Reza bersama dengan Rezi baru saja pulang sekolah. Aisyah, meminta Dokter Kevin untuk menjemput mereka berdua karena saat ini Aisyah harus menghadiri rapat di perusahaan lawan yang akan berebut sebuah tender baru.
Namun, Aisyah ragu karena PT. Angkasa tidak termasuk perusahaan yang besar. Tetapi, setelah mengetahui ada dukungan dari Perusahaan Hosea. Barulah, Pak Dirsa yakin untuk ikut tender baru tersebut. Bahkan, Pak Dirsa berharap untuk menang dari tender itu. Agar bisa memperoleh lebih banyak kepercayaan lain dari Hosea.
"Tuan, mereka baru saja keluar. Apa perlu aku menjemputnya ke dalam?"Elliot bertanya, ketika melihat beberapa murid TK yang sudah dijemput oleh orang tuanya.
"Terserah,"jawab Lucas. Melihat tak ada penolakan dari Lucas, Elliot turun dari mobil dan menjemput sendiri Reza dan Rezi di dalam ruangan kelas. Begitu tiba di depan kelas, Elliot berbicara dengan seorang guru yang diyakini sebagai wali kelasnya anak-anak Aisyah.
'Sedang apa orang itu di sini?'Reza bertanya dalam hatinya ketika melihat Elliot yang berbicara dengan guru mereka. Lalu, beberapa saat kemudian guru tersebut memanggil Reza dan Rezi untuk maju ke depan.
"Reza apa kamu mengenal Om ini?"guru Annisa namanya. Guru tersebut bertanya lantaran tak pernah melihat Elliot menjemput Reza dan Rezi kecuali Dokter Kevin.
"Dia mengatakan jika pria ini adalah ... Asisten Daddy kalian?"lanjut guru itu. Reza hanya mengangguk sekilas. Lalu, guru itu tersenyum. Wajar guru itu bertanya karena di data orang tua hanya ada nama Aisyah saja.
Rezi yang mendengar hal itu menarik ujung baju sekolah Reza.
"Memangnya kamu kenal, Reza?"bisik Rezi.
"Eem,"singkat Reza dingin. Awalnya, Reza berniat untuk menolak ajakan Elliot. Melihat Rezi yang begitu antusias dan tersenyum. Reza tidak tega menghancurkan kebahagiaan Rezi begitu saja. Semua anak-anak sekolah yang juga baru pulang sekolah menatap kagum pada mobil mewah yang terparkir di depan sekolah mereka.
Tiba di depan mobil, Lucas menurunkan setengah kaca mobilnya. Reza memalingkan wajahnya ke arah lain tetapi berbeda dengan Rezi yang cukup antusias bertemu dengan Lucas. Tanpa dipersilahkan Rezi telah masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Lucas. Sedangkan, Reza memilih untuk duduk di depan bersama dengan Elliot.
"Hallo, Paman. Kita bertemu lagi,"ucap Rezi ramah mengulurkan tangan ke arah Lucas. Pria ini menerima tangan kecil Rezi dan menggenggamnya pelan. Tetapi, sesaat kemudian suasana kembali canggung ketika Reza hanya diam saja.
"Apa kalian lapar?"tanya Elliot mencairkan suasana.
"Tidak!"
"Iya, Paman!"Jawab Rezi begitu bersemangat. Tetapi, tidak dengan Reza.
"Kita makan dulu kalau begitu ya, kebetulan Paman juga belum makan. Daddy Lucas juga belum makan,"
"Ehem!"Lucas berdehem ketika Elliot menyebutnya dengan sebutan Daddy. Tetapi, nama panggilan itu membuat Rezi senang dan langsung melirik ke arah pria yang duduk di sebelahnya. Tatapan Rezi dan Lucas bertemu hingga Rezi tersenyum dengan puppy eyes yang membuat Lucas ikut tersenyum. Rezi bersikap lebih manis di depan Lucas ketimbang Reza yang dingin dan begitu cuek bila bertemu dengannya.
Di sebuah restoran mewah. Mereka berempat duduk di meja paling pojok yang dekat dengan jendela. Karena, Rezi ingin melihat pemandangan jalan ketika dia sedang makan nanti.
"Selamat datang, Tuan. Ini menu-nya silakan dipesan,"ucap seorang pelayan yang meletakkan menu restoran di atas meja mereka. Elliot membiarkan anak-anak Aisyah memesan lebih dulu. Lalu, dia akan memesan untuk Lucas.
"Rezi mau dimsum sama jus tomat,"pinta Rezi kepada pelayan yang masih menunggu di samping meja mereka.
"Sama saja,"sambung Reza. Lalu menutup buku menu yang ada di tangannya.
"Oh, iya. Dimsum don't use shrimp, thanks." Lanjut Reza yang membuat Elliot membulatkan matanya sempurna ketika mendengar penuturan Reza yang begitu tegas.
'Nggak salah lagi ini memang anak dan bapak,'batin Elliot yang melihat Reza lalu beralih menatap Lucas yang sejak tadi memperhatikan dua bocah yang ada di depannya.
"Kita pesan sama saja semuanya, tidak pakai udang tetapi pakai ayam oke!"
"Baik, mohon tunggu sebentar!"
Pelayan mengambil kembali buku menu dan berlalu pergi dari meja tersebut. Lucas masih menatap ke arah Reza dan juga Rezi secara bergantian. Anak yang tak pernah dilihatnya selama enam tahun lamanya. Ketika bertemu mereka berdua telah sebesar itu.
"Rezi apa yang membuat kamu senang melihat kendaraan yang lalu lalang di jalan?"
"Karena, Rezi jarang melihat hal seperti ini. Biasanya, kalau pulang sekolah Rezi akan sibuk di rumah belajar. Sedangkan, Reza dia pergi ikut les komputer dan bahasa asing,"ujar Rezi.
'Pantesan ini anak bisa meretas program IT kami ternyata udah diasah otaknya sejak kecil,'batin Lucas yang terus menatap Reza sejak mereka duduk di meja tersebut.
"Kalian kenapa tidak suka udang?"Elliot kembali bertanya meskipun Elliot sudah tahu jawabannya. Karena, Elliot pernah memeriksa catatan medis mereka berdua ketika menyelidiki Aisyah satu bulan yang lalu.
"Kami suka. Tetapi, tidak bisa makan karena alergi kata Bunda."
Pesanan mereka telah diantar hingga Rezi begitu menampilkan wajah bahagianya di depan Lucas dan Elliot. Tatapi, berbanding terbalik dengan Reza yang bersikap biasa-biasa saja.
"Boleh Paman bertanya?"Elliot kembali bertanya. Tetapi, Reza langsung menyahutnya.
"Kenapa Paman terus bertanya? Apa Paman bekerja di kantor sensus penduduk?"tanya Reza yang membuat Elliot melongo dan membuka lebar mulutnya tak percaya dengan ucapan Reza yang begitu pedas.
"Kata Bunda, saat kita berada di depan makanan. Kita harus menghargainya, itu artinya tidak boleh bicara saat kita sedang makan."Sambung Rezi. Lucas menyungging senyumannya ketika mendengar ucapan Rezi.
"Anak kecil saja paham masak kamu nggak?" cibir Lucas yang kini melihat ke arah Elliot.
"Tuan, aku hanya ingin membantu Anda."Bisik Elliot, Lucas hanya menaikan dua bahunya yang tak peduli dengan ucapan Elliot.
Sementara itu, Dokter Kevin baru saja tiba di sekolah yang datang menjemput si kembar. Tetapi, tiba di sana mereka malah tidak ada yang ternyata telah dijemput oleh Lucas lebih dulu.
Akhirnya, Dokter Kevin menghubungi Aisyah untuk memberitahu jika anaknya telah pulang.
[Assalamualaikum, Dok.]
"Waalaikumsalam, Aisyah apa kamu meminta orang lain untuk menjemput si kembar? Guru bilang mereka telah pulang bersama dengan Asisten Daddy-nya,"
[Asisten Daddy?]Aisyah mengulang kembali kata-kata itu sebelum dia teringat seseorang.
[Oh, iya. Maafkan aku, Dok. Tadi, aku meminta seorang teman kantor untuk menjemput mereka juga karena aku takut Anda sibuk,]Aisyah mengutarakan permohonan maafnya karena tak ingin membuat Dokter Kevin kecewa.
"Tidak apa-apa. Yang penting mereka sudah kembali dengan selamat. Aisyah, jika butuh apa-apa kamu tidak perlu sungkan,"Dokter Kevin berkata dengan lembut yang kini sudah duduk di dalam mobilnya.
[Baiklah, Dok. Aku tutup dulu ya masih di tempat kerja,]
"Oke,"
Panggilan terputus, Dokter Kevin menggenggam benda pipih itu dengan kuat. Dokter Kevin menyadari jika yang menjemput si kembar pasti orang yang datang padanya untuk meminta tes DNA. Dokter Kevin tak menyangka jika harapan untuk memiliki Aisyah semakin sulit dan saingan percintaan baru saja muncul.
"Apa mungkin Tuan Elliot yang menjemput mereka di sekolah? Bagaimana bisa? Apa aku coba hubungi Elliot saja?"Aisyah berbicara dengan diri sendiri ketika tahu anaknya telah pulang dengan orang lain.
"Iya aku harus menghubunginya untuk memastikan saja,"lanjut Aisyah yang kini mencari kontak Elliot di handponenya. Tetapi, sebuah pesan masuk ke dalam WhatsApp Aisyah.
[Anak-anak aman bersamaku kamu tak perlu khawatir,]
Membaca pesan itu Aisyah membulatkan matanya. Nomor baru dan tak tersimpan di kontak WhatsApp Aisyah. Tetapi, wanita ini langsung bisa menebak orang yang mengirim pesan untuknya pasti sudah pasti Lucas.
"Apa maksud dari pesan ini? Apa dia takut aku khawatir? Atau dia sudah mengakui jika mereka anaknya?"
"Bu, Pak Dirsa meminta Anda ke ruangannya."Seseorang memberitahu Aisyah, orang itu adalah Asisten Pak Dirsa.
"Baik,"Aisyah segera bangkit dari tempat duduknya dan pergi menemui Pak Dirsa di ruangan CEO.
Sebuah mobil mewah bewarna hitam metalik berhenti tepat di depan pagar rumah Aisyah. Lucas menyimpan kembali handphone yang ada di tangannya.
"Apa ini rumah kalian?"Elliot bertanya.
"Iya,"jawab Reza. Sebelum turun dia lebih dulu menoleh ke belakang.
"Terima kasih atas traktiran hari ini. Lain kali biarkan kami yang traktir, karena kami tak ingin berhutang budi."Reza langsung membuka pintu mobil dan turun. Elliot menggelengkan kepala melihat sikap keras kepala Reza terhadap Lucas.
"Paman, kami pulang dulu. Terima kasih untuk hari ini, Rezi senang. Reza juga pasti senang, hati-hati di jalan."Rezi turun dari mobil sembari melambaikan tangan ke arah mobil dan tersenyum manis. Sedangkan, Reza sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah.
"Tuan, Anda perlu bekerja keras untuk mendapat perhatian Reza. Bocah itu lebih dingin dari Rezi yang terlihat lebih ramah,"ujar Elliot.
Begitu dua bocah itu telah masuk. Elliot memutarkan arah mobil.
"Akh!"
"Tuan, apa yang terjadi?"Elliot bertanya ketika Lucas memegang kepalanya yang sakit. Samar-samar bayangan masa lalu terlintas diingatan Lucas di mana di hari pertama dia datang ke rumah Aisyah. Tetapi, dia benar-benar tak bisa melihat dengan jelas wajah Aisyah. Di mana pengantin pria dan wanita yang akan akad nikah tetapi malah digagalkan oleh Lucas pada waktu itu.
"Kita pulang!"
"Baik,"
Elliot langsung menancapkan gas mobil dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Firman Firman
biasalah namanya juga amnesia 😄🤭
2024-04-16
0
Reeka Rsm
heran. jelas jelas tes DNA dah menyatakan sedarah
2024-04-12
0
titiek
🤣🤣🤣🤣🤣
2024-02-27
1