"Bocah ini berani mengancamku?"gumam Lucas yang menatap layar iPad-nya, di mana nomor tersebut berhasil dilacak oleh Reza. Mengetahui dirinya diancam oleh seorang bocah, membuat Lucas tak bisa menerima penghinaan itu.
Bip!
"Elliot, ke ruanganku segera!"
"Baik, Tuan."
Lucas, mengertakkan giginya menatap layar iPad di mana pesan dari Reza masih terpampang begitu jelas di layar iPad-nya.
"Tuan, Anda memanggil Saya? Mengenai pemblokiran jaringan oleh seseorang, tim IT sedang mencoba untuk memulihkan semuanya, kami juga berusaha begitu keras untuk bisa mengembalikan informasi yang hilang,"ujar Elliot. Lucas menghela napas dengan kasar yang membuat Elliot, menelan ludah.
"Lakukan segera! Satu lagi, kirim pesan email untuk Pak Dirsa. Jika dia mau memecatkan wanita itu, maka aku bersedia untuk bekerja sama dengannya!"Lucas berkata dengan tegas, yang membuat Elliot merasa heran dengan keputusan Bos-nya itu.
"Tuan, apa itu tidak terlalu kejam? Wanita itu punya dua anak kecil, sepertinya dia sangat membutuhkan pekerjaan ini,"Elliot, memberi saran yang membuat Lucas menatapnya dengan tajam.
"Apa kau kerabatnya? Atau kau ayah dari anak itu? Kenapa kau peduli akan hal itu?"Lucas berdiri dari tempat duduknya yang membuat lutut Elliot sedikit gemetar, untuk menghadapi Lucas, Elliot harus banyak sabar agar tak memicu sakit kepala pria itu kambuh.
"Baiklah, Tuan. Saya akan meminta Pak Dirsa untuk memecat wanita itu sebagai syarat bentuk kerja sama kita,"imbuh Elliot pada akhirnya.
Elliot, sedikit membungkuk sebelum dia pergi meninggalkan ruangan Lucas. Pria ini mengepalkan keduanya, netra memerah dan rahang mengeras menahan amarah ketika mengingat pesan dari Reza seorang bocah yang berani mengancamnya.
Di tempat lain, Pak Dirsa yang menerima laporan akan hal itu, segera menghubungi Aisyah dan meminta wanita itu untuk tidak datang lagi bekerja besok pagi.
"Bunda, apa yang terjadi?" Reza bertanya ketika melihat Aisyah yang terduduk di sofa setelah menerima panggilan dari Pak Dirsa, atasannya dari perusahaan.
"Apa yang salah? Katakan padaku!"Reza menggoyangkan bahu Aisyah ketika wanita ini tak menjawab pertanyaan sang anak.
"Bunda, dipecat. Karena ini salah satu syarat dari Hosea, untuk menerima PT. Angkasa bekerja sama dengan mereka. Mereka harus mengeluarkan Bunda dari perusahaan mereka. Pak Dirsa, juga terpaksa melakukan itu,"ujar Aisyah, lalu melihat sang anak dengan raut wajah yang iba. Reza tak tega melihat Aisyah yang bersedih, lalu memeluk wanita itu sekilas.
"Tak apa-apa, Bunda. Bunda istirahat saja, biarkan ini menjadi urusan Reza,"ujar sang anak, yang membuat Aisyah mengerutkan keningnya.
"Apa yang ingin kamu lakukan? Jangan melakukan hal yang merugikan orang lain, apalagi Hosea."Aisyah tak ingin anaknya melawan ayahnya sendiri demi dirinya.
"Aku hanya akan meminta mereka untuk memanggil Bunda kembali bekerja, Reza tahu Bunda memerlukan pekerjaan itu,"lanjut sang anak. Aisyah langsung memeluk Reza kembali, hingga mereka berdua melepaskan pelukan di saat pintu ruangan itu terbuka.
"Apa aku datang di waktu yang salah?"Kevin bertanya ketika melihat ibu dan anak itu sedang berpelukan. Aisyah segera berdiri ketika Kevin datang untuk memeriksa keadaan Rezi, di mana sang anak yang masih tertidur.
"Kapan kami bisa pulang?"
"Besok!"
Kevin adalah dokter umum di Royal Garden yang menangani Rezi sejak usia bocah itu dua tahun hingga saat ini. Sehingga, Kevin telah menganggap Rezi dan Reza sebagai anaknya sendiri. Kevin yang tahu bagaimana perjuangan Aisyah membesarkan kedua anaknya itu.
"Bunda,"panggil Rezi ketika anak ini membuka mata dan melihat Aisyah berserta yang lain ada di sisi ranjangnya. Sedangkan, Reza sibuk dengan ipad-nya di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Iya, Sayang. Apa yang ingin kamu katakan?" Aisyah menyentuh wajah Rezi yang terlihat lebih bergairah setelah menerima transfusi darah.
"Kapan kita diperbolehkan untuk pulang, Rezi sudah rindu dengan rumah dan nenek."
"Hari ini, Sayang. Benarkan, Dok?"Aisyah melihat ke arah Kevin. Pria ini langsung mengangguk dan mencoba menghibur Rezi agar lebih bersemangat lagi.
Reza, langsung memblokir jaringan bisnis Lucas secara permanen yang membuat Lucas di tempat lain mendadak panik dan cemas, ketika semua jaringan informasi dan bisnisnya nggak dapat di akses. Bahkan, dalam waktu 10 menit, saham perusahaan Lucas anjlok dan terancam bangkrut.
"Kenapa bisa seperti ini? Bukankah, tadi sudah baik-baik saja?"Elliot, yang saat ini berada di dalam ruangan kerja Lucas bertanya kepada pria itu. Terpaksa, Lucas dan Elliot lebur akibat ulah Reza yang memblokir semua situs jaringan bisnis perusahaan Hosea.
"Kembalikan seperti semula!" Lucas berdiri dan berkacak pinggang sembari memijit kepalanya yang sedikit berdenyut. Lucas, memegang kursi kebesarannya dan melihat ke arah Elliot, yang belum juga berhasil masuk ke dalam jaringan bisnis Perusahaan Hosea.
"Apa kau tidak bisa melakukannya juga?" kini Lucas, berdiri di samping Elliot, menatap layar yang penuh dengan tulisan kecil.
Ting!
[Menyerah saja, Bro. Kamu takkan bisa membukanya, kecuali kamu mau memenuhi dua syarat dari Aku.]
Lucas membaca pesan yang baru saja masuk ke dalam handphone-nya. Elliot, melirik sekilas melihat raut wajah Lucas yang memerah, pria ini langsung bisa menebak jika seseorang baru saja membuatnya marah lagi.
Reza, menyeringai menatap layar iPad yang membuat Aisyah curiga penuh atas sikap Reza yang sibuk sejak mereka kembali dari rumah sakit.
"Anak Bunda begitu sibuk dengan ipad-nya, apa ada yang kamu kerjakan Reza?"Aisyah bertanya, tetapi sesaat kemudian dia sudah berdiri di samping Reza, serta menatap layar iPad sang anak.
[Katakan! Apa syaratmu?!"]
"Reza apa itu? Siapa monster? Kamu mengerjai orang lagi?"Aisyah bertanya dengan panik dan duduk di samping sang anak. Sementara Rezi, saat ini berada di dalam kamarnya.
"Bunda, tenang saja. Aku tak melakukan hal yang salah kok, Reza mau makan!"
"Tunggu di sini, Bunda akan ambilkan di dapur untukmu," Reza hanya mengangguk, melihat Aisyah yang telah pergi. Reza lalu membalas pesan dari Lucas.
[Syarat pertama, kamu harus mengembalikan pekerjaan, Bundaku Aisyah. Kedua kamu harus meminta maaf dengannya,]
Lucas yang membaca pesan itu lalu kembali mengerut keningnya.
"Tuan, ini tak bisa diakses!"Elliot panik, ketika dia tak bisa kembali ke akun email jaringan Perusahaan Hosea. Lucas tak menjawab, dia hanya membalas pesan dari Reza.
[Baiklah, aku setuju! Dalam 5 menit, kamu akan mendengar kabar baik, Bocah!]ledek Lucas yang membuat Reza mengeram kesal.
[Jangan katakan aku bocah, Monster!]Membaca balasan dari Reza membuat Lucas tersenyum karena tak sengaja membuat Reza kesal dan itu terlihat dari balasan pesan yang dibacanya. Elliot yang melihat Lucas tersenyum hanya bisa menggaruk tekuknya yang tak gatal.
Aisyah mendapat kabar dari atasan PT.Angkasa, di mana mereka meminta Aisyah untuk kembali bekerja besok pagi. Hal itu, membuat Aisyah senang dan berbagi kabar baik itu kepada putranya, yang membuat Reza ikut tersenyum ketika melihat sang ibu yang begitu bahagia, karena dapat kembali bekerja besoknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Firman Firman
ha ha mntab Reza 👍👍 biarin ayahmu jngn semena mena🤗
2024-04-15
1
ochi_92
keren reza😅😅😅
2024-04-12
0
Alexandra Juliana
Ya ampun Reza, dia bapakmu loh, jgn ga sopan 😄😄
2024-02-29
2