Kini Putri Kasandra berbaring di ranjang dengan ditemani pelayan setianya.
"Putri Kasandra, apakah ada yang sakit?" Tanya pelayan setianya dengan wajah kuatir.
"Sama sekali tidak ada yang sakit." Jawab Putri Kasandra sambil tersenyum.
Pelayan setianya mengambil kain putih kemudian memasukkan ke dalam baskom yang berisi air hangat.
Setelah selesai kain putih tersebut diarahkan ke kening Putri Kasandra yang masih benjol akibat keningnya dibenturkan ke tembok.
Pelayan setianya dengan telaten membersihkan tubuh Putri Kasandra hingga bersih. Setelah selesai pelayan setianya turun dari ranjang kemudian mengambil baskom yang sudah kotor.
"Putri, istirahatlah. Aku akan mengambil air minum hangat untuk Putri Kasandra." Ucap pelayan setianya.
Selesai mengatakan hal itu pelayan setianya pergi meninggalkan dirinya sedangkan Putri Kasandra memperhatikan apa yang dilakukan pelayan setianya.
"Hanya Gesha satu - satunya di rumah ini yang benar - benar peduli padaku." Ucap Putri Kasandra setelah melihat Gesha sudah pergi dari kamarnya.
"Melihat tatapan sedihnya membuat Aku merasa tidak enak." Sambung Putri Kasandra sambil duduk di sisi ranjang.
"Aku mengira Dia mengalami kesulitan dalam keluarga pemilik tubuh karena tangannya penuh dengan bekas luka." Ucap Putri Kasandra sambil berpikir.
"Eh ... Kulit wajahku kenapa?" Tanya Putri Kasandra yang merasa kulitnya agak tebal dan terasa aneh.
Tiba - tiba Putri Kasandra mendapatkan penglihatan dari pemilik tubuh membuat Putri Kasandra terdiam beberapa saat.
"Kasandra, pakai krim ini ya. Krim ini namanya krim kecantikan di mana kamu nantinya akan semakin bertambah cantik." Ucap Ibu Valena sambil membawa krim kecantikan.
"Terima kasih Ibu, Ibu baik sekali sama Kasandra." Ucap Putri Kasandra sambil tersenyum.
Ibu Valena hanya tersenyum kemudian memakaikan krim kecantikan tersebut ke wajah Putri Kasandra.
"Lihat kamu sangat cantikkan." Ucap Ibu Valena setelah selesai memakaikan krim wajah ke wajah Putri Kasandra.
"Iya Ibu, Kasandra sangat cantik." Ucap Putri Kasandra.
"Kalau begitu mulai sekarang dan seterusnya pakailah krim kecantikan ini agar kamu bertambah cantik." Ucap Ibu Valena.
"Baik Ibu." Jawab Putri Kasandra.
"Aku harus melihatnya dengan menggunakan kaca." Ucap Putri Kasandra.
Putri Kasandra turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah kursi rias bersamaan kedatangan pelayan setianya yang bernama Gesha.
"Putri mau kemana?" Tanya Gesha.
"Aku mau ke meja rias." Jawab Putri Kasandra sambil melanjutkan langkahnya.
Putri Kasandra duduk di kursi rias kemudian menggaruk wajahnya sedangkan Gesha menyisir rambut Putri Kasandra.
"Putri Kasandra, jangan menyiksa wajah Putri Kasandra. Di mata Gesha, Putri Kasandra adalah wanita tercantik di dunia ini selamanya." Ucap Gesha yang masih menyisir rambut Putri Kasandra.
'Putri Ririn di beri julukan gadis tercantik di ibukota sejak kecil. Apa Putri Kasandra sangat sedih melihat wajahnya yang buruk rupa?' Tanya Gesha dalam hati.
Putri Kasandra dengan perlahan menarik kulit yang menyerupai wajahnya hal itu tentu saja membuat Gesha sangat terkejut dan ketakutan.
"Putri! Wajah Putri kenapa?" Tanya Gesha dengan wajah yang masih terkejut.
"Fiuhhhhh .... Sekarang jauh lebih lega." Ucap Putri Kasandra.
