“Maaf membuat kalian menunggu hingga perjalanan kalian tertunda”
“Apa yang saudara katakan, kini aku memanggilmu saudara maka tidak ada yang harus di maafkan”, ucap bufan yang entah kenapa merasa ada yang aneh pada Xiaoba tapi ia tidak tauh apa itu. Setelahnya mereka semua melanjutkan perjalanan yang memakan waktu satu hari ke sekte Bambu Hijau itu.
“Kita istirahat disini, hanya beberapa jam lagi kita sampai di sekte”
“Baik”. Mereka pun membuat tenda untuk istirahat mengingat beberapa orang ini tidak memiliki kultivasi tinggi hingga mereka mudah lelah dengan beban bawaan yang banyak itu.
“Saudaraku, bagaiman kau bisa memiliki kultivasi tingkat prajurit sekarang? Bukankah kau tidak memiliki inti jiwa atau pun Qi, tapi sekarang?”
“Sebenarnya ini adalah rahasia keluargaku”
“Lalu apa?”, tanya Xufu yang sangat antusias itu, Xufu dan Xufa masih gadis belia yang berusia 14 tahun dengan tingkat pendekar level 3 tapi mereka tidak bisa menerobos lebih dari itu karena telah di lukai 3 tahun yang lalu.
“Emm..”
“Tidak perlu di katakan jika itu memang tidak bisa”
“Tapi kami sangat penasaran”
“Gadis ini”
“Tidak apa, sebenarnya kultivasiku di tekan oleh master yang ada di keluaga kami untuk beberapa alasan tapi maaf aku tidak bisa mengatakan apa itu”, ucap Xiaoba dengan sopan.
Sungguh sikap Xiaoba membuat Bufan takjub, pikirnya Xiaoba pasti salah satu tuan muda dari keluarga tersembunyi yang sedang melakukan petualang hidup dengan cara menekan basis kultivasi mereka, namun begitu mereka sampai pada titik tertentu mereka akan di jemput pulang lagi. Sungguh bukan orang yang bisa di singung.
“Lalu apa tingkat kultivasimu sekarang?”
“Emm..”
“Sudah cukup, jangan menyusahkan saudara ini”
Srekk.. srekk..
Suara dari balik semak-semak, mereka paham jika ada orang yang sedang melakukan pergerekan. Tetua ketiga dan Bufan pun saling memberi kode, namun Xiaoba yang sudah melihat orang-orang di balik semak dengan menggunakan mata elang surga itu memberi tahu pada Bufan untuk bersiap.
“Mereka adalah bandit gunung, jumlah mereka 40 orang”
“Apa?”, ucapnya yang membuat rombangan ini terkejut, kini mereka benar-benar yakin Xiaoba bukan orang biasa, setelahnya mereka bergerak sesuai perintah Xiaoba.
“Sial ada 3 master diantara mereka”
“Apa yang harus kita lakukan sekarang?”
“Kita berpencar saja”
“Tidak bisa, mereka memiliki tim bantuan 20 orang yang mengarah kemari di sana ada dua master lagi”
“Apa?”
“Apa yang harus kita lakukan sekarang?”
“Kak aku takut”
“Bagaimana ini?”
“Kenapa mereka mengincar kita?”
“Sepertinya sejak awal mereka mengikuti kita”
“Kenapa bisa begini? Apa mungkin?", ucap Bufan yang teringat pada orang yang telah mereka singgung di ibu kota dinasti itu, tapi kenapa mereka harus mengirim para bandit untuk mengikuti rombongan ini? Jika ingin mereka bisa menghabisi rombongan ini di hutan terlarang kala itu atau di perbatasan dinasti.
“Sial ada ahli racun juga di antara mereka”
“Apa??”
“Ya, berisap mereka usadah datang”
Hehehe…
“Akhrinya kami menemukan kalian”, ucap salah satu dari para bandit itu, sungguh entah apa masalahnya hingga mereka menghadang rombongan ini, kini Xiaoba tidak tahu harus berbuat apa?
Sangat banyak orang yang harus di lawan dan kini Peri Kecil juga sudah tertidur untuk waktu yang lama sementara di sisinya saat ini hanya ada teteua yang hanya tingkat raja bela diri saja, sungguh situasi yang tidak menguntungkan.
“Apa yang kalian inginkan?”
“Apa yang kami inginkan?”
“Lucuc sekali pemuda ini, apa kau buta kami ini para bandit gunung”
“Siapa yang mengirim kalian kemari?”
“Apa pedulimu, tangkap mereka”
Trakk..
Akkhhh..
“Satu langkah lagi kalian semua mati”, ucap Xiaoba yang memotong tangan bandit yang maju itu, namun sayang itu justru memicu api kemarahan dari pihak bandit ini, mereka pun mulai bermain kasar.
