Latar Belakang Xiaoba

“Pemimpin sekte kau tidak perlu ikut campur dalam masalah ini”

“Apa maksudmu? Kau lihat anak-anak dan murid dari sekte kami juga ikut terluka”

“Apa? Bagaimana ini bisa terjadi”

“Kakek, mereka ikut memihak pada pangeran”

“Sudah kau diam, ini semua gara-gara dirimu”

“Jadi bagaimana kau akan menyelesaikan masalah ini, kau harus bertangung jawab akan apa yang terjadi pada pangeran dan yang lainnya”, ucap sang ratu sambil memancarkan aura permusuhan.

Kepala keluarga Fu yang tidak tau menahu akan masalah ini pun ikut terlibat lantaran sikap sang cucu dan anaknya sendiri. Sejak sang ratu menikah dengan raja satu-satunya orang yang bisa merelakan itu dari pihak keluarga Fu adalah patriarki keluaga Fu ini saja, meski ia sangat kecewa akan pilihan raja saat itu.

Namun ia juga tidak berani menyingung sang ratu yang latar belakangnya dari keluarga emas yang tinggal di pusat ibu kota kekaisaran. Keluarga mereka tidak sanggup menangung beban jika menyingung keluarga ini, karena itulah ia memilih berdamai dengan keadaan namun sayang tidak demikian dengan anaknya.

“Ratu aku akan berdiskusi dengan keluarga lain yang ikut terlibat, akan saya pastikan untuk memberi kompensasi yang layak”, ucapnya yang tahu apa yang diinginkan oleh sang ratu.

“Lalu bagaimana dengan murid-muridku”, ucap ayah Bufan yang tidak ingin kehilangan kesempatan dalam kesempitan itu. Tentu ia tau bahwa kompensasi yang sedang mereka katakan itu tidaklah kecil.

“Hem, ambil 500 pil pemulihan level tiga ini. Lagi pula mereka tidak terluka parah”, ucap kepala keluarga Fu dengan nada meremehkan.

“Apa??” ucap Xiaoba yang marah. Pil penyembuhan level 3 bagi Xiaoba tidak berarti apa-apa. Ditambah lagi dengan jumlahnya yang terbilang sedikit itu, tentu tidak bisa menutupi kesalahan keluarga Fu dan keluarga lainnya yang terlibat.

Mengingat dalam pertempuran sengit itu terdapat beberapa tuan muda dari keluarga lainnya. Sang ratu yang paham betul betapa liciknya Xiaoba pada targetnya segera menghentikan Xiaoba agar tidak menyebabkan masalah baru. Bagaimana pun juga keluarga Fu itu penting untuk pondasi kerajaan Xilan, oleh karenanya beberapa kali mereka di biarkan.

Beruntunnya kali ini mereka merebut kumis kucing yang langka itu dari pangeran sehingga mereka bisa mengambil keuntungan kali ini. Dan lagi pil pemulihan level tiga yang berjumlah lima ratus pil itu sangan berharga bagi sekte kecil seperti sekte bambu ini. Mereka sudah terbilang dapat keuntung dalam masalah kali ini.

“Xioba mari kita hentikan masalah ini sampai disini”, ucap sang ratu.

Mendengar perkataan sang ratu yang tahu akan nama Xiaoba itu bufan dan ayahnya salin melempar tatapan penuh makna, pikir mereka bagaimana sang ratu tahu akan nama Xiaoba yang bahkan belum memperkenalkan diri itu.

“Baiklah jika ratu sudah berkata demikian”, ucap Xioba dengan nada sedikit kesala.

Namun ia juga tidak bisa membantah ratu di tengah umum begini, karena jika ia melakukan keluhan lebih banyak maka ia terlihat tidak menghormati sang ratu yang tak lain adalah bibinya sendiri. Padahal sang ratu sendiri berpikir Xiaoba tidak akan mengalah kali ini, namun tanpaknya Xiaoba yang nakal itu telah sedikit dewasa pada pertemuannya setelah sekian lamanya.

Kemudian para penganggu itu pun pergi meninggalkan sang ratu dan Xiaoba, tentu mereka tidak bisa lepas begitu saja sebab sang ratu telah mengancam mereka apa bila tidak segera memberi kompensasi atas masalah kali ini.

“Bagaimana kau bisa sampai disini bocah?”, ucap sang ratu yang berbicara dengan nada santai dan bahasan informal itu.

Tentu hal itu membuat Bufan dan orang-orangnya semakin penasaran, bahkan sang pangeran dan putri juga ikut penasaran akan Xiapa sebenarnya Xiaoba ini.

“Maafkan hamba ratu, apakah ratu kenal akan dermawan kami ini?”, ucap Bufan yang penasaran akan hubungan kedua orang ini.

“Hah, dermawan?”

“Benar, dia adalah orang yang telah menyelamatkan Anna dari maut. Bahkan ia juga telah mengembalikan lautan spiritual Anna hingga ia bisa menempuh jalan bela diri kembali”

“Hoo, jadi berita itu benar?”

“Tentu yang ratu”

“Tapi aku tidak menyangka orang yang mengemparkan kerajaan Xilan ini ternyata kau bocah, haha.. Menarik”, ucap sang ratu.

Perkataan sang ratu ini sungguh membingungkan kedua anaknya, mereka sangat pensaran akan siapa Xiaoba ini. Namun mereka juga tidak berani bertanya lantaran takut menyingung dermawan sekte Bambu ini.

“Hem, bibi. Hentikan, kenapa kau malah mentertawakan aku”

“Aku tidak sedang menertawakanmu, tapi aku tidak menyangka kau akan tumbuh menjadi orang yang berbakat seperti ini. Mengingat betapa nakalnya kau dulu, ahaha..”

“Hentikan bibi, kau buat aku malu”

“I-ibu, siapa orang dermawan ini?”, tanya putra mahkota yang tak tahan lagi akan rasa penasarannya terhada Xiaoba yang telah ia anggap sebagai dermawan karena telah membelanya kali ini.

Mengingat sang pangeran yang dianggap sampah oleh masyarakat Xilan itu, sangat amat senang karena masih ada orang yang peduli padanya dan itu bukanlah sembarang orang. Melaikan dermawan atau tamu kehormatan sekte Bambu.

“Oh, aku lupa memperkenalkan kalian. Xiaoba perkenalkan ini adalah Yun Cheng pangeran satu-satunya kerajaan Xilan dan tentu dia adik sepupumu. Lalu ini Yun Mei’er, putri satu-stunya dan wanita suci kerajaan Xilan”, ucap sang ratu yang memperkenalkan anak-anaknya.

Mereka yang mendengar bahwa Xiaoba adalah sepeupu dari sang pangeran dan putri tentu paham akan siapa Xiaoba ini, ternyata ia adalah salah satu tuan muda dari keluarga Lin yang merupakan keluarga tersohor di ibu kota kekaisasran itu.

Tentu kenyataan ini disadari oleh Bufan bahwa identitas Xiaoba bukanlah sembarangan, terlebih saat sang ratu mengatakan bahwa Xiaoba adalah keponakan kaisar Ning saat ini.

“Dan kalian tau, bahwa kakak ku telah menikahi wanita suci satu-satunya kekaisaran Ning bukan?” ucap sang ratu yang dengan sengaja memamerkan identitas Xiaoba didepan semua orang.

“Xiaoba adalah putra kakak ku itu”, ucap sang ratu yang tak perlu panjang lebar. Kerena semua orang yang ada disana paham bahwa identitas Xiaoba tidaklah biasa bahkan tidak bisa disinggung oleh raja dari kerajaan Xilan ini.

Bukan tanpa alasan orang-orang ini berpikir demikian, hal ini karena tersebar rumor bahwa sang kaisar Ning saat ini sangat memanjakan keponakan satu-satunya itu.

*“Ternyata tuan muda Xiaoba memiliki latar belakang yang mengerikan”, ucap ayah bufan dalam hatinya.

“Ternyata dermawan ini adalah kakak sepupuku dari keluarga Lin”

“Tidak usah panggil dermawan, mulai sekarang panggil aku kak Xiaoba”, ucap Xiaoba yang merasa berat saat di panggil dermawan itu.

Berita akan identitas Xiaoba yang merupakan salah satu tuan muda keluarga Lin itu pun tersebar dengan sangat cepat bahkan berita itu telah samapi ketelinga tabib Nam, ia pun sangat mensyukuri bahwa telah mengirim salah satu cucunya ke sekte bamboo. Mengingat sekte itu memiliki hubungan denga Xiaoba tentu saat ini akan banyak keluarga yang akan mengirim anak-anak mereka ke sekte bamboo.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!