Setelah membuka amplop coklat yang ada di tangannya, lembaran kertas putih dengan hasil tes DNA kini telah berhasil dilihat oleh Dokter Kevin sehingga pria ini membulatkan matanya ketika melihat hasil tersebut.
"Cocok,"ucap Dokter Kevin pelan. Tetapi, masih bisa didengar oleh Elliot yang juga ikut terkejut.
"Apa benar cocok?"Elliot bertanya. Dokter Kevin hanya mengangguk sekilas dan memberikan hasil tes DNA itu kepada Elliot.
"Father and son? Bagaimana bisa?" Elliot kembali bertanya, sehingga membuat Dokter Kevin yang ikut bingung. Karena, Dokter Kevin tak menyangka jika ada seorang pria yang DNA-nya cocok dengan anak dari wanita yang disukai oleh-nya sejak lama.
'Tidak mungkin! Dia wanita baik-baik. Dia tidak dicampakkan suaminya karena mengandung anak dari pria lain, mungkin saja pria ini suaminya yang tak kunjung menjemputnya waktu itu,' Dokter Kevin bergelut dengan batinnya sendiri setelah membaca hasil tes DNA tersebut. Sehingga tak mendengar ucapan Elliot yang sedang berbicara dengannya.
"Dok,"
"Dok!"
"Eh, iya. Ada apa Tuan?"
"Saya permisi dulu. Saya akan segera mengabari Anda tentang donor darah untuk Rezi. Anda bisa menyuruh seorang perawat datang ke ruangan Bos saya." Elliot berkata sembari memasukan hasil tes DNA tersebut ke dalam amplop coklat dan segera berpamitan kepada Dokter Kevin.
Dokter Kevin menghela napas menatap punggung Elliot yang sudah berlalu pergi meninggalkan ruangannya. Seketika raut wajah Dokter Kevin berubah menjadi lesu, keinginannya untuk memiliki Aisyah akan semakin sulit untuk terwujud. Apalagi, selama ini Aisyah tak mau sedikitpun membuka hatinya untuk pria manapun termasuk Dokter Kevin sendiri.
Elliot, terkejut melihat Reza yang berdiri di depan ruangan Dokter Kevin. Sehingga amplop coklat yang ada di tangannya terjatuh ke lantai. Reza dengan cepat memungutnya, karena Reza sendiri juga penasaran dengan hasil itu. Dia telah menguntit Elliot sejak dari kemarin hanya ingin tahu hasil tes DNA tersebut.
"Cocok?"Reza menatap Elliot dengan ekspresi yang sulit diartikan. Entah senang atau sedih ataupun kesal, Elliot tak bisa menebaknya.
"Kamu senang?"Akhrinya Elliot bertanya. Tetapi, Reza tak menjawab. Reza memasukan kembali hasil tes DNA itu ke dalam amplop.
"Kamu sedang tidak? Akhirnya kalian tahu siapa Daddy kalian,"Elliot kembali bertanya setelah pertanyaan sebelumnya tak mendapat jawaban.
"Setidaknya hidup Tuan Lucas masih berguna untuk adik saya,"jawab Reza yang membuat Elliot membulatkan matanya. Tak menyangka Reza akan berkata seperti itu.
"Kenapa? Kamu tak senang?" Elliot bertanya kembali setelah melihat Reza yang langsung berbalik membelakangi dirinya.
"Untuk apa senang? Aku sudah bahagia sejak lahir. Jika aku tak mengenal Tuan Lucas juga tak membuat hidupku menderita. Selama ini kami baik-baik saja, Bunda berjuang selama enam tahun membesarkan kami. Selama empat tahun dia berjuang untuk Rezi agar tetap bertahan hidup dan sekarang Anda bertanya apa aku senang mengetahui Tuan Lucas adalah Daddy-ku? Di sisi mana aku harus mengatakan senang? Jika selama ini aku telah didewasakan oleh keadaan. Ketika kami kecil hingga sebesar ini tak memiliki seorang Daddy, banyak cibiran dari teman-teman sekolah nyatanya kami masih bisa hidup sampai saat ini,"ungkap Reza panjang lebar. Anak yang selama ini irit bicara akhirnya meluapkan semua emosi batinnya kepada Elliot sang asisten Daddy-nya.
Elliot yang sejak tadi berdiri di depan Reza tercengang mendengar pernyataan bocah itu.Elliot benar-benar dibuat syok oleh ungkapan hati Reza. Anak itu kembali berbalik setelah mengutarakan isi hatinya kepada Elliot.
"Satu lagi, aku tak pernah bangga tahu jika Daddy-ku seorang CEO yang kaya raya. Aku bangga jika Daddy-ku mampu merangkul aku, Rezi dan juga Bunda. Tidak membiarkan Bunda-ku terus menerus dalam masalah. Hari pertama bertemu saja Tuan Lucas berani membuat Bundaku dalam masalah, apa bisa dikatakan pria yang bertanggung jawab?" lanjut Reza dan ini adalah ucapan terakhirnya sebelum dia memutuskan untuk pergi meninggalkan Elliot di depan ruangan Dokter Kevin.
"Dengan siapa kau berbicara?"Lucas bertanya ketika mendengar seseorang yang berdebat di depan ruangannya. Lucas mengenal suara Elliot tetapi tidak dengan Reza.
"Tuan, sedang apa Anda di sini?"Elliot terkejut melihat Lucas yang keluar dari ruangan inapnya dengan infus masih menancap dipunggung tangan.
"Aku bertanya, dengan siapa kau berbicara barusan? Aku mendengar suara anak kecil,"
"Owh, itu...."
"Itu apa?" sebelum Elliot menjawab pertanyaan Lucas, pria ini malah memberi pertanyaan yang lain untuk Elliot yang membuat Elliot menghela napas dan menggeleng pelan kepalanya. Bukannya menjawab Elliot justru mengajak Lucas untuk kembali masuk ke dalam ruangannya.
"Elliot, kau belum menjawab pertanyaanku. Itu apa?"Lucas kembali bertanya setelah dia tiba di atas ranjang pasiennya.
"Tuan, tenang ya. Ini adalah hasil tes DNA Anda dengan Anak Nona Aisyah. Tunggu dulu, Anda jangan marah dulu!" Elliot jangan berkata seperti itu ketika melihat raut wajah Lucas yang memerah.
"Kemarin Saya tak sengaja bertemu dengan mereka. Anak Nona Aisyah membutuhkan pendonor darah dengan tipe Rh null. Jadi, Saya teringat darah Tuan adalah tipe Rh null. Awalnya, hanya berniat untuk meminta Tuan menjadi pendonornya saja. Tetapi, Saya penasaran ketika mengingat ucapan Nona Aisyah yang mengatakan jika Anda adalah ... suaminya," Elliot sesekali menelan ludah ketika menjelaskan itu semua kepada Lucas dengan tempramen yang begitu buruk.
"Jadi, setelah Saya berbicara dengan dokter. Mereka setuju melakukan tes DNA terhadap pasien, ternyata Anda dan Anak Nona Aisyah adalah Father and Son!"Elliot berkata dengan tegas diakhir kalimat serta memejamkan matanya sebentar karena sudah siap jika akan dimaki oleh Lucas saat itu juga.
Alis Lucas naik sebelah, dia sedang mulai mencerna tentang apa yang barusan Elliot katakan.
"Darah golden blood ini hanya beberapa orang saja yang memilikinya di dunia ini. Ini termasuk darah langka, Tuan apa Anda tidak berfikir jika yang Nona Aisyah itu katakan mungkin saja ada benarnya,"lanjut Elliot lagi.
"Ku rasa kamu sudah melewati batasmu, Elliot!"Lucas menatap Elliot dengan ujung netranya yang membuat pria itu hanya tersenyum kaku.
"Tuan, hari ini jadwal CT scan-mu. Nanti, seseorang akan membantu Anda untuk mengantar ke ruangan tersebut. Saya harus kembali ke perusahaan, karena mendadak klien dari Jepang datang berkunjung."Elliot menyimpan kembali hasil DNA itu dan meletakkannya di atas nakas.
"Eem,"singkat Lucas yang terus menerus menatap amplop bewarna coklat yang Elliot tinggalkan di dalam ruangannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Firman Firman
lnjut 💪😄🤭kn ank jenius
2024-04-15
0
Neulis Saja
umur 6 thn Reza tapi bicaranya belum tentu org dewasa pun bisa berkata2 seperti yg diucapkan Reza, you are great 👍
2024-02-23
0
Ida Lailamajenun
Reza mgkn GK tau juga klu selama Rezi butuh darah golden blood dari umur 2 THN Daddy Lucas la yg donorin hanya mrk tinggal di indo Daddy Lucas di inggris khn dpt nya dr rumah sakit asing tuh darah.klu Reza tau kebenaran nya mgkn dia akan berterima kasih sama Daddy nya
2024-02-14
2