"Nona Aisyah. Silakan masuk!"pinta Elliot ketika melihat wanita itu yang masih berdiri di luar lift dengan mematung menatap ke arah Galih dan tak berkedip begitu juga dengan Galih.
"Ah, iya."
Aisyah segera masuk ke dalam lift. Tetapi, Aisyah sengaja tak bertanya ataupun menyapa Galih begitu juga dengan Galih. Meskipun ada banyak pertanyaan yang ingin Aisyah tanyakan wanita ini memilih untuk mengurungkan niatnya. Terlebih lagi mengingat perlakuan Lucas kepadanya Aisyah takut menyapa Galih, takut jika Galih juga akan berpura-pura tak mengenalnya.
Di dalam ruangan meeting, rapat berjalan dengan lancar. Hari ini tak ada Lucas tetapi ada Galih. Pria ini terus menatap kakak ipar yang sudah disangka-nya telah meninggal tetapi ternyata masih hidup.
Begitu rapat dibubarkan, Aisyah meminta Elliot untuk memberikan dokumen persetujuan itu kepada Lucas. Galih terus memandangi wanita yang berbicara dengan Elliot sehingga membuat Aisyah tak nyaman.
"Apa boleh saya berbicara dengan Anda?"
Galih bertanya, hal itu membuat Aisyah terkejut. Memang sejak dulu Galih lebih ramah dan sopan cara bicaranya ketimbang Lucas.
"Boleh,"sahut Aisyah sembari tersenyum. Elliot menaikan alis melirik ke arah Galih lalu berbisik, "kamu mengenalnya ini wanita yang dekat dengan kakakmu," kini Galih ikut melebarkan netranya ketika mendengar pernyataan dari Elliot.
"Em, tinggalkan kami!"
"Baik, Nona Aisyah. Saya permisi dulu, dokumen ini akan saya kirim ke Pak Dirsa besok pagi,"
"Baik, Tuan."
Elliot membawa beberapa dokumen keluar dari ruangan meeting. Kini hanya tinggal Galih dan juga Aisyah di dalam ruangan tersebut. Semenjak Elliot meninggalkan ruangan tersebut, mendadak menjadi hening dan kecanggungan meruap ke seluruh ruangan.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"Galih bertanya, Aisyah tersenyum dan menaikan alisnya.
"Apa Anda juga hilang ingatan seperti Tuan Lucas?"Aisyah berbalik bertanya kepada Galih yang membuat pria ini tersenyum.
"Bagaimana ya cara mengungkapkan rasa bahagia ini? Aku bahagia bisa melihat kamu lagi, aku juga senang tahu jika kamu masih hidup, Kak Ipar. Apa boleh aku tanya kenapa kamu tak pernah menghubungi kami?" Aisyah tersenyum dia dapat melihat dari raut wajah Galih yang terpancarkan rasa rindu yang amat dalam kepada pertemuan itu. Galih memegang tangan Aisyah yang terletak di atas meja rapat.
"Kita masih ipar bukan?"Galih takut jika Aisyah telah menikah lagi.
"Masih jika kamu masih mengharapkan itu,"jawab Aisyah sembari menepuk punggung tangan Galih.
"Apa maksud kamu?" mendadak wajah Galih berubah ketika mendengar ucapan Aisyah.
"Aku memang Kakak ipar-mu tetapi Kakak-mu tak pernah mengingatku dia bahkan menolak untuk mengakui anak-anakku,"ujar Aisyah dengan raut wajah yang sendu.
"Keponakan-ku sudah lahir?"Galih bertanya. Pada akhirnya Aisyah menceritakan semua bagaimana dia kembali ke Indonesia dan menceritakan bagaimana juag dia menunggu Lucas menjemputnya di Indonesia. Tetapi, Lucas tak pernah muncul sama sekali. Hingga pada akhirnya Lucas muncul ketika anak-anak-nya sudah besar.
Galih juga menceritakan kepada Lucas tak pernah datang untuk menjemput Aisyah. Lucas koma selama dua tahun setelah pasca kecelakaan penyerangan dari musuh. Hingga tak ada yang tahu jika Aisyah masih hidup begitu juga dengan Aisyah tak pernah tahu jika Lucas masih hidup. Setelah Lucas bangun dari koma, dia malah melupakan sebagian masa lalunya yang dia ingat hanya orang-orang pada tahun sebelum dia mengenali Aisyah.Bahkan, Lucas tak pernah tahu jika Galih pernah kecelakaan dan lumpuh pada waktu itu.
"Apakah hilang ingatan itu bisa sembuh?"Aisyah bertanya.
"Dokter tak pernah mengatakan itu bisa sembuh, karena bukan hanya memori ingatan saja yang hilang sebagian kepala sebelah kiri Kak Lucas juga rusak. Dokter pernah mengatakan meskipun dia hidup, dia tidak akan bisa seperti orang normal pada umumnya. Jadi, ketika kamu melihat Kakak yang berbeda itu bukanlah kemauannya hanya saja ingatannya yang hilang,"ujar Galih. Aisyah terkejut mendengar hal itu. Selama ini dia tak pernah tahu apa saja yang telah Lucas lewati. Aisyah hanya berpikir jika dia satu-satunya orang yang menderita selama ini tetapi ternyata Lucas juga orang yang menderita jauh dari anak dan istri. Bahkan, kebahagiannya hilang ketika dia tak mengingat apapun memori dalam otak-nya.
"Di mana keponakanku?"
"Mereka lagi di sekolah, jika kamu ingin bertemu aku bisa mengantar kamu ke sana. Jam 10.00, mereka sudah bisa pulang,"
"Hari ini tidak dulu mungkin besok. Aku janji, akan membantu kamu untuk kembali dengan Kak Lucas tetapi kamu harus setuju dengan rencanaku,"ujar Galih sembari tersenyum. Aisyah hanya mengangguk saja. Bagaimanapun anak-anaknya butuh keluarga yang lengkap.
Hari ini seluruh murid diberitahukan akan ada acara cooking with family di sekolah. Jadi, Reza dan Rezi harus memberitahu Aisyah untuk datang ke sekolahnya besok. Tetapi, Rezi bingung mereka hanya ada Bunda tidak mungkin bisa ikut acara lainnya di sekolah seperti acara Father day yang diselenggarakan oleh pihak sekolah.
"Apa yang membuat kamu bersedih?"Reza bertanya ketika melihat kembarannya yang duduk di kursi tunggu sekolah nampak begitu murung.
"Aku ingin ikut acara Father Day tetapi kitakan nggak punya Daddy?"Rezi melihat ke arah Reza dengan raut wajah yang sedih.
"Biasanya juga kita ikut meskipun tak punya Daddy. Papa Dokter akan membantu kita, kamu tak perlu sedih begitu. Ayo, pulang!" ajak Reza menarik tangan Rezi ketika melihat Aisyah sudah tiba dan menghampiri mereka berdua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Firman Firman
sabar ya cayang
2024-04-16
0
Neulis Saja
next
2024-02-23
3
Wirda Lubis
galih baik menyatukan Lucas sama aisyah
2024-01-15
1