10 Tahun Kemudian
“Xiaoba sialan, awas kalau tertangkap”
“Xiaoba aku pasti akan membunuhmu”
“XIAOBAAAA”
“Hehe, para pengemar wanitaku sampai jumpa”
Begitulah teriak beberapa gadis dari kediaman Lin ini, mereka semua berterik atas sikap mesum Xiaoba yang mengintip dan mengambil pakaian dalam mereka, sungguh sakit kepala kedua orang tua Xiaoba akan sikap nakalnya itu.
Ia lebih memilih menjadi orang bodoh mesum ketimbang latihan seperti anggota keluarganya yang lain, tak sedikit pula orang menghina keluarga Lin atas sikap Xiaoba ini, mungkin ini sikap yang tak bisa ia hilangkan dari kehidupannya di era modern itu.
“Hehe, ini sangat menyenangkan ketika kau nakal tapi tidak ada yang bisa melakukan apa pun padamu”, ucapnya yang puas akan ia bisa melakukan apa pun di dunia ini tapi masih tetap disayang oleh keluarganya terutama sang ibu yang terus menyayangi dan menuruti semua keinginan Xiaoba, tentu kepala keluarga yang merupakan paman pertamanya tidak bisa menghukum Xiaoba secara langsung mengingat latar belakang ibu Xiaoba itu siapa.
Namun itu juga bukan alasan sebenarnya karena Xiaoba sendiri hanya malas latihan dan suka mengintip atau mencuri pakaian dalam wanita saja, ia tidak pernah melakukan kejahatan lebih dari itu terlebih lagi ia cukup pintar. Bahkan kepintarannya di akui oleh tetua utama keluarga, tapi sangat di sayangkan Xiaoba sangat malas belajar dan berkultivasi mengingat dunia ini adalah dunia yang menjunjung tinggi ilmu bela diri.
“Hem, apa yang harus kita lakukan pada anak ini?”
“Benar, aku juga bingung”
“Adik ketiga, anakmu ini tidak mewarisi sedikitpun sikap dirimu atau pun ibunya”, ucap kepala keluarga yang melihat perangai Xiaoba hari ini di balik awan terbang, sungguh pikirnya ada masalah apa dengan Xiaoba ini mengingat sang ayah adalah tiran keluarga dan sang ibu adalah genius wanita dimasanya dengan julukan Wanita Suci, bahkan sang kaisar sangat menyayangi sang ibu, lalu bagaimana dengan anak mereka? Sungguh frustasi keluarga Lin di buatnya.
“Apa ia telah di lukai sampai bodoh oleh para bandit waktu itu?”
“Itu tidak mungkin, tabib mengatakan tidak ada yang salah pada dirinya”
“Lalu bagaimana ini bisa terjadi?”
“Adik ketiga bagaimana menurutmu?”
“Itu benar kakak ketiga, kita tidak bisa membiarkan Xiaoba terus begini, ini akan membahayakan masa depannya sendiri”
“Hem, kalian benar, aku akan berdiskusi masalah ini dengan Zufu”, ucap ayah Xiaoba yang juga tahu bahwa Xiaoba tidak bisa hidup bodoh dan mesum begitu selamanya kerena ia memiliki latar belakang yang lebih besar dari apa yang mereka semua ketahui itu, tentu jika Xiaoba tidak segera berkultivasi maka ia cepat atau lambat akan mati di bunuh oleh musuh kelak.
“Iya, itu lebih baik”
“Sekarang kita bubar dulu, adik ketujuh kau tetap disini awasi Xiaoba, jangan sampai ia membuat ulah yang berlebihan”
“Baik, kepala keluarga”
Mereka pun membubarkan diri dari tempat Xiaoba, namun tanpa mereka sadari Xiaoba sendiri berlatih kultivasi secara mandiri, ia hanya tidak ingin berguru kepada seseorang karena ia merasa rendah jika ia harus menyembah seorang guru. Mengingat dirinya adalah preman hebat di kehidupan sebelumnya yang melintas dari zaman modern itu, lalu bagaimana mungkin ia bisa menyembah orang lain sebagai guru pikirnya.
“Hehe, kalian semua telah disini?”
“Adik ketiga belas kau akhirnya datang juga”
“Tentu saja, bukankah kalian sudah lama menungguku, hem?”
Hahaha
“Bagaimana mungkin tidak tuan muda ketiga belas, kami sudah menunggumu sejak tadi, hehe”, ucap bebrapa anak laki-laki yang juga sebayanya itu, mereka telah berkumpul di sebuah taman milik keluarga Lin.
Tentu tempat itu menjadi markas barter mereka yang pemeran utamanya adalah Xioaba sendiri, sungguh Xiaoba sudah terkenal sebagai anak nakal ternama yang disukai oleh pemuda seusianya karena mereka tidak bisa sebebas Xiaoba untuk berbuat mesum.
Tapi Xiaoba yang ahli siasat dan berbicara ini tidak hanya memanfaatkan pemuda keluarga Lin saja ia juga mengambil keuntungan dari pemuda keluarga kalangan atas lainnya, bahkan orang yang berkepribadian lurus pun tak lepas dari ajaran sesatnya. Bagi orang-orang yang termakan taktiknya itu, perbuatan Xiaoba ini adalah hal yang menguntungkan tapi untuk Xiaoba mereka justru lebih menguntungkan karena mereka hanya batu pijakan dalam mengejar posisi yang dia inginkan.
“Haha, aku tahu itu. Tuan muda kedua Yan tidak melihat keringatku yang berlari kemari demi kalian ini”, ucapnya penuh bohong padahal ia berlari dari kejaran para gadis yang berhasil di intipnya itu, namun mereka semua juga tahu akan hal itu tapi mereka juga tidak peduli karena yang mereka inginkan adalah hasil dari perbuatan nakal Xiaoba.
“Kalau begitu tunggu apa lagi, mari kita barter”
Kemudian mereka pun masuk ke sebuah ruang bawah tanah yang sengaja dibangun secara diam-diam oleh beberapa anak nakal itu. Namun pihak keluarga Lin sendiri sudah tahu akan hal itu, tapi tidak melakukan apa pun akan perbuatan mereka, karena hal itu cukup menguntungkan sebab banyak tuan muda dari keluarga besar lainnya yang berkunjung bahkan pewaris utama dari beberapa keluarga juga kesana. Hal itu membuat buah bibir manis pada keluarga Lin, bahwa banyak keluarga yang menjadi pendukung keluarga Lin saat ini berkat perbuatan nakal Xiaoba.
“Jadi barang pertama yang akan kutukar dengan kalian adalah novel edisi terbatas dari Siluman Rubah Yang Nakal dan juga sudah ada komiknya akan di jual di toko buku pak tua itu”
Hahaha
“Kami pasti akan membelinya”
“Kemudian ini pakain dalam dari guru cantik akademik tempat kalian belajar”
“Kau benar-benar hebat bisa mendapatkan pakaian dalamnya”
Hahaha
“Heh, kalian tahu apa? Aku hampir mati di buatnya, aku sarankan kalian sebaiknya menjauhlah darinya, dia benar-benar wanita galak, tapi aku suka bentuk tubuhnya”
“Hehe, kau benar akan hal itu”
“Selain itu, aku punya gambar wajah dari nona paviliun obat”
“Apa? Ini baru berita besar”
“Apa kau memiliki gambarnya tanpa penutup wajah?”
“Tentu saja”
“Kau benar-benar layak menjadi bos muda Lin, kau bahkan bisa melihat wajah bidadari itu”
“Aku akan menukar apa pun untuk itu”
“Aku juga, aku bahkan lebih tertarik itu dari pada pakaian dalam gadis-gadis ini”
Begitulah perbuatan nakal beberapa remaja ini yang bertukar barang dengan Xiaoba, ketika mereka semua mendapatkan sampah itu namun Xiaoba mendapatkan berlian, tapi menurut mereka apa yang mereka tukar dengan Xioaba bukanlah hal yang besar mengingat mereka adalah para tuan muda dari keluarga kaya.
Tapi sungguh mereka telah di bodohi oleh Xiaoba sendiri yang juga merupakan anak dari keluarga kaya, semua ini dilakukan karena Xiaoba tidak ingin bergantung pada keluarga dan ingin melatih diri dengan hal yang menantang walau orang lain pikir itu perbuatan nakal. Padahal pikir Xiaoba jika ia berlatih dan menantang orang lain atau melatih diri di gunung monster maka itu akan menarik perhatian banyak orang karena Xiaoba sendiri ingin merendah untuk meroket, alias ingin disebut low profil saat ia mengungkapkan jati dirinya kelak.
Terlepas dari itu semua Xiaoba tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari, bahkan ia tidak tahu saat ini keluarganya tengah berdiskusi untuk menghentikan sikap bodoh dan mesumnya itu. Sungguh hal itu akan mengubah jalan cerita hidupnya kelak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments