Gadis Cantik

Beberapa Hari Kemudian

“Kak Xiaoba, mari temani aku kepasar”, ucap Lin Ruru nona muda ketujuh dan merupakan adik sepupu kesayangan Xiaoba, hanya ia satu-satunya gadis yang selalu bermanja pada Xiaoba sementara yang lainnya setelah beranjak dewasa mereka menjauhi Xioaba karena sikap nakal dan mesumnya, bahkan mereka keheranan kenapa Ruru betah dan bertahan dengan Xiaoba yang bodoh itu.

Namun Ruru tahu bahwa Xiaoba tidak senakal dan semesum yang mereka semua bayangkan, karena Xiaoba tidak pernah begitu dekat dengan gadis mana pun atau mengambil kesempatan pada dirinya begitulah pikir gadis polos itu.

“Hem, gadis kecilku ingin barang apa lagi kali ini?”, tanya Xiaoba dengan nada memanjakan anak perempuan itu, sungguh hal itu membuat Ruru sangat menyukai Xiaoba. Dan Xiaoba sendiri juga sangat menyayangi gadis ini karena Xiaoba selalu ingin punya adik perempuan yang bersikap manja padanya, bahkan ia memperlakukan Ruru dengan setulus hatinya, dan sebagian barang-barang yang ia peroleh dari hasil barter itu selalu di berikannya pada Ruru.

“Kak Xiaoba, apa kau akan membelikannya untukku?”

“Barang apa yang tidak kubelikan untukmu?”

“Hehe, kak Xiaoba yang terbaik”

Kemudia mereka pun pergi kepasar untuk melihat-lihat barang yang akan menarik perhatian mereka, namun begitu tiba di pasar Xiaoba malah menjadi buah bibir disana tapi ia juga tidak terlalu memperdulikan komentar orang-orang ini, untuknya itu sudah menjadi makanan sehari-hari. Bahkan Ruru juga tidak terlalu peduli karena ia sudah setiap hari mendengar orang-orang berbicara buruk, bahkan ia juga di seret-seret dalam masalah Xiaoba.

Tidak ingin ambil pusing atas komentar negatif itu mereka pun mulai melihat-lihat hal apa yang mereka inginkan.

“Kak aku ingin ini, kak Xiaoba! Hem, mana orangnya?”, tanya Ruru yang tidak melihat Xiaoba disana, sungguh Ruru kesal di buatnya. Xiaoba malah menghilang entah kemana, akhirnya Ruru pun kembali ke kediaman Lin tapi ia juga tidak bisa menemukan Xiaoba disana.

“Sebenarnya kak Xiaoba kemana? Kenepa dia meninggalkan aku sendirian?”, gerutunya yang heran dan marah itu, tidak pernah Xiaoba meninggalkan ia sendirian begitu. Namun Xiaoba sendiri pergi mengikuti gadis kecil yang sangat menarik perhatainnya, gadis kecil itu menimbulkan sebuah perasaan aneh pada Xiaoba yang ia tidak tahu apa itu.

“Aku tidak bisa melihat wajahnya yang di tutupi kain itu, sebaiknya aku terus mengikuti gadis ini”, ucapnya yang tidak bisa melihat wajah gadis yang dapat menimbulkan perasaan aneh di hatinya itu.

Setelah sekian lama mengikuti gadis yang menarik hati Xiaoba untuk pertama kalinya ini berhenti di rumah keluarga Chu, sungguh pikir Xioaba gadis ini pasti salah satu dari nona muda keluarga Chu. Tapi Xiaoba sendiri mengenal semua nona muda keluarga Chu, lalu gadis ini muncul darimana? Ia begitu penasaran dan terus mengikuti secara diam-diam.

“Aku harus masuk ke rumah keluarga Chu, tapi bagaimana caranya?”, pikirnya karena ia ingat beberapa gadis keluarga Chu sangat kesal padanya bahkan kepala keluarga Chu sendiri telah melarang tuan muda keluarganya untuk bergaul dengan Xiaoba yang nakal itu, tidak mungkin jika ia masuk kesana dengan alasan ingin mengunjungi salah satu tuan muda mereka.

“Hem, aku harus memikirkan caranya?”, ucapnya yang terus memutar otak untuk bisa masuk ke kediaman keluarga Chu itu, bahkan ia terus mengawasi rumah keluarga Chu hingga tengah malam layaknya penjahat yang ingin merampok saja.

Tapi tanpa ia ketahui bahwa beberapa penetua keluarganya terus mengawasinya dari balik awan itu, mungkin saja kali ini adalah jebakan untuk Xiaoba sendiri.

