Kembar Genius 20

Mobil Ferrari F8 Spider bewarna kuning memasuki halaman sekolah TK milih Reza dan Rezi. Semua mata tertuju pada benda bewarna cerah itu apalagi ketika datang pada saat jam istirahat membuat seluruh anak-anak bersorak dengan kegirangan melihat mobil mewah yang datang ke sekolah mereka.

"Ada apa sih?"tanya Rezi kepada Reza yang berdiri di jendela ruangan.

"Tukang pamer,"ketus Reza dan kembali duduk di kursinya. Rezi mengintip melihat Lucas turun dari mobil bersama dengan Elliot yang berdiri di samping mobil.

"Daddy Lucas?"gumam Rezi melirik ke arah Reza yang cuek dan tak peduli dengan kedatangan orang tersebut. Rezi menghampiri Reza dan bertanya pada kembarannya.

"Apa kamu tak ingin bertemu dengan-nya?"Rezi duduk di depan Reza yang sedang menggambar.

"Tidak! Apa dia presiden yang harus ku temui? Apa dia orang penting?"Reza menghentikan aktivitasnya lalu menatap Rezi dengan dingin.

'Ya ampun Reza semakin hari semakin menakutkan saja,' batin Rezi tak menjawab pertanyaan dari Reza. Akhirnya, Reza melanjutkan menggambar yang sempat tertunda.

"Reza, Rezi!"panggil seorang guru yang berdiri di ambang pintu. Kedua bocah itu langsung menoleh ke arah sumber suara. Begitu juga dengan Reza yang menghentikan aktivitasnya.

"Ada yang ingin bertemu dengan kalian,"lanjut guru itu lagi. Tetapi, Reza malah kembali melanjutkan tugasnya yang belum tersisa.

"Aku mau bertemu dengan Daddy Lucas, kamu mau ikut?"Rezi bertanya. Tetapi, Reza tak menjawab yang membuat Rezi harus pergi sendiri.

"Bu, Reza masih belum kelar tugasnya,"Rezi terpaksa berbohong untuk menutupi ketidak kesopanan Reza kepada Lucas dan Elliot nantinya.

"Baiklah, kamu saja yang ikut ibu!"Rezi langsung pergi bersama dengan gurunya. Tetapi, tidak dengan Reza.

Begitu tiba di depan ruangan guru terlihat Lucas dan Elliot yang menunggu Rezi.

"Bu, di mana Reza?"Elliot bertanya.

"Reza masih ada tugas,"sahut Rezi. Elliot melirik ke arah Lucas pria ini hanya mengedipkan kedua matanya yang membuat Elliot kembali pada tempat duduknya.

"Rezi apa kalian ingin ikut acara Father Day pada hari kamis? tanya Rezi. Bocah ini hanya mengangguk saja.

"Biarkan Tuan Lucas yang menjadi wali kalian berdua. Bagaimana?"

Rezi tak langsung menjawab ketika Elliot bertanya. Karena dia harus meminta pendapat Reza lebih dulu.

"Soal Reza biar urusan Paman saja. Nanti, paman yang akan berbicara dengan Reza,"ujar Elliot.

"Baiklah, aku pun setuju!"jawab Rezi dengan senyuman. Lalu, kembali melihat ke arah Lucas yang jarang berbicara dengannya. Lucas lebih banyak diam dari pada Elliot.

Rezi menusuk lengan Lucas dengan jari telunjuknya yang membuat Lucas menoleh ke arah Rezi yang tersenyum.

"Apa Paman sariawan?"Rezi bertanya Lucas menaikan kedua alisnya yang membuat Elliot tertawa kecil mendengar pertanyaan Rezi.

"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"Elliot bertanya kembali kepada Rezi. Tetapi, Rezi tak menjawab dia lebih senang menunggu jawaban dari Lucas.

"Paman tidak sariawan,"jawab Lucas dingin.

"Jadi, apa yang membuat-mu tak mau berbicara denganku? Apa kamu tak ingin mengakui aku ini anakmu?"

Pertanyaan dari Rezi sontak membuat Lucas terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya. Raut wajah yang semula dingin kini berubah menjadi memerah. Lucas tak menyangka jika anak sekecil itu bisa bertanya seperti itu kepadanya. Kecuali, ada orang dewasa yang mengajari mereka seperti itu.

"Elliot, kita kembali ke kantor. Aku baru ingat jika kita ada rapat sore nanti,"ujar Lucas sembari membenarkan jasnya dan pergi meninggalkan ruangan guru tersebut.

"Eh, Tuan."Elliot bingung yang melihat Lucas pergi begitu saja. Elliot juga melihat wajah kebingungan Rezi yang melihat Lucas pergi tanpa menjawab pertanyaan tadi.

'Sudah ku katakan dua anak ini genius dia pasti akan bertanya seperti ini jika memiliki kesempatan dan benar saja hari ini Rezi bertanya,' Elliot menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Em, Rezi. Acara Father Day Paman sudah daftarkan untuk kamu dan Reza. Nanti, Tuan Lucas yang akan menjadi walimu ya,"Elliot berbicara dengan Rezi sembari memegang bahu anak itu.

"Paman perlu menemui Bunda di rumah. Rezi harap Paman masih mengingat alamat rumah kami,"ujar Rezi. Elliot ragu tetapi yang Rezi katakan ada benarnya.

"Baiklah, nanti malam Paman akan datang,"

Elliot berpamitan dengan guru Rezi dan meminta untuk mengantar anak itu kembali ke kelasnya. Begitu Elliot tiba di dalam mobil dia sudah langsung menerima tatapan tajam dari Lucas.

"Apa itu benar pertanyaan dari seorang anak kecil?"Lucas bertanya kepada Elliot yang sedang duduk di kursi kemudi.

"Tentu saja mereka berhak tahu, Tuan. Mereka pasti sudah tahu hasil tes DNA tidak sedikit kemungkinan jika mereka tidak akan menolak Anda. Apa ini tidak baik untuk Hosea? Jika Anda mau mengakui-nya maka di masa depan Hosea akan memiliki ahli waris, Tuan."

"Kamu terlalu berbelit-belit, Elliot. Membuat kepalaku sakit. Jadi, katakan aku harus bagaimana?"Lucas bertanya. Elliot tersenyum karena sudah memiliki jawaban atas pertanyaan Lucas.

"Tentu saja Anda harus menemui Bunda mereka. Perlu berbicara empat mata dengan Nona Aisyah, bagaimanapun Anda sudah menolaknya berulang kali,"ujar Elliot.

"Em, nanti wanita itu besar kepala jika aku menemuinya. Aku tak mau,"Lucas menolak untuk menemui Aisyah.

"Kalau begitu biarkan Dokter Kevin yang menjadi wali mereka di acara Family dan Father Day hari kamis ini. Anda tak perlu datang Tuan,"Elliot berkata dengan ketus sembari menyalakan mesin mobil. Ucapan Elliot membuat Lucas tak senang, pria ini menatapnya dengan tajam.

"Baiklah, nanti malam kita datang menemui mereka. Kau senang?"

"Tentu aku senang,"sahut Elliot dengan menyeringai.

Mobil Ferrari F8 Spider bewarna kuning nampak meninggalkan halaman sekolah tersebut.

Aisyah sedang membereskan meja makan karena semua anggota keluarga baru saja selesai makan malam termasuk Ummi Hanum yang baru saja kembali dari tempat saudaranya.

Suara bel pintu mengejutkan mereka berempat. Saat ini Reza dan Rezi sedang belajar di ruang tamu. Sedangkan Aisyah memeriksa laporan pekerjaannya yang belum kelar. Ketika Ummi Hanum akan menyalakan televisi bel rumah berbunyi.

"Siapa yang bertamu malam-malam?"Ummi Hanum bertanya, Aisyah menggeleng kepalanya.

Namun, ketika Ummi Hanum akan membuka pintu depan. Aisyah sudah lebih dulu pergi untuk membuka pintu rumahnya. Aisyah mengintip lebih dulu dari jendela sehingga dapat melihat dua pria yang sedang berdiri di depan pintu rumah.

"Untuk apa mereka datang?"

"Aisyah, siapa yang datang?"teriak Ummi Hanum.

