Hari ini Lucas telah diperbolehkan untuk pulang. Bahkan, Aisyah tak sempat melihat Lucas ketika meninggalkan ruangannya. Karena, saat ini Aisyah sedang berada di tempat kerja dan tak bisa menemani anaknya di rumah sakit.
Rezi meminta keluar dari kamarnya. Setelah Dokter Kevin mengatakan jika Rezi telah diperbolehkan untuk pulang. Tetapi, mereka harus menunggu Aisyah yang menjemputnya ke rumah sakit.
Melihat Rezi yang duduk di taman Reza bertanya, "kenapa kamu tidak menunggu di ruanganmu saja?"
"Aku bosan,"singkat Rezi yang masih sibuk melihat beberapa kupu-kupu yang berterbangan.
'Aku berharap bisa bertemu dengan pria itu lagi,'batin Rezi. Sejak hari di mana Lucas dan Rezi bertemu. Rezi semakin yakin jika Lucas adalah Daddy-nya. Terlebih, ketika mendengar orang yang mendonorkan darah untuknya adalah Lucas semakin membuat Rezi yakin akan status pria itu.
Namun, tidak dengan Reza. Seakan hatinya seperti batu yang takkan retak meskipun tersiram air hujan. Reza selalu berpikir kalau Lucas adalah orang jahat yang sengaja membuang mereka bertiga demi kehidupannya yang mewah. Aisyah pernah memberitahu anak-anaknya, jika Daddy mereka telah tiada. Tetapi, setelah bertemu dengan Lucas Aisyah tak pernah berkomentar tentang Lucas di hadapan Reza dan Rezi.
Lucas bersama dengan Elliot, baru saja keluar dari ruangan inapnya. Begitu tiba di koridor rumah sakit Lucas melihat dua bocah yang duduk di taman. Lucas melihat Reza yang begitu mirip dengannya di masa kecil. Wajah dingin dan tegas Reza membuat Elliot begitu yakin jika Reza adalah ahli waris dari Keluarga Hosea.
"Tuan, apa perlu kita menyapa mereka?"tegur Elliot.
"Tidak perlu! Tidak ada kepentingan dengan mereka, lagian anak itu juga sudah baik-baik saja setelah menerima transfusi darah,"ujar Lucas dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Reza melihat ke arah Lucas yang melewati koridor rumah sakit tetapi ketika Elliot menatap-nya lagi Reza langsung memalingkan wajahnya. Elliot, tersenyum ketika melihat Reza yang mencuri pandang untuk Lucas.
Di sepanjang jalan menuju rumah, Lucas nampak duduk dengan tenang di kursi penumpang. Sedangkan, Elliot fokus pada jalan yang ada di depan. Tetapi, sesekali Elliot melihat Lucas dari spion depan yang berusaha membaca raut wajah Lucas saat ini.
"Tuan, apa Anda tidak ingin mengenal anak-anak dari Nona Aisyah. Setelah mengetahui DNA mereka yang cocok dengan Anda?"Elliot bertanya dengan suara yang pelan tetapi Lucas masih bisa mendengarnya sehingga pandangan Lucas yang semula menatap arah lajunya kendaraan di jalan langsung menoleh ke arah Elliot yang sedang menyetir. Elliot yang dilempar dengan tatapan tajam langsung bungkam seketika dan tak bersuara.
"Sebelum kita kembali dari rumah sakit, aku samar-samar mengingat bayangan seseorang yang pernah ku nikahi. Tetapi, aku tak bisa mengingat seperti apa wajahnya dan juga aku bahkan lupa dengan namanya,"ujar Elliot.
"Sayangnya kehidupan Tuan dulu sangat privasi. Sehingga saya sendiri tak pernah tahu bagaimana kehidupan Anda di Inggris. Tetapi, Tuan sepertinya Tuan Galih tahu sesuatu,"ujar Elliot. Lucas langsung tertegun ketika mendengar nama Galih disebut.
"Kamu benar. Galih sepertinya tahu sesuatu tetapi saat ini Galih sedang sibuk dengan dunianya. Tidak mungkin kita bisa menganggunya. Jadi, kita hanya bisa menunggu hari di mana ingatan itu kembali,"
"Anak-anak Nona Aisyah begitu genius. Aku pernah bertemu dengan Reza dan dia cukup pintar dalam berbicara dengan orang lain. Tuan, Hosea butuh ahli waris di masa depan. Apa Anda tak ingin mempertimbangkan saran Saya, Tuan?"tanya Elliot diakhir ucapannya yang membuat Lucas tak menjawab lagi. Tetapi, terlihat dari raut wajah Lucas jika dia menimang ucapan dari Elliot.
Sementara itu, di dalam ruangan meeting. Pak Dirsa sedang memimpin rapat. Membahas perkembangan dari kerja sama yang dia peroleh keuntungan sangat dari Hosea.
"Sampai di sini saja rapatnya. Silakan tinggalkan ruangan ini,"Pak Dirsa berkata dan duduk kembali.
"Aisyah, ini undangan untuk acara party happy birthday Tuan Lucas. Saya ingin kamu yang menghadiri acara itu di Aston. Saya akan meminta asisten Saya untuk mengirim sebuah hadiah lain hotel tersebut. Jadi, kamu hanya perlu datang untuk memenuhi undangan saja,"
Aisyah mengambil undangan yang disodorkan Pak Dirsa untuknya. Aisyah hanya melihat sekilas lalu menyimpan undangan tersebut ke dalam dokumen yang ada di tangannya.
"Saya permisi dulu, Pak."
Pak Dirsa hanya mengangguk saja, Aisyah segera keluar meninggalkan ruangan meeting. Melihat jam di tangannya, Aisyah teringat akan dua anaknya yang masih di rumah sakit. Aisyah langsung meletakkan kembali dokumen tersebut di ruangan dan pergi untuk menjemput Rezi dan Reza di rumah sakit.
Aisyah sudah setengah jalan tetapi tiba-tiba langsung memutarkan arah mobil ketika menerima pesan singkat dari Dokter Kevin. Ternyata, Dokter Kevin sudah mengantar Reza dan Rezi ke rumah atas permintaan dua bocah itu yang sudah bosan di rumah sakit.
Akan tetapi, Aisyah yang mengetahui di rumah tak ada makanan apapun. Lantas, dia pergi untuk membeli beberapa makanan di sebuah restoran. Makanan kesukaan dua anaknya, dia juga membeli makan malam untuk mereka bertiga.
Sampai di depan rumah. Aisyah melihat mobil Dokter Kevin yang baru saja meninggalkan rumahnya. Itu artinya Dokter Kevin tak tinggal untuk makan malam bersama dengan mereka.
[Aisyah, aku terpaksa meninggalkan anak-anak di rumah berdua. Karena, ada panggilan darurat dari rumah sakit,]
Aisyah membaca pesan yang dari Dokter Kevin. Wanita ini hanya membalas dengan ucapan terima kasih atas kebaikan Dokter Kevin yang telah merawat anaknya selama di rumah saki. Mengetahui Ibunya telah kembali, Rezi langsung membuka pintu rumah untuk menyambut wanita ini yang membawa banyak makanan. Tentu saja keduanya begitu senang.
Di tempat lain, di dalam kamar. Lucas menatap beberapa foto Reza dan Rezi yang diberikan oleh Elliot tadi ketika mereka sampai di rumah. Entah kenapa setiap kali Lucas ingin mengingat kenangan masa lalu kepalanya langsung berdengung yang membuat Lucas sakit kepala.
"Akh!"foto di tangan Lucas terjatuh ketika rasa sakit kepalanya kembali menyerang. Dokter belum memperbolehkan Lucas untuk pulang tetapi Lucas memaksa karena merasa bosan berada di rumah sakit dan Lucas tak begitu nyaman berada di tempat asing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Firman Firman
lnjut
2024-04-16
0
Alexandra Juliana
Ishh klo nunggu ingatan kembali kelamaan krn entah kapan akan kembali, mending nanya ke Galih aja..krn dia yg tau
2024-03-04
2
Neulis Saja
next
2024-02-23
0