saat kau bertemu dengan mereka besok,"
...∆∆∆...
Venson? Venson grub? Oke, apakah Vee harus jungkir balik sekarang? Rasanya dirinya seperti buah simalakama. Maju tidak bisa mundur lebih lagi tidak bisa.
Rasanya dirinya ingin menguburkan diri sekarang. Kenapa ia tidak sadar selama ini dirinya berurusan dengan iblis yang di ceritakan banyak orang. Selama ini yang bersamanya adalah pria yang tidak memandang siapapun lawannya.
Wajahnya memang tampan, oke sangat tampan tapi jangan lupakan sifat nya bahkan bukan dirinya saja keluarga begitu mengerikan.
Vee ingin berteriak rasanya. Bisa bisanya dirinya seperti orang bodoh karena baru tau tentang nama dari pria yang membuatnya memiliki kedua putra.
"Aku sudah gila sepertinya," gumam Vee.
Setalah penjelasan itu, Vee terdiam dengan wajah terkejutnya bahkan menatap tidak percaya di depannya teryata pria yang ambisius dalam dunia bisnis.
Siapa yang sangka walaupun keluarga Venson amat sangat terkenal namun tidak satu pun media menayangkan wajah keluarga Venson karena memang katanya keluarga mereka anti dengan media publik.
"Ya Tuhan!" Vee mengusap wajahnya dengan gusar.
"Apakah aku harus pergi?" gumam Vee tanpa sadar.
"Pergi kemana?" suara bariton membuatnya terkejut.
Vee menoleh, Venter tengah menggendong kedua putranya di tangannya. terlihat begitu berwibawa namun mengingat betapa kejamnya pria di depannya ini mendadak nyalinya menciut.
Venter menyuruh kedua anaknya untuk ikut bersama Nick dan hanya tersisa Vee dan Venter saja di dalam ruangan tersebut.
"Wajahmu pucat. Kau sakit?" tanya Venter sambil menyentuh kening Vee namun wanita itu mengelak.
"Aku baik baik saja," ucap Vee.
"Lalu? Tadi kau bilang kau ingin pergi kemana?" tanya Venter dengan tatapan menelisik.
Vee tampak gelagapan. "Kau salah dengar," ucapnya.
Venter mendengus. "Aku tidak tuli. Aku masih bisa mendengarnya," ucapnya.
Venter duduk di samping Vee. "Ada yang bisa kau jelaskan? Semenjak aku memberitahumu kau tampak diam," ucapnya.
"Siapa yang tidak diam kalau teryata kau keluarga Venson," balas Vee dalam hati.
"Apa kau kecewa karena aku hanya keluarga biasa aja?" tanya Venter.
Vee menatap tidak percaya. "Kau bercanda? Keluarga mu biasa saja lalu bagaimana denganku?" ocehnya.
Venter menyunggingkan senyumnya. Ia mengusap rambut Vee, dan menyentuh beberapa helai rambut nya dan mengecupnya.
"Aku tau apa yang kau khawatirkan Vee. Aku memang iblis tapi untukmu, aku bisa berubah menjadi malaikat itupun kalau kau mau,"
...∆∆∆...
...TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Leli Robiati
katanya tamat tapi blm tamat
2025-01-11
0
𝐂𝐈𝐌𝐔𝐓🌠 ✾ ⍣⃝కꫝ 🎸
memang kalau da cinta vector mau disuruh berubah jadi apa aja mau😁
2024-05-06
2
Dewie Angella Wahyudie
yang bener bang.....?? plisss jangan bikin hati vee melelehh😂😂😂
2024-01-09
3