2.

Venter lagi lagi terbangun tengah malam. ia mengusap wajahnya dengan gusar. "Lagi lagi jam segini," ucapnya dengan pelan.

"Bisa gila jika aku seperti ini. Ini sudah tiga tahun berlalu," ucapnya. "Aku benar benar tidak tau apa yang aku rasakan saat ini," sambungnya.

"apa ini cinta? Atau yang lain?" Venter kembali memejamkan matanya, jika ia tidak kembali tidur. Matanya akan seperti hantu.

Pagi pun datang, Venter terbangun pagi sekali dengan wajah yang kusut. Ia menatap kearah cermin. "I feel like I saw a ghost," ucapnya.

Venter mencuci wajahnya, lalu mulai membersihkan jambang yang sudah memenuhi wajahnya. Ia harus membereskan penampilan dirinya dulu sebelum terjun ke lapangan. Ia tidak mau terlihat begitu berantakan nantinya disana. Apalagi temannya Nick pasti akan mengeluarkan lahar panas untuknya.

Cklek'

"Oh wow? Apa ini Venter yang kita kenal?" Venter mendengus mendengar ucapan dari Nick yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.

"Ayo! Banyak pekerjaan menanti disana," ucap Nick. Venter hanya membalas dengan dehaman saja.

"Siapa tau kau tertarik untuk berkencan dengan wanita disana," sambung Nick hanya mendapat tatapan acuh dari Venter.

Nick mendengus. "Oh ayolah, kau sudah umur berapa? Kau harus menikah," ucapnya.

Venter menatap tajam. "Sebelum berbicara, berkacalah dulu!" ucapnya.

"Aku hanya memberi saran," balas Nick. Venter berdecih

Setelah berdebat dengan begitu panjang lebar akhirnya mereka berdua berangkat menggunakan pesawat pribadi menuju Singapura untuk menjalani bisnis yang ada disana.

Nick menatap jengah saat melihat berbagai macam makanan dan hadiah yang di siapkan untuk Venter, tentunya dari wanita yang berharap bisa berkencan dengan Venter.

"Kalian berharap apa? bahkan aku tidak yakin dia normal atau tidak," ucap Nick dalam hati.

"Buang! Jika perlu bakar semua yang di berikan padaku!" ucap Venter ketus.

"Tidakkah sangat di sayangkan kalau kau membuang itu semua?" ucap Nick.

Venter mendengus. "Buang! Aku alergi wanita gatal," ucapnya.

......∆∆∆......

Al Deventer Stevenson, kerap disapa Venter. Pria matang yang sangat menggoda jiwa para wanita. Pewaris tunggal Venson grub yang paling di nantikan oleh orang orang dengan siapa dan kapan dia akan menikah. Tidak ada yang tau, sebab siapapun wanita yang berani mendekatinya akan ia hancurkan seperti wanita yang pernah menjebaknya tiga tahun yang lalu, Lina.

Jika bukan karena Lina, ia tidak akan memerawani wanita asing yang sampai sekarang ia rindukan keberadaannya. Dan sampai ia bertemu kembali wanita yang hanya ia ingat nama Vee saja, Venter akan mengikatnya bahkan tidak memperlihatkan pada dunia. Karena wanita itu adalah miliknya sejak malam itu.

"Istirahat lah, kita masih ada waktu untuk beristirahat sejenak," ucap Nick.

"Tidak ada waktu yang harus terbuang disini dengan sepele," balas Venter ketus.

Nick mendengus. "Oh ayolah. Aku ingin istirahat. biarkan aku merasakan masa masa remaja dulu," ucapnya.

Venter berdecih kesal. "Tidak ada urusannya denganku," ucapnya acuh.

Nick menatap kesal, sudahlah. Uratnya akan tegang jika ia dan Venter berdebat. Temannya yang ini hanya akan membuatnya mendidih di tempat.

"Terserah. Kau mau pergi kemana, atau pun kapan. Intinya hari ini dan besok istirahat. Aku bisa mati muda sebelum menikah gara gara kau!" ucap Nick dengan kesal.

Venter mengacuhkan ucapan Nick dan berlalu keluar dari tempat yang akan di jadikan nya tempat istirahat sementara. Ia menatap sekelilingnya. "Tidak buruk," batinnya berkata.

Tanpa sadar Venter berjalan menyusuri jalan luas yang ada di hadapannya. Banyak orang berlalu lalang disini. Mulai dari anak anak, remaja bahkan orang dewasa hingga lansia. Tak jarang wanita di sekitar nya mengedipkan mata ke arah nya membuatnya muak.

Brukk'

Venter menoleh kearah bunyi yang jatuh. Dua orang anak kecil mungkin berumur dua atau tiga tahun terjatuh tidak jauh dari hadapannya.

Venter yang melihat itu tidak mungkin ia akan diam saja. Ia pun membantu mereka agar bangun dari jatuhnya.

"Terima kasih," ucap mereka berdua dan menatap Venter.

Venter tertegun sejenak. Tunggu sebentar, sepertinya matanya memiliki masalah dalam penglihatan. kenapa ia merasa kedua anak kecil itu mirip dengannya? bisa di bilang sangat mirip. Seperti pinang di belah dua. Ia merasa seperti melihat dirinya waktu kecil.

"Dah paman!" teriak mereka dan belari menjauh dari Venter yang masih tertegun dan terdiam di tempatnya berdiri.

Nick menepuk pundak Venter. "Ada apa?" tanyanya heran saat melihat Venter diam.

"Apa benihku bisa berada jauh disini?" tanya Venter.

Nick melongo. "Apa kau gila? Apa kepalamu habis terbentur?" ucapnya.

Venter menatap Nick datar. "Berapa persen kemungkinan wanita yang bermalam dengan ku berada di tempat yang jauh? bahkan tidak pernah terpikir oleh ku?" ucapnya.

Nick menatap bingung. "Tidak yakin. 50:50 bisa terjadi jika wanita itu bukan warga asli disana melainkan negara jauh dari sana," ucapnya.

Venter menarik kerah baju yang di kenakan oleh Nick. "Periksa cctv di sekitar sini. Cari informasi dua anak kecil yang ada di depanku tadi!" ucapnya.

Nick menatap heran. "Apa kau berpikir. Anak kecil yang ada di depanmu itu anak mu?"

"Iya atau tidak pastikan informasi nya. Jangan banyak bertanya. Jika mereka benar anakku, wanita itu pasti disini juga!"

...∆∆∆...

...TBC...

Terpopuler

Comments

Fahmi Fahmi

Fahmi Fahmi

👍👍👍👍

2024-05-06

1

sherly

sherly

wow

2024-05-02

0

yuning

yuning

gercep , hebat

2024-04-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!