Malam menjelang pagi Putri Kasandra berada di taman menikmati udara pagi. Setelah hampir satu jam Putri Kasandra membaca buku.
"Aku malas keluar dengan menggunakan wajah jelekku jadi mau tidak mau nanti malam Aku akan keluar lagi dan menyamar menjadi pria untuk menemui wanita itu karena racun di dalam tubuh putrinya belum sepenuhnya menghilang." Ucap Putri Kasandra.
Sambil menunggu malam, Putri Kasandra melakukan aktifitas yang membuatnya tidak bosan dari membaca, melukis dan menyulam serta berlatih bela diri.
Hingga tidak terasa malam yang di tunggu datang, Putri Kasandra kembali keluar dengan menggunakan pakaian pria.
Putri Kasandra menemui wanita cantik yang bernama Nyonya Aster untuk menyembuhkan putrinya yang terkena racun.
Setelah bertemu Putri Kasandra mulai melakukan pengobatan dengan menggunakan jarum perak. Hingga satu jam lebih Putri Kasandra sudah selesai mengobati.
"Racunnya sudah tidak ada dan lakukan apa yang kemarin Aku katakan. Berikan makanan dan minuman yang di lihat langsung oleh Nyonya agar menghindari orang yang memberinya racun." Ucap Putri Kasandra sambil membereskan peralatannya.
"Baik. Akan Aku ingat pesan, Tuan." Jawab Nyonya Aster dengan patuh sambil menjentikkan jarinya.
Tidak berapa datang seorang pelayan sambil membawa peti ukuran kecil kemudian diberikan ke Nyonya Aster.
"Oh ya, Aku mempunyai klien besar untuk Tuan Muda." Ucap Nyonya Aster sambil membawa peti ukuran kecil tersebut dan berjalan ke arah Putri Kasandra.
Putri Kasandra sangat terkejut dan menatap ke arah peti ukuran kecil tersebut.
"Apa yang ada di dalam kotak ini?" Tanya Putri Kasandra sambil menatap peti itu yang di pegang oleh Nyonya Aster.
"Mengapa Tuan Muda tidak membukanya dan melihat isi di dalam peti itu." Jawab Nyonya Aster.
Putri Kasandra membuka peti tersebut yang masih di pegang oleh Nyonya Aster dan matanya langsung silau melihat tumpukan emas yang ada di dalam peti tersebut.
"Wow ... Wow ... Wow! Mereka membunuh mataku!" Ucap Putri Kasandra berteriak kesenangan karena melihat tumpukan emas yang sangat banyak.
Siapapun wanita jika melihat tumpukan emas tentu saja berteriak kesenangan termasuk Author, hehehehehe ....
Lanjut
"Apakah semua emas ini untukku?" Tanya Putri Kasandra dengan wajah tidak percaya.
"Hahaha ... Pasti." Jawab Nyonya Aster tertawa.
Hal itu karena dirinya sudah terbiasa melihat tumpukan emas yang sangat banyak karena Nyonya Aster sangat kaya raya.
"Tunggu! Begitu banyak uang apa yang harus Aku lakukan?" Tanya Putri Kasandra sambil memeluk peti tersebut.
"Ini hanya deposit dari seseorang di mana orang itu ingin kamu menyelamatkan nyawanya yang terkena racun. Jika Tuan Muda bisa menyelamatkan nyawanya maka Tuan Muda akan mendapatkan lebih banyak emas." Jawab Nyonya Aster.
"Tuan Muda, bisa menyembuhkan semua racunkan?" Tanya Nyonya Aster memastikan.
"Tentu saja Aku bisa menyembuhkan semua racun." Jawab Putri Kasandra.
"Oh ya keluarga kaya itu sangat murah hati mau memberikan tambahan emas. Di mana keluarga kaya itu tinggal?" Tanya Putri Kasandra penasaran.
"Orang itu tinggal di timur kota dan carilah mansion yang sangat megah di kota itu karena mansion itu satu - satunya yang paling megah." Jawab Nyonya Aster.
"Baik. Kalau begitu nanti Aku akan ke sana karena Aku ingin membawa peti ini pulang ke rumahku." Ucap Putri Kasandra.
"Baik." jawab Nyonya Aster.
Putri Kasandra kemudian berpamitan dengan Nyonya Aster lalu pergi meninggalkan mansion yang lumayan megah.
'Aku sekarang memiliki banyak uang dan dengan uang ini Aku bisa membeli pakaian yang sangat cantik dan mahal serta membeli kosmetik yang sangat mahal.' Ucap Putri Kasandra dalam hati.
Putri Kasandra pulang ke rumahnya untuk menyembunyikan peti tersebut di ruangan tersembunyi lalu pergi lagi menuju ke timur kota.
Sampai di timur kota, Putri Kasandra mencari mansion yang sangat megah di kota itu karena mansion itu satu - satunya yang paling megah seperti yang dikatakan Nyonya Aster.
Setelah hampir lima menit mencari Putri Kasandra akhirnya menemukannya membuat dirinya tersenyum. Bersamaan kedatangan seseorang yang membuat dirinya terkejut.
"Kamu dokter yang di utus oleh Nyonya Aster?" Tanya penjaga mansion.
Putri Kasandra membalikkan badannya dan melihat seorang pria memakai pakaian serba hitam menatap dirinya.
"Iya." Jawab Putri Kasandra sambil memberikan hormat.
"Ckkkkk ... Kamu tampak sangat serius dan sepertinya bukan type seorang dokter yang menyembuhkan pasien." Ucap penjaga mansion dengan nada menghina.
"Aish ..." Ucap Putri Kasandra dengan nada kesal.
"Lupakan apa yang Aku katakan barusan karena Bosku telah menunggu Anda sangat lama." Ucap penjaga mansion sambil membalikkan badannya.
Penjaga mansion membuka pintu dengan lebar kemudian mempersilahkan Putri Kasandra masuk ke dalam mansion.
'Kenapa perasaanku tidak enak ya?' tanya Putri Kasandra dalam hati.
Putri Kasandra dengan ragu masuk ke dalam mansion dan diikuti penjaga mansion namun sebelumnya menutup pintu gerbang dengan rapat.
Mereka berjalan berdampingan hingga mereka sampai di depan pintu utama.
"Bosku ada di dalam kamar jadi silahkan Tuan Muda silahkan masuk ke dalam." Ucap penjaga mansion.
Putri Kasandra masuk ke dalam kamar tersebut namun baru enam langkah tiba - tiba pintu utama di tutup dengan rapat membuat Putri Kasandra memalingkan wajahnya ke belakang dengan wajah terkejut.
'Ruangan ini sangat menyeramkan karena ruangan di sini sangat gelap. Ucap Putri Kasandra dalam hati sambil melangkahkan kakinya dengan perlahan.
'Kenapa pemilik mansion ini tidak menyalakan lilin?' Tanya Putri Kasandra dalam hati sambil masih berjalan.
"Kamu tampak gugup?" Tanya seorang pria.
Putri Kasandra yang mendengar suara tersebut sangat terkejut membuat dirinya membalikkan badannya dan bersiap untuk berlari.
"Kenapa? Apakah wajahku sangat mengerikan?" Tanya pria tampan tersebut sambil menyalakan lilin yang ada di dekatnya.
Putri Kasandra sangat terkejut karena melihat pria tampan tersebut karena dirinya tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan pria tersebut.
"Euhmmmmm ... Kenapa kamu ada di sini? Apakah ini takdir?" Tanya Putri Kasandra sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Ya." Jawab pria tampan tersebut yang tidak lain adalah Pangeran William.
Sambil berbicara Pangeran William berjalan ke arah Putri Kasandra kemudian mendekatkan wajahnya ke arah wajah Putri Kasandra.
"Pertemuan pertama kita adalah benar - benar nasib buruk buatku karena kamu sudah berani menyentuh tubuhku karena itu Aku akan menghukum dirimu." Ucap Pangeran William yang tidak suka tubuhnya di sentuh oleh wanita manapun.
Putri Kasandra yang mendengar ucapan Pangeran William langsung memundurkan tubuhnya.
"Kita ... Kita bisa bicara baik - baik tapi Aku minta jangan terlalu dekat ketika berbicara denganku." Ucap Putri Kasandra tanpa berani menatap Pangeran William dengan nada gugup.
"Di samping itu ... Bagaimana bisa menjadi nasib buruk? Bukankah kita saling menguntungkan? Aku menghilangkan sebagian racun di dalam tubuhmu dan Aku mengambil uangmu sebagai biaya kompesasi pengobatan." Sambung Putri Kasandra.
"Jujur uang milikmu waktu itu masih kurang padahal Aku sudah menyelamatkan nyawamu.' Sambung Putri Kasandra lagi.
"Oh ... Bisakah kamu memberitahuku? Berapa biaya yang harus Aku keluarkan untukmu karena kamu sudah menyelamatkan nyawaku?" Tanya Pangeran William sambil menahan amarahnnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Utayiresna🌷
aaaaaaa... pengen teriak pokoknya... jantungku 😭😭
2024-05-31
0
Shinta Dewiana
enggak da cincin penyimpanan ya thor
2024-03-21
1
syarofi nissa
kok artefak kuno nya enggak ikut juga
2024-03-19
0