Kemunculan Ratu

“Lebih baik pangeran sepertimu menghilang saja”

“Kau hanya merusak nama baik kerjaan”

“Itu benar, kau aib kerajaan Xilan kita”

“Semuanya, lihat baik-baik. Inilah pangeran sampah kita”

Hahahaa

Ucap mereka dengan kasarnya, tanpa mereka sadari hati pengeran kecil itu sangat terluka karena semua orang memperlakukannya seperti sampah yang tak berharga bahkan sang ayah yang tidak memberinya gelar putra mahkota disaat semua pangeran dari kerajaan lain telah memiliki putra mahkotanya masing-masing.

“Hentikan!!”, ucap Xiaoba yang sejak tadi memperhatikan dan menahan kemarahannya atas apa yang dialami oleh salah satu yang juga merupakan bagian dari keluarganya itu.

Semua orang terdiam dan memandangi Xiaoba yang berani menyela perkataan remaja-remaja nakal ini, terutama para orang yang mengitunya.

“Tu-tuan Xiaoba”, ucap Anna terbata-bata yang melihat betapa gusarnya wajah Xiaoba saat ini.

Bukan Anna takut Xiaoba akan membuat masalah, hanya saja level kekuatan mereka tidak sebanding dengan para penganggu ini yang lebih mengkhawatirkan jika mereka lebih tidak sanggup melindungi Xiaoba jika nanti terjadi baku hantam.

Namun kekhawatiran itu tidak perlu, karena Xiaoba sendiri sudah menekan kultivasinya hingga ranah pendekar dari ranah guru bela diri.

“Siapa kau?”

“Kau ingin membantunya?”

“Hem, sungguh lucu. Biasanya putri kecil kita yang berbakat itu yang akan melindungi sang pangeran sampah ini”

“Lalu muncul dari mana pula penganggu ini, apa kau suruhan ratu?”

“Wah, lihatlah semuanya. Pangeran kita punya pelindung baru”

Hahahhaha

Brakk

Sebuah tinjuan mendarat pada perut salah satu pelaku yang tengah membuli sang pangeran hingga ia terpental jauh dari tempat. Hal itu membuat orang-orang yang ada disana terkejut, terutama sang pangeran dan teman-teman si penganggu itu.

“Hem, kau sedikit menarik rupanya”, ucap salah satu dari penganggu ini.

“Kalian beri anak ini pelajaran yang memuaskan”

“Hentikan tuan muda Fu”, ucap Xufu pada salah satu dari penganggu itu yang merupakan salah satu tuan muda dari keluarga Fu.

Ia merupakan ketua kelompoknya yang sering memprovokasi pangeran lantaran masalah pribadi atau kecemburuan yang dihasut oleh sang bibi. Keluarga Fu memiliki anak perumpuan yang berbakat yang sejak kecil diangan-angakan untuk menikahi putra mahkota atau raja saat ini.

Namun raja saat ini tidak mencintainya dan menikah dengan ibu pangeran. Setelah menikah dengan ratu saat ini, sang raja tidak menikah lagi lantaran sangat mencintai sang ratu. Oleh karena itu, kecemburuan bibi dari sang tuan muda Fu ini menjadi pemicu kesempatan untuk memaksa yang mulia raja untuk memiliki selir.

Namun sayang, hal itu tidak akan pernah terjadi lantaran sang putri memiliki bakat yang memukau dan diakui oleh kepala sekte cahaya yang merupakan sekte terkuat dari kerajaan Xilan saat ini.

Oleh hal tersebulah sang bibi tuan muda Fu dan keluarganya melampiaskan kebencian pada sang pangeran yang ia tahu tak berguna itu, lantaran ia sendiri tidak bisa menjadi bagian dari anggota keluarga kerajaan Xilan.

“Apa yang kau lakukan Xufu”, tanya sang tuan mudan Fu yang melihat Xufu menghentikan langkah mereka.

“Tunggu, kenapa kau bersamanya?”

“Apa jangan-jangan ini dermawan yang ada disekte kalian?”

“Hah, lucu sekali. Aku kira dia orang yang hebat, ternyata hanya pemuda dengan ranah pendekar level 3”

“Apa yang ingin kalian banggakan dengan sampah ini”

Hahahahha

“Kalian..”

“Cukup basa-basinya, aku menyuruhmu untuk mengembalikan barang milik pangeran”

“Jika aku tidak mau”

“Maka kau siap menrima akibatnya”

“Memang apa yang bisa kau lakukan dengan ranah kultivasimu”

Prak..

Brakkk..

Dengan kecepatannya Xiaoba menjatuhkan tujuh pemuda menyebalkan itu, pertarungan sengit pun tak bisa mereka hindari. Hingga berita ini terdengar ke kediaman Fu, ke kerajaan Xilan dan ketelinga Bufan serta putri kecil.

Mereka semua berlari dengan cepatnya kearea pertempuran itu, keluarga kerajaan yang di hadiri oleh sang ratu langsung dan putri kecil, keluarga Fu di hadiri oleh Bibi tuan muda Fu dan kepala kerluarga serta sekte bambo yang di hadiri oleh Bufan dan ayahnya.

“Hentikan apa yang terjadi disini?”, ucap sang ratu sambil menghentikan pertarungan yang melibatkan banyak orang itu.

“Berikan aku alasan yang layak didengar akan hal ini”, ucap sang ratu sambil menekan aura pelatihannya.

*“Sialan, lacur ini telah naik tingkat lagi”, ucap sang bibi tuan muda Fu yang kesal dan cemburu akan bakat serta talenta milik sang ratu.

Sungguh ia tidak bisa menyayingi sang ratu dari segi apa pun itu, baik itu dari latar belakang, bakat atau bahkan kecantikan. Mereka berdua berada di level yang berbeda.

“Aku bisa menjelaskan semuanya”, ucap bufan yang menatap sang ratu dengan wajahnya babak belur lantaran ia tidak membuka penekanan kultivasinya.

Hal itu sengaja dilakukan oleh Xiaoba karena ia sedang melatih keterampilan fisiknya, namun hal itu justru di anggap kelemahannya oleh orang-orang awam ini. Betapa terkejutnya sang ratu yang tau siapa pemuda yang ada di depannya itu.

“Lancang, kau kira kau siapa berani bicara tidak sopan pada ratu”, ucap kepala keluarga Fu yang tidak tahu siapa Xiaoba ini.

“Lalu bagaimana dengan tuan muda Fu dan rombongannya yang tidak menghormati dan merebut barang milik pangeran?”, balas Xiaoba yang membuat kepala keluarga Fu terdiam.

“Apakah seperti ini cara keluarga terhormat di kerajaan Xilan mengajari anak-anak mereka? Hem, sungguh menyedihkan”, ucap Xiaoba yang menjatuhkan harga diri keluarga Fu di hadapan sang ratu.

“Apa maksudmu?”, tanya sang ratu.

“Pangeran jawablah”, ucap Xiaoba yang memberi pangeran kesempatan untuk berbicara di hadapan publik untuk membela diri dan membuktikan bahwa ia tidak bersalah.

“Emm, aku membil ramuan kumis kucing dari seseorang yang aku temui di luar gerbang kota. Ta-tapi tuan muda Fu merebutnya dariku”,ucap sang pangeran dengan terbata-bata.

“Kumis kucing? Tunjukan padaku”, ucap sang ratu yang ingin melihat barang yang tengah di perebutkan oleh para remaja ini.

Ternyata ramuan kumis kucing yang di dapatkan oleh sang pangeran merupakan barang langka yang sangat susah di dapatkan, apa lagi telah mencapai tingkan tiga itu. Jika diberikan pada ahli ramuan maka itu bisa menjadi bahan utama membuat pil tingkat empat keatas.

Melihat taman langka yang di dapatkan oleh sang pangeran namun ingin di rebut paksa oleh keluarga Fu ini tentu membuat murka sang ratu, hal itu pun dimintai pertangung jawaban dari sang ratu.

“Berani sekali kalian ingin merebut milik pangeran!”, ucap sang ratu yang menekan area disana dengan basis kultivasinya.

Ukhuk.. ukhuk..

“Ratu mohon tenanglah, ini hanya masalah anak-anak”

“Masalah anak-anak katamu, mereka sudah babak belur begini masih mau tenang”, ucap ayah Bufan yang sadar akan situasi saat ini.

Saat melihat bahwa Xiaoba memihak ratu dan ratu terlihat bereaksi aneh saat Xioaba bersikap tidak sopan padanya, ia merasa ada sesuatu di baliknya hingga ia pun berani untuk memberatkan keluarga Fu yang saat ini merupakan keluarga terkuat ke tiga di kerajaan Xilan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!