"Ya Tuhan, apa Putri Kasandra di tukar?" Tanya Gesha yang tidak percaya kalau Putri Kasandra sangat cantik melebihi Putri Ririn.
"Pantas saja Ibu Tiriku sengaja menutupi wajah asliku dengan krim kecantikan. Krim ini akan membentuk topeng yang sangat mirip dengan warna kulitku." ucap Putri Kasandra.
"Dengan menggunakan krim kecantikan buatan Ibu tiriku membuatku menjadi sangat jelek dan kusam dan di hina banyak orang." Sambung Putri Kasandra.
"Ibu Valena, kenapa melakukan ini?" Tanya Gesha dengan wajah bingung.
"Karena Ibu Valena takut posisi anaknya sebagai wanita tercantik akan Aku rebut." Jawab Putri Kasandra sambil memandangi wajahnya di cermin.
"Apa? Ternyata Ibu Ririn sudah mencelakaimu selama bertahun - tahun lamanya." Ucap Gesha sambil mengambil tempat krim kecantikan dengan wajah terkejut.
"Putri Kasandra, Aku akan mencari tempat untuk membuang krim perusak wajah ini." Ucap Gesha sambil menggenggam wadah tersebut.
"Gesha, masalah krim ini tolong rahasiakan dulu karena Aku akan tetap memakainya." Ucap Putri Kasandra sambil menggenggam tangan Gesha untuk mengambil wadah tersebut.
"Tapi, Nona ..." Ucapan Gesha terpotong oleh Putri Kasandra.
"Ini adalah bukti yang akan Aku gunakan untuk mengekspos Ibu Tiriku di depan umum jadi Aku harus tetap memakainya dan menjaganya dengan baik." Ucap Putri Kasandra.
"Apapun yang Putri Kasandra lakukan, Saya selalu mendukung." Ucap Gesha.
"Terima kasih, sekarang Aku ingin istirahat dulu." Ucap Putri Kasandra sambil berjalan ke arah ranjang.
"Baik Putri dan selamat istirahat." Ucap Gesha sambil berjalan mengikuti Putri Kasandra.
Putri Kasandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian Putri Kasandra berbaring di ranjang sedangkan Gesha menyelimuti tubuh Putri Kasandra dengan menggunakan selimut.
Gesha keluar dari kamar Putri Kasandra untuk istirahat sedangkan Putri Kasandra memejamkan matanya. Namun tiba - tiba dirinya mendapatkan penglihatan di mana Putri Kasandra melihat seorang Pangeran tampan.
"Dia adalah Pangeran Alex tunangan pemilik tubuh yang menyuruh pemilik tubuh membenturkan kepalanya di tembok. Hal itulah yang membuat pemilik tubuh meninggal dunia dan Aku masuk ke dalam tubuhnya." Ucap Putri Kasandra.
"Pangeran Alex, Ibu Valena dan Ririn tunggulah balasanku karena Aku akan membalas apa yang telah kalian lakukan pada pemilik tubuh." Sambung Putri Kasandra.
Putri Kasandra kembali mendapatkan penglihatan dari pemilik tubuh bahwa Ibu Ririn yang mengelola keuangan di rumah ini karena itulah Putri Kasandra tidak pernah mendapatkan uang sepeserpun.
"Aku harus memikirkan cara untuk menghasilkan uang yang sangat banyak karena uang pemberian Ayahku di kelola oleh wanita jahat itu. Jika tidak, Aku tidak dapat menghidupi diri sendiri." Ucap Putri Kasandra sambil berpikir.
"Hoam ... Pikirkan besok saja karena Aku sangat mengantuk." Ucap Putri Kasandra sambil memejamkan matanya.
Tidak membutuhkan waktu lama Putri Kasandra tidur dengan pulasnya. Namun jam sebelas malam Putri Kasandra terbangun.
"Aku tidur hanya tiga jam dan ternyata kebiasaanku dimana kehidupanku sebelumnya setiap jam sebelas malam selalu terbangun untuk menjalankan misi." Ucap Putri Kasandra sambil duduk di sisi ranjang.
"Lebih baik Aku keluar saja sekalian melihat keramaian pasar malam namun sebelumnya Aku akan menyamar menjadi seorang pria." Ucap Putri Kasandra sambil turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah lemari.
Putri Kasandra membuka lemari pakaian dan melihat pakaian milik pemilik tubuh kebanyakan pakaian pria dan hanya sedikit pakaian wanita.
"Sepertinya Ibu Valena sengaja melakukan ini agar putrinya satu - satunya wanita paling cantik di negara ini. Aku harus mencari uang sebanyak mungkin untuk membeli pakaian dan kosmetik." Ucap Putri Kasandra sambil mengambil satu stell pakaian pria.
Putri Kasandra mengganti pakaian pria setelah selesai Putri Kasandra keluar dari kamarnya dengan cara melompat dari jendela kamarnya.
'Aku heran sudah jam sebelas malam tapi jalanan ini masih sangat ramai.' Ucap Putri Kasandra dalam hati.
'Tidak ada yang akan mengenaliku saat Aku berpakaian seperti ini.' Sambung Putri Kasandra dalam hati.
Putri Kasandra berjalan dengan santai hingga dirinya melihat bermacam model lampion yang sangat cantik membuat Putri Kasandra berjalan ke arah penjual lampion.
'Cantik sekali.' Ucap Putri Kasandra dalam hati sambil mengambil salah satu lampion.
'Tapi harganya sangat mahal dan Aku tidak bisa melakukan apapun tanpa uang.' Ucap Putri Kasandra ketika melihat harga lampion tersebut.
'Di kehidupanku sebelumnya Aku sangat kaya apapun yang Aku inginkan langsung Aku beli tanpa perlu memikirkan harganya tapi sekarang ...' Ucap Putri Kasandra dalam hati menggantungkan kalimatnya.
Rasanya Putri Kasandra ingin menangis dan berteriak karena hartanya yang sangat berlimpah tidak bisa di bawa di kehidupan sekarang.
"Tuan Muda, ingin membeli yang mana?" Tanya penjual lampion.
"Maaf, Aku hanya melihat - lihat dulu siapa tahu ada yang cocok." Jawab Putri Kasandra.
Putri Kasandra pura - pura melihat berbagai jenis lampion setelah hampir lima menit Putri Kasandra hanya tersenyum kemudian pergi meninggalkan penjual lampion.
Namun baru beberapa langkah lengannya di tabrak dari arah belakang membuat Putri Kasandra terkejut.
"Eh?" Ucap Putri Kasandra sambil memegang lengannya yang habis di tabrak sambil melihat seorang pria berjalan melewati dirinya.
'Bajuku kenapa basah?' Tanya Putri Kasandra dalam hati sambil melihat telapak tangannya yang tadi memegangi lengannya.
'Apa ini? Darah.' ucap Putri Kasandra dengan wajah terkejut.
Putri Kasandra melihat pemuda berpakaian seperti seorang bangsawan berjalan dengan perlahan ke arah lorong yang sepi sambil memegang tembok agar dirinya tidak terjatuh.
'Dia terluka, apa yang sebenarnya terjadi?' Tanya Putri Kasandra dalam hati sambil berjalan dengan perlahan mengikuti pemuda tersebut.
Pemuda tersebut bersembunyi di sudut tembok sambil menyandarkan tubuhnya dengan menahan rasa sakit.
Putri Kasandra masih berjalan dengan perlahan namun pemuda tampan rupawan tersebut yang mempunyai pendengaran sangat tajam mendengar suara langkah kaki seseorang.
Pemuda tampan tersebut bersiap untuk menyerang Putri Kasandra sedangkan Putri Kasandra yang hampir mendekati pemuda tampan tersebut tiba - tiba ....
Pemuda tampan tersebut langsung menarik pakaian yang dikenakan Putri Kasandra membuat Putri Kasandra sangat terkejut karena mendapatkan serangan mendadak.
"Ahhhhhhhh!" Teriak Putri Kasandra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Kasihan udah meninggal rupanya 😢
2024-08-20
0
Utayiresna🌷
gesha aku padamu 🥺
2024-05-31
0
sansan
kyak komik yg itu.. sama ibu tiri di suruh pake krim wajah biar jelek
2024-05-18
0