“Kalian tenaglah, biarkan ia duduk dulu”
Hemp..
“Saudara duduklah dan minum ramuan ini”
“Terima kasih”
Kemudian barulah mereka saling mengenalkan diri, mereka mengatakan kalau mereka adalah anggota sekte Bambu Hijau kerajan Xilan yang merupakan kerajaan bawah. Kerajaan di dinasti Ning di bagi menjadi 3 tingkat yaitu kerajaan bawah, kerajaan menengah dan kerajaan atas, yang setiap kerajaan ini memiliki sekte pendukung dan keluarga pendukung. Namun tetap saja kultivator dari setiap kerajaan lah yang menjadi penentu status dari keluarga, sekte dan kerajaan itu sendiri.
Sekte Bambu Hijau di kerajaan Xilan sendiri adalah sekte terlemah dan sering di tindas, namun sejarahnya sekte ini pernah menjadi yang terkuat di kerajaan Xilan. Tapi seiring waktu berjalan skete ini makin jatuh saja.
Tuan muda yang menyelamatkan Xiaoba ini memiliki nama Li Bufan, dan dua adiknya itu memiliki naman Li Xufu dan Li Xufa yang merupakan anak kembar.
“Kenapa saudara bisa berada di hutan terlarang itu?”
“Em, aku mengikuti anggota keluargaku. Tapi karena tidak beruntunng kami terpisah”, ucap Xiaoba bohong. Tentu tuan muda itu tidak percaya namun ia juga tidak bisa memasksa Xiaoba untuk mengatakannya, ia takut jika menyinggung Xiaoba, bagaiman jika Xiaoba berasal dari keluarga kultifator hebat mereka pasti akan terkena sial seperti sebelumnya.
“Melihat dari pakaianmu kau pasti bersala dari keluarga kaya”
“Apa kau bersal dari keluarga kultivator? Berapa banyak kutivator yang ada di keluargamu?”
“Apa tingkat yang paling hebatnya?”
Ekmh..
“Kalian berdua bisakah diam, kalian menakutinya! Maaf sudara”
“Tidak apa”, pikir Xiaoba sungguh lucu dua gadis polos ini, mereka penuh semangat dan tidak takut jika Xiaoba adalah orang jahat, pikir Xiaoba betapa baik dan polosnya orang-orang ini karena mau menolongnya yang orang asing dan tak di kenal itu.
“Hem, aku ingin buang air kecil sebentar”, ucap Xiaoba yang menyadari sesuatu, yaitu kekuatan jiwanya yang telah hancur dan kultivasinya yang telah hilang bahkan aura Peri Kecil juga tidak ia rasakan lagi. Ia sangat terkejut akan hal itu, karenanya ia memilih untuk menjauh sebentar agar bisa memastikan diri.
Setelah berjalan agak jauh dari rombongan Xiaoba memeriksa keadaannya saat ini, sungguh ia terkejut karena dirinya kini menajadi manusia biasa yang di sebut manusia awam oleh para kultivator itu. Tapi ia lebih terkejut lagi ia tidak bisa merasakan keberadaan Peri Kecil. Kini mantan preman itu menangis untuk pertama kalinya setelah berteleportasi kedunia ini.
Hiks.. hiks..
“Sudahku katakan jangan melakukan apa pun untuk menyelamtakan aku”
“Kenapa tuan tidak mengizinkan aku?”
“Karena kau yang membantu sampai sejauh ini, lalu bagaimana mungkin aku membiarkanmu melukai diri sendiri. Aku tanpamu tidak ada artinya”
Hiks.. hiks..
“Sekarang siapa yang akan menemani petualanganku”, ucap Xiaoba yang tidak sadar bahwa peri kecil kini telah bangkit kembali, namun sayang auranya sangat lemah ia harus istirahat dalam jangkan waktu yang lama.
“Eh, tunggu. Ini kau.. kau masih hidup?”, ucap Xiaoba yang melihat kehadiran Peri Kecil itu lagi, setelahnya Peri Kecil mengatakan pada Xiaoba apa yang telah terjadi dan siapa yang mereka hadipi waktu itu.
“Jadi maksudmu mereka adalah iblis?”
“Iya tuan”. Kemudian Peri Kecil menceritakan betapa bahayanya mereka dan kini masalah Xiaoba sudah bertambah satu. Setelahnya Peri Kecil mengatakan pada Xiaoba bahwa ia telah membantu Xiaoba membentuk Qi dan inti darahnya kembali hingga ia bisa berlatih lagi dari awal, walau Xiaoba sedikit kesal namun ia juga bersyukur ia bisa tetap hidup.
“Selagi ada kesempatan, kultivasi masih bisa di kejar?”
