Boomerang

"Albert, Kasandra telah di tolak oleh Pangeran Alex karena telah berperilaku buruk di depan Pangeran Alex dan di depan umum." Ucap Ibu Valena mengadu ke suaminya yang baru pulang bertugas menyerang kerajaan lain.

"Aku sudah berbaik hati ingin membawanya pulang tapi Kasandra malah menjelekkan Aku di depan umum membuatku sangat malu dan tidak ada muka." Sambung Ibu Valena.

'Dasar pembohong.' Ucap Putri Kasandra dalam hati.

"Jika saja putri bungsu kita tidak membujuk Kakaknya tepat waktu maka Kasandra akan memukulku lagi, lihat wajahku ini." Ucap Ibu Valena sambil memperlihatkan wajahnya yang lebam - lebam.

"Ibu, hentikan. Kakak pasti tidak sengaja melakukannya." Ucap Putri Ririn.

'Dasar srigala berbulu domba, mereka memfitnahku.' Ucap Putri Kasandra sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.

Putri Kasandra mengintip dari balik pintu yang terbuka sedikit untuk melihat siapa saja yang ada di ruangan tersebut.

'Ini Ayah dari pemilik tubuh yang membuat pemilik tubuh menderita dan meninggal dunia karena lebih mempercayai dua srigala berbulu domba itu.' Ucap Putri Kasandra dalam hati.

"Aku baru pulang bertugas menyerang kerajaan lain bukannya disiapkan makanan malah mendengarkan sesuatu yang tidak penting." Ucap Albert dengan nada kesal.

"Sesuatu yang tidak penting? Putrimu sudah memalukan Aku di depan orang banyak. Apakah karena Dia putrimu makanya kamu melindungi dirinya?" Tanya Ibu Valena dengan nada kesal.

"Kamu ..." Ucapan Ayah Albert terpotong oleh Putri Ririn.

"Ayah, jangan marah sama. Ibu melakukannya untuk kebaikan Kakak agar Kakak tidak mempermalukan Ayah di depan banyak orang." Ucap Putri Ririn sambil memberikan teh hangat ke Ayah Albert.

"Kakak selalu membuat masalah dan membuat kami kerepotan jadi Ibu tidak mempunyai pilihan lain selain mengganggu Ayah." Sambung Putri Ririn dengan nada masih lembut.

"Itu benar, Albert." Ucap Ibu Valena dengan nada kesal.

"Aku pikir yang terbaik adalah mencambuk Kasandra beberapa kali sebagai hukuman dan membiarkan Dia merenungkan kesalahannya di kamarnya untuk beberapa waktu agar tidak mempermalukan kita lagi." Sambung Ibu Valena.

Putri Kasandra yang mendengarkan ucapan Ibu Valena sangat marah kemudian mengganti pakaiannya yang kebetulan dibawanya.

'Untung Aku membawa pakaian ganti jadi Aku akan ganti pakaian setelah itu Aku akan memberikan pelajaran ke mereka.' Ucap Putri Kasandra dalam hati.

Selesai mengganti pakaian wanita dan menyembunyikan pakaian pria di atas pohon. Putri Kasandra membuka pintu tersebut dengan paksa membuat mereka menatap ke arah pintu.

"Ayah mereka berbohong." Ucap Putri Kasandra sambil berjalan ke arah Ayah Albert.

'Kenapa sikap Kakak berubah? Biasanya Kakak tidak pernah seberani dan semarah ini jika kami berbohong di depan Ayah.' Ucap Putri Ririn dalam hati.

"Albert, lihat Dia semakin berani dengan kita dan tidak menghargai kita sebagai orang tua." Ucap Ibu Valena.

"Itu bukan urusanmu." Ucap Putri Kasandra sambil menatap tajam ke arah Ibu tirinya.

"Kamu ..." Ucapan Ibu Valena terputus ketika Putri Kasandra melewati dirinya.

"Eh ..." Ucap Ibu Valena dengan wajah terkejut sekaligus menahan rasa kesal.

"Ayah, lihat bekas luka keningku." Ucap Putri Kasandra sambil berjalan ke arah Ayah Albert dan memperlihatkan keningnya yang masih terluka.

"Apa yang terjadi?" Tanya Ayah Albert sambil memegang kepala Putri Kasandra dengan lembut.

"Pangeran Alex menyuruhku membenturkan keningku jika ingin menikah dengan Pangeran Alex." jawab Putri Kasandra.

"Apa?" Tanya Ayah Albert dengan wajah terkejut sekaligus menahan amarah yang teramat sangat.

"Ayah ternyata Pangeran Alex tidak mencintaiku karena itu Aku tidak ingin menikah dengannya." Ucap Putri Kasandra.

"Ayah sangat setuju. Selain itu Ayah akan meminta kaisar untuk menghukum Pangeran Alex." Ucap Ayah Albert.

