Racun Yang Mematikan

“Ada apa ini?”, tanya Xiaoba yang melihat keramaian di kediaman tetua kelima yaitu bibi Bufan, ia dari tadi mencari Bufan tapi tidak menemukannya kemudian ia memeriksa keberadaan Bufan dengan skill matanya.

“Kau sudah keluar dari pelatihan tertutupmu?”

“Ya, saudaraku apa telah terjadi sesuatu?”

“Haih, keadaan bibi ku semakin parah saja” ucap Bufan dengan raut wajah sedih.

Begitu banyak tabib yang datang untuk memeriksa keadaan tetua kelima ini, namun tak ada satu pun yang berhasil menyembuhkan sang bibi bahkan, salah satu tabib terbaik mengatakan kondisinya kian parah karena inti darahnya tersumbat, ditambah lagi ada racun yang terus mengikis dan menghisap inti darahnya.

“Bolehkah aku melihatnya?”

“Apa kau bisa menyembuhkannya? Jika bisa, aku mohon bantulah bibiku”, ucap Bufan yang putus asa itu, ia tidak tahu apa Xiaoba bisa menyembuhkan sang bibi tapi tanpa sadar ia malah berlutut dan yakin Xiaoba pasti punya solusinya.

“Jangan begini, cepat berdirilah. Ingat lutut laki-laki itu adalah kehormatan, maka kedepannya jangan pernah bersujud pada sembarang orang lagi”, perintah Xiaoba yang menyadarkan Bufan bahwa ia juga harus memikirkan harga diri sebelum bertindak.

Namun melihat betapa bijak sananya Xiaoba, kini Xufu dan Xufa yang malah bersujut bahkan sang ibu juga ikutan bersujud, mereka benar-benar berharap pada Xiaoba yang tidak tahu apa bisa menyembuhkan sang tetua kelima atau tidak. Tapi satu hal yang pasti, mereka meyakini bahwa Xiaoba memiliki kemampuan yang luar biasa pasti banyak hal juga yang bisa ia lakukan, terlebih ia yang menolong rombongan ini dari para pengejar keluarga Sheng kala itu, pikir sang ibu.

“Tuan muda aku mohon selamatkan adikku, aku akan melakukan apa saja untuk membalasmu, hu..hu..hu..”, tangis ibu Bufan yang pilu melihat kondisi sang adik yang kian parah itu.

“Bibi apa yang kau lakukan? Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku adalah saudara Bufan, lalu bagaimana aku tidak membantu jika aku bisa! Sekarang izinkan aku melihatnya terlebih dahulu”, ucap Xiaoba menenangkan orang-orang ini.

Entah kenapa hati Xiaoba terluka melihat betapa mudahnya orang-orang ini bersujud, sunnguh Xiaoba mendapat pelajaran baru lagi. Pikirnya, di dunia yang kejam ini pasti banyak orang tak berdaya yang tidak hanya akan bersujut atau membungkuk untuk memohon pertolongan orang lain.

Setelahnya Xiaoba memeriksa keadaan tetua kelima ini, sungguh naas pikir Xiaoba, kini kondisi wanita ini sangat kritis yang apa bila tidak segera di selamatkan maka ia akan kehilangan nyawanya. Setelahnya Xiaoba memeriksa buku ramuan untuk memastikan apa ia bisa membantu atau tidak.

“Dia tidak hanya lumpuh, tapi dia juga telah di racuni dengan lintah beracun yang mematikan”, ucap Xiaoba setelah mendapat petunjuk dari buku ramuan dewa. Pikir Xiaoba sungguh hebat buku ini, ia tidak hanya menunjukkan berbagai jenis resep ramuan saja tetapi juga bisa mendeteksi racun yang ada.

“Apa?”

“Sungguh keji keluarga Sheng”

“Sekarang kalian keluarlah, aku akan memeriksanya lebih lanjut”

“Bagaimana kau tau itu lintah beracun, Apa kau seorang tabib?”, tanya tabib Nam, yang merupakan satu-satunya tabib tingkat tiga di kerjaan Xilan. Ia bahkan dihormati oleh keluarga kerajaan dan para bangsawan disana.

Tabib Nam sejak tadi hanya memperhatikan Xiaoba yang sangat di hormati oleh orang-orang dari sekte Bambu Hijau itu, pikirnya pemuda ini pasti bukan sembarang pemuda yang bahkan di hormati oleh ketua sekte seakan takut menyinggung persaannya. Oleh karenanya tabib Nam hanya diam dan ingin melihat apa yang bisa di lakukan oleh Xiaoba, sungguh ia sangat terkejut ketika Xiaoba bisa mendeteksi racun yang ia sendiri tidak bisa merasakan jenis racun apa itu.

“Aku bukan tabib tapi aku punya caraku sendiri, jadi bisakah kalian keluar sekarang atau nyawanya akan melayang”, ucap Xiaoba yang kelihatan khawatir akan kondisi sang pasien.

Tabib Nam juga sadar dari ekspresi tetua kelima ini yang tidak sanggup lagi menahan racun dalam tubuhnya itu, kemudian semua orang keluar dari ruangan itu membiarkan Xiaoba fokus pada pengobatannya.

“Siapa tuan muda itu?”, tanya sang tabib yang penasaran akan siapa Xiaoba yang tak pernah ia lihat ini, terlebih lagi tatapan Xiaoba yang menunjukkan kalau ia paham akan kondisi buruk dari tetua kelima itu.

“Dia adalah teman yang kami temui dari hutan terlarang di kota kekaisaran”

“Apa?”

“Ya, ada apa tabib?”

“Ia tidak kelihatan sesederhana itu, ia jelas seorang tabib”

“Bagaimana kau bisa mengatakan itu tabib Nan?”

“Lihatlah bagaimana caranya memeriksa pasien, sungguh aneh namun juga hebat. Hanya memeriksa nadi pasien dia bisa mendeteksi jenis racun yang ada, bahkan aku pun tak bisa melakukan itu”, ucap sang tabib yang sadar akan emampuan unik yang dimiliki oleh Xiaoba ini, ia yakin jika Xiaoba adalah seorang tabib.

“Mungkin saja ia menyembunyikan statusnya”

“Ya, bahkan tingkat kultivasinya juga tidak terlihat jelas”

“Maksudmu?”

“Saat pertama kali kami bertemu dengannya, sangat jelas bahwa meridiannya rusak. Namun sekarang bukan hanya meridiannya yang sembuh bahkan tingkat kultivasinya juga sudah meningkat”

“Apa?? bagaimana mungkin itu terjadi”, tanya sang tabib yang keheranan akan apa yang baru saja dia dengar dari Bufan itu. Kemudian Bufan pun menceritakan apa yang telah mereka alami selama dalam perjalanan pulang ke sekte bersama Xiaoba.

“Aku yakin dia pasti salah satu pemuda dari keluarga emas atau tidak dia berasal dari sekte tersembunyi?”

“Entahlah kami juga tidak tahu, untuk saat ini kita tidak boleh menyinggungnya”

“Pimpinan sekte benar, bahkan kerajaan Xilan tidak sanggup menangung kemarahan dari keluarga emas apa lagi dari sekte tersembunyi”

“Haruskah kedatangannya ini kita laporkan pada kaisar?”, tanya pimpinan sekte yang takut jika melakukan kesalahan sekecil apa pun itu. Namun sang tabib mengatakan untuk sememntara mereka bersikap tenang dulu Karena Xiaoba masih merahasiakan keberadaannya, jangan sampai mereka membuat heboh yang justru menimbulkan kekesalan pada Xiaoba.

Disis lain Xiaoba mulai melakukan pengobatan pada bibi Bufan atau tetua kelima yang bernama lengkap Shen Anna.

“Bagaimana cara mengeluarkan lintah ini?”, ucap Xiaoba yang masih bingung bagaimana cara menarik lintah yang ada dalam tubuh Anna ini keluar lantaran posisi dari lintah yang terus berubah dan berada pada titik kematian yaitu area jantung, salah langkah sedikit saja bisa menyebabkan kematian. Xiaoba pun kembali memeriksa kitab dewa obat miliknya.

“Lintah ini bisa dikeluarkan dengan jarum emas surgawi, untug saja aku memilikinya”, ucap Xiaoba yang teringat bahwa ia pernah di hadiahkan oleh salah satu kerabat ibunya tiga jarum emas surgawi kala itu. Kemudian Xiaoba memulai pengobatannya.

“Sangat beresiko jika aku menusuk area jantungnya, sebaiknya aku alihkan lintah ini ke lengannya saja”, ucap Xiaoba yang menekan aliran di sekitar jantung dengan aura energi yang di kumpulkan didua jarinya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!