“Tangkap mereka semua, akan kujadikan mereka daging cincang”
“Baik”
Prakk..
Trakkk..
Pertempuran pun tidak bisa di elak, kini mereka melawan musuh bahkan Xiaoba berada di posisi terjepit hingga ia terjatuh dan di tahan oleh para bandit. Kini Xiaoba yang baru tingkat prajurit level 8 itu benar-benar tidak berdaya, sementara itu Xufu dan Xufa di tangkap oleh para bandit ini.
Hiks.. hiks..
“Kak Bufan”
Akhh..
“Sungguh gadis yang cantik”
“Tidak salah tuan muda Sheng menginginkan keduanya”
“Bos kami juga ingin mencicipi mereka”
Slurppp..
“Heh, jangan sembarangan, keluarga Sheng itu keluarga yang tinggal di ibu kota kekaisaran, kita akan mati jika kita menyentuh barang miliknya”
Hahaha
“Tapi beberapa wanita ini tidak masalahkan?", ucap yang lainnya yang berhasil menangkap para murid perempuan yang ada di rombongan ini, sungguh murka Xiaoba melihat tindakkan tak senonoh mereka. Walau dirinya juga mesum tapi ia paling tidak suka ada paksaan begini, untuknya itu adalah perbuatan hina.
“Ahhh, jangan mendekat”
Hiks.. hiks..
Srekkk
“Cantik sekali, sunguh mereka semua wanita yang cantik”
Slurppp
“Bahkan mereka lebih cantik dari pada wanita rumah bordir”
Hahaha
Ucapa para bandit yang mulai menarik paksa para murid wanita tak bersaya itu.
Hiks.. hiks..
“Lepaskan”
“Jangan sentuh aku..”
Hiks.. hiks..
“Apa yang kalian lakukan, lepaskan mereka”
Hiks.. hiks..
“Kalian para bajingan, jangan berani menyentuh mereka”, ucap Xiaoba yang sangat murka atas sikap para bajingan ini yang mulai merobek baju para murid perempuan yang mereka tangkap itu.
Sungguh keji perbuatan para bandit ini karena mereka tidak langsung membunuh yang laki-laki, justru mereka hanya menangkap dan mengikat saja sebab mereka ingin mempermainkan para murid perumpuan tepat di hadapan murid laki-laki. Karena untuk mereka itu merupakan siksaan yang paling keji dan menyenangkan, disaat yang lainnya mati kesal ketika melihat yang paling di sayangi di permainkan tepat di depan wajah mereka, akan tetapi mereka tidak berdaya untuk melakukan apa pun.
“Sampai kapan kalian akan menonton saja? Jika tidak segera membantu, aku pasti akan menuntut kalian akan hal ini!!”
Srekkk..
Trakkk..
Ucap Xiaoba yang membuat para bandit ini terlepas kepalanya dari tubuh mereka dalam hitungan detik, entah dari mana arah serangan itu tapi bahkan seorang master pun tidak bisa menghindar sungguh pemandangan yang mengerikan.
“Hanya kali ini kau di bantu, tapi tidak lain kali”
“Tugas kami sudah selesai, kami akan pergi”
“Ingat, kalau kau lemah, hal seperti ini akan terulang kembali mungkin saja lebih parah”
“Lain kali siapa yang akan membatunmu jika bukan dirimu sendiri!!”, ucap orang-orang itu yang tidak tahu siapa mereka, setelahnya Xiaoba di tinggal pergi. Sungguh betapa terkejutnya para anggota sekte Bambu Hijau ini, mereka kehilangan kata-katanya saat melihat orang yang di ranah master itu terbunuh tanpa perlawanan.
Tapi juga bukan hanya mereka saja yang terkejut, para bandit yang baru tiba juga diam tidak bergerak lantaran mereka ketakutan melihat serangan yang tak jelas arahnya itu bisa membunuh orang-orangnya dalam hitungan detik.
Tiga orang tingkat master mati tanpa perlawanan apa itu hal yang bisa di lakukan oleh orang normal atau orang bisasa saja? Sungguh mereka sial kerena bertemu dengan Xiaoba ini.
“Keluarga Sheng kan, suruh mereka berhenti atau mereka semua mati!!”, ucap Xiaoba yang menatap dingin penuh kebencian ke arah para bandit yang berdiri tak jauh dari mereka.
Para bandit ini benar-benar di buat takut oleh Xiaoba. Padahal jarak mereka masih terbilang jauh tapi Xiaoba sudah mengetahuinya, pasti Xiaoba bukan orang biasa pikir mereka. Kemudian mereka melarikan diri dari sana secepat dan sejauh mungkin jangan sampai menyingung Xiaoba lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments