Kembar Genius 16

Reza bersama dengan Rezi baru saja pulang sekolah. Aisyah, meminta Dokter Kevin untuk menjemput mereka berdua karena saat ini Aisyah harus menghadiri rapat di perusahaan lawan yang akan berebut sebuah tender baru.

Namun, Aisyah ragu karena PT. Angkasa tidak termasuk perusahaan yang besar. Tetapi, setelah mengetahui ada dukungan dari Perusahaan Hosea. Barulah, Pak Dirsa yakin untuk ikut tender baru tersebut. Bahkan, Pak Dirsa berharap untuk menang dari tender itu. Agar bisa memperoleh lebih banyak kepercayaan lain dari Hosea.

"Tuan, mereka baru saja keluar. Apa perlu aku menjemputnya ke dalam?"Elliot bertanya, ketika melihat beberapa murid TK yang sudah dijemput oleh orang tuanya.

"Terserah,"jawab Lucas. Melihat tak ada penolakan dari Lucas, Elliot turun dari mobil dan menjemput sendiri Reza dan Rezi di dalam ruangan kelas. Begitu tiba di depan kelas, Elliot berbicara dengan seorang guru yang diyakini sebagai wali kelasnya anak-anak Aisyah.

'Sedang apa orang itu di sini?'Reza bertanya dalam hatinya ketika melihat Elliot yang berbicara dengan guru mereka. Lalu, beberapa saat kemudian guru tersebut memanggil Reza dan Rezi untuk maju ke depan.

"Reza apa kamu mengenal Om ini?"guru Annisa namanya. Guru tersebut bertanya lantaran tak pernah melihat Elliot menjemput Reza dan Rezi kecuali Dokter Kevin.

"Dia mengatakan jika pria ini adalah ... Asisten Daddy kalian?"lanjut guru itu. Reza hanya mengangguk sekilas. Lalu, guru itu tersenyum. Wajar guru itu bertanya karena di data orang tua hanya ada nama Aisyah saja.

Rezi yang mendengar hal itu menarik ujung baju sekolah Reza.

"Memangnya kamu kenal, Reza?"bisik Rezi.

"Eem,"singkat Reza dingin. Awalnya, Reza berniat untuk menolak ajakan Elliot. Melihat Rezi yang begitu antusias dan tersenyum. Reza tidak tega menghancurkan kebahagiaan Rezi begitu saja. Semua anak-anak sekolah yang juga baru pulang sekolah menatap kagum pada mobil mewah yang terparkir di depan sekolah mereka.

Tiba di depan mobil, Lucas menurunkan setengah kaca mobilnya. Reza memalingkan wajahnya ke arah lain tetapi berbeda dengan Rezi yang cukup antusias bertemu dengan Lucas. Tanpa dipersilahkan Rezi telah masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Lucas. Sedangkan, Reza memilih untuk duduk di depan bersama dengan Elliot.

"Hallo, Paman. Kita bertemu lagi,"ucap Rezi ramah mengulurkan tangan ke arah Lucas. Pria ini menerima tangan kecil Rezi dan menggenggamnya pelan. Tetapi, sesaat kemudian suasana kembali canggung ketika Reza hanya diam saja.

"Apa kalian lapar?"tanya Elliot mencairkan suasana.

"Tidak!"

"Iya, Paman!"Jawab Rezi begitu bersemangat. Tetapi, tidak dengan Reza.

"Kita makan dulu kalau begitu ya, kebetulan Paman juga belum makan. Daddy Lucas juga belum makan,"

"Ehem!"Lucas berdehem ketika Elliot menyebutnya dengan sebutan Daddy. Tetapi, nama panggilan itu membuat Rezi senang dan langsung melirik ke arah pria yang duduk di sebelahnya. Tatapan Rezi dan Lucas bertemu hingga Rezi tersenyum dengan puppy eyes yang membuat Lucas ikut tersenyum. Rezi bersikap lebih manis di depan Lucas ketimbang Reza yang dingin dan begitu cuek bila bertemu dengannya.

Di sebuah restoran mewah. Mereka berempat duduk di meja paling pojok yang dekat dengan jendela. Karena, Rezi ingin melihat pemandangan jalan ketika dia sedang makan nanti.

"Selamat datang, Tuan. Ini menu-nya silakan dipesan,"ucap seorang pelayan yang meletakkan menu restoran di atas meja mereka. Elliot membiarkan anak-anak Aisyah memesan lebih dulu. Lalu, dia akan memesan untuk Lucas.

"Rezi mau dimsum sama jus tomat,"pinta Rezi kepada pelayan yang masih menunggu di samping meja mereka.

"Sama saja,"sambung Reza. Lalu menutup buku menu yang ada di tangannya.

"Oh, iya. Dimsum don't use shrimp, thanks." Lanjut Reza yang membuat Elliot membulatkan matanya sempurna ketika mendengar penuturan Reza yang begitu tegas.

'Nggak salah lagi ini memang anak dan bapak,'batin Elliot yang melihat Reza lalu beralih menatap Lucas yang sejak tadi memperhatikan dua bocah yang ada di depannya.

"Kita pesan sama saja semuanya, tidak pakai udang tetapi pakai ayam oke!"

"Baik, mohon tunggu sebentar!"

Pelayan mengambil kembali buku menu dan berlalu pergi dari meja tersebut. Lucas masih menatap ke arah Reza dan juga Rezi secara bergantian. Anak yang tak pernah dilihatnya selama enam tahun lamanya. Ketika bertemu mereka berdua telah sebesar itu.

"Rezi apa yang membuat kamu senang melihat kendaraan yang lalu lalang di jalan?"

"Karena, Rezi jarang melihat hal seperti ini. Biasanya, kalau pulang sekolah Rezi akan sibuk di rumah belajar. Sedangkan, Reza dia pergi ikut les komputer dan bahasa asing,"ujar Rezi.

'Pantesan ini anak bisa meretas program IT kami ternyata udah diasah otaknya sejak kecil,'batin Lucas yang terus menatap Reza sejak mereka duduk di meja tersebut.

"Kalian kenapa tidak suka udang?"Elliot kembali bertanya meskipun Elliot sudah tahu jawabannya. Karena, Elliot pernah memeriksa catatan medis mereka berdua ketika menyelidiki Aisyah satu bulan yang lalu.

"Kami suka. Tetapi, tidak bisa makan karena alergi kata Bunda."

Pesanan mereka telah diantar hingga Rezi begitu menampilkan wajah bahagianya di depan Lucas dan Elliot. Tatapi, berbanding terbalik dengan Reza yang bersikap biasa-biasa saja.

"Boleh Paman bertanya?"Elliot kembali bertanya. Tetapi, Reza langsung menyahutnya.

"Kenapa Paman terus bertanya? Apa Paman bekerja di kantor sensus penduduk?"tanya Reza yang membuat Elliot melongo dan membuka lebar mulutnya tak percaya dengan ucapan Reza yang begitu pedas.

"Kata Bunda, saat kita berada di depan makanan. Kita harus menghargainya, itu artinya tidak boleh bicara saat kita sedang makan."Sambung Rezi. Lucas menyungging senyumannya ketika mendengar ucapan Rezi.

"Anak kecil saja paham masak kamu nggak?" cibir Lucas yang kini melihat ke arah Elliot.

"Tuan, aku hanya ingin membantu Anda."Bisik Elliot, Lucas hanya menaikan dua bahunya yang tak peduli dengan ucapan Elliot.

Sementara itu, Dokter Kevin baru saja tiba di sekolah yang datang menjemput si kembar. Tetapi, tiba di sana mereka malah tidak ada yang ternyata telah dijemput oleh Lucas lebih dulu.

Akhirnya, Dokter Kevin menghubungi Aisyah untuk memberitahu jika anaknya telah pulang.

[Assalamualaikum, Dok.]

"Waalaikumsalam, Aisyah apa kamu meminta orang lain untuk menjemput si kembar? Guru bilang mereka telah pulang bersama dengan Asisten Daddy-nya,"

[Asisten Daddy?]Aisyah mengulang kembali kata-kata itu sebelum dia teringat seseorang.

[Oh, iya. Maafkan aku, Dok. Tadi, aku meminta seorang teman kantor untuk menjemput mereka juga karena aku takut Anda sibuk,]Aisyah mengutarakan permohonan maafnya karena tak ingin membuat Dokter Kevin kecewa.

"Tidak apa-apa. Yang penting mereka sudah kembali dengan selamat. Aisyah, jika butuh apa-apa kamu tidak perlu sungkan,"Dokter Kevin berkata dengan lembut yang kini sudah duduk di dalam mobilnya.

[Baiklah, Dok. Aku tutup dulu ya masih di tempat kerja,]

"Oke,"

Panggilan terputus, Dokter Kevin menggenggam benda pipih itu dengan kuat. Dokter Kevin menyadari jika yang menjemput si kembar pasti orang yang datang padanya untuk meminta tes DNA. Dokter Kevin tak menyangka jika harapan untuk memiliki Aisyah semakin sulit dan saingan percintaan baru saja muncul.

"Apa mungkin Tuan Elliot yang menjemput mereka di sekolah? Bagaimana bisa? Apa aku coba hubungi Elliot saja?"Aisyah berbicara dengan diri sendiri ketika tahu anaknya telah pulang dengan orang lain.

"Iya aku harus menghubunginya untuk memastikan saja,"lanjut Aisyah yang kini mencari kontak Elliot di handponenya. Tetapi, sebuah pesan masuk ke dalam WhatsApp Aisyah.

[Anak-anak aman bersamaku kamu tak perlu khawatir,]

Membaca pesan itu Aisyah membulatkan matanya. Nomor baru dan tak tersimpan di kontak WhatsApp Aisyah. Tetapi, wanita ini langsung bisa menebak orang yang mengirim pesan untuknya pasti sudah pasti Lucas.

"Apa maksud dari pesan ini? Apa dia takut aku khawatir? Atau dia sudah mengakui jika mereka anaknya?"

"Bu, Pak Dirsa meminta Anda ke ruangannya."Seseorang memberitahu Aisyah, orang itu adalah Asisten Pak Dirsa.

"Baik,"Aisyah segera bangkit dari tempat duduknya dan pergi menemui Pak Dirsa di ruangan CEO.

Sebuah mobil mewah bewarna hitam metalik berhenti tepat di depan pagar rumah Aisyah. Lucas menyimpan kembali handphone yang ada di tangannya.

"Apa ini rumah kalian?"Elliot bertanya.

"Iya,"jawab Reza. Sebelum turun dia lebih dulu menoleh ke belakang.

"Terima kasih atas traktiran hari ini. Lain kali biarkan kami yang traktir, karena kami tak ingin berhutang budi."Reza langsung membuka pintu mobil dan turun. Elliot menggelengkan kepala melihat sikap keras kepala Reza terhadap Lucas.

"Paman, kami pulang dulu. Terima kasih untuk hari ini, Rezi senang. Reza juga pasti senang, hati-hati di jalan."Rezi turun dari mobil sembari melambaikan tangan ke arah mobil dan tersenyum manis. Sedangkan, Reza sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah.

"Tuan, Anda perlu bekerja keras untuk mendapat perhatian Reza. Bocah itu lebih dingin dari Rezi yang terlihat lebih ramah,"ujar Elliot.

Begitu dua bocah itu telah masuk. Elliot memutarkan arah mobil.

"Akh!"

"Tuan, apa yang terjadi?"Elliot bertanya ketika Lucas memegang kepalanya yang sakit. Samar-samar bayangan masa lalu terlintas diingatan Lucas di mana di hari pertama dia datang ke rumah Aisyah. Tetapi, dia benar-benar tak bisa melihat dengan jelas wajah Aisyah. Di mana pengantin pria dan wanita yang akan akad nikah tetapi malah digagalkan oleh Lucas pada waktu itu.

"Kita pulang!"

"Baik,"

Elliot langsung menancapkan gas mobil dan pergi meninggalkan tempat tersebut.

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

biasalah namanya juga amnesia 😄🤭

2024-04-16

0

Reeka Rsm

Reeka Rsm

heran. jelas jelas tes DNA dah menyatakan sedarah

2024-04-12

0

titiek

titiek

🤣🤣🤣🤣🤣

2024-02-27

1

lihat semua
Episodes
1 Kembar Genius 01
2 Kembar Genius 02
3 Kembar Genius 03
4 Kembar Genius 04
5 Kembar Genius 05
6 Kembar Genius 06
7 Kembar Genius 07
8 Kembar Genius 08
9 Kembar Genius 09
10 Kembar Genius 10
11 Kembar Genius 11
12 Kembar Genius 12
13 Kembar Genius 13
14 Kembar Genius 14
15 Kembar Genius 15
16 Kembar Genius 16
17 Kembar Genius 17
18 Kembar Genius 18
19 Kembar Genius 19
20 Kembar Genius 20
21 Kembar Genius 21
22 Kembar Genius 22
23 Kembar Genius 23
24 Kembar Genius 24
25 Kembar Genius 25
26 Kembar Genius 26
27 Kembar Genius 27
28 Kembar Genius 28
29 Kembar Genius 29
30 Kembar Genius 30
31 Kembar Genius 31
32 Kembar Genius 32
33 Kembar Genius 33
34 Kembaran Genius 34
35 Kembar Genius 35
36 Kembar Genius 36
37 Kembar Genius 37
38 Kembar Genius 38
39 Kembar Genius 39
40 Kembar Genius 40
41 Kembar Genius 41
42 Kembar Genius 42
43 Kembar Genius 43
44 Kembar Genius 44
45 Kembar Genius 45
46 Kembar Genius 46
47 Kembar Genius 47
48 Kembar Genius 48
49 Kembar Genius 49
50 Kembar Genius 50
51 Kembar Genius 51
52 Kembar Genius 52
53 Kembar Genius 53
54 Kembaran Genius 54
55 Kembar Genius 55
56 Kembar Genius 56
57 Kembar Genius 57
58 Kembar Genius 58
59 Kembar Genius 59
60 Kembar Genius 60
61 Kembar Genius 61
62 Kembar Genius 62
63 Kembar Genius 63
64 Kembar Genius 64
65 Kembar Genius 65
66 Kembar Genius 66
67 Kemarin Genius 67
68 Kembar Genius 68
69 Kembar Genius 69
70 Kembar Genius 70
71 Kembar Genius 71
72 Kembar Genius 72
73 Kembar Genius 73
74 Kembar Genius 74
75 Kembar Genius 75
76 Kembar Genius 76
77 Kembar Genius 77
78 Kembar Genius 78
79 Kembar Genius 79
80 Kembar Genius 80
81 Kembar Genius 81
82 Kembar Genius 82
83 Kembar Genius 83
84 Kembar Genius 84
85 Kembar Genius 85
86 Kembar Genius 86
87 Kembar Genius 87
88 Kembar Genius 88
89 Kembar Genius 89
90 Kembar Genius 90
91 Kembar Genius 91
92 Kembar Genius 92
93 Kembar Genius 93
94 Kembar Genius 94
95 Kembar Genius 95
96 Kembar Genius 96
97 Kembar Genius 97
98 Kembar Genius 98
99 Kembar Genius 99
100 Kembar Genius 100
101 Kembar Genius 101
102 Kembar Genius 102
103 Kembar Genius 103
104 Kembar Genius 104
105 Kembar Genius 105
106 Kembar Genius 106
107 Kembar Genius 107
108 Kembar Genius 08
109 Kembar Genius 109
110 Kembar Genius 110
111 Kembar Genius 111
112 Kembar Genius 112
113 Kembar Genius 113
114 Kembar Genius 114
115 Kembar Genius 115
116 Kembar Genius 116
117 Kembar Genius 117
118 Kembar Genius 118
119 Kembar Genius 119
120 Kembar Genius 120
121 Kembar Genius 121
122 Kembar Genius 122
123 Kembar Genius 123
124 Kembar Genius 124
125 Kembar Genius 125
126 Kembar Genius 126
127 Kembar Genius 127
128 Kembar Genius 128
129 Kembar Genius 129
130 Kembar Genius 130
131 Kembar Genius 131
132 Kembar Genius 132
133 Kembar Genius 133
134 Kembar Genius 134
135 Kembar Genius 135
136 Kembar Genius 136
137 Kembar Genius 137
138 Promo NOVEL baru
139 Novel Lucas dan Aisyah lanjut judul baru !!!
Episodes

Updated 139 Episodes

1
Kembar Genius 01
2
Kembar Genius 02
3
Kembar Genius 03
4
Kembar Genius 04
5
Kembar Genius 05
6
Kembar Genius 06
7
Kembar Genius 07
8
Kembar Genius 08
9
Kembar Genius 09
10
Kembar Genius 10
11
Kembar Genius 11
12
Kembar Genius 12
13
Kembar Genius 13
14
Kembar Genius 14
15
Kembar Genius 15
16
Kembar Genius 16
17
Kembar Genius 17
18
Kembar Genius 18
19
Kembar Genius 19
20
Kembar Genius 20
21
Kembar Genius 21
22
Kembar Genius 22
23
Kembar Genius 23
24
Kembar Genius 24
25
Kembar Genius 25
26
Kembar Genius 26
27
Kembar Genius 27
28
Kembar Genius 28
29
Kembar Genius 29
30
Kembar Genius 30
31
Kembar Genius 31
32
Kembar Genius 32
33
Kembar Genius 33
34
Kembaran Genius 34
35
Kembar Genius 35
36
Kembar Genius 36
37
Kembar Genius 37
38
Kembar Genius 38
39
Kembar Genius 39
40
Kembar Genius 40
41
Kembar Genius 41
42
Kembar Genius 42
43
Kembar Genius 43
44
Kembar Genius 44
45
Kembar Genius 45
46
Kembar Genius 46
47
Kembar Genius 47
48
Kembar Genius 48
49
Kembar Genius 49
50
Kembar Genius 50
51
Kembar Genius 51
52
Kembar Genius 52
53
Kembar Genius 53
54
Kembaran Genius 54
55
Kembar Genius 55
56
Kembar Genius 56
57
Kembar Genius 57
58
Kembar Genius 58
59
Kembar Genius 59
60
Kembar Genius 60
61
Kembar Genius 61
62
Kembar Genius 62
63
Kembar Genius 63
64
Kembar Genius 64
65
Kembar Genius 65
66
Kembar Genius 66
67
Kemarin Genius 67
68
Kembar Genius 68
69
Kembar Genius 69
70
Kembar Genius 70
71
Kembar Genius 71
72
Kembar Genius 72
73
Kembar Genius 73
74
Kembar Genius 74
75
Kembar Genius 75
76
Kembar Genius 76
77
Kembar Genius 77
78
Kembar Genius 78
79
Kembar Genius 79
80
Kembar Genius 80
81
Kembar Genius 81
82
Kembar Genius 82
83
Kembar Genius 83
84
Kembar Genius 84
85
Kembar Genius 85
86
Kembar Genius 86
87
Kembar Genius 87
88
Kembar Genius 88
89
Kembar Genius 89
90
Kembar Genius 90
91
Kembar Genius 91
92
Kembar Genius 92
93
Kembar Genius 93
94
Kembar Genius 94
95
Kembar Genius 95
96
Kembar Genius 96
97
Kembar Genius 97
98
Kembar Genius 98
99
Kembar Genius 99
100
Kembar Genius 100
101
Kembar Genius 101
102
Kembar Genius 102
103
Kembar Genius 103
104
Kembar Genius 104
105
Kembar Genius 105
106
Kembar Genius 106
107
Kembar Genius 107
108
Kembar Genius 08
109
Kembar Genius 109
110
Kembar Genius 110
111
Kembar Genius 111
112
Kembar Genius 112
113
Kembar Genius 113
114
Kembar Genius 114
115
Kembar Genius 115
116
Kembar Genius 116
117
Kembar Genius 117
118
Kembar Genius 118
119
Kembar Genius 119
120
Kembar Genius 120
121
Kembar Genius 121
122
Kembar Genius 122
123
Kembar Genius 123
124
Kembar Genius 124
125
Kembar Genius 125
126
Kembar Genius 126
127
Kembar Genius 127
128
Kembar Genius 128
129
Kembar Genius 129
130
Kembar Genius 130
131
Kembar Genius 131
132
Kembar Genius 132
133
Kembar Genius 133
134
Kembar Genius 134
135
Kembar Genius 135
136
Kembar Genius 136
137
Kembar Genius 137
138
Promo NOVEL baru
139
Novel Lucas dan Aisyah lanjut judul baru !!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!