“Tuan benar”. Setelahnya Peri kecil mengatakan ia harus beristirahat sampai Qi dan inti darahnya terbentuk kembali. Lalu ia mengarahkan Xiaoba pada 1 buku dan dua gulungan tingkat kuning level surga yang mereka dapatkan dari leluhur itu.
“Tapi ke tiga benda ini kosong”
“Sepertinya harus di aktifkan dulu tuan”
“Bagaimana caranya? Ah, atau mengunakan darahku?”, ucap Xiaoba yang teringat pada beberapa novel yang ia baca kala itu, setelahnya Xiaoba meneteskan darahnya pada satu buku dan dua gulungan yang tampak aneh dan penuh misteri itu.
Benar saja buku itu aktif lalu masuk kedalam lautan jiwa Xiaoba, kini buku itu berada dalam pikiran Xiaoba yang memudahkan ia untuk melihat apa yang ingin dia lihat.
Satu gulungan berisikan kamus surga yang membantu Xiaoba menjadi ahli ramuan, tentu Xiaoba memiliki keuntungan akan hal itu, sebab ia tidak perlu membentuk pil obat karena ia bisa menelan ramuan obat itu secara langsung.
Setelahnya, Xiaoba memakan beberapa ramuan yang ia kumpulkan waktu itu untuk mempercepat proses kultivasinya. Tanpa Xiaoba sadari kini Bufan melihat ia yang tengah berkultivasi itu, terlihat ia seperti mendapatkan pencerahan lalu Bufan kembali ke anggotanya untuk mendirikan tenda sampai Xiaoba selesai dari meditasinya.
“Kak kenapa kita mendirikan tenda, sekte tidak jauh lagi dari sini”
“Tidak apa, kita akan menunggu sampai tuan Xiaoba itu selesai melewati masa pencerahannya”
“Apa??”. Mereka cukup terkejut atas ucapan Bufan ini, padahal Xiaoba tidak memiliki inti jiwa lalu kenapa ia bisa mendapatkan pencerahan dalam perjalanan begini? Tapi Bufan dan tetua ketiga sekte Bambu Hijau itu semakin yakin bahwa Xiaoba bukan orang biasa saja dan ia pasti memiliki rahasia besar di baliknya itu.
Selang beberapa saat Xiaoba pun berhasil tembus pada ranah prajurit level 8, itu sudah merupakan pencapaian besar bagi orang lain namun tidak untuk Xiaoba yang sudah berada di tahap master sebelumnya.
Setelahnya dari gulungan kedua Xiaoba mendapatkan teknik mata elang surga, teknik pedang naga, dan teknik bayangan hitam neraka. Tapi ketiga teknik ini tidak bisa di kuasai oleh Xiaoba secara bersamaan ia pun di suruh memilih satu, lalu Xiaoba memilih teknik mata elang surga.
“Tuan kenapa memilih teknik ini?”
“Yang lain memang kuat, tapi teknik ini memiliki banyak keuntungan”
“Hem, tuan aku tidak bisa menahan lagi aku benar-benar mengantuk”, ucap Peri Kecil yang kemudian kembali kedalam cicin spiritual Xiaoba yang kelihatan murah itu namun tanpa ada yang tahu bentuknya telah di manipulasi oleh sang ibu, hingga tidak ada yang bisa mengenali bahwa cicin itu tingkat leluhur master. Tentu hal itu di lakukan demi keselamatan Xiaoba dari orang-orang serakah, tapi Xiaoba tahu akan hal itu, melihat betapa luasnya area di dalamnya.
Setelahnya Xiaoba berlatih teknik mata elang surga itu hingga ia bisa menguasai satu tingkat, ia pun mencoba melihat batas yang bisa ia lihat sekarang. Xiaoba cukup takjub akan orang-orang baik ini walau Xiaoba sadar kalau mereka mulai curiga akan identitasnya namun tetap saja mereka masih menunggu Xiaoba dengan sabarnya bahkan ada beberapa orang yang di tugaskan untuk mengawasinya dan meletakan makanan padanya tanpa membuat suara sedikit pun.
“Mungkin mereka telah mengalami hal yang sulit”, pikir Xiaoba yang melihat betapa tulusnya sikap mereka, pasti mereka pernah mengalami kesulitan hingga mereka tidak lagi berani menyingung orang lain. Namun Xiaoba bukan tipe orang yang suka berutang ia pasti akan membalas kebaikan yang ia terima walau pun kebaikan itu cuma sedikit saja.
Namun dari satu buku itu Xiaoba tidak mendapatkan apa pun, buku itu masih saja kosong hanya saja warna dan bentuknya telah berubah bahkan lembaran buku itu telah berubah menjadi kertas emas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments