Vee tidak banyak bicara di dalam ruang kerja Venter. Ia tidak tau apa yang harus ia katakan. Ia juga bingung apa yang harus di lakukan.
"Mom" panggil Alvaro membuat Vee menoleh.
"Yes son. Ada apa sayang?" ucap Vee sambil tersenyum.
"Aku mengantuk," ucap Alvaro sambil meminta Vee untuk menggendong nya.
"Ada ruang tidur, masuk saja di pintu itu. Sepertinya putraku mengantuk," ucap Venter sambil menggendong Alvaro dan menggandeng Alano.
"Masuklah," ucap Venter pada Vee. Wanita itu menurut, ia pun masuk ke dalam ruangan yang Venter katakan. Memang benar adanya, ada tempat tidur disini.
"Mom peluk!" Alvaro yang sudah duduk di atas kasur merentangkan tangannya kearah Vee.
"Aku juga mau," celetuk Alano.
Vee tersenyum manis, ia pun menaiki kasur dan tertidur dengan Alano dan Alvaro di sisi kanan kirinya. "Tidurlah boy,"
Vee menatap langit langit kamar tersebut, pikirannya kembali kalut. Bagaimana jika ia dan kedua putranya tidak di terima disini? Bagaimana jika Venter teryata lebih kaya dari dugaannya? Apa ia siap untuk mendapat komentar pedas?
Tanpa sadar Vee menjadi mengantuk, ia pun ikut terlelap sambil memeluk kedua putranya.
......∆∆∆......
Berita yang menghebohkan sosial media bahkan lingkungan sekitar. Berita terkait Venson grub memiliki dua ahli waris menjadi trending topik pada hari ini.
"Aku yakin banyak yang akan menjadi gila hari ini," ucap Nick pada Venter. "Dimana anakmu dan wanita itu?" tanyanya.
"Tertidur. Biarkan mereka istirahat," ucap Venter.
Nick menyenggol pundak Venter. "Bagaimana rasanya?" ucapnya membuat kening Venter mengkerut.
"Apa?" tanyanya acuh.
"Bagaimana rasanya setelah bertemu dengan sumber yang menjadi kan mu seperti orang gila?" ucap Nick dengan wajah yang menyebalkan menurut Venter.
Venter menatap kesal. "Dari pada kau mengurusi hal yang tidak berguna. Sebaiknya kau persiapkan di lantai bawah. Sebentar lagi paparazi gila itu akan memenuhi lantai bawah," ucapnya.
Nick melotot. "Kau serius?" ucapnya.
Venter menyeringai. "Kau siap siap aja menjawab pertanyaan untuk mewakilkan aku. Aku sibuk," ucapnya sambil berlalu melewati Nick.
"What the-- kau bercanda?!" Nick menatap tidak percaya kearah Venter.
"Apa menurutmu aku ada waktu untuk bercanda?!"
...∆∆∆...
Venter memandangi wajah tertidur Vee yang begitu lelap hingga ia bisa mendengar suara dengkuran halus dari wanita itu.
Tangan Venter terulur mengusap pipi Vee, ia pun menatap kedua anaknya yang tertidur lelap pula. Ia tersenyum tipis sambil menyentuh pipi kedua anaknya.
Anak? Venter terkekeh kecil, padahal dulu dirinya tidak pernah memimpikan akan punya seorang anak dan sekarang bahkan ia memiliki dua orang putra yang mirip sekali dengannya.
Dulu rasanya enggan untuk mempunyai hubungan lebih dengan wanita. Pada dasarnya wanita yang mendekatinya memiliki maksud lain seperti mantan kekasihnya Alice yang sudah tiada.
Bahkan rasanya sekarang masih tidak percaya jika Alice melakukan hal seperti itu padanya. Tapi untuk sekarang sepertinya di otaknya hanya akan ada Vee dan kedua putranya.
Rasanya kerinduan nya terobati sedikit walaupun rasanya ia ingin menciumi wanita di depannya ini hingga pingsan. Wangi tubuh Vee tidak berubah, seperti aroma mawar yang menyejukkan yang bisa membuat dirinya mabuk kepayang.
Venter mengusap rambut Vee dengan pelan agar sang empu tidak merasa terganggu dan terbangun dari tidurnya. Ia mengecup ujung helai rambut Vee.
"Jangan berpikiran untuk kabur Vee. Kau tidak akan pernah lepas dariku mulai dari sekarang,"
......∆∆∆......
Nick nampak kewalahan menjawab pertanyaan wartawan yang semakin gila. Lebih gila lagi Venter karena dengan kurang ajar menyuruhnya untuk menggantikannya menjawab sederet pertanyaan di luar nalurinya.
"Siapa wanita yang beruntung itu?"
"Benarkah ada dua ahli waris. dimana mereka?"
"Wanita jalang dari mana yang berani menggoda Venter?"
Nick menggeram kesal bahkan rasanya ia ingin memukul wartawan di depannya. Walaupun sudah di bantu oleh bodyguard yang membatasi ruang lingkup mereka namun tidak bisa menahan ratusan wartawan di depannya.
"Kalian pikir jika kalian seperti ini Venter akan tinggal diam?" ucap Nick seketika membuat wartawan tersebut bungkam. Hanya bunyi kamera dengan beberapa flash yang masih hidup.
"Aku akan menjawab singkat dari pertanyaan kalian yang tidak ada gunanya itu. Venter mempunya dua ahli waris karena mereka kembar,"
Wartawan tersebut mulai berbisik satu sama lain.
Nick tersenyum menyeringai. "Dan wanita yang beruntung itu, kalian tidak akan melihatnya sampai kalian mati," ucapnya.
"Venter tidak akan membiarkan wanita yang sudah melahirkan putranya di sentuh oleh manusia kotor seperti kalian,"
"Jika pun Venter akan membawanya ke media. Tidak akan ada wajah wanita yang Venter cintai di sosial media bahkan seujung jarinya,"
...∆∆∆...
...TBC ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
The Taste Of Love👩🍳👨🍳
Mampir kk
2024-06-25
1
❄️ sin rui ❄️
thor hanya saran, pas di dialoq vee tanya ada kamar kosong, kaya nya ada typo dan bedakan dialog bertanya sama menjawab contoh " apakah ada kamar untuk istirahat, anaku tidur " nah baru vanter jawab " sediakan kamar untuk anaku "
2024-02-12
3
☠ᴳᴿ🐅ɴᴇ𝐀⃝🥀⍣⃝ꉣꉣ🥑⃟🔰π¹¹
wartawan punya nyawa bnyak ya bisa ngomong bgtu
2024-01-21
3