5.

Vee mengerjapkan matanya. Apa penglihatan nya salah? Ia melihat pria itu di hadapannya. Pria tampan yang merenggut miliknya saat itu.

"Alvaro, Alano. Ayo kita pergi," ucap Vee sambil menggandeng masing masing tangan anak nya.

"Apa itu anakku?!" ucap Venter. Vee menghentikan langkahnya.

"Bukan," ucap Vee dengan gugup. Venter berjalan mendekat. Ia menunduk menatap Vee namun wanita itu memalingkan wajahnya.

"Apa mungkin pria yang bersamamu mirip denganku? Padahal malam itu aku yang pertama, right?" ucap Venter. Rasanya ia ingin memeluk wanita di depannya sambil membisikkan kata jika dia merindukan nya sangat.

Vee memundurkan langkahnya, aroma tubuh Venter membuat nya rindu. Ia tidak mau jika dirinya tiba tiba memeluk pria di depannya ini.

"Mommy!" panggil Alvaro. "Mommy mengenal paman ini?" tanya nya.

Vee gelagapan saat ingin menjawab pertanyaan putranya. "Ayo kita pulang sayang," ucap nya mengalihkan pertanyaan Alvaro.

Venter menahan tangan Vee. "Jawab dulu pertanyaan ku," ucapnya.

Vee mencoba melepas genggaman tangan Venter namun nihil tidak bisa ia lakukan. "Apa yang harus aku jawab?" tanyanya dengan kesal.

"Mom," Alano memanggil. "Apa paman ini Daddy kami?"

......∆∆∆......

Venter dengan perasaan membuncah. Ia begitu senang melihat wanita itu, tampak begitu cantik bahkan ia rasa sangat cantik.

Vee terdiam sebentar, ia pun menghela nafas. Kalau sudah begini tidak bisa mundur kembali. "Iya sayang, Daddy kalian," ucapnya pada akhirnya.

Alvaro menatap dengan berbinar, ia pun dengan segera melompat ke arah Venter dengan memeluknya begitu juga Alano.

"Kita punya Daddy," ucap Alvaro pada Alano. Kembarannya pun hanya mengangguk.

Venter menggendong kedua nya dengan senang. "Mirip sekali denganku," ucapnya.

Vee mengalihkan pandangannya. Venter berjalan mendekati Vee dan berbisik pada wanita itu.

"Aku belum membuat perhitungan padamu. Karena kau meninggalkanku begitu saja saat malam itu, Vee!" bisik Venter membuat Vee melotot padanya.

"Daddy, ayo kita jalan jalan. Aku ingin jalan jalan bersama Daddy," ucap Alvaro. Alano mengangguk setuju.

Venter tersenyum tipis. "Tentu kita akan jalan jalan. Sebelum itu ada yang harus Daddy urus di perusahaan," ucapnya.

"Aku ikut!" ucap Alano.

"Aku juga! Aku juga!" Alvaro berseru heboh.

"Baiklah semua nya ikut dengan Daddy," ucap Venter. Ia pun menatap Vee yang diam di tempatnya.

"Kau juga ikut babe,"

...∆∆∆...

Venter menggandeng tangan Alano dan Alvaro. Mereka berjalan di koridor dengan Vee yang berjalan pelan di belakang mereka.

Vee nampak mengedarkan pandangannya. Perusahaan milik Venter yang sangat mewah menurutnya. "Sebanyak apa uangnya?" ucapnya dalam hati.

Vee menciut, jika pria di hadapannya ini orang yang sangat kaya bagaimana dengan dirinya yang begitu miskin?

Sentuhan di tengkuknya membuat nya menoleh dengan terkejut.

Cup'

Alano menutup mata Alvaro dengan sebelah tangannya dan sebelah tangannya yang kecil itu menutup matanya sendiri. Mereka menutup mata saat Venter mengecup bibir Vee dengan tiba tiba.

"Apa yang kau pikirkan?!" ucap Venter.

Vee membeku di tempat, ia pun memukul pundak Venter dengan kuat. "Apa yang kau lakukan?!" ucapnya kesal.

"Menciummu. Apalagi? Dari tadi aku ingin mencium ibu dari anakku,"

...∆∆∆...

Nick yang mendengar penjelasan Venter ia pun terdiam dengan wajah yang tidak bisa di jelaskan. Ia pun menatap kearah Alano dan Alvaro secara bergantian lalu kembali menatap Venter.

"Ini sudah 100% pasti anakmu. Lihat! Seperti duplikat kau waktu kecil. Sangat mirip sekali. dan kau sudah memiliki dua sekaligus," ucap Nick dengan wajah sumringah.

Vee hanya diam, ia tidak tau pertemuan mereka membawa hal baik atau buruk. Sedari tadi di otaknya memikirkan hal yang tidak tidak.

Nick menatap Vee. "Apa kau yang membuat Venter seperti orang gila?" tanyanya membuat Nick mendapat lemparan buku dari Venter.

Vee menatap bingung. "Aku tidak tau apa maksudmu," ucapnya.

Nick menepuk pundak Venter lalu berbisik pada nya. "Kau pintar memilih wanita. Dia benar benar sangat cantik," ucapnya membuat Venter mendengus.

"Bagaimana dengan keluargamu?" tanya Nick.

Venter nampak sibuk dengan Alano dan Alvaro sambil memangku nya. "Sebarkan berita. Jika aku sudah memiliki ahli waris," ucapnya dengan tegas.

"Kau yakin?" Nick menatap khawatir.

Venter mengangguk. "Mereka tidak akan sanggup menyentuh Vee bahkan kedua putraku. Aku pastikan itu,"

...∆∆∆...

...TBC...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!