Aisyah mengantar Reza ke sekolah. Sedangkan, Rezi sudah dititipkan sama Dokter Kevin. Hari ini adalah jadwal pemeriksaan Rezi dan tiga hari lagi Rezi akan menerima transfusi darah yang biasa dilakukannya setiap bulan.
Begitu mobil Aisyah pergi meninggalkan sekolah Reza. Lucas, turun dari mobil yang berniat ingin melihat Reza dari dekat. Lucas sangat penasaran dengan wajah Reza dan ingin menemui bocah yang pernah mengancamnya beberapa hari yang lalu.
"Tuan, sebentar lagi meeting. Kita harus segera kembali,"Elliot berkata sembari melihat jam di pergelangan tangannya. Mendengar hal itu Lucas mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Reza. Lucas kembali masuk ke dalam mobil dan mereka berdua segera pergi meninggalkan sekolah tersebut menuju perusahaan Hosea.
Di dalam ruangan meeting, semuanya nampak dengan serius mendengar apa yang sedang Elliot jelaskan di depan semua orang. Dengan layar proyektor yang menyala menampilkan semua perancangan proyek yang sedang mereka bahas.
Handphone Aisyah bergetar pertanda ada panggilan masuk. Ketika Aisyah melihat layar handphone-nya, panggilan itu dari Dokter Kevin. Lucas melirik ke arah Aisyah yang tengah sibuk dengan handphone-nya. Aisyah tak menjawab karena sedang mengikuti rapat bersama dengan yang lain.
Namun, ketika sebuah pesan WhatsApp masuk barulah Aisyah terkejut di saat membacanya. Dokter Kevin mengatakan jika kantong darah yang mereka tunggu tak kunjung tiba. Bahkan, Dokter Kevin telah menghubungi pihak rumah sakit asing, hanya saja mereka juga mengatakan dalam sebulan ini mereka belum bertemu dengan orang yang biasa mendonorkan darahnya. Maka dari itu, Aisyah seketika panik dan langsung berdiri dari tempat duduknya yang membuat seluruh klien dari berbagai perusahaan menatap bingung ke arahnya termasuk Lucas.
"Maaf, Tuan Lucas. Saya harus pergi,"ucap Aisyah sedikit membungkuk sebelum dia pergi meninggalkan ruangan tesebut.
"Tunggu!"Lucas menghentikan aksi Aisyah yang ingin memutar handle pintu ruangan, langkah Aisyah seketika terhenti dan wanita itu menoleh ke arah Lucas yang kini sudah berdiri dari tempat duduknya.
"Anda tidak bisa pergi begitu saja saat rapat. Ini bukan kamar tidur yang bisa Anda lakukan sesuai keinginan Anda. Ini adalah ruangan meeting perusahaan Ho-se-a!" Lucas berkata dengan tegas dan melarang Aisyah untuk meninggalkan rapat ketika belum selesai.
"Saya minta maaf, Tuan. Tolong ijinkan saya untuk pergi,"sekali lagi Aisyah memohon. Tetapi, tak membuat Lucas bergeming.
Lucas menghela napas dan berkata, "jika Anda pergi, maka kelanjutan kerja sama ini batal!"
Aisyah tak punya pilihan lain, selain harus mengorbankan karirnya demi sang anak. Wanita ini langsung membuka pintu ruangan dan pergi meninggalkan ruangan meeting saat itu juga. Lucas yang melihat keberanian Aisyah dalam mengambil resiko membuat pria ini marah. Elliot, terpaksa melanjutkan rapat meskipun tanpa adanya Aisyah.
Sementara itu, Aisyah telah tiba di rumah sakit. Wanita ini segera pergi menemui Dokter Kevin yang sedang berada di dalam ruangannya. Aisyah, memilih untuk berbicara dengan Dokter Kevin lebih dulu ketimbang menemui Rezi.
"Aisyah,"seru Dokter Kevin, ketika pintu ruangannya terbuka. Karena panik Aisyah melupakan kesopanannya sehingga masuk ke dalam ruangan Dokter Kevin tak mengetuk pintu lebih dulu.
"Dok, bagaimana? Apa sudah ada kabar dari pendonor?"Aisyah bertanya dengan panik raut wajahnya terlihat begitu cemas. Dokter Kevin, meletakkan dokumen pasien yang ada di tangannya di atas meja. Serta membuka kaca mata yang dipakai olehnya sejak dari tadi.
Dokter Kevin pada akhirnya berkata dengan raut wajah yang lesu, "belum, pihak rumah sakit sudah berusaha menghubungi mereka. Tetapi, biodata pendonor sangat rahasia sehingga rumah sakit asing tak bisa membocorkannya pada kami. Kita punya waktu dua hari untuk mencari pendonor yang lain,"
"Segerakan! Dok. Karena Anda tahu sendiri jika sampai Rezi terlambat menerima transfusi darah ... maka ...."
"Saya akan berusaha menemukan pendonornya. Bagaimanapun Saya takkan membuat Rezi dalam masalah,"ujar Dokter Kevin yang memberi harapan untuk Aisyah. Agar tak membuat wanita itu berlarut-larut dalam kecemasan yang pada akhirnya akan membuat kesehatan Aisyah terganggu.
Aisyah berpamitan dengan Dokter Kevin. Aisyah segera menemui Rezi di dalam ruangannya. Di mana ternyata Reza juga sudah dijemput dari sekolah oleh asisten Dokter Kevin atas permintaan pria itu.
"Bunda,"panggil Reza. Aisyah menoleh dan tersenyum ke arah Reza, sebisa mungkin Aisyah berusaha untuk menyembunyikan kecemasannya di depan dua bocah itu.
"Kamu nggak ikut les?"Aisyah bertanya kepada Reza. Tetapi, pandangannya malah tertuju ke arah Rezi di mana bocah itu berbaring dan saat ini sedang tertidur dengan selang infus yang menancap di kulit punggung tangannya yang mungil.
"Tidak!" singkat Reza yang turun dari sofa dan berjalan ke arah Aisyah.
"Apa yang terjadi?"Reza memegang jari Aisyah. Wanita ini segera menoleh dan melihat ke arah bocah yang baru berusia enam tahun itu, yang sedang ingin tahu tentang beban orang tuanya.
"Tidak apa-apa? Bunda baik-baik saja. Apa kamu sudah makan?"Aisyah berjongkok di depan Reza yang berusaha menyamakan tingginya dengan sang anak. Aisyah mengusap rambut Reza dan sesekali membenarkan anak rambut yang hampir menutup mata sang anak.
"Bunda,"Reza langsung memegang tangan Aisyah. Wanita ini tak dapat membohongi perasaannya di depan Reza yang terlalu pintar bisa menebak isi hatinya, Aisyah segera memeluk Reza. Sedangkan, Reza menepuk pelan punggung Aisyah dan berusaha memberi semangat.
"Jangan bersedih, Reza yakin Rezi akan baik-baik saja."
Aisyah yang mendengar ucapan sang anak kembali bersemangat dan menatap sang anak dengan senyuman di wajahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Firman Firman
semoga kamu bisa mendapatkan pendonor darah nak🤲
2024-04-15
0
Neulis Saja
ehm semoga yg terbaik utkmu Rezi
2024-02-23
1
Ida Lailamajenun
mgkn Lucas yg donor darah di rmh sakit asing itu dan dkrm ke Rezi sang anak wlpn Lucas GK tau darah nya di kemanain
2024-02-12
1