Selesai Juga

Uanghhh..

“Ini benar-benar susah, lintahnya terus melawan arus”, ucap Xiaoba yang sejak dari tadi berusaha keras untuk menggerakan lintah supaya meninggalkan area jantung.

Seterlah beberapa saat barulah berhasil mengeserkan lintah itu ke tanggan kanan Anna, kemudia Xiaoba menghentikan aliran darah agar lintah tidak melarikan diri ke area lain hingga area yang sulit di gapai oleh Xiaoba.

“Aku harus menarik lintah ini dengan jarum emas surgawi agar ia keluar dan tidah membelah diri di dalam”, ucap Xiaoba sambil membedah tangan Anna engunakan energi dari aura sejatinya, namun Anna terus melawan kesakitan yang membuat proses itu sangat sulit dilakukan oleh Xiaoba sendiri.

“Tidak bisa seperti ini terus, seseorang masuklah. Tidak, biarkan tabib yang ada di luar masuk”, ucap Xiaoba yang kualahan menghadapi Anna yang terus melawan itu. Kemudian sang tabib yang di panggil pun masuk, betapa terkejutnya dia ketika melihat Xiaoba telah membedah tangan Anna dengan energy sejatinya.

“Bukankah seharusnya tidak mengeluarkan darah?”, tanyanya yang melihat darah Anna yang bersimbah dilantai itu, bukankah jika pembedahan yang dilakukan dengan pisau energy maka akan membekukan darah sehingga darah tidak bercucuran keluar. Namun tidak kali ini, karena Anna yang terus melawa lantaran sakit yang tek tertahankan itu.

“Lintah ini terus melawan sambil menghisap darah tetua kelima yang membuatnya secara tidak sadar melawan”, ucap Xiaoba yang menjelaskan situasi. Kemudian si tabib di minta untuk menekan tubuh Anna agar tidak melakukan perlawanan yang berlebihan.

Aaghhhh..

Aaghhh..

Suara kesakitan Anna terdengar hinga keluar ruangan yang membuat Bufan dan keluarganya semakin khawatir akan apa yang terjadi didalam sana. Setelah beberapa saat akhirnya mereka berhasil mengeluarkan lintah yang hampir saja bermutasi itu.

“Cepat minta mereka untuk merendam daun Bandotan level 7 dan daun sirih surgawi level 5 untuk menghentikan pendarahan”, ucap Xiaoba. Setelahnya sang tabib segera keluar untuk meminta seseorang merendan dua jenis ramuan itu.

“Kita harus mengangkat racun yang tersisa”, ucap Xiaoba yang memulai pengangkatan racun yang masih tersisa. Setelah beberapa saat racun pun berhasil dikeluarkan semua.

“Tuan Xiaoba, rendaman obatnya telah selesai”

“Bawa kemari”, ucap Xiaoba. kemudian Bufan masuk di ikuti oleh ayahnya yang penasaran bagaimana keadaan sang adik ipar saat ini, ia sangat terkejut melihat lintah beracun yang telah berhasil di keluarkan ditambah lagi tangan sang adik yang bersimpah darah itu.

“Tuan Xiaoba ini”

“Tidak apa lagi, dia jauh sudah keluar dari masa kritisnya”, jelas Xiaoba yang sadar akan kekhawatiran Bufan akan kondisi sang bibi yang belum membuka matanya itu.

“Biarkan ibu yang membersihkan tangannya dengan air rebusan, lalu kompres mengunakan daun rebusan itu”, jelas Xiaoba agar darah yang mengalir dari tangan Anna itu berhenti keluar.

Setelahnya Xiaoba meminta bufan untuk mendapatkan beberapa ramuan agar dapat membantu Anna sembuh total bahkan dapat membentuk kembali lautan spiritualnya yang telah di hancurkan oleh orang-orang keluarga sheng waktu itu.

“Tuang Xiaoba kami memiliki semua ramuan ini, terkecuali mahkota dewa dan daun binahong dan buah mengkudu”

“Untuk apa ketiga ramuan ini? Tidak mungkin, apa tuan ingin membentuk kembali lautan spiritualnya?”, ucap sang tabib yang terkejut mendengar tiga ramuan langka itu. Di ibu kota Dinasti saja akan susah mendapatkanya, apa lagi di kekaisaran Xilan yang merupakan kekaisaran kelas bawah itu.

“Ya. Jika tidak membentuk lautan spiritualnya pada momen ini maka selamanya dia akan cacat, itu sama saja seperti kita tidak melakukan apa pun”

“Tapi tuan, bagaimana kami bisa mendapatkan tiga bahan ini”

“Kalian tenang saja, aku memiliki tiga bahan ini. Kalian siapkan yang lainnya”, ucap Xiaoba yang tidak sadar bahwa perkataanya itu membuat orang-orang yang mendengarnya takjub dan semakin takut akan identitas Xiaoba yang sesungguhnya.

“Bufan ambil semua yang kita milki”

“Baik ayah”, ucap bufan yang kemudian mengambil semua harta dalam bentuk ramuan yang dijaga oleh sekte itu. Setelah semua bahan terkumpul Xiaoba pun memulai proses pengobatan pada Anna.

Huff..

“Akhirnya selesai juga”

Brughhh…

Xiaoba pun jatuh pingsan setelah berhasil menyelamatkan Anna. Tentu ia jatuh kelelahan karena terlalu banyak mengunakan energi sejati, bahkan ia pingsan selama tiga hari tiga malam.

...***...

“Emm..”

“Ha!! Tuan Xiaoba kau sudah sadar!”, ucap Xufu dan Xufa serentak. Mereka berdua terus mengawasi dan menjaga Xiaoba selama dia tidak sadarkan diri.

“Apa aku terjatuh pingsan saat menyembuhkan tetua kelima?”

“Ya, tuan sudah tidak sadarkan diri selama tiga hari”

“Apa??”

“Benar, kami semua mengkhawatirkanmu”

“Hiks.. terimakasih sudah menyelamatkan bibi”

“Haiss… Sudahlah, tidak perlu berlebihan begini”

Krukkk..

Bunyi perut Xiaoba karena beberapa hari ini tidak mengisi energinya. Setelah mendengar suara perut Xiaoba kedua gadis polo situ keluar, yang satu pergi menyiapkan makanan dan yang satu lagi pergi melapor akan kondisi Xiaoba saat ini.

Beberapa saat kemudian Bufan dan orang tuanya pun muncul yang diikuti oleh beberapa tetua sekte Bambu Hijau, tak lupa Anna juga ikut berlari menghampiri Xiaoba sang dermawan yang bukan hanya menyelamatkan nyawanya tapi juga membantu memulihkan kultivasinya, hingga ia bisa berdiri lagi didunia bela diri itu.

“Tuan Xiaoba, kau sudah bangun?”

“Apa ada bagian tubuhmu yang tidak nyaman?”

“Apa ada yang kau butuhkan?”

“Kenapa kau mempertaruhkan dirimua begini, apa kami pantas mendapatkannya?”

“Kau benar-benar menakuti kami saja”

“Apa yang akan kami lakukan jika keluargamu datang”, ucap mereka secara bersamaan yang tidak memberi Xiaoba kesempatan untuk menjawab.

“Berhenti, jangan buat tuan Xiaoba bingung begini”

“Biarkan dia makan terlebih dahulu”

Setelah mendengar perkataan itu barulah mereka berhenti dan membiarkan Xiaoba untuk makan, akan tetapi mereka tidak pergi meninggalkan xiaoba sendirian justru mereka semua menonton Xiaoba makan. Sikap mereka itu sebenarnya membuat Xiaoba tidak nyaman, namun Xiaoba sadar ia juga tidak bisamengusir orang-orang yang berlebihan ini. Setelah Xiaoba selesai makan barulah mereka berbicang dan lagi-lagi dalam setiap kesempatan mereka tidak lupa melontarkan rasa terimaksih secara berlebihan hingga Xiaoba benar-benar meresa tidak nyaman.

...***...

Satu Minggu Kemudian

Hiaaa…

Hiyakkk..

Suara latihan orang-orang terdengar dari area latihan yang membuat Xiaoba penasaran lantaran suara itu terdengar seperti suara dari beberapa anak kecil. Xiaoba pun melangkahkan kakinya kesana dan benar saja, ia melihat Bufan sedang melatih beberapa anak kecil yang baru mereka rekrut itu.

Sekte Bambu Hijau ini memang sekte terlemah di kerajaan Xilan, yang hanya ada 150 orang disana dengan kultivasi yang tidak terlalu tinggi, bahkan sang pimpinan sekte saja berada di ranah raja bela diri yang menjadi orang terkuat disekte. Ditambah lagi mereka kekurangan sumberdaya sehingga banyak murid yang memilih pergi meniggalkan sekte.

Akan tetapi, setelah sepuluh tahun lamanya mereka baru mendapatkan murid baru yang direkomendasi oleh tabid Nam yang beberapa hari lalu membantu Xiaoba untuk menyembuhkan Anna, tentu ada maksud terselubung dalam hal ini bahkan pempinan sekte sadar akan niat dari tabib Nam. Namun itu tidak berpengaruh buruk pada sekte, justru meningkatkan nama sekte di kerajaan Xilan lantaran tabib Nam merekomendasikan salah satu anak dari keluarganya sendiri, yang hal itu menjadi pusat perhatian oleh para pejabad dan anggota kerajaan saat ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!