“Kak Xiaobaaa..”, teriak Ruru yang menyadarkan Xiaoba dari lamunan nakalnya, kini terlihat wajah kesal dan malu para gadis ini yang di tatapi oleh Xioba itu. Wajah memerah mereka tampak imut di mata Xioba, pikirnya ini sungguh momen yang langka dan menyenangkan. Setelahnya Xiaoba pun mengatakan pada mereka apa saja yang telah terjadi.
“Jadi kami semua memiliki bakat yang luar biasa?”
“Iya”
“Tapi hanya aku yang tidak naik tingkat”
“Kata siapa? Kau kini sudah berada di tingkat raja bela diri, tapi supaya kau tidak terpental keluar aku menekan batis kultivasimu”
“Apa?”
Hemm
Sungguh terkejutnya nona Chu ini atas apa yang telah di katakana oleh Xiaoba itu, namun mereka penasaran bagaimana Xiaoba bisa tahu banyak hal. Kemudia mereka bertanya pada Xiaoba akan hal itu, dan tentu Xiaoba mengarang cerita bohong seperti biasanya.
“Masterku yang memberitahu segalanya”
“Apa?”
“Masterku mengirim pesan melalui kesadaran jiwanya”
Sungguh perkataan Xiaoba di percayai oleh tiga gadis polos ini, kemudian Xiaoba meminta mereka untuk merahasiakan keberadaan master Xiaoba itu, dan merahasiakan semua informasi apa pun tentang Xiaoba saat ini. Itu semua demi keselamatan perjalanan petualangan Xiaoba kedepannya, dan tentu para gadis ini paham akan hal itu.
“Lalu jika ada yang bertanya kami harus jawab apa kak?”
“Apa kalian bodoh, katakan saja kalian mendapat keberuntungan dari jiwa seorang master yang tersisa di alam ini”
“Em, baiklah aku mengerti”
“Ngomong-ngomong aku belum tahu siapa nona ini? Dan nona Chu salam perkenalan dariku”, tanya Xiaoba yang kemudian mereka saling mengenal satu sama lain, betapa terkjejutnya Xiaoba ketika tahu bahwa ini adalah sang putri lengendaris yang tak bisa ia lihat meski ia sangat ingin kala itu.
Sang putri lengendaris dalam sangkar emsa ini bagaiman bisa di lepas oleh kaisar pikir Xiaoba, sungguh pola pikir Xiaoba ini berbalik dengan pola pikir orang normal di negeri ini yang menganggap sang putri adalah orang terbuang.
Putri dengan nama lengkap Ning Xu'er ini cukup menerik perhatian Xiaoba, sungguh pikir Xiaoba dia benar-benar menarik seperti seekor kelinci. Tapi tanpa Xiaoba ketahui bahwa ketiga wanita ini telah di menangkan hatinya oleh Xiaoba yang nakal dengan pikiran mesumnya itu. Kini tunangan Xiaoba yaitu Chu Ran'er terus memandanginya.
“Kenapa? Ada yang ingin kau tanyakan padaku?”
“Em, ti-tidak tahu apa kau bisa membagi buku pelatihan yang kau katakan tadi. A-aku akan membayarnya”, ucapnya penuh malu itu, ia tidak sadar kenapa ia bisa malu pada Xiaoba ini yang dulu selalu membuatnya kesal.
Tapi hanya ia yang tahu bahwa mereka adalah tunangan, Xiaoba sendiri tidak tahu akan hal ini, karena itu dia bersumpah waktu itu. Tapi melihat tingkah gadis ini yang malu-malu Xiaoba sangat puas, ingin rasanya ia mencubit pipi yang kini telah memerah itu.
“Tidak ada yang harus di bayar di antara kita, kau itu milikku”, goda Xiaoba yang membuat tingkat malu Ran'er semakin tinggi, tapi dua wanita lainnya tampak cemburu akan hal itu.
Sang putri yang baru bertemu dengan Xiaoba saja bisa melihat betapa hangatnya sikap Xiaoba ini pada Ran'er, mana mungkin ia tidak iri karena ia belum pernah merasakan itu sebelumnya, apa lagi Ruru yang selalu dimanjakan oleh Xiaoba selama ini.
“Dasar bajingan”
“Ha? Kenapa aku bajingan? Aku ini_”
“Kak Xiaobaaa”, panggil Ruru yang menyadarkan Xiaoba atas sikap mesranya pada Ran'er itu, kini terlihat air mata meleleh dari gadis yang sangat ia manjakan itu. Sungguh Xiaoba bingung kenapa gadis ini menangis dan berlari keluar gua, kemudian Xiaoba mendekatinya dan bertanya, barulah Xiaoba mengerti akan kecemburuan gadis ini.
