Ahli Racun

“Ah, apa yang kalian lakukan?”

“Kekaisaran Ning tidak akan melepaskan kalian”

“Siapa yang akan peduli akan hal itu”

“Kalian ahli racun berani sekali menganggu putriku”, ucap kesadaran sang kaisar yang bangkit begitu mengetahui sang putri berada dalam bahaya, namun sayang sang kaisar tidak bisa mengunakan kekuatannya untuk menekan orang-orang ini karena pembatas yang besar itu.

Area misterius yang merasakan kehadiran sang kaisar pun menekan kesadaran sang kaisar hingga lenyap, sungguh betapa murkanya sang kaisar akan ahli racun itu, rencananya belum berjalan kini putrinya telah berada dalam bahaya.

“Sial, aku akan kesana”, ucap kaisar yang kemudian pergi ke area misterius itu bersama pasukannya, setelahnya sang kaisar menahan semua ahli racun yang ada di luar area misterius itu menunggu sampai area itu tertutup.

“Kalian ahli racun berdoalah supaya putriku baik-baik saja, jika tidak kalian akan di kubur di sini bersamanya”, ucap sang kaisar yang mendominasi itu, sungguh semua orang ketakutan melihat seorang Kultivator tingkat tinggi ini marah.

Belum lagi dia datang dengan pasukan tempurnya, hal itu sudah cukup mematahkan pemikiran mereka bahwa sang kaisar membenci putrinya itu, justru sebaliknya sang kaisar sangat amat peduli.

Uhuk.. uhuk..

“Kak Xiaoba”, ucap Ruru yang terus teringat akan Xiaoba itu, bahkan tubuhnya yang lemah itu masih saja mengkhawatirkan kesalamatan Xiaoba. Tapi tanpa ia ketahui bahwa Xiaoba kini tengah berlari kearah mereka setelah mendapat peringatan dari sang Peri Kecil.

Hahaha..

“Akhirnya mereka jatuh juga”

“Saatnya makan”

Slurppp..

“Kau sudah gila, pimpinan menginginkan putri ini”

“Kalau begitu putri tidak di sentuh, tapi yang lainnya bisakan?”

Hahaha..

“Aku juga tidak pernah menikmati wanita, ia saatnya merasakan tubuh wanita cantik”

“Siapa sangka kita bisa menikmati nona dari keluarga emas kekaisaran ning”

Hahaha..

“Lihatlah bentuk tubuh yang indah ini, kulit yang halus dan dada yang anggun ini…”

Trakkk..

Kepalanya putus usai mengucapkan kata-kata mesum itu, sungguh mereka semua terkejut begitu darah itu mengenai mereka. Tentu Xiaoba pelakunya, ia sangat murka begitu tahu wanita-wanitanya di ganggu.

“Kau bajingan, berani sekali membunuh orang kami”

“Heh, aku juga akan membunuh kalian semua”

“Sombong sekali kau”

“Bunuh bocah ini”

Kemudian ahli racun ini mengeluarkan rancun mereka untuk menghadapi Xiaoba yang mereka tidak tahu bahwa racun lemah itu tidak mempan pada Xiaoba.

“Racun rendahan ini tidak mempan padaku”

“Apa?”

“Kau ahli ramuan?”

“Itu bukan urusan kalian”

“Kau sombong sekali”

“Aku memiliki kemampuan untuk sombong”

Kemudian Xiaoba pun menghabisi mereka, ahli racun ini hanya tahu bagaimana meracuni tapi tidak tahu bagaimana melakukan perlawanan diri sehingga memudahkan mereka untuk di bunuh oleh Xiaoba yang kini di lindungi oleh ramuan obat tingkat tinggi.

“Katakan kalian dari paviliun racun mana?”

“Kau pasti gila, mati pun tidak akan aku katakan”

“Ck, sial”

Prakkk..

Ia pun di penggal oleh Xiaoba yang tengah di landa kemarahan itu. Tepat 35 orang ahli racun yang cukup berbakat mati di tangan Xiaoba, kini ia menjadi musuh bagi paviliun racun yang entah dari mana itu. Begitu pula paviliun racun itu, mereka semua yang terikat menjadi musuh seumur hidup Xiaoba.

“Maaf aku terlambat datang hingga membuat kalian menderita begini”, ucap Xiaoba yang kesal atas apa yang telah terjadi, saat itu ia tengah berkultivasi sehingga ia terlabat tahu keadaan mereka yang telah di kepung itu. Kemudian Xiaoba membawa ketiga gadis ini kesebuah gua yang tak jauh dari sana.

