Kembar Genius 13

Hujan seakan-akan memiliki kekuatan untuk mengendalikan kehidupan manusia. Hanya karena turun hujan, orang jadi menunda waktu bepergian, membatalkan urusan. Seakan ia memiliki suatu kemampuan untuk memperlambat pergerakan manusia.

Namun, tidak dengan Aisyah. Demi sang anak dia harus kembali secepatnya ke rumah sakit. Apalagi, setelah mendengar kabar dari Dokter Kevin kalau Rezi akan segera menerima transfusi darah dari seseorang yang berada di rumah sakit itu juga. Hal itu tentu saja membuat Aisyah begitu senang dan tak henti-hentinya mengucapkan syukur atas kelancaran urusannya.

"Nona Aisyah, Anda belum kembali?" Pak Dirsa, bertanya.

"Ini mau pulang, Pak. Masih mengirim laporan proyek untuk Tuan Elliot,"jawab Aisyah, ketika Pak Dirsa bertanya. Demi tidak batalnya kerja sama Aisyah harus mau mengerjakan laporan proyek baru dalam waktu dua hari yang ditentukan oleh Perusahaan Hosea.

"Begitu selesai. Segera pulang!"

"Baik, Pak."

Aisyah langsung menyelesaikan pekerjaannya dengan terburu-buru ketika melihat hujan yang sudah mulai reda. Menjadi orang tua tunggal membuat Aisyah menjadi wanita yang kuat semua ini demi anak-anaknya. Apalagi, saat ini Rezi sedang sakit tak membuat wanita itu banyak mengeluh meskipun badan sakit dan seluruh tenaganya terkuras habis. Tak membuat Aisyah menyerah pada keadaannya.

Rumah Sakit Royal. Di mana kondisi Rezi telah membaik, setelah melewati masa perawatan selama dua hari. Meskipun belum menerima transfusi darah, setidaknya kondisinya lebih baik saat ini dari pada tadi pagi yang mendadak membuat seluruh orang panik karena serangan sesak napas mendadak.

"Kamu mau ke mana?"Reza bertanya ketika melihat sang adik yang turun dari ranjang.

"Aku bosan di kamar, mau keluar!"jawab Rezi, yang kini sudah berhasil turun dari ranjang dengan bantuan perawat wanita yang ada di dalam ruangan tersebut.

"Jangan terlalu lama di luar! Nanti Bunda marah,"

"Iya," singkat Rezi dengan dibantu oleh seorang perawat. Rezi menolak untuk menggunakan kursi roda karena dia masih bisa berjalan jika hanya sekedar jalan-jalan di koridor rumah sakit saja.

Sementara itu, Lucas baru saja keluar dari ruangan pemeriksaan bersama dengan perawat pria. Lucas menolak untuk dirawat dokter wanita ataupun perawat wanita. Padahal, semua wanita tertarik untuk mendekati Lucas yang tampan itu. Apalagi, namanya sudah terkenal sejak hari pertama dia menginjakkan kakinya di Indonesia.

"Aku belum ingin kembali ke kamar. Tolong antar aku ke taman!"pinta Lucas pada perawat pria itu. Suasana taman sedikit sepi karena baru saja hujan reda di tempat itu.

"Baiklah, Tuan."Perawat itu membawa Lucas ke taman, di mana tak ada seorang pun berada di sana saat jam siang. Hal itu, justru membuat Lucas tertarik tempat yang sepi dan juga nyaman menurutnya.

"Tinggalkan saya!"

Perawat itu tak berani menolak, dia pun pergi meninggalkan Lucas sendiri di taman. Pria ini cukup menikmati suasana taman yang lumayan nyaman dan juga tenang itu. Jauh dari kata keramaian.

Rezi melewati koridor rumah sakit, lalu meminta perawat itu untuk meninggalkannya sendiri. Hanya saja, perawat itu menolak karena takut dimarahi oleh Dokter Kevin.

"Tidak apa-apa, jika Papa Dokter marah, aku yang bertanggung jawab."Rezi tersenyum begitu manis sehingga mampu menghipnotis perawat wanita itu yang langsung menyetujui permintaan Rezi.

"Baiklah, jangan lama-lama ya! Nanti, Papa Dokter-nya marah."

"Oke,"jawab Rezi sembari mengangkat jempol kanannya.

Rezi turun dari kursi roda lalu mengambil infus dengan bersusah payah yang membuat dia hampir saja terjatuh. Tanpa sepengetahuan Dokter Kevin, Rezi berjalan ke arah taman dengan sendirinya tanpa ada pengawasan para perawat yang diutuskan untuk menjaga dan merawat Rezi.

Rezi dengan botol cairan infus di tangan membuatnya tak bisa berjalan dengan cepat. Tetapi, dia berhasil melewati tempat di mana Lucas duduk. Ketika Rezi akan terus berjalan langkahnya terhenti seketika, anak ini menoleh dan memperhatikan Lucas dengan seksama. Lucas yang merasa dirinya sedang diperhatikan oleh bocah membuatnya tak nyaman. Setelah saling pandang yang cukup lama, akhirnya Rezi tersenyum kepada Lucas senyumannya sangat mirip dengan Aisyah yang membuat Lucas terperangah ketika melihat Rezi yang terus tersenyum.

"Apa aku boleh duduk di sini?"Rezi bertanya dengan sopan sebelum dia duduk di sebelah Lucas. Pria ini hanya mengangguk saja, seakan mengabaikan pertanyaan Rezi.

"Paman sedang apa di sini? Apa Paman sedang merasa bosan berada di dalam ruangan? Sama, aku juga sangat bosan!"Ucap Rezi dengan mengerucutkan bibirnya. Lucas tak menjawab tetapi dia tertarik untuk menatap anak itu dengan sedikit lama. Wajah anak itu tak asing baginya, tetapi Lucas tak bisa menebaknya dengan mudah.

"Apa ini sakit?"Rezi kembali bertanya dan memegang punggung tangan Lucas yang tertutup perban di mana bekas jarum infus berada.

"Tidak,"singkat Lucas.

'Dia sangat mirip dengan kami, apa dia Daddy kami?'Rezi menatap Lucas begitu lama. Lucas mengerutkan keningnya ketika merasa sudah tak nyaman dengan tatapan Rezi.

"Apa Paman datang ke sini dengan keluarga paman? Apa Paman sudah menikah? Kalau iya di mana anak dan istri Paman?"Rezi bertanya panjang lebar kepada Lucas. Tetapi, pria ini hanya tersenyum sekilas menanggapi setiap pertanyaan Rezi yang menurutnya begitu lucu dan juga mengemaskan. Lucas tak pernah menyukai anak kecil tetapi dia bisa tertarik dengan Rezi yang menurutnya pintar dan begitu aktif, yang terpenting Rezi bukan anak yang cengeng.

"Aku belum menikah, aku datang ke sini dengan asistenku," jawab Lucas. Meskipun jawaban Lucas membuat Rezi bersedih. Tetapi, anak ini tetap tersenyum karena dapat melihat Lucas dari dekat bukan hanya bisa melihat dari siaran televisi saja.

"Adik kecil datang dengan siapa ke sini? Di mana orang tuamu?"Lucas bertanya mencoba untuk menghibur Rezi ketika melihat raut wajah Rezi yang berubah menjadi sendu.

"Bunda lagi bekerja, kakak ada les privat di dalam ruangan. Aku ke mari bersama dengan perawatku. Paman, bolehkah aku memelukmu sekali? Aku gak pernah melihat Daddy-ku sejak kecil,"Rezi menampilkan puppy eyes yang membuat Lucas merasa kasian. Apalagi, netra Rezi mengingatkannya pada seseorang di masa kecil.

'Kasian sekali, masih kecil tapi sudah tak memiliki orang tua yang lengkap. Aku pernah di posisi itu,'batin Lucas yang terus menatap Rezi. Pada akhirnya Lucas merentangkan kedua tangannya dan meminta Rezi untuk segera memeluknya yang membuat Rezi begitu senang dan tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

"Syah! Syah Rezi!" seseorang memanggil bocah itu yang membuat pelukan Lucas dan Rezi segera terlepas. Ternyata, Dokter Kevin yang datang mencari Rezi di taman. Begitu tiba di hadapan dua orang itu, Dokter Kevin menatap intens ke arah Lucas yang sangat mirip dengan Reza. Sedangkan, Rezi lebih mirip dengan Asiyah meskipun mereka berdua kembar.

Dokter Kevin langsung mengendong Rezi, ketika Dokter Kevin ingin membawa anak itu pergi. Lucas menahannya.

"Apa Anda dokter di sini?"

"Iya, saya Dokter di sini. Ini juga salah satu pasien saya,"jawab Dokter Kevin.

"Adik kecil, apa kamu mengenal orang ini?"Lucas bertanya kepada Rezi untuk memastikan jika Rezi mengenal Dokter Kevin.

"Iya, ini adalah Papa Dokter."

"Owh, maaf."Lucas mengucapkan maaf karena sudah salah menilai orang. Dokter Kevin hanya mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan Lucas di taman. Rezi terus menatap Lucas meskipun sudah berada di dalam gendongan Dokter Kevin, Rezi melambaikan tangannya ke arah Lucas yang membuat Lucas tersenyum.

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

lanjut

2024-04-15

0

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Lucas mendonorkan darahnya utk Rezi salah satu putra kembarnya

2024-03-04

1

Kartini Kartini

Kartini Kartini

apakah tidak ada getaran atau perasaan dalam hati gitu

2024-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Kembar Genius 01
2 Kembar Genius 02
3 Kembar Genius 03
4 Kembar Genius 04
5 Kembar Genius 05
6 Kembar Genius 06
7 Kembar Genius 07
8 Kembar Genius 08
9 Kembar Genius 09
10 Kembar Genius 10
11 Kembar Genius 11
12 Kembar Genius 12
13 Kembar Genius 13
14 Kembar Genius 14
15 Kembar Genius 15
16 Kembar Genius 16
17 Kembar Genius 17
18 Kembar Genius 18
19 Kembar Genius 19
20 Kembar Genius 20
21 Kembar Genius 21
22 Kembar Genius 22
23 Kembar Genius 23
24 Kembar Genius 24
25 Kembar Genius 25
26 Kembar Genius 26
27 Kembar Genius 27
28 Kembar Genius 28
29 Kembar Genius 29
30 Kembar Genius 30
31 Kembar Genius 31
32 Kembar Genius 32
33 Kembar Genius 33
34 Kembaran Genius 34
35 Kembar Genius 35
36 Kembar Genius 36
37 Kembar Genius 37
38 Kembar Genius 38
39 Kembar Genius 39
40 Kembar Genius 40
41 Kembar Genius 41
42 Kembar Genius 42
43 Kembar Genius 43
44 Kembar Genius 44
45 Kembar Genius 45
46 Kembar Genius 46
47 Kembar Genius 47
48 Kembar Genius 48
49 Kembar Genius 49
50 Kembar Genius 50
51 Kembar Genius 51
52 Kembar Genius 52
53 Kembar Genius 53
54 Kembaran Genius 54
55 Kembar Genius 55
56 Kembar Genius 56
57 Kembar Genius 57
58 Kembar Genius 58
59 Kembar Genius 59
60 Kembar Genius 60
61 Kembar Genius 61
62 Kembar Genius 62
63 Kembar Genius 63
64 Kembar Genius 64
65 Kembar Genius 65
66 Kembar Genius 66
67 Kemarin Genius 67
68 Kembar Genius 68
69 Kembar Genius 69
70 Kembar Genius 70
71 Kembar Genius 71
72 Kembar Genius 72
73 Kembar Genius 73
74 Kembar Genius 74
75 Kembar Genius 75
76 Kembar Genius 76
77 Kembar Genius 77
78 Kembar Genius 78
79 Kembar Genius 79
80 Kembar Genius 80
81 Kembar Genius 81
82 Kembar Genius 82
83 Kembar Genius 83
84 Kembar Genius 84
85 Kembar Genius 85
86 Kembar Genius 86
87 Kembar Genius 87
88 Kembar Genius 88
89 Kembar Genius 89
90 Kembar Genius 90
91 Kembar Genius 91
92 Kembar Genius 92
93 Kembar Genius 93
94 Kembar Genius 94
95 Kembar Genius 95
96 Kembar Genius 96
97 Kembar Genius 97
98 Kembar Genius 98
99 Kembar Genius 99
100 Kembar Genius 100
101 Kembar Genius 101
102 Kembar Genius 102
103 Kembar Genius 103
104 Kembar Genius 104
105 Kembar Genius 105
106 Kembar Genius 106
107 Kembar Genius 107
108 Kembar Genius 08
109 Kembar Genius 109
110 Kembar Genius 110
111 Kembar Genius 111
112 Kembar Genius 112
113 Kembar Genius 113
114 Kembar Genius 114
115 Kembar Genius 115
116 Kembar Genius 116
117 Kembar Genius 117
118 Kembar Genius 118
119 Kembar Genius 119
120 Kembar Genius 120
121 Kembar Genius 121
122 Kembar Genius 122
123 Kembar Genius 123
124 Kembar Genius 124
125 Kembar Genius 125
126 Kembar Genius 126
127 Kembar Genius 127
128 Kembar Genius 128
129 Kembar Genius 129
130 Kembar Genius 130
131 Kembar Genius 131
132 Kembar Genius 132
133 Kembar Genius 133
134 Kembar Genius 134
135 Kembar Genius 135
136 Kembar Genius 136
137 Kembar Genius 137
138 Promo NOVEL baru
139 Novel Lucas dan Aisyah lanjut judul baru !!!
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Kembar Genius 01
2
Kembar Genius 02
3
Kembar Genius 03
4
Kembar Genius 04
5
Kembar Genius 05
6
Kembar Genius 06
7
Kembar Genius 07
8
Kembar Genius 08
9
Kembar Genius 09
10
Kembar Genius 10
11
Kembar Genius 11
12
Kembar Genius 12
13
Kembar Genius 13
14
Kembar Genius 14
15
Kembar Genius 15
16
Kembar Genius 16
17
Kembar Genius 17
18
Kembar Genius 18
19
Kembar Genius 19
20
Kembar Genius 20
21
Kembar Genius 21
22
Kembar Genius 22
23
Kembar Genius 23
24
Kembar Genius 24
25
Kembar Genius 25
26
Kembar Genius 26
27
Kembar Genius 27
28
Kembar Genius 28
29
Kembar Genius 29
30
Kembar Genius 30
31
Kembar Genius 31
32
Kembar Genius 32
33
Kembar Genius 33
34
Kembaran Genius 34
35
Kembar Genius 35
36
Kembar Genius 36
37
Kembar Genius 37
38
Kembar Genius 38
39
Kembar Genius 39
40
Kembar Genius 40
41
Kembar Genius 41
42
Kembar Genius 42
43
Kembar Genius 43
44
Kembar Genius 44
45
Kembar Genius 45
46
Kembar Genius 46
47
Kembar Genius 47
48
Kembar Genius 48
49
Kembar Genius 49
50
Kembar Genius 50
51
Kembar Genius 51
52
Kembar Genius 52
53
Kembar Genius 53
54
Kembaran Genius 54
55
Kembar Genius 55
56
Kembar Genius 56
57
Kembar Genius 57
58
Kembar Genius 58
59
Kembar Genius 59
60
Kembar Genius 60
61
Kembar Genius 61
62
Kembar Genius 62
63
Kembar Genius 63
64
Kembar Genius 64
65
Kembar Genius 65
66
Kembar Genius 66
67
Kemarin Genius 67
68
Kembar Genius 68
69
Kembar Genius 69
70
Kembar Genius 70
71
Kembar Genius 71
72
Kembar Genius 72
73
Kembar Genius 73
74
Kembar Genius 74
75
Kembar Genius 75
76
Kembar Genius 76
77
Kembar Genius 77
78
Kembar Genius 78
79
Kembar Genius 79
80
Kembar Genius 80
81
Kembar Genius 81
82
Kembar Genius 82
83
Kembar Genius 83
84
Kembar Genius 84
85
Kembar Genius 85
86
Kembar Genius 86
87
Kembar Genius 87
88
Kembar Genius 88
89
Kembar Genius 89
90
Kembar Genius 90
91
Kembar Genius 91
92
Kembar Genius 92
93
Kembar Genius 93
94
Kembar Genius 94
95
Kembar Genius 95
96
Kembar Genius 96
97
Kembar Genius 97
98
Kembar Genius 98
99
Kembar Genius 99
100
Kembar Genius 100
101
Kembar Genius 101
102
Kembar Genius 102
103
Kembar Genius 103
104
Kembar Genius 104
105
Kembar Genius 105
106
Kembar Genius 106
107
Kembar Genius 107
108
Kembar Genius 08
109
Kembar Genius 109
110
Kembar Genius 110
111
Kembar Genius 111
112
Kembar Genius 112
113
Kembar Genius 113
114
Kembar Genius 114
115
Kembar Genius 115
116
Kembar Genius 116
117
Kembar Genius 117
118
Kembar Genius 118
119
Kembar Genius 119
120
Kembar Genius 120
121
Kembar Genius 121
122
Kembar Genius 122
123
Kembar Genius 123
124
Kembar Genius 124
125
Kembar Genius 125
126
Kembar Genius 126
127
Kembar Genius 127
128
Kembar Genius 128
129
Kembar Genius 129
130
Kembar Genius 130
131
Kembar Genius 131
132
Kembar Genius 132
133
Kembar Genius 133
134
Kembar Genius 134
135
Kembar Genius 135
136
Kembar Genius 136
137
Kembar Genius 137
138
Promo NOVEL baru
139
Novel Lucas dan Aisyah lanjut judul baru !!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!