Mereka sangat terkejut pasalnya pakaian milik Pangeran William berantakan karena biasanya selalu rapi.
"Kita pergi dari sini." Ucap Pangeran William sambil merapikan pakaiannya.
'Awas kamu kucing kecilku akan Aku balas perbuatanmu.' sambung Pangeran William dalam hati sambil menahan amarahnya.
"Baik, Pangeran." Jawab mereka berdua dengan serempak.
"Oh ya Pangeran. Kami berdua sudah menemukan dan menangkap dua orang yang menyerang Pangeran William sebelum kita tiba di sini." Ucap salah satu anak buahnya.
"Kalian sudah menginterogasinya?" Tanya Pangeran William dengan nada dingin.
"Sudah, Pangeran. Mereka mengaku bahwa mereka di suruh Pangeran Alex untuk membunuh Pangeran William." jawab anak buahnya.
"Adikku ternyata tidak sabar ingin membunuhku agar bisa menjadi Raja dan menggantikan Ayahku." Ucap Pangeran William sambil menahan amarahnya.
Pangeran William kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut dan diikuti oleh kedua anak buahnya.
Di tempat yang berbeda di mana Putri Kasandra mengingkat rambutnya agar mirip pria. Putri Kasandra berjalan dengan santai sambil menikmati suasana pasar malam.
'Untung kedua mataku bisa melihat di kegelapan malam jadi pria tampan itu tidak mungkin bisa melihat wajahku dengan jelas.' Ucap Putri Kasandra dalam hati.
Putri Kasandra mengira kalau Pangeran William tidak bisa melihat wajahnya secara jelas begitu pula sebaliknya.
Padahal Putri Kasandra dan Pangeran William masing - masing bisa melihat wajahnya dengan jelas dan tidak akan pernah bisa untuk melupakan seumur hidup mereka.
'Apa lebih baik Aku jadi dokter dan menyembuhkan banyak orang agar Aku cepat memiliki banyak uang.' Ucap Putri Kasandra dalam hati sambil berpikir.
"Apakah di sini ada dokter?" Tanya salah seorang pria yang tiba - tiba datang sambil menatap ke arah Putri Kasandra.
"Memang ada apa, Paman?" Tanya Putri Kasandra.
"Nona majikanku sakit keras dan dokter keluarga majikan kami sedang pergi keluar kota. Majikanku akan membayar berapapun yang di minta." Jawab pria tersebut.
'Bukankah ini kesempatan baik untuk membuatku banyak uang?' tanya Putri Kasandra dalam hati.
"Kebetulan Aku seorang dokter, Aku akan mengobati Nonamu." Ucap Putri Kasandra.
"Tuan, tidak bohongkan?" Tanya pria tersebut dengan wajah terkejut seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Putri Kasandra.
"Terserah, Paman. Percaya sama Aku atau tidak." Ucap Putri Kasandra sambil berjalan.
"Tunggu. Aku percaya." Ucap pria tersebut.
Putri Kasandra membalikkan badannya dan berjalan ke arah pria tersebut.
"Silahkan, Tuan Muda ikut Aku." Ucap pria tersebut sambil membalikkan badannya.
"Oke." Jawab Putri Kasandra dengan singkat.
Putri Kasandra mengikuti langkah pria tersebut hingga pria tersebut berhenti di sebuah gerbang. Dua orang penjaga gerbang langsung membuka pintu gerbang kemudian mereka berdua masuk ke dalam.
Putri Kasandra melihat sekeliling ruangan di mana rumah tersebut sangat indah dan terlihat kalau pemilik rumah tersebut adalah orang kaya raya.
"Silahkan masuk, Nona." Ucap pria tersebut sambil membuka pintu dengan lebar.
Putri Kasandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian masuk ke dalam dan melihat gadis cantik berbaring di ranjang dengan ditemani kedua orang tuanya.
"Apakah pria ini seorang dokter?" Tanya wanita cantik tersebut memastikan.
Wanita cantik tersebut menatap pria yang tadi ditemui oleh Putri Kasandra sekaligus pelayan setianya.
"Benar, Nyonya." Jawab pelayan tersebut.
"Kalau begitu periksalah keadaan putriku." Ucap wanita cantik tersebut sambil berdiri begitu pula dengan suaminya.
"Baik, Nyonya." Jawab Putri Kasandra.
Putri Kasandra duduk di sisi ranjang kemudian mulai memeriksa keadaan gadis cantik tersebut dengan cara mengecek nadinya.
"Bagaimana keadaan putriku?" Tanya wanita cantik tersebut ketika melihat Putri Kasandra sudah selesai mengecek nadi putrinya.
"Anak Nyonya, terkena racun dan Aku akan mengeluarkan racunnya dari dalam tubuhnya." Jawab Putri Kasandra.
"Apa? Racun?" Tanya wanita cantik tersebut dengan wajah terkejut.
"Benar, Nyonya." Jawab Putri Kasandra.
Putri Kasandra mengeluarkan jarum peraknya kemudian mulai mengobati gadis cantik tersebut. Hingga lima belas menit kemudian Putri Kasandra sudah selesai mengobati.
"Racunnya sudah berhasil Aku keluarkan dan tolong besok belikan ramuan yang Aku tulis untuk di minum sehari tiga kali." ucap Putri Kasandra sambil menulis resep.
"Kenapa putriku bisa keracunan?" Tanya wanita cantik tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Baru jg diniatkan udah terkabul aja 😁
2024-08-20
0
Esis Susilawati
ceritanya bagus lanjut
2024-06-04
0
Jol Palembang
👍👍👍
2024-06-03
0