“Haiss, jangan begini. Kau akan selalu menjadi adik yang aku manjakan”, ucapa Xiaoba yang berusaha menenangkan sang adik, namun perkataannya itu sungguh membuat Ruru semakain sedih karena Ruru berharap hal lain. Ran'er yang mengerti akan hal itu pun meminta Ruru ikut dengannya lagi kedalam gua namun Xiaoba tetap di luar karena ia ingin berbicara sesama wanita, tentu Xiaoba yang ahli ini mengerti apa maksudnya.
Kemudian Peri Kecil pun ikut masuk untuk mendengar perbincangan mereka, setelahnya ia melaporkan hal itu pada Xiaoba yang membuat Xiaoba senang bukan main. Kini Xiaoba telah memenangkan game besar, tapi ia memilih pura-pura tidak tahu.
“Sepertinya hari ini area misterius akan tertup”
“Kalau begitu ayo kita kembali bersama kak”
“Aku tidak bisa”
“Kenapa?”
“Ada beberapa hal lagi yang harus aku lakukan disini”
“Lalu bagaimana cara kakak akan keluar?”
“Jangan khawatir aku bisa masuk tanpa di undang pasti aku juga bisa keluar tanpa di usir”, ucap Xiaoba yang membuat gadis-gadis ini tenang, kemudia Xiaoba memberi mereka beberapa buku pelatihan yang cocok dengan mereka semua, bahkan ia juga memeberikan beberapa artefak dan ramuan tingkat tinggi serta obat-obatan kelas langit pada mereka. Tentu hal itu menambah benih suka mereka pada Xiaoba terutama sang putri yang jatuh hati pada pandangan pertamanya itu.
“Aku akan sangat merindukan kakak”
Hiks.. hiks..
“Sudahlah, kita juga akan bertemu kembali”
“Tapi itu tidak jelas kapan waktunya”, ucap Ruru yang tidak rela berpisah dengan Xiaoba itu, kemudian portal keluar telah di aktifkan beberapa orang sudah mulai terbuang keluar area misterius itu. Sungguh Xiaoba tidak rela berpisah dengan mereka tapi ia juga tidak bisa melakukan apa-apa karena ia akan pergi berpetualang.
“Jaga dirimu, jangan sampai mati atau kami akan di ambil orang”, ucap Ran'er dengan senyumnya yang kemudian terpental keluar area terlarang, sungguh Xiaoba puas atas apa yang telah di katakan oleh gadisnya itu.
“Kenapa mereka belum muncul juga?”, ucap kepala keluarga Chu yang kini juga marah pada para ahli racun ini karena telah berani mengangu putri kesayangannya itu, sungguh ia ingin membakar hidup-hidup mereka semua begitu mendengar penjelasan atas kemurkaan kaisar waktu itu. Tidak hanya kaisar dan keluarga Chu, keluarga Lin juga sama.
“Jika mereka juga tidak keluar di detik terakhi, aku akan menghancurkan semua ahli racun di daratan pendekar ini”
Ancam kaisar Ning yang sangat murka itu, tapi di tengah amukan kaisar pada para ahli racun yang tak bersalah itu tiga gadis ini pun muncul yang menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada disana.
“Ayah..”
Teriak gadis ini secara serempak, sungguh kaisar Ning terkejut melihat perubahan pada tiga gadis ini terutama putrinya yang lemah itu kini telah berubah menjadi wanita sehat dengan nafas segar serta basis kultivasi tinggi, sama seperti ia berusia lima tahun kala itu. Sungguh tanpa sadar kaisar kini mengeluarkan air matanya.
“Hiks.. ayah”
Tangis sang putri yang bisa melihat air mata kini mengalir di wajah sang ayah walau jarak mereka terbilang jauh, kini Xu'er sadar bahwa sang ayah selama ini masih mencintainya. Bahkan sang ayah telah menahan para ahli racun itu.
“Xu'er kau_”
“Xu'er menghadap ayah handa”
“Hiks.. putriku kau telah sembuh?”
“Ayah handa bisa melihatnya”
Hahaha
“Bagus.. sungguh bagus, putriku telah sembuh”
“Ayah handa mohon bebaskan mereka semua”
“Apa? Kenapa? Bukankah kelompok mereka menyakitimu?”
“Tidak ayah handa, bukan mereka”
Kemudian Xuer mengirim pesan melalui kesadaran spiritualnya pada sang kaisar yang mengatakan bahwa kasusnya itu tidak sesederhana kelihatnya dan pelaku tidak ada di antara para ahli racun itu. Setelahnya sang kaisar memberi mereka kompensasi atas perilaku salahnya itu, tentu hal itu menjadi keuntungan untuk ahli racun sendiri karena konpensasi kaisar yang senang ini tidaklah sedikit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments