Xiaoba Diselamatkan

“Sebenarnya apa yang telah terjadi pada kalian?”, tanya ibu Xiaoba yang melihat perubahan besar pada para gadis ini, kemudian para gadis ini menceritakan semua sesuai apa yang telah mereka sepakati bersama Xiaoba sebelumnya.

“Jadi kalian semua telah mendapat keberuntungan dan naik tingkat?"

"Ia"

"Lalu Ran'er kau sekarang ada di ranah apa?"

"Aku di tingkat raja bela diri"

"Apa?"

"Bagaimana mungkin itu terjadi"

"Raja beladiri yang baru berusia 16 tahun?"

"Apa itu mungkin?"

Komentar orang-orang disana yang terkejut mendengar perkataan Ran'er yang telah mendapat keberuntungan untuk menerobos yang sangat sulit di capai tanpa latihan keras atau bantuan artefak tingkat tinggi dan sebagainya.

Hahahaha

"Ini lengenda, ini yang di maksud legenda"

"Hem, kau layak menjadi Wanita Suci kekaisaran ning"

"Bukan hanya aku yang naik tingkat dengan pesat bahkan putri dan Ruru juga telah mencapai ranah guru bela dir"

"Apa??"

Hahaha

"Kelahiran orang-orang yang berbakat"

"Ini benar-benar sejarah baru dinasti ning"

Begitulah keributan terjadi saat mereka mendengar bahwa ke-3 gadis ini telah melampaui kehendak langit, mereka adalah anak-anak yang di berkahi surga meski banyak yang iri akan keberuntungan mereka namun tidak ada yang bisa melakukan apa pun mengingat status dari ketiga wanita ini siapa.

Terlepas dari keributan yang terjadi di luar Xiaoba yang masih tinggal di dalam pun terus menjelajahi area misterius itu.

“Sudah hampir 4 bulan kita disini kenapa aku tidak melihat best tingkat master disini?”

“Hem, apa karena aura petir 3 warna ini?”

“Mungkin saja, apa kau juga belum bisa menekan auramu?”

“Sekarang sudah bisa tuan”

“Kalau begitu tunggu apa lagi?”

Kemudian Peri Kecil pun menekan aura petir 3 warna miliknya, dan benar saja best tingkat master bermunculan. Tapi belum ada yang muncul di tempat Xiaoba saat ini.

“Tuan disana aku merasa ada teratai surga level 8, bahkan sudah memiliki biji dan siap dipanen”

“Apa? Kita kesana sekarang juga, hehehe..”

Setelahnya mereka pun pergi kesana untuk memetik teratai itu, namun tidak semudah sebelumnya karena kini para best itu bermunculan, tapi Xiaoba malah merasa senang karena kini ia memiliki tantangan sebagaimana mestinya.

Hehehe..

“Ini baru seru”

“Tapi tuan tidak bisa mengalahannya dengan kultivasi tuan yang di tekan itu”

“Tidak masalah, justru ini baru namanya belajar. Jika ingin sukses maka pelajaran yang kau terima harus susah dan kejam”, ucap Xiaoba yang merasa ini adalah kesempatannya untuk bertempur yang sesungguhnya, mengasah ilmu bela diri, mengasah fisik, mengasah skill dan mengasah kemampuan mengatur stategi.

Pikir Xiaoba jika ia tidak berada pada titik hidup dan mati maka ia tidak akan pernah berkembang atau pun bertahan meski ia memiliki keberuntungan surga.

Setelahnya ia menghadapi selusin best dari berbagai tingkat dan level, tentu tidak semudah itu bahkan Xiaoba butuh waktu mengalahkan mereka hingga dua bulan lebih. Tapi tidak setiap hari juga ia bertempur, karena ada kalahnya yang membuat ia harus beristirahat dan memikirkan strategi baru setalahnya ia bertempur lagi, mundur lagi, maju lagi sampai ia memahami banyak hal dalam waktu dua bulan lebih.

Huff.. huff..

“Sudah tiga bulan aku ingin memanjat ke balik gunung itu, tapi aku masih belum bisa menerobos lautan best ini, sungguh menyenangkan perjalanan kali ini”

Hahaha..

“Tuan bunga teratai surganya sudah naik satu level lagi”

“Apa? Hehe.. ini semakin bagus, apa pun yang terjadi aku harus mendapatkan harta karun itu”

“Tapi tuan masih ada harta lain yang lebih hebat dari itu, mari kita ambil yang lain saja”

“Kau pasti bercanda, yang ini saja sudah susah di dekati apa lagi yang lain pasti lebih susah lagi. Seandainya tidak ada larangan ini, pasti akan mudah untuk kita”

“Lalu apa yang akan kita lakukan?”

“Saat ini kita mundur dulu, kita atur strategi baru”

“Baik tuan”

Setelahnya mereka mengatur strategi baru, kemudian mereka memilih untuk mengalihkan perhatian para best itu barulah Xiaoba bisa mendekati bunga teratai tersebut. Tapi sungguh aneh tidak ada best apa pun yang ada di dekat teratai itu, yang membuat Xiaoba kebingungan.

“Bukankah seharusnya ada yang menjaga disini? Aku bahkan menghemat tengaku”

Tampa berpikir lama Xiaoba pun memilih untuk memetik teratai surga level 9 itu, sungguh Xiaoba tidak tahu apa yang menjaga teratai tersebut. Setelah Xiaoba berhasil memetik teratai itu malah muncul sesuatu yang tak sanggu ia lawan.

