Malam ini terlihat sangat cantik, bintang-bintang bertaburan dengan kerlap-kerlipnya dan bulan yang begitu menawan. Angin berhembus membuat rambut Aisyah yang terurai bergoyang karena diterpa oleh angin malam. Aisyah selalu suka memandangi langit di waktu malam hari. Karena, keindahan bintang akan terlihat begitu jelas.
"Bunda,"panggil Rezi yang membuat lamunan Aisyah membuyar. Saat ini Aisyah hanya membayangkan jika hari di mana Galih akan membawanya kembali bersatu dengan Lucas. Terlebih lagi kini ada anak yang akan menyatukan dua manusia itu.
"Ada apa?"Aisyah menoleh. Rezi berjalan menghampirinya sedangkan Reza memilih duduk di atas kasur dengan menyilangkan kaki serta melipat kedua tangan di dada. Aisyah melirik sekilas ke arah Reza lalu tersenyum.
'Kenapa Reza semakin lama semakin mirip sama Daddynya. Wajahnya ngeselin tapi gemesin,"Aisyah berkata dalam hatinya yang masih menatap sang anak.
"Apa Bunda sedang berkata buruk untukku?"Reza bertanya semakin membuat Aisyah terkekeh.
"Tidak, Sayang. Bunda tak mengatakan yang buruk untukmu. Justru Bunda teringat akan Daddymu, kalian begitu mirip."Ketika akan berdiri Aisyah tersadar dengan ucapannya, begitu melirik ke arah Rezi dan Reza benar saja dua bocah itu menatap curiga kearahnya.
"Eh, kenapa kalian menatap Bunda begitu?"
Rezi menatap Aisyah dengan tatapan penuh selidik. Sedangkan Reza menatap dengan dingin ke arah Aisyah. Mengetahui ada yang tak beres dengan tatapan kedua anaknya Aisyah pun mencoba pergi dari sana.
"Bunda,"langkah kaki Aisyah terhenti ketika dua bocah itu memanggil, Aisyah menoleh sembari tersenyum ke arah dua bocah tersebut.
"Di sekolah ada acara Father Day kami berdua ingin ikut! Seperti tahun sebelumnya,"ujar Rezi. Aisyah hanya mengangguk lalu berjongkok di depan sang anak.
"Setiap tahun kalian kan juga ikut. Nanti, Bunda minta Papa Dokter untuk menemani kalian. Tunggu di sini Bunda akan menghubungi Papa Dokter lebih dulu,"Aisyah berkata sembari meraih handphone yang ada di atas nakas.
Reza dan Rezi menunggu dengan patuh duduk di pinggir ranjang. Sedangkan, Aisyah menelpon Dokter Kevin. Aisyah sesekali melirik ke arah sang anak sembari menunggu panggilan terhubung. Begitu tersambung Aisyah mengutarakan niatnya kepada Dokter Kevin.
[Maaf, Aisyah. Kali ini aku tak bisa, aku diminta untuk ikut penelitian di rumah sakit yang ada di Bekasi. Acaranya tepat dengan acara penelitianku aku minta maaf kali ini tak bisa ikut,]ucap Dokter Kevin dengan suara yang pelan. Aisyah mengerti, tak seharunya dia mengganggu Dokter Kevin yang sibuk bekerja.
"Tak masalah, Dok. Aku meminta maaf karena sering merepotkan kamu, aku akan berbicara dengan mereka nanti."
Aisyah memutuskan panggilannya, lalu kembali ke kamar.Terlihat Reza dan Rezi sedang menunggu jawaban dari Aisyah.
"Bisa tidak, kali ini tak perlu ikut? Papa Dokter sibuk,"Aisyah bertanya dengan lembut pada anaknya. Tetapi, Rezi melirik ke arah Reza meminta Reza untuk berbicara.
"Benar kata Bunda, kali ini kita tak perlu ikut,"sahut Reza yang turun dari ranjang tersebut. Lalu, pergi meninggalkan kamar Aisyah. Rezi dan Aisyah menatap kepergian Reza.
"Rezi akan tidur sekarang, Bunda."
"Iya,"
Aisyah hanya bisa menatap raut wajah sedih Rezi. Rezi memang senang mengikuti acara seperti itu berbeda dengan Reza. Tetapi, melihat raut wajah sedih Rezi membuat Aisyah ikut bersedih. Aisyah lalu memikirkan Galih, jika Lucas sudah tentu tak akan mau ikut. Tetapi, Galih pasti takkan menolak apalagi kedua ponakannya.
"Aku akan meminta bantuan Galih,"gumam Aisyah yang ikut berbaring di atas ranjangnya.
Sementara itu, di tempat lain saat ini Lucas sedang berbicara dengan Elliot terkait masalah anaknya.
"Benar Tuan. Setiap ada acara di sekolah selalu Dokter Kevin yang mewakilinya. Acara Father Day pada tahun lalu juga Dokter Kevin yang menemani Reza dan Rezi. Mereka mendapatkan tiket liburan ke Jepang pada waktu itu. Tetapi, Dokter Kevin tak ikut karena tak memiliki jadwal cuti dari tempat kerjanya,"ujar Elliot.
"Satu lagi, hari kamis pada minggu tenang sekolah ini ada acara Father Day untuk tahun ini di sekolah Rezi dan Reza. Tetapi, Nona Aisyah belum mendaftarkan anaknya. Sepertinya mereka akan meminta Dokter Kevin untuk mendaftarkannya lagi,"lanjut Elliot. Mendengar penuturan sang Asisten, Lucas memikirkan sesuatu. Entah kenapa Lucas tak setuju jika ada orang lain yang mendekati keluarga itu apalagi ingin menggantikan posisinya.
"Besok kita datang ke sekolah mereka,"Lucas berkata sembari menatap pria yang berdiri di depan meja kerjanya.
"Untuk apa?"Elliot bertanya, karena Lucas sebelumnya tak ingin mendekati keluarga itu.
"Kamu terlalu banyak tanya. Apa perlu aku mengirim kamu ke Afrika?"
"Baik, Tuan. Kita berangkat besok ke sekolah mereka, malam ini pun tak mungkin. Sekolah telah tutup pada malam hari,"Elliot berkata. Sembari membungkukkan tubuhnya. "Saya, permisi dulu Tuan."Elliot langsung pergi dari ruang kerja Lucas. Di luar ruangan Elliot bertemu dengan Galih yang sedang menertawakannya.
"Apa ingatan Tuan telah kembali? Aku melihat Tuan seperti pada saat pertama kali aku bertemu dengan-nya. Dingin dan menakutkan,"ujar Elliot sembari mengindikkan kedua bahunya.
"Kau lupa? Dia matan Bos Mafia,"
"Aku tak lupa, tetapi sekarang kau juga Bos Mafia menggantikan Tuan Lucas. Tetapi, aura-mu berbeda dengannya,"ujar Elliot yang merangkul bahu Galih, mengajak pria itu untuk meninggalkan tempat tersebut.
"Karena kami orang yang berbeda,"ujar Galih enteng.
Lucas kembali menatap layar laptop yang ada di atas meja kerja. Di mana foto Reza dan Rezi ada di layar laptop. Kedua bocah itu memang sangat mirip dengan-nya. Bahkan, kini Lucas memegang cermin kecil yang ada di tangannya untuk memastikan jika dirinya memang sangat mirip dengan Reza.
'Meskipun aku tak pernah tahu apa yang terjadi di masa lalu. Aku ingin menebusnya di masa depan, takkan ku biarkan anak-anakku hidup tanpa seorang ayah,'Lucas menutup laptopnya. Lucas menghubungi seseorang yang ada di seberang sana serta meminta bantuan untuk mencari tahu tentang masa lalu pada tujuh tahun yang lalu.
"Jangan ada yang tertinggal aku ingin semua informasi yang akurat,"
[Baik, Tuan]
Panggilan terputus, Lucas menggenggam benda pipih yang ada di tangannya setelah berbicara dengan seorang informan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Desy Fitriani
kenapa ga nanya ke galih aja sih
2024-05-03
1
Firman Firman
semoga berhasil Lucas🤗💪 semngat
2024-04-16
0
Alexandra Juliana
Yeaayyy Daddy Lucas akan membuat kejutan dgn datang ke sekolah twins
2024-03-04
3