"Rekan kerja Aisyah, Ummi."

Aisyah membuka pintu dan terlihat Lucas yang berdiri di dalam pintu yang sejak tadi menunggu dibuka oleh Aisyah.

"Boleh kami masuk?"Elliot bertanya yang selalu menjadi juru bicara Lucas saat bertemu dengan Aisyah dan anak-anaknya.

"Silakan,"Aisyah berkata dengan lembut. Lucas dan Elliot masuk. Tiba di ruang tamu semua orang melihat ke arah mereka. Tetapi, Ummi Hanum nampak terkejut melihat Lucas yang tiba-tiba datang ke rumah itu.

Aisyah menyuruh dua orang itu untuk duduk. Reza dan Rezi memberi ruang untuk orang tuanya berbicara mereka segera pergi ke kamar. Aisyah membawakan minuman untuk Elliot dan Lucas. Tetapi, minuman untuk Lucas sengaja Aisyah membuat jus tomat dan memberi sedikit madu karena Aisyah tahu Lucas akan menyukainya.

Aisyah menjelaskan kepada Ummi Hanum terkait tentang Lucas. Aisyah juga menjelaskan kenapa dia merahasiakan itu dari ibunya karena selama ini Lucas tak mengingat siapa dirinya dan anak-anaknya.

"Jadi dia hilang ingatan?"Ummi Hanum bertanya kepada Aisyah yang saat ini keduanya berada di dapur.

"Benar, Ummi. Maka dari itu aku tak berani memberitahu Ummi,"ujar Aisyah. Ummi Hanum mengusap bahu sang anak. Dia tahu apa yang dirasakan anaknya.

Tiba di ruang tamu. Suasana awalnya terlihat canggung tetapi Elliot langsung berbicara pada intinya tujuan kedatangan dia ke rumah Aisyah. Aisyah berencana untuk menolak tetapi Ummi Hanum langsung menyela ucapan Aisyah yang belum sempat Aisyah ucapkan.

"Saya setuju. Bagaimanapun Tuan Lucas adalah Daddy dari cucu-cucu Saya. Meksipun Anda tak mengingat siapa Saya dan Aisyah. Tetapi, saya ingat Anda adalah menantu saya, yang menikah dengan anak saya pada tujuh tahun yang lalu. Pada malam itu, Anda langsung membawanya pergi dari kehidupan kami tetapi malah membiarkannya pulang dengan seorang diri dari Inggris."Ungkap Ummi Hanum. Lucas tercengang dan memori masa lalu terputar di kepalanya kembali.

Namun, tak membuat Lucas mengingat itu semua dengan jelas. Melihat Lucas yang menahan rasa sakit Aisyah memegang tangan ibunya agar tak mengatakan banyak hal lagi tentang kehidupan masa lalu mereka.

"Nyonya, saya secara resmi mengundang Anda pada acara party saya pada Minggu nanti. Saya harap Anda juga datang,"ujar Lucas yang berusaha menahan rasa sakit pada kepalanya. Melihat Lucas yang kesakitan Ummi Hanum mengurungkan niatnya untuk memarahi Lucas lebih lama lagi.

Pembicaraan pun fokus pada niat pertama Elliot dan Lucas datang ke rumah itu. Aisyah akhirnya menyetujui saran yang Elliot berikan untuk menjadikan Lucas sebagai wali dari anak-anaknya.

Hallo, di tunggu vote dan hadiahnya ini author udah double up ♥️♥️♥️🤟🤟

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

babang Eza kan blum tau kejadian yg sesungguhnya,,jadi jngn galak galak Ama ayah sayang 🤗

2024-04-16

0

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Ya elaaahh bapake sendiri di ketusin..Ayo dong Za jgn ketus² sama Daddy mu, dia g tau keberadaan kalian krn amnesianya..

2024-03-04

1

Neulis Saja

Neulis Saja

semoga galih membantu utk mengingatkan kejadian yg lalu yg tdk diingat oleh Lucas

2024-02-23

6

lihat semua
Episodes
1 Kembar Genius 01
2 Kembar Genius 02
3 Kembar Genius 03
4 Kembar Genius 04
5 Kembar Genius 05
6 Kembar Genius 06
7 Kembar Genius 07
8 Kembar Genius 08
9 Kembar Genius 09
10 Kembar Genius 10
11 Kembar Genius 11
12 Kembar Genius 12
13 Kembar Genius 13
14 Kembar Genius 14
15 Kembar Genius 15
16 Kembar Genius 16
17 Kembar Genius 17
18 Kembar Genius 18
19 Kembar Genius 19
20 Kembar Genius 20
21 Kembar Genius 21
22 Kembar Genius 22
23 Kembar Genius 23
24 Kembar Genius 24
25 Kembar Genius 25
26 Kembar Genius 26
27 Kembar Genius 27
28 Kembar Genius 28
29 Kembar Genius 29
30 Kembar Genius 30
31 Kembar Genius 31
32 Kembar Genius 32
33 Kembar Genius 33
34 Kembaran Genius 34
35 Kembar Genius 35
36 Kembar Genius 36
37 Kembar Genius 37
38 Kembar Genius 38
39 Kembar Genius 39
40 Kembar Genius 40
41 Kembar Genius 41
42 Kembar Genius 42
43 Kembar Genius 43
44 Kembar Genius 44
45 Kembar Genius 45
46 Kembar Genius 46
47 Kembar Genius 47
48 Kembar Genius 48
49 Kembar Genius 49
50 Kembar Genius 50
51 Kembar Genius 51
52 Kembar Genius 52
53 Kembar Genius 53
54 Kembaran Genius 54
55 Kembar Genius 55
56 Kembar Genius 56
57 Kembar Genius 57
58 Kembar Genius 58
59 Kembar Genius 59
60 Kembar Genius 60
61 Kembar Genius 61
62 Kembar Genius 62
63 Kembar Genius 63
64 Kembar Genius 64
65 Kembar Genius 65
66 Kembar Genius 66
67 Kemarin Genius 67
68 Kembar Genius 68
69 Kembar Genius 69
70 Kembar Genius 70
71 Kembar Genius 71
72 Kembar Genius 72
73 Kembar Genius 73
74 Kembar Genius 74
75 Kembar Genius 75
76 Kembar Genius 76
77 Kembar Genius 77
78 Kembar Genius 78
79 Kembar Genius 79
80 Kembar Genius 80
81 Kembar Genius 81
82 Kembar Genius 82
83 Kembar Genius 83
84 Kembar Genius 84
85 Kembar Genius 85
86 Kembar Genius 86
87 Kembar Genius 87
88 Kembar Genius 88
89 Kembar Genius 89
90 Kembar Genius 90
91 Kembar Genius 91
92 Kembar Genius 92
93 Kembar Genius 93
94 Kembar Genius 94
95 Kembar Genius 95
96 Kembar Genius 96
97 Kembar Genius 97
98 Kembar Genius 98
99 Kembar Genius 99
100 Kembar Genius 100
101 Kembar Genius 101
102 Kembar Genius 102
103 Kembar Genius 103
104 Kembar Genius 104
105 Kembar Genius 105
106 Kembar Genius 106
107 Kembar Genius 107
108 Kembar Genius 08
109 Kembar Genius 109
110 Kembar Genius 110
111 Kembar Genius 111
112 Kembar Genius 112
113 Kembar Genius 113
114 Kembar Genius 114
115 Kembar Genius 115
116 Kembar Genius 116
117 Kembar Genius 117
118 Kembar Genius 118
119 Kembar Genius 119
120 Kembar Genius 120
121 Kembar Genius 121
122 Kembar Genius 122
123 Kembar Genius 123
124 Kembar Genius 124
125 Kembar Genius 125
126 Kembar Genius 126
127 Kembar Genius 127
128 Kembar Genius 128
129 Kembar Genius 129
130 Kembar Genius 130
131 Kembar Genius 131
132 Kembar Genius 132
133 Kembar Genius 133
134 Kembar Genius 134
135 Kembar Genius 135
136 Kembar Genius 136
137 Kembar Genius 137
138 Promo NOVEL baru
139 Novel Lucas dan Aisyah lanjut judul baru !!!
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Kembar Genius 01
2
Kembar Genius 02
3
Kembar Genius 03
4
Kembar Genius 04
5
Kembar Genius 05
6
Kembar Genius 06
7
Kembar Genius 07
8
Kembar Genius 08
9
Kembar Genius 09
10
Kembar Genius 10
11
Kembar Genius 11
12
Kembar Genius 12
13
Kembar Genius 13
14
Kembar Genius 14
15
Kembar Genius 15
16
Kembar Genius 16
17
Kembar Genius 17
18
Kembar Genius 18
19
Kembar Genius 19
20
Kembar Genius 20
21
Kembar Genius 21
22
Kembar Genius 22
23
Kembar Genius 23
24
Kembar Genius 24
25
Kembar Genius 25
26
Kembar Genius 26
27
Kembar Genius 27
28
Kembar Genius 28
29
Kembar Genius 29
30
Kembar Genius 30
31
Kembar Genius 31
32
Kembar Genius 32
33
Kembar Genius 33
34
Kembaran Genius 34
35
Kembar Genius 35
36
Kembar Genius 36
37
Kembar Genius 37
38
Kembar Genius 38
39
Kembar Genius 39
40
Kembar Genius 40
41
Kembar Genius 41
42
Kembar Genius 42
43
Kembar Genius 43
44
Kembar Genius 44
45
Kembar Genius 45
46
Kembar Genius 46
47
Kembar Genius 47
48
Kembar Genius 48
49
Kembar Genius 49
50
Kembar Genius 50
51
Kembar Genius 51
52
Kembar Genius 52
53
Kembar Genius 53
54
Kembaran Genius 54
55
Kembar Genius 55
56
Kembar Genius 56
57
Kembar Genius 57
58
Kembar Genius 58
59
Kembar Genius 59
60
Kembar Genius 60
61
Kembar Genius 61
62
Kembar Genius 62
63
Kembar Genius 63
64
Kembar Genius 64
65
Kembar Genius 65
66
Kembar Genius 66
67
Kemarin Genius 67
68
Kembar Genius 68
69
Kembar Genius 69
70
Kembar Genius 70
71
Kembar Genius 71
72
Kembar Genius 72
73
Kembar Genius 73
74
Kembar Genius 74
75
Kembar Genius 75
76
Kembar Genius 76
77
Kembar Genius 77
78
Kembar Genius 78
79
Kembar Genius 79
80
Kembar Genius 80
81
Kembar Genius 81
82
Kembar Genius 82
83
Kembar Genius 83
84
Kembar Genius 84
85
Kembar Genius 85
86
Kembar Genius 86
87
Kembar Genius 87
88
Kembar Genius 88
89
Kembar Genius 89
90
Kembar Genius 90
91
Kembar Genius 91
92
Kembar Genius 92
93
Kembar Genius 93
94
Kembar Genius 94
95
Kembar Genius 95
96
Kembar Genius 96
97
Kembar Genius 97
98
Kembar Genius 98
99
Kembar Genius 99
100
Kembar Genius 100
101
Kembar Genius 101
102
Kembar Genius 102
103
Kembar Genius 103
104
Kembar Genius 104
105
Kembar Genius 105
106
Kembar Genius 106
107
Kembar Genius 107
108
Kembar Genius 08
109
Kembar Genius 109
110
Kembar Genius 110
111
Kembar Genius 111
112
Kembar Genius 112
113
Kembar Genius 113
114
Kembar Genius 114
115
Kembar Genius 115
116
Kembar Genius 116
117
Kembar Genius 117
118
Kembar Genius 118
119
Kembar Genius 119
120
Kembar Genius 120
121
Kembar Genius 121
122
Kembar Genius 122
123
Kembar Genius 123
124
Kembar Genius 124
125
Kembar Genius 125
126
Kembar Genius 126
127
Kembar Genius 127
128
Kembar Genius 128
129
Kembar Genius 129
130
Kembar Genius 130
131
Kembar Genius 131
132
Kembar Genius 132
133
Kembar Genius 133
134
Kembar Genius 134
135
Kembar Genius 135
136
Kembar Genius 136
137
Kembar Genius 137
138
Promo NOVEL baru
139
Novel Lucas dan Aisyah lanjut judul baru !!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!