“Siapa yang berani memetik teratai surgaku?”, ucap penjaga tertai itu, sungguh Xiaoba terkejut melihat monster yang membelah ruang itu. Walau hanya tanpa tangan besarnya yang keluar Xiaoba tahu itu bukan tandingannya, ia pun melepaskan tekanan kultivasinya untuk melindung diri.

“Hem, hanya ranah master berani melawanku”, ucap pemilik tangan itu, Xiaoba yang tidak bisa apa-apa ini mengeluarkan beberapa harta miliknya agar bisa menahan tangan itu.

“Tuan biar aku saja yang melawannya”

“Tidak bisa, kau akan mati”

“Meski begitu lebih baik dari pada tuan_”

“Bukan apa katamu, tapi apa kataku. Cepat aktifkan teleportasi keluar area”

“Tapi tuan”

“Segera”

Ukghhh

“Tuan”

“Hem, semut kecil ini memiliki aura petir 3 wara, dia harus dimusnahkan”

Aghh..

“Jika aku keluar hidup-hidup aku pasti akan kembali untuk membunuh kalian”

“Kau masih bisa berbicara”

Augkh..

“Aku pasti mengingat ini", ucap Xiaoba yang kemudian terlempar keluar area, Xiaoba terluka parah kali ini bahkan inti jiwanya hancur. Kini kultivasinya jatuh ketitik nol ia telah menjadi orang biasa saja, ia bahkan tidak sadarkan diri.

Kemudian Peri Kecil melindungi Xiaoba dari para best di hutang terlarang itu, sudah lima hari berlalu Peri Kecil mengeluarkan berbagai harta yang di miliki oleh Xiaoba untuk menyelamatkan hidupnya yang kini tengah melawan malaikat maut itu.

“Tuan bangunlah, aku sudah melakukan semua yang kubisa”, ucap Peri Kecil yang kemudian menghilang karena ia sudah mengunakan semua kemampuannya untuk menyelamatkan Xiaoba, namun sayang Xiaoba masih belum sadarkan diri meski ia telah melewati masa kritisnya.

“Kakak lihat ada orang disini”

“Apa? Dia sepertinya terluka cukup parah”

“Kita bawa saja kembali ke sekte”

“Tapi nona kita tidak bisa membawa pulang sembarangan orang”

“Biarkan saja paman, spertinya pemuda ini orang awam, ia tidak akan membahayakan kita”

“Kakak benar, kita tidak bisa membeiarkan ia terluka di gunug monster ini”

“Tapi nona muda”

“Sudahlah kita bawa saja”

“Baik tetua”, begitulah ucap beberapa orang ini yang melihat Xiaoba tergeletak di tengah hutan itu sendirian, kemudian ia di bawa oleh anggota sekte Bambu Hijau ini.

Mereka awalnya melintasi hutan terlarang kerana pulang dari kunjungan ke kota kekasiaran untuk melihat-lihat dunia luar dan mencoba mendapatkan peruntungan disana, namun mereka gagal barulah mereka kembali ketempat asal mereka.

“Kita bawa ia kembali kerombongan yang lain dulu”

“Baik tetua”

Kemudian mereka pun pergi dari hutan terlarang menuju rombongan mereka yang lainnya yang tidak melintasi hutan, karena yang lainnya tidak memilki basis kultivasi yang tinggi. Sudah lima hari perjalanan mereka membawa Xiaoba namun belum sadarkan diri juga, hingga mereka tiba pada rombongan lain yang di pimpin oleh anak ketua sekte Bambu Hijau.

“Kakak pertama, kami sudah tiba”

“Hem, kalian tidak terluka kan?”

“Tidak tuan”

“Kakak, kami membawa seseorang bersama kami”

“Apa?”

“Ya, kami menyelamatkan orang biasa, ia kelihatan terluka”

“Tuan muda”

Kemudian tetua yang mengawali dua nona muda itu mengirim suara pada sang tuan muda bahwa Xiaoba tidak kelihatan orang biasa karena ia terluka di tengah hutan terlarang namun tidak ada best atau monster apa pun yang mendekatinya. Barulah tuan muda ini mengerti kenepa si tetua sendiri yang mengendong pemuda itu.

“Bawa ia dalam keretaku”

“Baik tuan muda”

Setelahnya Xiaoba di bawa ke dalam kereta sang tuan muda, sementara dua gadis lainnya naik kedalam kereta yang sudah di siapkan khusus untuk mereka. Setelah beberapa hari dalam perjalanan Xiaoba baru sadarkan diri tepat ketika mereka semua beristirahat dan jarak mereka sudah tak jauh dari sekte.

Emmh..

“Kak dia sudah sadar”, ucap nona muda ketiga ini, ia adalah gadis polos yang sangat semangat pada hal-hal baru tapi ia sangat lemah dan malas berkultivasi meski ia adalah anak sang pimpinan sekte.

“Benarkah?”

“Kau sudah bangun? Apa kau baik-baik saja?”

“Siapa namamu?”, tanya dua gadis ini yang tampak antusias, namun Xiaoba sendiri malah kebingungan di buatnya. Kini Xiaoba sadar jika ia telah keluar dari area misterius itu yang hampir menghilangkan nyawanya waktu itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!