"Tidak perlu Ayah. Aku malas berhubungan lagi dengan Pangeran Alex." Ucap Putri Kasandra.

"Tapi ..." Ucapan Ayah Albert terpotong oleh Putri Kasandra.

"Ayah, Aku mohon lupakan saja." Mohon Putri Kasandra.

Ayah Albert menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.

"Ayah." Panggil Putri Kasandra.

"Ya." Jawab Ayah Albert dengan singkat.

"Ketika Aku di bawa ke rumah oleh pelayanku, Ibu sama sekali tidak memperdulikan Aku bahkan melarang pelayanku untuk membawaku masuk ke dalam rumahku sendiri padahal saat itu Aku tidak sadarkan diri." ucap Putri Kasandra dengan mata berkaca - kaca.

"Apa?" Tanya Ayah Albert sambil menatap tajam ke arah Ibu Valena.

"Tadi kamu mengatakan akan mencambuk Kasandra beberapa kali sebagai hukuman dan membiarkan Kasandra merenungkan kesalahannya di kamarnya untuk beberapa waktu agar tidak mempermalukan kita lagi." Ucap Ayah Albert mengulangi perkataan Ibu Valena.

"Betul sekali." Jawab Ibu Valena tanpa mengetahui kalau itu boomerang buat dirinya sendiri.

"Pelayan, lakukan apa yang dikatakan istriku!" Perintah Ayah Albert.

"Ayah." Panggil Putri Kasandra dengan wajah terkejut sekaligus kecewa karena mengira Ayahnya tidak percaya dengan dirinya.

"Tangkap kemudian cambuk setelah itu hukum di kamarnya untuk merenungkan kesalahannya." Ucap Ibu Valena bersamaan namun ucapannya berbeda.

Dua orang pelayan datang sambil berjalan ke arah Putri Kasandra namun Ayah Albert menunjuk ke arah Ibu Valena.

"Lakukan pada wanita ini!" Perintah Ayah Albert.

"Sayang, kenapa Aku yang di hukum?' Tanya Ibu Valena sambil berusaha memberontak ketika dua orang pelayan memegang tangannya.

"Karena kamu pantas mendapatkannya." Jawab Ayah Albert sambil menarik tangan Putri Kasandra.

Ibu Valena berteriak namun Ayah Albert tidak memperdulikannya sedangkan Putri Kasandra yang tangannya di tarik berjalan mengikuti langkah Ayah Albert.

Putri Kasandra tengok ke arah belakang sambil tersenyum menyeringai membuat Ibu Valena dan Putri Ririn sangat kesal.

Mereka berdua berteriak memanggil Ayah Albert namun Ayah Albert sengaja menulikan telinganya. Bahkan Putri Ririn yang ingin mengejar Ayah Albert ke dua tangannya di tahan oleh dua pelayan lainnya milik Ayah Albert.

'Tunggu saja pembalasanku.' Ucap mereka berdua dalam hati.

xxxxxxxxxx

Malam menjelang pagi, putri Kasandra duduk di tepi kolam sambil menikmati udara pagi dan melihat ikan yang sedang berenang ke sana kemari.

Tidak berapa lama datang Putri Ririn dan melihat Putri Kasandra sedang menatap ke arah kolam membuatnya sangat membenci Putri Kasandra.

'Bagaimana Dia bisa di cintai oleh Ayah?' Tanya Putri Ririn dalam hati sambil masih menatap Putri Kasandra yang duduk di tepi danau.

'Dia menyebabkan Ibu dan Aku di hukum selama tiga hari. Aku sangat kesal karena itu Aku akan memberimu pelajaran yang tidak pernah kamu lupakan.' Sambung Putri Ririn dalam hati.

Putri Ririn tiba - tiba mempunyai ide jahat membuatnya tersenyum devil. Putri Ririn berjalan dengan perlahan ke arah Putri Kasandra yang masih setia duduk di pinggir kolam.

Ketika jaraknya sudah dekat Putri Ririn berlari ke arah Putri Kasandra untuk mendorong tubuhnya agar tercebur ke kolam ikan yang lumayan dalam.

"Terimalah hukumanmu." Ucap Putri Ririn sambil mengarahkan ke dua tangannya ke arah tubuh Putri Kasandra.

Terpopuler

Comments

Jol Palembang

Jol Palembang

menganggap remeh kasandra....oh tidak bisa...😁💪

2024-06-03

0

Yakasa

Yakasa

Terima kasih banyak atas komentarnya

2024-05-31

0

Utayiresna🌷

Utayiresna🌷

baru aja senang aku malah di prank😤😤

2024-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula
2 Pura - Pura Baik
3 Awal Mula Bertemu
4 Pangeran William
5 Keracunan
6 Pertemukan Aku Dengan Dokter Ini
7 Bertemu Kembali
8 Sepertinya Lucu
9 Menyebut
10 Boomerang
11 Bertemu Kembali
12 Rahasiamu
13 Pelayan Gesha
14 Musik Ansambel
15 Aku ....
16 Wajah Cantikku
17 Putri Kehormatan
18 Selamat Tuan Albert
19 Merindukan
20 Pangeran William dan Putri Kasandra
21 Kucing Kecilku
22 Kiriman
23 Ibu! Jangan!
24 Apa tebakanku benar?
25 Hantu
26 Mengapa
27 Itu
28 Putri Cinta Kasih
29 Di Serang
30 Pelayan Gesha Meninggal Dunia
31 Tapi
32 Wajahmu Kenapa?
33 Tidak Menular
34 Putri Bela Dari Kerajaan Lemola
35 Berhenti!
36 Apakah Ayah Serius
37 Mengontrol Emosi
38 Tuan Muda Ronald
39 Mengganti Pemiliknya
40 Siapa Yang Menjebakmu?
41 Wanita Biasa
42 Racun
43 Menikah Dengan Tuan Muda Ronald
44 Tapi Aku Tidak
45 Tapi
46 Cemburu
47 Terlihat Marah
48 Melanggar Janji
49 Apa Saranmu?
50 Panah
51 Dua Gadis
52 Pengawal Arnold dan Pengawal Veni
53 Ulurkan Tanganmu
54 Permintaan Pribadi
55 Pernikahan Pangeran William dengan Putri Bela
56 Keduanya Adalah Milikku
57 Velanie
58 Pangeran Antonie dan Velanie
59 Tidak Sadarkan Diri
60 Kenapa Diam?
61 Seekor Ular
62 Darimana Batang Pohon dan Ranting?
63 Bagaimanapun Caranya?
64 Layang - Layang
65 Mengusir Pengawal Veni
66 Pangeran William dan Putri Kasandra
67 Sangat Yakin
68 Pergi Saja
69 Aduh
70 Lima Hari Kemudian
71 Ayah dan Ibu. Tolong, Aku!
72 Senjata Canggih
73 Racun
74 Perasaan
75 Dari Kerajaan Mana
76 Kerajaan Gulali
77 Senjata Canggih
78 Gitar
79 Apakah kamu ada ide?
80 Korek Api
81 Hubungan Saudara
82 Racun
83 Pangeran Antonie dan Velanie
84 Aku Sangat Lelah
85 Tamat
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Awal Mula
2
Pura - Pura Baik
3
Awal Mula Bertemu
4
Pangeran William
5
Keracunan
6
Pertemukan Aku Dengan Dokter Ini
7
Bertemu Kembali
8
Sepertinya Lucu
9
Menyebut
10
Boomerang
11
Bertemu Kembali
12
Rahasiamu
13
Pelayan Gesha
14
Musik Ansambel
15
Aku ....
16
Wajah Cantikku
17
Putri Kehormatan
18
Selamat Tuan Albert
19
Merindukan
20
Pangeran William dan Putri Kasandra
21
Kucing Kecilku
22
Kiriman
23
Ibu! Jangan!
24
Apa tebakanku benar?
25
Hantu
26
Mengapa
27
Itu
28
Putri Cinta Kasih
29
Di Serang
30
Pelayan Gesha Meninggal Dunia
31
Tapi
32
Wajahmu Kenapa?
33
Tidak Menular
34
Putri Bela Dari Kerajaan Lemola
35
Berhenti!
36
Apakah Ayah Serius
37
Mengontrol Emosi
38
Tuan Muda Ronald
39
Mengganti Pemiliknya
40
Siapa Yang Menjebakmu?
41
Wanita Biasa
42
Racun
43
Menikah Dengan Tuan Muda Ronald
44
Tapi Aku Tidak
45
Tapi
46
Cemburu
47
Terlihat Marah
48
Melanggar Janji
49
Apa Saranmu?
50
Panah
51
Dua Gadis
52
Pengawal Arnold dan Pengawal Veni
53
Ulurkan Tanganmu
54
Permintaan Pribadi
55
Pernikahan Pangeran William dengan Putri Bela
56
Keduanya Adalah Milikku
57
Velanie
58
Pangeran Antonie dan Velanie
59
Tidak Sadarkan Diri
60
Kenapa Diam?
61
Seekor Ular
62
Darimana Batang Pohon dan Ranting?
63
Bagaimanapun Caranya?
64
Layang - Layang
65
Mengusir Pengawal Veni
66
Pangeran William dan Putri Kasandra
67
Sangat Yakin
68
Pergi Saja
69
Aduh
70
Lima Hari Kemudian
71
Ayah dan Ibu. Tolong, Aku!
72
Senjata Canggih
73
Racun
74
Perasaan
75
Dari Kerajaan Mana
76
Kerajaan Gulali
77
Senjata Canggih
78
Gitar
79
Apakah kamu ada ide?
80
Korek Api
81
Hubungan Saudara
82
Racun
83
Pangeran Antonie dan Velanie
84
Aku Sangat Lelah
85
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!