"Lancang!" Lucas berdiri dari tempat duduknya menatap tajam ke arah Aisyah yang masih berdiri di tempat yang sama. Bahkan, wanita ini tak bergeming sedikitpun ketika Lucas menatapnya dengan tajam. Jika orang normal mungkin akan menunduk dengan penuh rasa takut. Tetapi, ini berbeda dengan Aisyah. Wanita ini sangat yakin jika pria di depannya adalah pria yang sama yang menikahinya pada enam tahun yang lalu.
"Keluar,"ucap Lucas pelan, tetapi tak membuat Aisyah beranjak dari tempat itu. Tak terasa air mata Aisyah terjatuh membasahi pipinya. Lucas bukan sekali dua kali mengusir Aisyah dalam hidupnya mungkin ini kata-kata yang keseratus kali wanita ini dengarkan setelah kesekian lamanya.
Lucas mengetahui Aisyah menangis, dia melirik sekilas dan ketika melihat air mata Aisyah menetes bergulir di pipi Aisyah yang bulat itu perasaan yang tak asing Lucas rasakan. Pria ini mendadak merasakan hatinya ikut sedih melihat wanita itu menangis.
"Keluar!"Lucas kembali berkata, tetapi kali ini Lucas berteriak kepada Aisyah yang membuat wanita ini semakin yakin jika pria itu benar suaminya. Apalagi ketika Aisyah tak sengaja melihat bekas luka yang ada di belakang daun telinga pria itu, Aisyah sangat yakin jika Lucas adalah suaminya. Ayah dari anak-anaknya.
"Nona, lebih baik Anda pergi! Tuan Lucas, akan melupakan masalah hari ini,"ucap Elliot, yang mulai takut dengan suasana tegang dari dalam ruangan tersebut.
"Tunggu!"Ketika Elliot akan membawa Aisyah pergi, wanita ini kembali melarang Elliot.
"Aku ingin tanyakan satu hal,"lanjut Aisyah, Elliot menoleh ke arah Lucas begitu juga dengan pria itu.
"Katakan!"raut wajah dingin Lucas membuat Elliot semakin merasa berada dalam masalah.
"Apakah benar, Anda Tuan Lucas Edward Hosea? Dan Anda memiliki seorang adik bernama Galih Edward Hosea? Satu lagi, Anda memiliki riwayat alergi terhadap wanita,"ucap Aisyah dengan pelan tetapi penuh penekanan.
Elliot semakin merasa tak aman jika berada di dalam ruangan itu. Lucas menyeringai, lalu berjalan ke arah Aisyah berdiri tepat di depan wanita itu. Lucas tak merasakan apapun ketika berada di depan wanita itu. Biasanya Lucas akan merasakan mual dan pusing ketika berhadapan dengan seorang wanita.
Lucas menaikan satu alisnya. "Kamu adalah wanita yang ke seribu yang datang kepadaku, untuk mengakui jika kamu mengenalku. Tetapi, nyatanya aku tak pernah mengenal kamu!"Lucas mempertegas kata-katanya agar Aisyah mengerti dan segera pergi. Tetapi, sepertinya Aisyah tak menyerah begitu saja.
"Aku memang mengenal Anda, karena Anda adalah suamiku pada enam tahun yang lalu. Kita pernah menikah di Negara ini, lalu kita pergi dan tinggal di Inggris, di mana Anda memulai bisnis Anda dan hidup di sana. Bahkan, kini aku memiliki dua anak yang sangat mirip dengan Anda, karena mereka adalah darah daging Anda, Tuan Lucas!"Aisyah berkata dengan tegas, tetapi semua perkataan Aisyah dianggap lelucon oleh Lucas.
"Menikah? Punya anak? Bahkan aku tak mengenal kamu! Aku ini pria yang tak pernah dekat dengan wanita manapun, apalagi ... tidur dengan wanita," Lucas sinis, lalu menoleh ke arah Elliot meminta Elliot untuk mengusir Aisyah.
Di rumah sakit, Reza yang sedang menemani Rezi tak sengaja menonton siaran televisi yang memberitakan seorang pria asing yang baru saja tiba di kota tersebut.
Pria itu telah membuka cabang perusahaan dengan jaringan bisnis yang lumayan besar, bahkan beberapa perusahaan lain di kota ini tak bisa dibandingkan dengan perusahaan pria tersebut.
"Pria yang cukup kaya, jika dia single dia cocok menjadi Daddy, kami."Reza berkata sembari meneguk susu hangat yang ada di dalam gelas, lalu ketika nama pria itu di sebut dan pria itu membuka kaca matanya, Reza terkejut bukan main. Semua yang ada pada pria itu hampir sama seperti Reza, hanya saja pria itu versi dewasanya.
"Namanya kenapa sangat mirip dengan nama belakang kami? Siapa pria itu?" Lalu, Reza meraih sebuah iPad yang tak jauh dari tempat dia duduk. Reza membuka sebuah situs ilegal demi mencari tahu siapa pria yang baru saja muncul di televisi. Selama ini, Aisyah tak pernah memperlihatkan bagaimana wujud Lucas kepada anak-anaknya. Karena tak satupun foto kenangan yang Aisyah simpan tentang dia dan Lucas.
Masih di perusahaan Hosea Properti dan Real estate. Aisyah masih menunggu kejujuran dari Lucas tentang siapa dirinya. Tetapi, itu mustahil Lucas tak mau mengaku Aisyah, karena saat ini yang Lucas ingat hanya dirinya dan keluarganya.
Namun, Aisyah masih bersikeras untuk meyakinkan Lucas jika dirinya adalah istri dari pria itu.
"Begini saja, Nona. Apa Anda punya bukti jika Tuan Lucas adalah suami Anda?"Elliot ketika melihat suasana semakin tegang.
"Elliot, apa maksudmu? Kenapa kau bertanya seperti itu? Sudah ku katakan, aku tak mengenalnya!"Lucas masih pada pendiriannya yang tak ingin mengaku Aisyah.
"Bukti?"ulang Aisyah. Barulah Aisyah kebingungan. Dia tak punya bukti apapun, mereka menikah karena Aisyah dipaksa oleh orang tuanya dan yang tercatat di kantor urusan agama bukan namanya dan Lucas waktu itu, tetapi nama Aisyah dan Zayyan, calon suami Aisyah sebelumnya. Tentu saja, Aisyah tak memiliki bukti apapun, karena hanya menikah secar agama bukan negara. Bahkan, surat pernikahan saja waktu itu Aisyah tak menyimpannya.
Melihat raut wajah Aisyah yang kebingungan Lucas kembali menyeringai. Karena Lucas sangat yakin jika wanita ini berbohong untuk mendapatkan dirinya. Kekayaan yang Lucas miliki akan dengan mudah menarik wanita manapun untuk jatuh dalam pelukan pria itu.
"Elliot, blacklist perusahaan PT. Angkasa dari laporan kerja sama. Aku tak ingin berurusan dengan wanita ini lagi, aku tak ingin hidup dan hari-hariku terganggu oleh wanita ini,"ucap Lucas dengan sinis yang membuat Aisyah harus menahan rasa sesak di dada atas ucapan Lucas yang tak bersahabat.
"Tidak bisa begitu, Tuan. Ini adalah urusan pekerjaan, Anda tak bisa memblacklistnya begitu saja, tanpa mempertimbangkannya lebih dulu," sanggah Aisyah yang membuat Lucas harus menghela napasnya berkali-kali. Lucas tak menyangka harus berurusan dengan wanita keras kepala seperti Aisyah.
Lucas menatap tajam ke dalam netra Aisyah, sehingga pandangan keduanya bertemu. Lucas tak pernah merasakan perasaan yang begitu dekat seperti dia menatap Aisyah. Perasaan seperti yang tak asing baginya, seakan Lucas pernah merasakannya dulu.
Elliot, mengambil proposal yang Aisyah berikan tadi. Lalu, mengembalikannya kepada wanita itu.
"Jika Anda pergi hari ini, saya bisa membantu Anda untuk berbicara dengan Tuan Lucas, agar Beliau mau mempertimbangkan perusahaan Anda,"ucap Elliot, meminta Aisyah untuk mengerti dan segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Baiklah,"jawab Aisyah pada akhirnya yang menyerah untuk berdebat dengan Lucas, tetapi sebelum Aisyah pergi dia menatap ke arah Lucas sekilas begitu juga dengan pria itu. Melihat Aisyah yang keluar dari ruangan meeting, sekali lagi Lucas merasakan hatinya begitu sakit, apalagi raut wajah Aisyah yang sedih tak bisa Lucas lupakan begitu saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Firman Firman
ya athour kasih anak mereka 😭
2024-04-15
1
Alexandra Juliana
Thor tolong jgn diperpanjang amnesianya Lucas, kasihan Rezi sedang menunggu cangkok sumsum tulang belakang dari Daddy nya..
2024-02-29
2
Neulis Saja
harusnya baca dari season 1 tapi ikuti aja dulu dari season berikutnya 👍
2024-02-23
0