“Hem, gadis ini siapa? Aku tidak pernah melihatnya”, ucap Xiaoba yang heran melihat sang putri, meski Xiaoba pernah ke istana kekaisaran ia tidak pernah bertemu dengan sang putri yang selama ini berada dalam pengasingan itu.

“Tuan ketiga gadis ini bukan gadis biasa”

“Apa maksudmu?”

“Nona muda Chu ini memiliki atribut es dan darah phoenix es murni, sementara nona Ruru memiliki inti api langit bumi”

“Apa?”

“Ya, dan wanita asing ini memiliki darah murni kelinci surga yang ditanamkan dalam tubuhnya”, begitulah ucap Peri Kecil ini ketika mendeteksi para gadis ini, sungguh hal itu membuat Xiaoba terkejut. Pikir Xiaoba oke lah jika nona Chu ini memiliki bakat hebat tapi apa, kini malah ketiganya hebat terutama sang adik yang selama ini tampak manja dan malas berkultivasi sepertinya.

“Sungguh luar biasa ketiga gadis ini”

“Tapi tuan kemampuan mereka belum bangkit, hal ini akan membahayakan nyawa mereka yang telah di racuni oleh racun bumi level surga itu”, jelas Peri Kecil akan kondisi mereka saat ini yang tengah melawan maut itu, sungguh Xiaoba ketakutan mendengar hal itu, jangan sampai terjadi apa pun pada para gadis ini.

“Lalu bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan?”

“Kita harus mengaktifkan kemapuan mereka sekarang”

“Bagaimana caranya?”

“Tuan memiliki buku kultivasi penempaan tubuh tingkat kuning itu”, Peri Kecil mengingatkan Xiaoba terhadap buku-buku yang telah ia kumpulkan, kemudian Xiaoba mengaktifkan kemampuan tersembunyi tubuh para gadis ini yang di bantu oleh peri kecil. Tak lupa pula Xiaoba mengunakan semua atribut yang telah ia kumpulkan sebelumnya, bahkan semua pil itu juga di gunakan oleh Xiaoba pada tiga gadis ini.

“Akhrinya selesai juga”

Brukk..

Xiaoba pun terjatuh pingsan karena kelahan mengurus tiga gadis secara bersamaan, seluruh tenanganya terkuras bahkan simpanannya juga terkuras hingga hanya tersisa 10 % dari semua item kelas atas yang telah ia kumpulkan itu.

Tiga hari telah berlalu tapi para gadis ini juga belum sadar kembali, sungguh Xiaoba kesusahan merewat para gadis kaya yang butuh banyak asupan energy ini. Xiaoba terpaksa mengelilingi hutan itu secara diam-diam agar tidak menarik perhatian banyak orang padanya, untuk menemukan berbagai sumber energy yang di butuhkan oleh ketiga gadis itu.

Emm..

“Akhrinya kau bangun juga?”, ucap Xiaoba yang melihat nona muda Chu itu bangun tepat di hari kelimanya, kemudian para gadis ini pun bangun secara berurutan.

“Kak Xiaoba”

Hu.. hu.. hu..

“Aku kira tidak akan melihatmu lagi”

“Hais, apa yang di pikirkan gadis ini?”, ucap Xiaoba yang menenangkan sang adik yang baru bangun dari tidurnya selama lima hari ini, kemudian mereka yang masih lemas itu pun meminum ramuan obat yang telah di buat oleh Xiaoba.

“Tunggu apa yang terjadi dengan tubuhku”, ucap nona muda Chu yang menyadari bahwa bentuk tubuhnya kini telah berubah, bahkan kulitnya makin cerah, lebut dan halus, tidak hanya itu wajahnya juga makin cantik.

“Ka-kalian makin cantik saja”

“Tuan putri juga”

“A-apa yang telah terjadi?”, ucap mereka yang sadar bahwa telah terjadi begitu banyak perubahan pada diri mereka, kemudian mereka semua menatap pada Xiaoba dengan tatapan minta penjelasan. Sungguh pikiran Xiaoba yang mesum itu belum hilang, kini ia melihat tiga wanita ini tampak imut dengan hiasan telinga binatang mereka.

Hehehe..

“Bukan hanya bentuk tubuh kalian yang berubah, tapi juga kultivasi kalian”

“Apa??”

Mendengar perkataan Xiaoba mereka semua sangat terkejut di buatnya, kini mereka merasakan adanya perbuahan kultivasi pada diri mereka yang sudah meningkat pesat. Setelahnya mereka meminta Xiaoba untuk menjelaskan segalanya tanpa ada yang ia lewatkan. Tapi dalam pikiran Xiaoba saat ini bukan hal itu melainkan betapa senangnya ia jika setiap hari bisa bersama tiga wanita ini, ia malah melupakan daratan hingga ia tersenyum mesum pada tiga wanita ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!