Elliot baru kembali ke rumah sakit. Tetapi, terkejut tak menemukan Lucas di dalam ruangannya. Begitu Elliot hendak berbalik dan mencari Lucas, pria ini terkejut melihat Lucas yang datang dari luar tanpa bantuan perawat sama sekali. Lucas telah melepaskan infus di tangannya. Elliot langsung bisa menebak jika itu adalah permintaan Lucas sendiri.
"Tuan, kenapa Anda keluar dari kamar?"
"Apa kamu pikir aku tawanan yang nggak boleh ke mana-mana hanya di sini saja, aku juga bisa bosan!"Lucas berkata dengan nada yang kesal. Elliot hanya terdiam menanggapi ucapan Bos-nya itu. Lucas adalah tipe orang yang hidup bebas, ketika dia berada di tempat yang asing dan membatasi kebebasannya dia akan merasa tak nyaman.
"Tuan, ada yang ingin Saya bicarakan dengan Anda,"Elliot berdiri tepat di samping ranjang Lucas.
"Apa Anda bersedia menjadi pendonor untuk Rezi? Saya rasa Anda adalah orang yang baik, tidak salahnya membantu keluarga mereka. Setelah saya membaca riwayat hidup bocah itu, jika lebih dari tiga hari tidak mendapatkan donor maka kondisinya akan memburuk bisa berakibat fatal hingga berujung pada kematian,"Elliot menjelaskan dengan sedikit dramatis untuk menarik simpati Lucas.
Namun, pria ini hanya diam saja dan tak bergeming.
"Tuan,"panggil Elliot lagi, ketika melihat Lucas yang berbaring dan ingin tidur.
"Kamu bisa meminta dokter untuk mengambil darahnya,"jawab Lucas dengan datar, yang membuat Elliot tersenyum mendengar jawaban dari Lucas.
"Terima kasih, Tuan."Elliot berkata sembari membungkuk sedikit tubuhnya. Elliot pergi untuk memanggil dokter ataupun perawat yang bertugas untuk menangani donor darah untuk Rezi. Ketika pintu ruangan tertutup, Lucas melirik sebentar melihat ke arah pintu. Lalu, entah bagaimana ketika Lucas menatap langit kamar ruangannya bayangan dan senyuman Aisyah mulai melintas diingatannya yang membuat Lucas terkejut dan segera menepis bayangan tersebut.
Pada malam hari, di mana suasana rumah sakit lebih sedikit ramai dengan pergantian perawat dan juga dokter pada shif malam.
"Akhirnya, ada seseorang yang darahnya cocok denganmu, Sayang."Aisyah berkata sembari mengelus rambut sang anak yang sedang berbaring di atas ranjang pasien. Sejak dari tadi Reza hanya memperhatikan dua orang itu yang tengah mengobrol tanpa menyela sedikitpun. Reza menjadi pendengar yang baik untuk mereka berdua sampai Aisyah menyadari jika Reza tak memberi komentar apapun tentang orang yang ingin menjadi pendonor untuk Rezi.
"Reza, apa pendapatmu?"
"Hah?"
"Bunda, tanya apa pendapatmu. Ada orang yang mau mendonorkan darahnya untuk Rezi," ulang Aisyah, Reza hanya menghela napas serta turun dari sofa tempat di mana dia bersantai sebelumnya.
"Baguslah, Bunda. Bunda tak perlu khawatir lagi karena Reza yakin Rezi akan baik-baik saja setelah transfusi darah,"ujar Reza yang memegang pundak Aisyah yang duduk di kursi di samping ranjang Rezi.
Pintu ruangan terbuka, Aisyah dan Reza serta Rezi sama-sama menoleh. Ternyata Dokter Kevin bersama dengan dua perawat wanita masuk ke dalam ruangan Rezi dengan membawa satu kantong darah untuk Rezi.
Sementara itu, perawat menggantikan cairan infus dengan kantong darah. Sedangkan, Dokter Kevin berbicara dengan Aisyah terkait orang yang menjadi pendonor untuk Rezi.
"Apa aku bisa bertemu dengannya?"
Dokter Kevin tak langsung menjawab. Meskipun Dokter Kevin tak tahu apa hubungan Lucas dengan Aisyah, dia tak ingin wanita yang disukainya menemui pria itu. Apalagi, setelah tahu hasil tes DNA kemarin yang membuat Dokter Kevin semakin takut kehilangan Aisyah. Padahal, selama ini jelas-jelas Aisyah gak pernah memberi harapan apapun untuknya.
"Dok,"panggil Aisyah kembali. Dokter Kevin tersenyum kecut terpaksa mengangguk.
"Beliau ada di kamar sebelah, di ruangan VVIP. Kamu bisa langsung bertemu dengannya,"ujar Dokter Kevin dengan raut wajah yang terpaksa.
"Ners, tolong antarkan Nona Aisyah untuk bertemu dengan pasien yang menjadi pendonor untuk Rezi,"pinta Dokter Kevin kepada seorang perawat yang menemaninya tadi.
"Baiklah, aku titip Rezi. Aku akan pergi untuk melihatnya dulu,"ujar Aisyah, sekali lagi Dokter Kevin hanya mengangguk dan melihat punggung wanita yang disukainya pergi meninggalkan ruangan tersebut. Ada Reza di sisi lain yang begitu peka terhadap kondisi Dokter Kevin, tetapi bocah ini tak bisa melakukan apapun.
Di depan ruangan Lucas, Aisyah hanya diperbolehkan untuk masuk serong diri karena kamar tersebut tak diperbolehkan untuk masuk selain perawat laki-laki dan dokter laki-laki.
Namun, ketika Aisyah masuk. Di dalam ruangan tak ada Elliot melainkan hanya ada Lucas yang sedang duduk sembari memainkan ipad-nya. Ketika Aisyah melihat Lucas dia sempat terkejut dan keluar kembali untuk memastikan jika dia tidak salah ruangan.
"Kamu tak salah orang, memang aku yang menjadi pendonor untuk anakmu,"ucap Lucas yang menyadari akan kehadiran Aisyah di ambang pintu. Aisyah tertegun dan berbalik menatap pria yang kini juga sedang melihat kearahnya.
"Tuan, terima kasih."Aisyah berjalan ke arah ranjang Lucas tetapi langkahnya terhenti ketika melihat Lucas menyuruh Aisyah untuk tak mendekat.
"Saya sangat berterima kasih kepada Anda. Karena, bagaimanapun Anda sudah mau menolong anak saya. Sekali lagi terima kasih,"Aisyah sedikit membungkuk. Tetapi, Lucas hanya diam saja memperhatikan wanita itu.
"Kamu tidak perlu berterima kasih. Kata dokter mendonorkan darah untuk orang lain membuat tubuh kita menjadi sehat. Kamu tidak perlu terlalu berharap,"ucapan Lucas membuat Aisyah tercengang. Bagaimana bisa seorang Ayah bisa berkata begitu kejam untuk anaknya.
'Rezi anakmu, bukan orang lain.'Batin Aisyah.
"Jika tidak ada kepentingan lain, silakan keluar!"
"Baik,"singkat Aisyah dan segera pergi meninggalkan ruangan Lucas.
Namun, setelah Aisyah pergi Lucas merasakan sesak di dadanya yang membuat pria itu memegang dadanya segera. Raut wajah sendu Aisyah sekarang menjadi kelemahan baginya. Lucas juga tak tahu entah kenapa hatinya sakit begitu melihat wanita itu bersedih atas ucapannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Firman Firman
athour jngn lama lama Lukas lupa ingatan nya🤗
2024-04-15
1
Kartini Kartini
apakah keluarnya gk ada yang kasih tau gitu
2024-02-25
0
Neulis Saja
kamu sdh peka tapi kamu msh menutup diri Lucas ya ditambah arogantnta itu yg membuat reader sebel 😡
2024-02-23
2