“Ah, aku tahu bagaimana caranya”, ucap Xiaoba ketika ia melihat ada sebuah rombongan yang ingin masuk kedalam kediaman keluarga Chu, kemudian ia menyamar sebagai salah satu rombongan itu.

Selepas masuk disana, ia pun menyelinap mengikuti serangga pencium aroma yang telah ia tandai dengan aroma dari gadis tadi.

“Ha, benar saja melihat dari tempat tinggalnya ini, ia adalah salah nona muda keluarga Chu”

“Siapa disana?”

“Sial, ada penjaga”

Kemudian ia pun masuk kesalah satu ruang yang ada disana, yang ia tidak tahu bahwa ruang itu adalah tempat mandi sang gadis. Begitu masuk ia malah melihat gadis itu tengah berendam dan di temani oleh beberapa pelayan yang membantunya membersihkan diri, namun tanpa Xiaoba sadari kini air mata mengalir dari wajahnya dan tanpa sengaja ia malah berjalan kearah gadis itu lalu berkata.

“Gadis cantik kau kah itu?”

Akkhhhhhh..

Teriak sang gadis yang menjadi mala petaka bagi Xiaoba, namun Xiaoba sendiri masih tenggelam dalam pikirannya akan sang gadis yang selalu ia mimpikan dan bayangkan selama ini hingga ia tidak sadar kini masalah besar telah menghampirinya. Kemudia berita itu pun menyebar di kalangan masyarakat dengan cepatnya, seperti berita besar yang telah lama di nanti.

“Aku tidak peduli, keluarga Lin harus bertangung jawab akan hal ini”, ucap kepala keluarga Chu yang sedikit bingung melihat Xioaba terdiam bisu tanpa perlawanan saat di tangkap tadi, bukankah seharusnya dari sikap Xiaoba biasanya ia akan melarikan diri atau membela diri, namun ada apa kali ini? Sungguh aneh pikir kepala keluarga Chu, apakah Xiaoba sangat terkejut karena ditangkap atau ia terpana pada putri kesayangannya yang cantik jelita itu.

Terlepas dari apa pun itu Xiaoba di bawa pulang ke kediaman keluarga Lin dengan penuh pengawal layaknya seorang penjahat yang telah di tangkap. Begitu sampai di keluarga Lin Xiaoba masih diam melamun, entah apa yang tengah di pikirkannya. Sungguh melihat hal itu mereka semua sedikit takut apakah Xiaoba menerima guncangan yang sangat besar yang membuat ia diam seperti itu. Apa ia ketakutan dan teringat akan waktu ia di culik dulu?

“Xiaoba, ada apa denganmu? Apa kau sangat terkejut?”, tanya sang ibu yang sangat khawatir melihat Xiaoba itu, kemudian ia pun di bawa kembali ke tempatnya untuk beristirahat. Setelah pergi para orang tua itu pun berdiskusi melihat kondisi Xiaoba saat ini.

“Chu tua apa yang kau lakukan pada anakku?”

“Aku tidak melakukan apa pun, justru anakmu yang telah merugikan putriku”

“Merugikan apanya? Bukankah mereka sudah bertunangan sejak kecil?”

“Tapi tetap saja dia masih belum layak untuk kesayanganku”

“Jadi maksudmu kau ingin membatalkan perjanjian kita waktu itu?”

“Tentu saja tidak”

“Lalu apa?”

“Sudah cukup, jangan bertengkar lagi”

“Itu benar, mari kita bicara baik-baik akan hal ini”

“Hemm, awas saja jika terjadi sesuatu pada anakku”

“Apa maksudmu, kau menyalahkan kami akan hal itu?”

“Aku bilang cukup!!”, ucap leluhur keluarga Lin yang menekan mereka dengan aura kultivasinya, seketika mereka pun diam. Setelahnya kepala keluarga Chu menceritakan apa yang telah terjadi bahkan hal itu juga di benarkan oleh dua orang tetua yang mengikuti Xiaoba dari balik awan itu, mereka sangat ke heranan kenapa Xiaoba menangis saat melihat putri kesayangan kepala keluarga Chu itu.

“Kenapa dia menangis melihat putriku? Sungguh aneh”

“Apa karena ia tidak melihat gadis itu selama beberapa tahun ini?”

“Hem, bisa jadi juga. Ia pasti sangat merindukan putriku, haha”

“Dasar bajingan kecil itu”

“Tapi bagaimana pun kali ini rencana kita berhasil”, ucap mereka yang memang sejak dari awal telah sepakat untuk memasukan Xiaoba dalam jebakan mereka, namun mereka semua tidak tahu bahwa ide konyol mereka itu menjadi pemicu hal baru pada Xiaoba yang membuat ia pergi dari kediaman keluarga Lin kelak.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!