1.

Sinar matahari nampak menerobos masuk dan mengusik seorang yang sedang tertidur pulas di atas kasurnya.

Ia membuka kelopak matanya saat merasa sinar matahari mengenai wajahnya. Ia perlahan bangun dari tidurnya dan terduduk sambil menyadarkan tubuhnya di pinggir kasur.

Venter mengusap wajahnya sebentar. Tunggu! Seperti ada yang salah, ia menoleh di samping nya.

Kosong, hanya dirinya yang berada di atas tempat tidur. Dengan bertelanjang dada ia berjalan menuju kamar mandi, siapa tau wanita itu tengah membersihkan tubuhnya tetapi nihil. Tidak ada jejak.

"Dimana wanita itu?" gumamnya.

Venter terduduk di kasur sambil memegang kepalanya, ingatan malam itu masih terasa dan terbayang di pikirannya.

Suara indahnya, wajah cantiknya. Ia akui wajah cantiknya baru kali ini menemukan wajah yang bisa membuat dirinya termenung. Bahkan tubuhnya masih teringat jelas ingatan kemarin saat dirinya menuntaskan malam yang panas.

Bahkan saat wanita itu memanggil namanya dengan begitu indah. Wajahnya yang sayu nampak indah di lampu malam yang tidak begitu terang. Tunggu, siapa namanya? Vee?

"Vee siapa?"

Venter merasa ia di tinggal begitu saja. Biasanya ia yang meninggalkan wanita namun ini malah keterbalikan dari yang selama ini ia lakukan. Tidak ada jejak apapun, bahkan pakaian yang di gunakan wanita itu tidak ada. Hanya ia di dalam kamar seorang diri.

Tanpa sengaja Venter menggeser selimut di sampingnya, ia termenung saat melihat noda berwarna merah yang masih menempel disana. Hanya satu yang bisa ia pastikan.

"Oh damn! Dia masih perawan!"

......∆∆∆......

Brakk'

Seorang pria yang baru saja ingin terlelap di meja kerja nya langsung tersentak kaget dengan wajah yang terbentur meja di depannya.

"Oh shit! Wajah tampanku," umpatnya. "Kau-- oh Venter. Apa kau tidak bisa lembut sedikit membuka pintu? Dan jam berapa ini?" ia menatap melotot melihat jam di dinding.

"The fuc-- Jam 3 sialan!" ia menatap tajam kearah Venter yang acuh. "Apa yang kau lakukan di jam segini astaga! Aku baru ingin bermimpi indah!" omelnya.

"Cari informasi Nick," ucap Venter tanpa memperdulikan ocehan dari pria di depannya ini.

Pria yang bernama Nick tersebut memutar bola matanya dengan malas. "Malas," ucap Nick, saat ia mau memejamkan mata kembali.

Prangg'

Nick menoleh, ia melotot. "Barang pajangan ku sialan!"

Venter menatap tajam. "Kalau kau tidak mau barang pajangan milikmu aku hancurkan semua, pilih. Kau Carikan aku informasi atau aku hancurkan isi ruangan ini sekaligus kau yang aku hancurkan!" ancamnya. Ia benar benar di kejar waktu. Ia harus mencari informasi tentang wanita itu.

Semakin ia diam semakin menjadi gila. Tidak ada yang wanita itu tinggalkan, semua hilang tanpa jejak. Hanya cctv saat ia masuk dan keluar yang ada padanya sisanya tidak ada jejak seperti wanita itu tidak pernah ada.

"Orang gila," desis Nick kesal.

...∆∆∆...

Venter mengacak rambutnya dengan frustasi. Baru kali ini ia merasa seperti orang yang hilang arah.

"Sialan!" umpatnya. Ia belum menemukan titik terangnya. Bahkan ia tidak mendapat informasi apapun dari temannya Nick yang ia ganggu dengan menghebohkan sekelilingnya.

Hanya satu kata yang masih terngiang di telinga nya dengan begitu jelas. "Vee? Vee? banyak Vee disini. Tidak ada satupun seperti wanita malam itu." ucapnya frustasi.

Ia mencoba memejamkan matanya sejenak untuk beristirahat dari apa yang terjadi padanya agar ia bisa berpikiran dengan jernih dan bagaimana langkah selanjutnya itu tergantung otaknya.

"Venter,"

"your voice is very beautiful,"

"Ven-ter!"

"Damn! is crazy!"

"Cukup! Aku--"

Cup'

"Aku tidak akan berhenti di tengah jalan,"

Venter terbangun tiba tiba, ia mengusap wajahnya dengan gusar. lagi lagi kilasan memori malam indah itu terputar bak kaset rusak.

"Haruskah aku memecahkan kepalaku sendiri?!"

Venter bergerak gelisah, ia menyirami wajahnya dengan air yang ada di hadapannya. Agar kilasan memori itu tidak terus terputar ulang.

"Aku sudah gila sepertinya,"

...∆∆∆...

3 tahun berlalu...

Nick membuka pintu ruangan Venter. Ia mendengus lagi lagi ia melihat Venter yang sibuk dengan lukisan di depannya.

"Sampai kapan kau seperti ini? Kau melukis wanita yang menjadi one night stand mu itu. Yang kita tidak tau keberadaan nya dimana," ucap Nick kesal.

"Lebih baik kau diam sebelum pisau di hadapanku ini menembus kepalamu!" ucap Venter datar. Ia kembali sibuk dengan lukisan di depannya.

"Ada proyek yang harus kau lihat," ucap Nick sambil memberikan dokumen kepada Venter.

"Kau saja yang lihat! Aku sibuk," ucap Venter dengan cuek.

Nick menatap tidak percaya. "Kau mau membuatku menjadi orang gila disana bodoh?! Kau direkturnya. Aku hanya tangan kananmu!" geramnya dengan kesal.

"Gantikan aku. sangat mudah bukan?" Venter mengatakannya dengan wajah santai membuat Nick melongo.

"Benar benar menjadi gila. Kita tidak tau wanita itu masih hidup atau ti--"

"Kalau kau masih mau keluar dengan keadaan bernyawa diamlah!" Venter menatap tajam.

Nick mendengus. "Terserah kau saja sialan! Aku lelah!" ucapnya kesal. "Aku tidak peduli kau mau marah atau tidak. Besok kita berangkat! Ke Singapura! Mau tidak mau kau harus ikut" ucapnya. "Kalau perlu aku akan menarikmu dengan paksa bersama dengan lukisan yang kau buat itu!" sambungnya dengan menatap tajam ke arah Venter.

Venter hanya diam dan kembali menatap lukisan yang ia buat di hadapannya. Apa ini cinta? Atau hanya obsesi belaka? Yang pasti sebelum bertemu dengan wanita itu ia harus memastikan nya.

Jika wanita itu tiada, ia akan mencari makamnya bahkan membongkarnya untuk melihat wanita yang membuat dirinya gila.

"Kau seperti pria yang haus akan cinta," Nick mengusap kedua lengannya dengan bulu kuduk yang berdiri.

Venter berdecih. Yah, mungkin saja begitu. Pikirnya.

......∆∆∆......

...TBC...

Terpopuler

Comments

Npy

Npy

terus nasib si bertender dan si lina2 itu gimana?

2024-05-30

2

sherly

sherly

alurnya cepat ya tp sejauh ini bagus, penulisan rapi

2024-05-02

1

☠ᴳᴿ🐅ɴᴇ𝐀⃝🥀⍣⃝ꉣꉣ🥑⃟🔰π¹¹

☠ᴳᴿ🐅ɴᴇ𝐀⃝🥀⍣⃝ꉣꉣ🥑⃟🔰π¹¹

semoga cepat ketemu vee

2024-01-21

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!